
Arsen teringat sesuatu tentang masa lalunya bersama Adaire.
#Flashback
Di malam pertama pernikahan mereka, Adaire dan Arsen masuk ke dalam kamar bersamaan. Adaire langsung memeluk suaminya dengan penuh cinta.
"Arsen, walaupun pernikahan kita tampak seperti pernikahan politik. Tapi aku senang karena pernikahan kita dilandasi oleh cinta," tubuh gemuk Adaire memeluk suaminya dan menindih Arsen yang berbaring di ranjang.
Arsen tidak membalas pelukan isterinya, "Sayang, berat.. tolong kau turun dulu dari tubuhku.." pinta Arsen.
"Apa? Jadi aku berat? Bukankah kau bilang aku tidak berat?" tanya Adaire dengan wajah polosnya.
"Haha iya kau tidak berat.. hanya saja aku harus berganti baju dan kau juga harus melepas hiasan rambutmu, kan?" Arsen mencari alasan agar Adaire tidak menindih tubuhnya lagi.
Ditindih oleh gajah bengkak sepertimu, mana mungkin tidak berat. Aku hampir saja mati!
"Ah iya benar.. maaf ya sayang,"
Dengan polosnya Adaire meminta maaf pada Arsen, dia beranjak dari tubuh suaminya dengan susah payah. Arsen menghela napas lega, dia tetap memasang senyum meski baru saja dia merasa napasnya tercekik.
Dasar gajah bengkak!
Arsen memaki istrinya didalam hati.
"Sayang..mari kita lakukan," Adaire mendekati Arsen, dia memonyongkan bibirnya.
Arsen semakin mundur, dia tidak dapat membayangkan dirinya akan bercinta dengan istrinya yang gemuk dan jelek itu. "Haha, sayang.. aku berkeringat, aku harus mandi dulu!" kata Arsen sambil menutup mulut Adaire.
Astaga, Arsen.. yang benar saja..masa kau mau tidur dengan gajah bengkak ini?
"Tidak usah sayang.." ucap Adaire sambil memegang tangan suaminya.
"Aku harus mandi sayang. Aku tidak ingin malam pertama kita tidak sempurna, kau tunggu aku ya.. aku akan mandi.." ucap Arsen sambil tersenyum dan membelai pipi gemuk Adaire dengan tangannya.
Amit-amit! Aku harus segera mencuci tanganku setelah ini.
"Baiklah sayang, aku akan melepaskan hiasanku dulu..aku menunggumu sayang," ucap Adaire sambil tersenyum lembut pada suaminya.
"Ya," jawab Arsen sambil buru-buru beranjak dari ranjang pengantinnya.
Dia pun pergi ke kamar mandi, segera mencuci tangannya dengan jijik. Dia menggerutu dan tidak mau tidur dengan Adaire.
__ADS_1
Saat Arsen keluar dari kamar mandi dia Adaire sudah bersiap dengan baju tidur tipisnya. Arsen sama sekali tidak tergoda dengan Adaire, dia malah membayangkan wanita lain yang memakai gaun tidur itu.
Mau seperti apapun penampilannya atau apapun yang dia kenakan, dia tetap saja jelek. Kelak ya jelek saja. Kalau Adara yang memakai gaun itu, pasti akan sangat cocok untuknya.
"Sayang, kau sudah selesai mandi?" sambut Adaire pada suaminya dengan suara lembut.
"I-iya sayang.. uhuk uhuk..." jawab Arsen sambil batuk-batuk.
Adaire cemas melihat suaminya yang batuk-batuk itu. Dia meminta suaminya duduk diatas ranjang. "Sayang, kau kenapa? Apa kau sakit?" tanya Adaire cemas.
"Aku baik-baik saja sayang, uhuk.. uhuk.. ayo kita lakukan malam pertama kita," ucap Arsen sambil memegang tangan istrinya.
"Bagaimana bisa kita melakukan malam pertama disaat kondisimu sedang tidak fit seperti ini? Sayang, aku akan siapkan teh hangat dan obat herbal untukmu..kau harus istirahat," ucap Adaire perhatian pada Arsen.
"Tapi sayang, bagaimana dengan malam pertama kita? Kalau aku minum obat, aku pasti tidur.."
"Tidak apa-apa sayang, kesehatanmu lebih penting," ucap Adaire sambil membelai lembut pipi suaminya.
"Terimakasih.. uhuk..uhuk.. sayang.."
Gadis ini mudah sekali ditipu, selain jelek dia juga sangat bodoh.
"Apa ini sayang? Apa ini buatanmu?" tanya Arsen sambil melihat gelang rajutan berwarna biru itu.
"Iyah, ini gelang pasangan yang aku buat sebelum hari pernikahan kita. Apa kau suka?" tanya Adaire sambil tersenyum.
"Iya, ini bagus.." Arsen memuji gelang buatan istrinya itu.
Kekanakan sekali, bagaimana bisa di masa seperti ini masih ada orang yang merajut gelang? Harusnya dia memberikanku barang berharga.
Adaire mengatakan bahwa dia akan menyimpan gelang itu untuk dipakai saat bulan madu mereka nanti. Adaire menyimpan gelang itu di saku boneka kangguru kesayangannya, "Sayang, kenapa kau menyimpannya disitu?" tanya Arsen.
"Ssstt.. sayang, hanya kau dan aku yang tau tempat aku menyimpan barang-barang berhargaku..jadi, kau tidak boleh beritahu pada siapapun,"
"Benarkah hanya aku yang tau?"tanya Arsen tidak percaya.
"Iya, hanya kau yang tau. Adara juga tidak tau tentang ini. Karena ini hanya rahasia kita berdua," kata Adaire sambil menatap suaminya penuh cinta.
"Benar sayang, rahasia kita berdua ya?" Arsen memeluk Adaire lalu mengelus kepalanya.
Setelah Adaire tidur karena obat tidur yang diberikan Arsen padanya, Arsen pergi diam-diam ke kamar Adara dan bercinta dengan adik iparnya itu, dia meninggalkan sang istri yang tertidur dimalam pertama pernikahan mereka.
__ADS_1
#End Flashback
"Bagaimana kau bisa kau mendapatkan gelang ini?" tanya Arsen pada Liliana. "Gelang ini hanya aku dan Adaire saja yang tau tempat menyimpannya!"
Tidak mungkin! Walaupun Liliana adalah teman dekat Adaire, dia tidak akan memberitahukan rahasia pada orang lain. Dia kan sangat mencintaiku.
"Benar... hanya kau dan ADAIRE saja yang tak tempatnya. Tidak ada orang lain yang tau tentang gelang ini!" Kata Liliana tegas.
Tanpa Liliana dan Arsen sadari, ada beberapa mata yang melihat mereka dengan tajam dibalik kegelapan.
"Sialan! Aku bahkan tidak pernah mendapat gelang seperti itu darinya," Max menggerutu, di berjalan menuju ke arah Liliana. Tapi Blackey menahannya dengan sihir.
"Yang mulia, tenanglah.. bukankah kita disini untuk menguping pembicaraan nona dengan count Wales? Kalau yang mulia pergi kesana, maka kita akan ketahuan!"
"Kita bukan menguping, tapi hanya mendengarkan. Wajar kan kalau aku mendengar pembicaraan kekasihku dengan pria lain?" Max bicara dengan bibir yang mengerucut.
"Ya baiklah, terserah anda saja yang mulia. Yang penting kita jangan pergi kesana, atau nona akan marah pada yang mulia.." bujuk Blackey si burung gagak hitam itu.
"Baiklah, aku akan menahannya meski aku ingin sekali menghajarnya!" Max menahan emosinya.
Aku saja tidak pernah dibuatkan gelang seperti itu olehnya. Kenapa dia dibuatkan gelang? Setelah ini aku harus meminta dibuatkan benda pasangan padanya! Aku harus punya!
Blackey menatap putra mahkotanya itu dengan keheranan. Dia benar-benar sudah banyak berubah karena Liliana, cinta tulus telah mengubah dirinya menjadi lebih manusiawi.
Padahal sebelumnya saat berada di Medan perang, Max tidak pernah memakai hatinya. Dia seperti tidak memiliki emosional, tapi sekarang Max menampakkan emosi dan ekspresi dirinya.
Mereka kembali menguping pembicaraan Liliana dan Arsen dengan seksama.
Arsen menatap Liliana dalam-dalam, "Jadi.. apakah yang dikatakan Adara itu benar? Kau... tidak mungkin Adaire, kan?" tanya Arsen tidak yakin dengan pendapatnya sendiri.
"Aku memang dia. Adaire Charise Geraldine, istrimu.." ucap Liliana sambil tersenyum pahit.
Deg!
Arsen terpana, dia tak percaya bahwa Liliana adalah istrinya yang sudah tiada. Bagaimana bisa ini mungkin?
Blackey terkejut mendengar ini, karena dia baru tau kalau Liliana adalah Adaire yang jenazahnya belum lama ditemukan dan dikuburkan. Max meminta Blackey untuk tutup mulut.
...----*****----...
Hai Readers, author mau up lagi.. please komen dan like nya ya 😍🥰 btw makasih untuk dukungan kalian semua..
__ADS_1