
Semua orang pergi dari ruangan Liliana kecuali Duke Geraldine dan Max yang diminta untuk tetap berada disana oleh pendeta agung. Pintu itu di tutup rapat dan semua orang berada di luar menunggu dengan cemas.
"Semoga nona bisa kembali, nona...hiks.." Daisy menangisi nonanya itu, berharap agar Liliana bisa kembali dengan selamat.
"Kau tenang saja, pendeta agung pasti bisa menyelamatkan nonamu.." ucap Laura pada Daisy sambil tersenyum seraya menenangkannya.
Daisy menyeka air matanya, dia mengangguk-anggukkan kepalanya. "Nona Liliana orang yang sangat baik, Tuhan pasti akan menyelamatkan nyawanya," ucap Annie pelayan Laura sambil tersenyum.
Sementara itu didalam ruangan Liliana...
"Apa yang harus saya lakukan untuk menyelamatkan anak saya, pendeta agung?" Tanya duke Geraldine tanpa menoleh ke arah Max dan tidak menganggap keberadaan pria itu disana. Pria paruh baya itu hanya fokus pada pendeta agung.
"Saya sebenarnya hanya membutuhkan yang mulia putra mahkota untuk penyelamatan ini. Namun alasan saya meminta yang mulia Duke tetap berada disini, karena saya ingin meminta izin untuk menyelamatkan nona Liliana," jelas si pendeta agung sambil menatap ke arah Max.
Aku? Memangnya apa yang bisa aku lakukan?. Max membatin setelah mendengar ucapan pendeta agung.
"Izin apa itu?" Tanya sang Duke pada pendeta agung.
"Izin ini mungkin berat untuk yang mulia Duke setujui atau mungkin yang mulia Duke tidak akan setuju dengan apa yang akan saya minta ini." Pendeta agung menatap tajam ke arah Duke Geraldine.
__ADS_1
"Memangnya pendeta agung ingin meminta apa?" Tanya Duke Geraldine. "Saya akan melakukan apapun asalkan anak saya kembali,"
"Jadi yang mulia Duke memberi izin?"
"Anda tidak perlu izin dari saya lagi! Jika itu demi keselamatan Liliana, saya akan lakukan apapun.." ucap Duke Geraldine bersungguh-sungguh.
"Yang mulia Duke, saya ingin meminta izin untuk pernikahan yang mulia putra mahkota dan putri anda." Ucap pendeta agung itu sambil melihat ke arah Duke Geraldine.
Duke Geraldine dan Max sama-sama tercengang saat mendengar ucapan pendeta agung yang meminta pasangan kekasih itu dinikahkan. Apa hubungannya pernikahan dengan keselamatan Liliana?
Max dan Duke Geraldine memperhatikan wajah pendeta agung yang sama sekali tidak menunjukkan candaan. Pria muda bergelar pendeta agung itu, tidak bercanda dengan ucapannya. Dia sangat serius, tentang izin pernikahan itu.
"Maaf.. apa saya tidak salah dengar? Apa maksudnya pernikahan?!" tanya Duke Geraldine sambil mendesah.
"Yang mulia duke, ada alasan kenapa saya minta mereka untuk dinikahkan. Satu-satunya orang yang bisa membawa jiwa nona Liliana kembali ke tubuhnya, hanyalah putra mahkota!" Seru pendeta agung sambil menatap Max dalam-dalam.
"Kenapa...kenapa harus dia?" Tanya Duke Geraldine tak percaya dan tak mau kalau Max menikah dengan Liliana.
"Karena benang takdir mereka dan sihir yang dimilki oleh yang mulia putra mahkota bisa membawa nona Liliana kembali. Tapi, yang mulia putra mahkota bisa menyelamatkan nona Liliana, asalkan yang mulia putra mahkota memiliki ikatan keluarga dengan nona Liliana. Satu-satunya cara adalah pernikahan," ucap pendeta agung yang lagi-lagi mengagetkan Duke Geraldine dan Max.
__ADS_1
"A-apa tidak ada jalan lain lagi untuk menyelamatkan putri saya?" tanya Duke Geraldine yang tetap tak mau Max menikahi putrinya.
"Duke Geraldine, ini demi keselamatan Lily.. kita-"
Max yang baru saja angkat bicara, langsung disuruh berhenti saat itu juga oleh Duke Geraldine dengan tangannya yang terangkat ke atas. "Hentikan yang mulia! Mungkin anda senang dan baik-baik saja dengan semua ini, tapi saya tidak!" Kata Duke Geraldine tetap keras kepala.
"Tidak ada cara lain lagi yang mulia Duke, waktu kita tidak banyak. Sebelum matahari terbenam, yang mulia putra harus membawa kembali jiwa nona Liliana..atau.. nona Liliana tidak akan bisa diselamatkan lagi," ucap Pendeta agung tegas.
"Tuan Duke, kau bilang akan melakukan apapun untuk Likaian
Duke Geraldine memegang kepalanya, dia berpikir dalam-dalam dan keras. Sementara Max melihat Liliana dengan cemas.
Sepertinya Duke Geraldine memang tidak punya pilihan lain lagi, dia harus merelakan putrinya menikah dengan Max. "Baiklah, karena tidak ada cara lain lagi...saya memberi izin. Lakukan apapun yang bisa membuat anak saya kembali!"
Lily, kau harus kembali.
Pendeta agung dan Max sama-sama tersenyum, mereka lega dengan keputusan Duke Geraldine.
...------*****------...
__ADS_1