
...🍁🍁🍁...
"Julia...kau..." Liliana yang menahan sakit dan sudah terbaring di lantai itu, melihat Doris berubah menjadi Julia dan di sekeliling wanita itu ada cahaya hitam.
Cahaya hitam itu, apakah dia adalah penyihir hitam? Bagaimana mungkin...penyihir hitam sudah lama musnah.
Penyihir hitam dalam sejarah kerajaan Istvan sudah lama musnah sejak ratusan tahun yang lalu. Kematian para penyihir hitam itu karena kstria suci yang memusnahkannya. Liliana tak percaya bahwa penyihir hitam masih hidup dan orang itu adalah Julia.
"Kau...kau penyihir hitam?"
"Benar dan hanya kau saja yang tau tentang ini. Maka dari itu, yang lain tidak boleh mengetahuinya." Julia mendekati Liliana, dia melihat darah yang mengalir dari tubuhnya ke kaki Liliana dan membasahi lantai juga. "Apa rasanya sakit sekali? Bagaimana?"
"Kau... benar-benar biadab! Kau tega melakukan ini kepadaku dan anakku, sebenarnya demi apa? Aku bahkan tidak pernah memusuhimu. Aku bahkan pergi dari kerajaan Istvan bersama anakku, tapi kau..." Liliana tidak mampu bergerak banyak maupun berdiri, kakinya lemas dan perutnya sakit seperti di remas-remas.
Ya Tuhan, ini sangat menyakitkan. Kumohon... kumohon selamatkan anakku.
Julia duduk jongkok, dia menatap wanita itu dengan sinis. "Ya, kau memang sudah pergi tapi bayanganmu tidak pernah pergi dari kehidupanku! Aku mencinta Baginda raja, aku hanya ingin bersamanya sebagai Ratu di negeri Istvan, menjadi orang nomor dua setelahnya. Lalu semalam, dia mengatakan akan kembali mengangkatmu menjadi permaisuri? Sungguh konyol, bukan?"
"Kau...tidak akan dan tidak boleh menjadi permaisuri. Penyihir hitam, orang berbahaya sepertimu tak pantas untuk mendampingi yang mulia Raja dan kau tidak berhak untuk menjadi Ratu. Aku tidak akan membiarkannya," ucap Liliana dengan tatapan matanya yang tajam pada wanita itu.
__ADS_1
Seluruh negeri akan berada dalam bahaya bila Julia benar-benar menjadi Ratu. Mungkin semua orang akan terperdaya olehnya.
"Mungkin kau harus sedikit sadar diri, Liliana. Kau tidak akan bisa mencegahku, kalau kau mati bukan?" Julia tersenyum sarkas, dia senang melihat rivalnya itu tak berdaya.
Liliana mencoba meminta pertolongan dengan berteriak. Namun anehnya tidak ada satupun dari mereka yang datang, padahal banyak penjaga yang ditugaskan Max untuk menjaganya. "TOLONG!! TOLONG!!"
Kenapa mereka semua tidak datang? Apa mereka semua pergi? Tidak, tidak mungkin!
"Hahahaha... PFut...sungguh lucu, polos, konyol apa bodoh ya? Tidak akan ada yang mendengarmu. Aku sudah membatasi semuanya dengan sihirku,"kata Julia sambil tertawa-tawa mengejek Liliana.
"Kumohon, selamatkan anakku...aku janji, aku tidak akan mengganggumu lagi!"
Julia menjerat leher Liliana dengan sihir hitamnya, hingga dia tercekik. "Ohok... ohok..."
Max, aku mohon... selamatkan aku, selamatkan anak kita. Kumohon siapapun datanglah.
Wanita itu sudah ada niat besar untuk membunuh Liliana. "MATILAH!"
Cahaya hitam menyelimuti tubuh Liliana, mata Julia yang awalnya berwarna hijau kini berubah warna menjadi hitam semua. Tangannya terpancar sinar hitam yang begitu pekat.
__ADS_1
Disaat-saat Liliana sudah kehabisan tenaga dan kesakitan. Tiba-tiba saja, lingkaran sihir yang dibuat Julia musnah dalam sekali serangan.
Julia terkejut, dia pun menurunkan Liliana kembali ke lantai, lalu wanita hamil itu jatuh ke bawah. Dia tidak sadarkan diri dan Julia menghilang entah kemana.
"Lily!" Max menghampiri Liliana lebih dulu dibandingkan ayahnya dan prajurit lain.
"Anakku!" Duke Geraldine menatap anaknya dengan panik.
Max merasakan tubuh Liliana yang dingin dan berdarah-darah. "Liliana!" Teriak Max panik sambil memeluk Liliana.
Lalu dia berusaha bersikap rasional dan menyimpan emosinya lebih dulu. Dia mengecek kondisi Liliana.
Astaga! Dia tidak bernafas, tidak mungkin...
"Yang mulia, ada apa?" Tanya sang Duke sambil menatap raut wajah Raja Istvan yang kurang menyenangkan itu.
...****...
Hai Readers, maaf beribu maaf pada kalian ya...karena author belum bisa up konsisten. Mulai besok author akan mencoba up 1 bab sehari? Gak apa-apa kan? Semoga kalian masih pada mau baca 🤧😅
__ADS_1