
...🍁🍁🍁...
--Masih flashback
Raja terperangah melihat sosok pemilik suara yang menggema didalam gua itu. Dia melihat ular berkepala manusia.
Dia memilik rambut panjang, di keningnya juga ada permata berwarna ungu sama seperti milik anak laki-laki itu. "Kau..."
Mustahil! Bukankah siluman ular dan iblis hanya ada dalam mitos? Jadi mereka benar-benar nyata? Tunggu...ini pasti mimpi!
Raja menggelengkan kepalanya beberapa kali, dia mengusap-usap matanya. Berusaha meyakinkan dirinya bahwa apa yang terlihat didepan matanya itu bukan kenyataan tapi mimpinya.
Setelah beberapa kali berusaha meyakinkan dirinya, akhirnya dia yakin bahwa ular setengah manusia didepannya memanglah nyata.
Ular berkepala manusia itu menghampiri Raja dengan menggerakkan tubuhnya yang berbentuk ular. Ukuran ular itu lebih besar dari anaknya. Tak lama kemudian, muncul ular lainnya, kali ini dia adalah seorang ular wanita. Mereka memiliki permata yang sama di kening.
Ular wanita itu merubah tubuhnya menjadi kaki manusia, dia memeluk anak laki-laki yang tergeletak di tanah. "Anakku..! Tidak, anakku tidak mungkin mati." wanita itu menangisi anaknya.
"Kau! Apa kau yang sudah membunuh anak kami?" Tanya pria ular itu pada Raja.
Raja menelan salivanya berkali-kali, dia mencoba mencerna semua hal tidak masuk akal yang ada didepannya itu. "Kau..tidak, ini semua tidak nyata!"
"Suamiku! Ada luka dan sihir yang kuat didalam tubuh anak kita, dia pasti sudah dibunuh oleh manusia ini!" Wanita ular itu menangis, wajahnya memerah. Dia tampak murka pada Raja Alberto.
"A-aku.." Raja kehabisan kata-kata. Dia tidak tau mau bicara apa dan bagaimana karena dua
"Bangsa manusia memang perusak, pengacau!" Pria ular itu melilit Raja dengan tubuhnya. Dia menjerat dan membuat Raja kesulitan untuk bernafas.
"Lepaskan aku! Ular sialan!" Ujar Raja marah, kedua tangannya terkunci. Dia tidak bisa menggunakan sihirnya dalam keadaan tangan yang terkunci.
Pria ular itu marah, dia membuka mulutnya lebar-lebar. Lidahnya menjulur panjang ke bawah, "Dasar manusia tidak tau diri!"
Sial! Aku tidak boleh mati disini, aku harus kembali pada istri dan anakku yang belum lahir. Aku harus selamat!
Tubuh Raja hampir remuk oleh ular itu. Raja menutup matanya, dia berusaha memanggil sesuatu. "Gregori! Datanglah!"
Wushhhh~~~
Seekor burung elang datang, entah dari mana. Dia terbang dan hinggap di wajah si pria ular. Akhirnya tubuh yang melilit Raja itu terlepas. Raja menggunakan sihirnya dan menyerang pria ular.
Gregori si burung elang itu membantu Raja melarikan diri. Raja naik ke atas punggung si burung elang. "Gregori! Ayo pergi!" Seru Raja tegas.
"Aku akan mengutukmu! Bayi yang ada didalam perut istrimu, aku bersumpah... dia akan menjadi raja iblis. Kelak dia akan menjadi pembawa bencana di muka bumi ini!! Kau ingat ini baik-baik Raja Istvan!!" Teriak Pria ular itu murka pada Raja yang sudah terbang bersama burung spiritnya.
"Aku bersumpah! Kau dan keluargamu tidak akan pernah hidup bahagia! Suatu saat nanti, anakmu akan membunuhmu!" Kata si wanita ular sambil menangis sakit hati.
Wajah Raja langsung pucat pasi saat mendengar sumpah sakit hati si pria ular itu dan istrinya.
Raja kembali ke tempat berteduhnya dengan hati yang resah dan jantung yang berdebar. Semua orang menyambutnya. "Yang mulia, anda darimana saja? Kami sudah mencari anda kemana-mana.."
"Hujan sudah berhenti kan? Gustaf, kumpulkan semua orang, kita kembali sekarang juga!" Titah Raja dengan tegas.
__ADS_1
Sial! Karena dua ular itu, aku merasa tidak nyaman.
"Baik yang mulia," jawab Gustaf.
Setelah itu Raja dan rombongannya kembali ke istana. Sesampainya di istana, Raja disambut oleh istrinya sang ratu yang sedang hamil tua. Perutnya membuncit, dia tinggal menunggu waktu melahirkan tiba.
"Yang mulia, anda sudah tiba." Rosabella menyambut suaminya dengan hangat.
"Iya Ratuku." Raja tersenyum pada istrinya.
Semua itu tidak akan terjadi. Anakku tidak akan menjadi iblis.
"Yang mulia, kenapa kau terlihat resah? Ada apa? Apa acara berburu mu tidak lancar?" Tanya Rosabella dengan tatapan cemas mengarah kepada suaminya.
"Aku tidak apa-apa Ratuku. Mari kita masuk ke dalam dan makan bersama, aku membawakan kijang seperti yang kau mau." Raja memegang tangan Rosabella dengan penuh kasih sayang.
"Benarkah? Terimakasih sudah mengabulkan permintaan hamba sebelumnya, yang mulia.." Rosabella menyunggingkan senyuman di bibirnya, hingga terlihat dua pipi yang lesung itu. Seperti Max yang memiliki dua lesung di pipinya.
Mereka masuk ke dalam istana dan makan malam bersama. Ratu sangat bahagia karena dia bisa memakan daging kijang yang sangat dia inginkan. Dia dan Raja terlihat sangat mesra, saling menyayangi.
Bahkan Ratu juga menyuapi Raja dengan penuh perhatian. Terlepas dari posisi Ratu, dia sangat mencintai suaminya sebagai seorang wanita kepada seorang pria.
Usai makan malam, Ratu Rosabella dan Raja berjalan ke kamar mereka. Raja menggandeng tangan istrinya. "Yang mulia, kau bisa melepaskanku."
"Tidak mau. Aku akan terus menggenggam tanganmu seperti ini, aku sudah lama tidak menggenggam tanganmu. Maafkan aku.. karena aku selalu sibuk. Padahal kau sedang hamil besar, tapi aku jarang menemanimu." Raja menatap sang istri dengan penuh kasih sayang.
"Tidak apa-apa yang mulia. Aku mengerti, selain sebagai seorang suami kau juga adalah seorang Raja. Yang artinya kau bukan hanya milikku saja." Kata Rosabella memahami kondisi suaminya.
"Kau memang istri dan Ratu terbaik.. aku sangat mencintaimu Rosabella." Raja mencium kening istrinya dengan penuh kasih sayang. Sesekali Raja melihat ke arah perut istrinya dengan gelisah.
Raja berusaha memejamkan matanya, dia mematikan lampu di atas meja. Saat dia berusaha memejamkan mata, tiba-tiba saja dia melihat cahaya merah masuk ke dalam perut istrinya.
"Rosabella!!" Raja beranjak duduk, dia melihat istrinya dengan cepat.
Sial! Sinar apa itu?
Rosabella juga tiba-tiba terbangun, dia merasakan perutnya mengeras. "Aaahhhhh... yang mulia, perutku.. ughh.." Rosabella memegang perutnya, wajahnya mulai berkeringat.
"Apa kau mau melahirkan?"
Ditengah kebingungan itu, Raja memanggil seseorang yang berada diluar kamarnya untuk segera memanggil tabib.
Tak lama kemudian, dua orang tabib wanita datang ke kamar Ratu. Mereka tidak bisa membawa Ratu ke ruang persalinan karena ratu sudah mau melahirkan.
Dua orang tabib itu menemani Ratu yang melahirkan, Raja juga ada didalam ruangan itu. Beberapa menit kemudian, terdengar suara tangisan bayi dari kamar Raja dan Ratu.
"Selamat yang mulia, bayinya laki-laki dan sangat tampan." ucap seorang tabib sambil menyerahkan bayi yang baru lahir itu pada Raja.
"Anak kita.. sudah lahir yang mulia," ucap Rosabella sambil tersenyum melihat Raja sedang menggendong anak mereka.
Raja memperhatikan bayi itu. Dia tidak melihat ada keanehan disana. Raja menghela nafas lega, "Dia bayi yang tampan.. dia adalah calon Raja negeri ini, Ratuku." ucap Raja sambil tersenyum bangga melihat betapa tampannya anaknya itu.
__ADS_1
Tidak ada keanehan pada anak ini, syukurlah.
15 menit setelah anak pertama lahir..
"Aaahhhh....ugghhhh..."
Rosabella kembali merintih kesakitan. Tabib mengatakan bahwa Rosabella akan melahirkan lagi. Artinya Rosabella melahirkan bayi kembar.
"Owaa....owaa..."
"Selamat yang mulia Ratu, yang mulia Raja. Bayinya laki-laki dan sangat tampan." kata Tabib itu memuji ketampanan anak kedua Raja dan Ratu.
"Ratuku, kita punya dua anak laki-laki. Terimakasih.." Raja tersenyum pada istrinya. Dia bahagia.
"Ya yang mulia, aku.."
Ratu menutup matanya, dia terlihat sangat lelah. Raja panik, dia bertanya pada tabib apa yang terjadi pada istrinya. Tabib menjawab bahwa Ratu hanya tertidur karena lelah.
Ketika Raja akan menggendong anak keduanya, dia menyerahkan anak pertamanya pada seorang tabib. Tiba-tiba saja tabib itu ketakutan saat melihat anak pertama Raja dan Ratu berubah menjadi ular. Kepalanya memiliki tanduk dan matanya merah menyala.
"Astaga!!" Pekik tabib itu ketakutan.
Terjadi kegaduhan didalam kamar itu, ketika bayi kecil mungil yang berubah menjadi ular, menggigit salah satu tabib hingga tewas.
Raja tercengang dengan apa yang terjadi didepannya itu. Apa yang dikatakan pasangan siluman ular itu benar-benar terjadi. Salah satu anaknya terkena kutukan. Ketika Raja menggendong Max kecil, bayi itu hendak membunuh Max dengan kekuatannya. "Kau tidak boleh membunuhnya!"
Raja menyerang anaknya sendiri, untuk melindungi anaknya yang lain. Max terkena sedikit kekuatan Lucifer, matanya yang tadinya berwarna biru jadi berubah menjadi hitam dan kadang mata itu berwarna merah.
Setelah malam kelahiran dua anak kembarnya, Raja meminta tabib yang masih hidup itu untuk menutup mulutnya atas kejadian disana. Tabib yang meninggal juga dikuburkan dengan layak. Kemudian Raja membawa Lucifer ke gua tempat ular itu berada.
"Kenapa kau kembali kemari?" tanya si pria ular dengan sinis dan tatapan mata yang tajam.
"Kalian ingin anak kalian kembali, kan? Silahkan!" Raja meletakkan anak yang baru lahir itu di atas tanah.
"Kau benar-benar manusia kejam! Sampai hati kau membuang anakmu sendiri?" tanya Si wanita ular terperangah.
"Ini semua adalah salah kalian, siapa suruh kalian mengutukku! Anak iblis ini, aku tidak menginginkannya!"
Raja pergi begitu saja tanpa menoleh pada pasangan ular itu. "Kau.. akan menyesali keputusanmu, bagaimanapun juga takdir tidak bisa diubah!"
Raja tidak peduli dengan apa yang dikatakan pasangan ular itu. Dia meninggalkan anaknya begitu saja, walau dihatinya dia merasa sedih. Dia kembali ke istana dan mengatakan pada Rosabella bahwa salah satu anak kembarnya tiada.
#Endflashback
Lucifer tersenyum sinis saat mendengar kisah kelahirannya. Dia pun tertawa. "Hahaha...jadi begitu ya?"
"Sungguh, aku merasa bersalah sejak saat itu karena aku telah membuangmu. Tapi sekarang aku menyesal karena seharusnya aku membunuhmu saja!" Kata Raja sambil berusaha berdiri dibantu oleh pendeta agung.
"Kau.. adalah ayah yang buruk. Kau yang akan mati!"
Lucifer yang sudah menyimpan banyak dendam, dia memudalkan api kemarahan didalam dirinya. Mulutnya komat-kamit, entah dia membaca apa.
__ADS_1
Tiba-tiba saja muncul kelelawar besar dan iblis yang bangkit dari tanah.
...*****...