Secret Mission

Secret Mission
Special Gift For Sia*


__ADS_3

Hari itu, semua orang dari kalangan mafia dalam jajaran 13 Demon Heads berkumpul di Kastil Borka, Rusia untuk menghadiri pelantikan akbar anggota 13 Demon Heads generasi ke 10.


Orang-orang dalam jajaran Vesper menyambut para tamu undangannya dengan keramahan dan tentu saja, keamanan level maksimum diberlakukan hingga radius 2 km menuju ke Kastil Borka.


Bahkan Pemancar Fatamorgana kini telah dikembangkan setelah Vesper melihat masih ditemukannya kelemahan dari alat buatan Sasha tersebut.


Bentuk dari gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh Pemancar Fatamorgana mirip seperti sebuah mangkok yang terbalik/ditengkurapkan.


Pemancar yang dipasang dan berada di tengah titik diameter lingkaran tersebut, melebarkan gelombang di sekitarnya sesuai jarak yang ditentukan, 500 meter dan 1 kilometer.


Sinyal apapun tak bisa menembus Pemancar Fatamorgana. Bahkan ketika masuk ke dalam radius gelombang, sinyal akan hilang.


Eiji memperkuatnya hingga Pemancar Fatamorgana mampu mematikan fungsi mesin ketika penghalang lapis kedua dinyalakan.


Jika dilihat dari pantauan satelit, tempat yang ditandai tersebut seperti tak memiliki penghuni.


Namun, jika didatangi dan dilihat langsung, tempat itu akan terlihat seperti apa adanya meskipun Vesper kini memberlakukan protokol Fatamorgana agar pergerakan para mafia di Markas besar tak terlalu mencolok.


Kini, orang-orang dalam jajaran 13 Demon Heads tetap saling terhubung meski pemancar di aktifkan.


Vesper menemukan cara untuk menembus dinding pelindung dengan jaringan kabel bawah tanah yang sinyalnya ditangkap dan diteruskan dari pos-pos yang dibuat oleh Jonathan sebagai kamuflase dari usaha legalnya.


Bahkan kini banyak anggota dewan yang ikut membuat pos-pos tersebut. Mereka meletakkan anak buahnya mengomandoi para Black Armys yang ditugaskan di berbagai kota di seluruh dunia sebagai pos bantuan jika mereka mendapatkan serangan.


Semua pos darurat dibawah pengawasan dan naungan Vesper.


Kini, Vesper mengendalikan semua bentuk komunikasi yang masuk dan keluar ke jajarannya.


Vesper melindungi orang-orang dalam jajarannya mengingat militer pemerintah selalu berusaha untuk melenyapkan orang-orangnya.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


"Oh, look! Siapa yang begitu beruntung bisa datang dan menjadi salah satu anggota dewan termuda?" sapa Arjuna dengan senyum tengil menyambut Sia.


Sia memalingkan wajah. Ia sungguh tak menyukai sikap Arjuna yang baginya sungguh menyebalkan dan hanya bisa menghina saja.


Arjuna tersenyum meledek melihat Sia mengabaikannya. Ia lalu melirik Jordan yang menatapnya tajam seperti biasa, tak ada keramahan darinya.


"Kenapa bukan kau saja, Jordan? Aku lebih suka kau yang duduk sebagai anggota dewan ketimbang Kakakmu itu," tanya Arjuna heran.


"Jika aku menjadi anggota dewan, aku tak bisa membunuhmu. Aku lebih suka menjadi Eksekutor, Kim Arjuna. Kesempatanku untuk memenggal kepalamu lebih besar," jawabnya dingin tanpa ekspresi.


Sia meringis, tapi merasa senang dengan ucapan adiknya itu. Arjuna mendesis.


"Hei! Hei! Kakak cantik! Kau datang juga. Sini, sini, ada yang ingin kutunjukkan padamu!" teriak Jonathan dari kejauhan yang langsung menggandeng tangan Sia dengan bahasa Indonesia.


Sia bingung karena tak mengerti yang Jonathan katakan. Jordan menemani Sia yang dibawa pergi oleh Jonathan menuju ke bagian timur Kastil Borka ke sebuah ruangan besar seperti bengkel.


"What are you saying? I do not understand. English, please," ucap Sia tak enak hati karena merasa ilmu bahasanya kurang.


"Aku akan menerjemahkannya untukmu, Kak. Ia hanya ingin menunjukkan sesuatu padamu," jawab Jordan berdiri di samping Sia.


Sia dan Jordan melihat Jonathan seperti sibuk memberikan instruksi pada anak buahnya.

__ADS_1


Sia mengangguk paham. Ia juga terlihat tak sabar ketika ada sebuah benda yang ditutupi oleh sarung seperti sebuah mobil.


Ternyata, yang dilakukan Jonathan menarik perhatian banyak orang. Red mendatangi Sia bersama Mix and Match, berdiri di belakang keduanya.


Pelantikan akan dilangsungkan malam hari. Orang-orang datang lebih awal karena Vesper mengadakan lelang serta pameran akan inovasi terbaru dari senjata dan kendaraan tempur karya Jonathan.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


"Tes, tes," ucap Jonathan mencoba mic wireless yang ia pasang di kerah baju agar kedua tangannya lebih leluasa bergerak.


Semua orang mulai berkumpul dan merapat untuk melihat presentasi dari anak ketiga Vesper.


"Nah. Hallo. Kalian sudah tahu kalau aku, Jonathan Benedict. Satu-satunya anak tertampan Vesper yang tak tertandingi. Kalian mengakuinya 'kan?" tanya Jonathan menunjuk semua orang dengan senyum merekah dan gigi putihnya.


Arjuna langsung malas dan memilih pergi. Jonathan terkekeh melihat Kakaknya kesal karena tingkahnya.


Semua orang selalu merasa terhibur dengan gaya Jonathan yang nyentrik.


"Baiklah. Ini adalah sebuah ciptaan terbaru dari Jonathan Innovation. Tentu saja karyaku dan dibantu oleh orang-orang di bengkel. Mana tepuk tangannya? Haruskah ku suruh?!" pekiknya tiba-tiba karena para penonton hanya berdiri diam menatapnya.


Praktis, semua orang langsung bertepuk tangan karena diminta. Jonathan membungkuk berterima kasih dengan senyum terkembang.


"Ia sungguh banyak bicara," ucap Sia terkekeh dan Jordan mengangguk setuju.


"Baiklah, langsung saja, cukup basa-basinya. Ini dia, special gift untuk wanita cantik di depanku, Sia! Ingat, Kak Sia, ini hanya ada satu dan khusus kubuat untukmu. Taraaa!"


Sontak semua orang langsung melebarkan mata terlihat terkagum-kagum akan karya Jonathan yang sangat menyilaukan mata.


Mulut Sia bahkan sampai menganga lebar dan mematung melihat kejutan itu. Jonathan menarik sarung mobil dan terlihatlah jenis mobil sport hybrid.



"Yep. Mobil sipil dengan modifikasi khusus dariku. BMW i8," ucap Jonathan penuh kebanggan.


Orang-orang mulai bertepuk tangan. Jonathan terlihat malu karena dipuji. The Kamvret hanya geleng-geleng kepala.


"Si Jojo cuma main tunjuk gak mau kotor aja loh banyak gaya. Yah, namanya Bos bebas lah. Selama gaji dan bonus lancar sak karepmu, Jo!" ucap Hadi menghela nafas pasrah terlihat malas.


Anggota The Kamvret lainnya hanya terkekeh tak bisa berkomentar karena semua sudah diungkapkan oleh Hadi.


Jonathan lalu menunjuk Paman BinBin yang sudah bergaya keren layaknya mafia elite dengan jas hitam, sepatu fantovel mengkilat dan topinya.


Orang-orang menatap BinBin seksama yang masuk dalam mobil, tapi tak menutup pintu. Ia duduk di bangku kemudi dengan kaki di luar, menghadap orang-orang.


Jonathan meminta semua orang untuk mundur sampai ke garis warna kuning yang telah ditandai pada lantai.


"Kalian tahu, jika kita selau menjadi sasaran karena nyawa kita mahal, bahkan ada harganya," ucap Jonathan melanjutkan presentasinya lagi.


Semua orang mengangguk setuju bahkan Sia.


"Oleh karena itu, bukan karya Jonathan jika tak ada senjata dari mobil ini. Baiklah, senjata pertama. Misil. Wajib ada di mobil tempur," ucap Jonathan memberikan kode dengan telunjuk kanannya.


BinBin dengan sigap menunjukkan jam tangan di tangan kirinya.

__ADS_1


Mata semua orang terfokus pada jam tangan mewah yang BinBin pakai. Lelaki tua itu tersenyum lebar memperlihatkan giginya yang kuning saat menekan layar jam tangannya.


Seketika, PIP. KLEK! KLEK!


Mata semua orang melebar ketika bagian belakang mobil, yang biasanya digunakan untuk bagasi muncul sebuah penopang dengan empat buah silinder berwarna silver berbentuk seperti peluncur roket.


Penutup bagasi belakang melipat ke atas atap mobil seperti perisai. Modifikasi tambahan dari Jonathan.


BinBin menekan lagi layar jam tangannya dan SWOOSH!! BLUARRR!


"WOW!" pekik orang-orang kaget ketika satu buah silinder itu meluncurkan misil dan meledakkan truk tua yang sudah dipersiapkan sebagai sasaran tembak hingga kobaran dan ledakannya mengagetkan semua orang.


Petugas pemadam segera mematikan api dengan alat otomatis yang menyembur dari atap truk, sisi kanan dan kiri seperti penyemprot.


Tepuk tangan kembali terdengar dan semua orang mengangguk memuji anak ketiga Vesper. Namun, Jonathan belum selesai dengan persentasinya.


Jantung Sia berdebar, ia tak menyangka akan mendapatkan mobil keren sebagai hadiahnya. Selain itu, warnanya merah muda, Sia makin menyukainya.


"Biasanya misil aku letakkan di depan. Sayangnya itu cukup membebani mesin mobil. Terlebih ini mobil listrik meski masih menggunakan bensin juga. Mesin ada di depan dan belakang. Banyak yang harus diganti dan dibuang hanya untuk peluncur misil. Selain itu, hanya bisa satu arah jika diletakkan di depan. Jadi, aku letakkan di belakang," ucapnya menjelaskan.


Orang-orang mengangguk paham dan mulai membicarakan Jonathan yang terlihat makin lihai dalam bicara.


Jonathan memberikan kode lagi pada Paman BinBin dan orang-orang kembali kagum karena empat silinder itu ternyata bisa berputar ke berbagai arah.


"Misil bisa diluncurkan ke arah manapun. Misil ini dibuat dengan ukuran lebih kecil, tapi kalian bisa lihat sendiri, daya ledaknya sangat besar. Aku tak mau meluncurkan semua. Aku tak mau mengganti rugi dengan membangun Kastil Borka kembali," ucapnya melirik ke ruangan berkaca yang berada di atas, tempat Vesper dan para senior anggota dewan menyaksikan presentasi Jonathan.


Semua orang tersenyum geli.


"Ini bisa diluncurkan keempatnya sekaligus atau bergantian. Ada 2 buah misil di tiap silinder, jadi totalnya ada 8. Sengaja tak diisi banyak agar tak membebani mobil. Jadi, berhematlah," ucap Jonathan menjelaskan dan semua orang mengangguk pelan.


"Lalu, silakan ke bagian belakang mobil," ucap Jonathan mengajak para tamunya untuk beralih tempat. Mereka pun mengikuti arahan Jonathan.



"Nah, bagian kenalpot. Aku sengaja membuatnya ada dua di sisi kanan dan kiri. Jadi total ada 4 knalpot. Selain lebih bergaya, ini juga memiliki fungsi plus," ucap Jonathan menunjuk bagian knalpot yang hampir tak terlihat itu.


Jonathan menunjuk The Kamvret saat mereka memberikan pulpen dengan banyak warna. Para penonton dibuat bingung saat menerimanya.


"Ini apa, Jonathan?" tanya Yusuke Tendo sembari mengamati pulpen berwarna hitam yang diterimanya.


"Silakan tekan bagian atasnya," ucap Jonathan dan semua orang pun melakukannya termasuk Sia.


"Oh! Jarum?" celetuk Sia yang ikut mengejutkan semua orang.


"Yup. Silakan suntikkan ke lengan kalian. Ayo cepat," ucap Jonathan tak sabaran yang melakukan hal serupa dengan pulpen warna hitam.


"Wow! Wow! Wait! Biar kutebak! Jangan-jangan ... kenalpot itu akan menyemburkan gas racun? Seperti Rainbow Gas?" tanya Zaid panik.


"Yes! Kak Zaid, kau selain tampan, tapi juga pintar. Ini adalah fiture baru yang dikembangkan olehku. Kenapa hanya membuang emisi saja tanpa disertakan serum di dalamnya? Nah, segera suntikkan agar Paman BinBin bisa mempraktekkan," ucap Jonathan tak sabaran.


"Ka-kau bermaksud untuk menyemburkan gas itu di sini?" pekik Martin kaget.


Jonathan terlihat kesal, nafasnya menderu. "Aku hitung sampai tiga. Satu! Dua!"

__ADS_1


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


__ADS_2