
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Setelah perang besar usai, Vesper dan Amanda mengadakan pesta besar akan keberhasilan timnya menumpas The Circle dan parasit dalam tubuh CIA.
"Cheers!"
Suara dentingan gelas saling bersentuhan menyambut kegembiraan meski duka ikut menyelimuti hati orang-orang di Ballroom mansion Boleslav di Los Angeles.
"Aku ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam misi pelenyapan The Circle. Kalian semua hebat. Boleslav dan semua orang-orang yang kita sayangi pasti sangat bangga pada kita karena berhasil menyelesaikan perselisihan ini. Untuk selamanya!" ucap Amanda lantang mengangkat gelasnya tinggi.
"Yeah! Untuk selamanya!" jawab semua orang serempak penuh kebanggaan.
"Aku tak menyangka jika kali ini semua orang terlibat bahkan sampai anggota dewan. Ini ... mengingatkanku seperti saat usaha penyelamatanku di Filipina. Terima kasih," ucap Vesper santun mengarahkan gelasnya ke hadapan semua orang.
Para anggota dewan mengangguk dengan senyum terkembang. Suasana kembali meriah di Ballroom malam itu. Sajian lezat dinikmati semua orang.
Mereka saling mengobrol dan terlihat keakraban saat semua berkumpul serta berkenalan antar jajaran.
"Jadi ... tanggal pernikahanmu dengan Sergei, password untuk membuka koper itu?" tanya Lysa menatap sahabatnya seksama.
"Yup, siapa sangka. Itu juga aku yang menebaknya. Yuki malah tak terpikirkan hal itu. Dia payah," ledek Torin dan Yuki langsung memukul kepalanya.
Orang-orang tertawa, tapi mereka menyadari satu hal. Yuki terihat makin akrab dengan Torin, anak mendiang Bardi.
Bahkan kali ini Eiji seperti menyetujui hubungan mereka. Monica yang duduk di sebelah suaminya malah terlihat tak bersemangat menikmati pesta.
"Kau kenapa, Sayang?" tanya Eiji cemas.
"Aku mual. Baru kali ini aku tak menyukai daging. Aku sejak tadi hanya makan buah. Pasti ada yang salah denganku," gerutu Monica sebal sembari memasukkan potongan semangka di mulutnya.
"Oh! Jangan-jangan ...," sahut Lopez yang duduk di sebelahnya.
"Sudah berapa lama kau tak menstruasi?" timpal Buffalo menunjuknya.
"Mm ... entahlah. Bulan lalu sepertinya aku tak menstruasi," jawab Monica dengan lugu.
KLONTANG!
Orang-orang yang duduk di dekat Eiji terkejut dan menatapnya lekat. Eiji menjatuhkan sendoknya hingga suara itu memecah kemeriahan.
Tiba-tiba, Eiji menangis. Semua orang bingung.
"Benarkah? Aku akan menjadi seorang Ayah? Akhirnya ...," ucap Eiji dengan wajah sudah basah dengan air mata.
"Hei, aku tak tahu. Belum di tes," jawab Monica cepat.
Namun, Buffalo dan Lopez langsung menarik tangan anggota Red Skull itu. Monica bingung ketika ia dibawa ke kamar mandi oleh dua wanita perkasa jajaran Vesper.
"Kumpul sini cepet, kita bantu doa," ucap Eko mengajak kawan-kawannya berkumpul.
__ADS_1
Entah apa yang terjadi, orang-orang itu tertunduk hikmat seperti memohon doa yang sama agar Eiji mendapatkan keturunan.
Tak lama, Buffalo muncul mendatangi semua orang dengan wajah gembira. Jantung semua orang berdebar.
"Aaaa! Dia hamil!" teriaknya sumringah.
"Waaaa!" sorakan kegembiraan kembali terdengar.
Eiji menangis tersedu tak bisa menutupi kebahagiaannya. Semua orang memberikannya selamat bahkan Monica sampai malu karena ikut disalami oleh banyak orang.
"Cup, cup, Nak Eiji. Cieh, calon Bapak ni ye. Akhirnya, bakal ada Eiji junior. Nanti anakmu masuk dalam gengnya Otong aja. Bocil Squad," ucap Eko sembari memeluk dan mengelus kepalanya.
Namun, Eiji langsung mendorong dada Eko kuat dan melepaskan pelukannya.
"Tidak mau! Anakmu aneh! Jangan mengajari anakku yang tidak-tidak!" sahut Eiji langsung protes. Semua orang tertawa.
Sedang di sisi lain. Para tentara yang sakit dari jajaran 13 Demon Heads menjalani pengobatan di ruang medis.
Sia tak ikut dalam pesta. Ia menemani suaminya yang masih tak sadarkan diri karena mengalami luka di beberapa bagian.
Sedang Yuri koma dan kehilangan salah satu tangannya. Maksim ikut terbaring lemah di mana para dokter bekerja keras menyembuhkan para pasien.
Isteri Yuri, Julia. Tak bisa menahan kesedihan karena tak pernah melihat sang suami dalam kondisi memperihatinkan seperti ini.
Galina ikut sedih karena Maksim juga terluka parah meski kondisinya tak seburuk Yuri. Galina berusaha menenangkan hati sahabatnya yang dirundung duka itu.
Balraj dan Vijay mengalami patah tulang karena hantaman kuat mobil lapis baja yang mengenai tubuh mereka kala itu.
"Kami sudah melakukan yang terbaik, Sia. Doakan saja ...."
"Emph," keluh William dengan mata terpejam.
Praktis, Jeremy dan Sia terkejut karena William sudah sadar. Jeremy sampai tak jadi bicara karena kaget.
Sia langsung mendekati suaminya dan menyambutnya dengan senyum merekah.
"Will, Will, kau sudah sadar. Bagaimana? Apa yang kau rasakan?" tanya Sia antusias tak bisa menutupi kegembiraannya.
Kening William berkerut dan menatap Sia seksama.
"Hei," jawabnya lirih dengan suara serak.
"Welcome back, Will," sahut Jeremy tersenyum dan William mengangguk pelan.
"Oh! Kaki robot itu sudah dilepas?" tanyanya saat ia melihat jemari kakinya yang tak tertutup selimut.
"Ya. Generasi terbaru bisa dilepas bahkan lebih ringan," jawab Jeremy cepat.
"Bagiku masih berat," jawabnya sembari melihat kedua tangannya yang terdapat selang infus.
__ADS_1
"Oh begitukah? Hmm, aku akan memberitahukan hal ini pada Kai agar dia segera memperbaharuinya. Terima kasih, Will dan sebenarnya ... ada hal penting yang ingin aku tanyakan selagi kau sadar," ucap Jeremy dengan kedua tangan masuk dalam saku celana.
Sia dan William menatap Jeremy seksama.
"Apa niatanmu untuk menghapus ingatan tetap akan kau lakukan?" tanya Jeremy tegas.
William diam sejenak. Ingatannya tentang perang melawan Madam bersama para mafia serta perbuatannya ketika masuk dalam jajaran The Circle membuatnya berpikir keras.
Sia menatap William seksama dengan jantung berdebar.
"Yes," jawabnya mantab.
"Kenapa, Will? Aku rasa kau cocok untuk bergabung bersama kami. Para mafia," tanya Jeremy heran.
"Yah, kuakui kalian sangat keren. Hanya saja ... jika dunia mafia melekat dalam diriku sedang aku masih mengingat semua ajaran dari The Circle. Ditambah jika nanti aku bertemu polisi ketika menjalani kehidupan, rasa was-was dan waspada yang berlebihan akan membuat hidupku tak seperti orang normal, Profesor. Aku tak ingin hidup dalam tekanan dan ancaman. Aku ingin hidup bersama anak dan isteriku dalam kedamaian layaknya warga sipil tanpa harus terlibat perang. Aku sangat yakin, pasti akan berbeda rasanya ketika hidup melajang dan telah berkeluarga. Aku memiliki tanggungjawab besar sebagai suami dan seorang Ayah. Aku tak ingin keluargaku celaka jika aku masih mengingat semua ini. Jadi, hapus semuanya," ucap William mantab.
Sia terharu mendengar penuturan sang suami yang tak ia sangka. Sia memeluk William erat dan menangis di pelukannya.
Jeremy mengangguk mengerti. "Baiklah. Pulihkan dulu fisikmu lalu akan kita lakukan proses pembersihan. Aku hargai keputusanmu, Will. Semoga mimpi kalian berdua terwujud. Aku mendukungmu," ucap Jeremy dengan senyum merekah sembari menepuk pundak William mantab.
William tersenyum dan berterima kasih. Sia begitu bahagia karena mimpinya dengan William masih sama.
Sia mencium bibir suaminya lembut dan William bisa meraskan cinta tulus dari sang isteri. Keduanya tersenyum dengan dahi saling menempel. Terlihat kebahagiaan di wajah mereka berdua.
...The End...
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
tapi boong😆
***
__ADS_1
Kwkwkw makasih ya tips koinnya. Adeuh demi kalian lele sampai ngetik di warkop untung masih sepi😆 Baiklah gantian ngetik buat 4YMS2 nyambi nyuci. Ampun ribetnya idupku. Kwkw malah curhat. Maap😆