
Jordan dan timnya terkejut karena mereka ketahuan. Segera, Jordan menyalakan pedang Silent Red. Silau dari pedang laser langsung menerangi ruangan redup tempat mereka berada.
Praktis, para pasukan gagak menghentikan langkah seketika ketika menyadari bahwa musuh di depannya adalah salah satu anak Antony Boleslav, Sang Eksekutor Kematian.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris.
"Majulah dan aku akan menjadi malaikat kematian kalian," ucap Jordan dengan seringainya di balik topeng gagak.
Orang-orang bertopeng gagak menyiagakan pistol saat Jordan mengayunkan pedangnya ke kiri dan ke kanan.
Mix and Match segera maju dan kini berdiri di depan Sandara melindunginya. Anak keempat Vesper mundur dan berlindung di balik dinding dengan tablet dalam dekapannya.
Seketika, DOR! DOR!
Jordan ditembaki, tapi ia terlihat tak takut saat dua algojo ibunya lebih dulu menembaki orang-orang bertopeng gagak tanpa jeda.
Jordan dengan sigap membalik tubuhnya dan menjadikan punggung sebagai tameng anti peluru dengan setelan khusus.
Jordan berlari mendatangi Sandara dan berjongkok di sampingnya. Terlihat, Sandara mengaktifkan alarm darurat dari jam tangan yang ia pakai di tangan kiri.
Jordan ikut mengaktifkan jam tangan dan alarm darurat miliknya. Keduanya lalu berdiri dan kembali melongok untuk melihat pertempuran di balik dinding.
Yes dan Selena terkejut melihat dua lelaki bertubuh besar dengan begitu cekatan melepaskan peluru-pelurunya bahkan membawa banyak amunisi di pinggang dalam kantong khusus seperti sudah dipersiapkan.
Mix menjadikan tubuh salah satu anggota topeng gagak sebagai perisai saat ia menambakkan peluru-pelurunya mencoba mendekati Yes untuk ditangkap.
Jordan membantu dengan melemparkan granat gas berwarna hijau ke kumpulan orang-orang bertopeng gagak.
Namun, Jordan menyadari sesuatu saat gas itu menyeruak di sekitar ruangan dan mengenai orang-orang dari kubu Yes.
Jordan dan timnya yang telah menggunakan serum tak terkena dampak. Jordan menoleh ke arah Sandara dan gadis cantik itu mengangguk setuju.
Saat Jordan akan mencoba senjata yang lain, tiba-tiba Sandara memekik. "Jordan! Yes kabur!"
Praktis, Jordan kembali melongok. Ia melihat Selena dan Yes berlari ke sebuah pintu dengan tergesa.
Pasukan gagak melindungi pintu tersebut dan terus mencoba menjatuhkan dua algojo Amanda.
"Mix! Match! Menyingkir!" teriak Jordan lantang saat ia memegang sebuah tabung berwarna silver dalam dua genggaman tangan.
Mix and Match segera menyingkir sembari menarik tubuh salah satu pasukan gagak seperti dijadikan perisai.
Seketika, KLANG! PIPIPIPIPIPI ... DWUARRR!! SHOOT! SHOOT! DOR! DOR! DOR!
Dua buah granat tabung yang menggelinding di atas permukaan lantai semen di ruangan tersebut segera melaksanakan tugasnya.
Suara tembakan dari lontaran peluru-peluru terdengar begitu memekakkan telinga.
Jordan dan Sandara menyadari jika topeng gagak yang mereka kenakan bisa menyaring racun dari bom asap milik Vesper Industries sehingga orang-orang itu tak terkena dampaknya.
"Jordan! Kami kehabisan amunisi. Kita tidak bisa bertahan lebih lama lagi. Hancurkan atau tinggalkan?" tanya Mix dari sambungan radio dengan nafas tersengal.
__ADS_1
"Tinggalkan. Biarkan Yes dan Selena kabur. Jangan hancurkan markas ini karena kita belum menyelidikinya," jawab Jordan tegas.
Mix and Match mengangguk dari tempatnya berlindung di balik mayat lelaki bertopeng gagak.
Mix and Match menangkap orang-orang bertopeng gagak dan melepaskan masker di kepala mereka.
Orang-orang itu panik karena mereka menghirup gas beracun itu. Praktis, suara erangan kematian mulai terdengar bersahut-sahutan saat merasakan dampak gas hijau tersebut.
Ketika Sandara beranjak dari tempatnya bersembunyi dan menaiki tangga menuju ke pintu bunker, tiba-tiba ....
DUAKK!
"Agh!"
BRUKK! BRUKK!
"DARA!" teriak Jordan lantang saat melihat Sandara jatuh bergulung-gulung di tangga dan menghantam dinding hingga gadis cantik itu tak bergerak.
Jordan geram ketika melihat Selena muncul dari pintu tangga sembari membawa senapan laras panjang dengan gagang yang ia gunakan untuk memukul kepala Sandara tadi.
Selena berdiri di samping tubuh Sandara dan menginjak kepalanya yang masih mengenakan topeng burung gagak. Jordan marah besar.
"Jordan Boleslav, anak dari Antony Boleslav dan Amanda Theresia, bibiku. Kau ... salah satu petaka yang akan menjadi penghalang dari mimpi-mimpiku. Jika kami tidak bisa melenyapkanmu, maka sebagai gantinya ... aku memilih Sandara," ucap Selena dengan seringai muncul di wajahnya sembari mengarahkan moncong senapan laras panjang ke tubuh anak perempuan Kai dan Vesper.
Jordan panik. Sandara tak bergerak. Bahkan tablet yang tergeletak di lantai diinjak oleh Selena hingga remuk.
Mix and Match terlihat sibuk menghalau pasukan gagak yang terus berdatangan dari arah lorong seperti pasukan bantuan setelah gas hijau menghilang.
Jordan semakin tidak bisa berkutik ketika Yes ikut muncul dan mengarahkan senapan pelontar granat ke arahnya dari pintu tempat mereka datang tadi.
Jordan ikut melepaskan topeng gagak miliknya dan menjatuhkan di samping kakinya.
Selena dan Yes terkekeh melihat Jordan ketakutan setengah mati karena gadis yang dicintainya akan tewas di depan matanya.
Saat Jordan mengangkat kedua tangan dan memilih untuk menyerah, tiba-tiba ....
JLEB!
"ARGGHHH!"
Selena mengerang kesakitan saat kakinya ditusuk oleh Sandara yang ternyata pura-pura pingsan dengan sebuah belati Silent Blue.
Mata Jordan ikut melebar. Ia mengambil posisi dan menendang topeng gagak miliknya ke arah Yes.
Yes terkejut ketika tendangan Jordan tepat sasaran dan mengenai wajahnya. Yes terhuyung ke belakang beberapa langkah dan masih memegang senapan pelontar granat dengan kuat.
Saat ia kembali berdiri tegap dan akan menembakkan granat-granat itu ke arah Jordan, tiba-tiba ....
"ARGGHH!"
Selena kembali merintih dan teriakannya menggema di dalam markas tersebut. Kini, nasib Selena lebih tragis.
__ADS_1
Mata Yes terbelalak lebar saat melihat Selena roboh di lantai bersimbah darah karena Sandara menusuknya bertubi-tubi di seluruh tubuhnya dengan sebuah belati dengan laser berwarna biru menyilaukan mata.
Yes ketakutan. Iya pergi dari tempat itu dengan tergopoh setelah menyaksikan kematian Selena yang begitu mengerikan.
Jordan datang menghabisi nyawa Selena dengan menjambak rambutnya hingga kepalanya mendongak.
Jordan memenggal kepalanya menggunakan pedang Silent Red dengan laser ia nyalakan.
Kepala Selena menggelundung di lantai setelah Jordan sengaja menendangnya ke arah kumpulan orang-orang bertopeng gagak.
Praktis, para lelaki dari kubu Yes kaget setengah mati. Mereka langsung membubarkan diri dan mundur dari pertempuran.
Mix and Match ikut terkejut melihat Jordan dan Sandara bersimbah darah di kedua tangannya dengan senjata tajam dalam genggaman.
Awalnya, mereka pikir jika dua remaja itu terluka parah, tapi ternyata dugaan mereka salah. Mix and Match bernafas lega dari balik topeng gagak yang menutup wajah garang mereka.
Hingga tiba-tiba, terdengar suara desingan peluru dari luar markas tersembunyi itu. Ternyata, Red dan lainnya datang setelah menerima alarm darurat dari Jordan.
Lysa memasuki ruangan dengan wajah pucat karena khawatir jika Adiknya terluka. Namun, yang ia lihat malah sebaliknya.
Sandara terlihat santai dengan Jordan berdiri di sebelahnya, membantu membersihkan noda darah di kedua telapak tangan menggunakan sapu tangan yang ia bawa.
"Dara," panggil Lysa cemas menuruni tangga.
"Aku baik-baik saja. Aku sengaja datang ke sini bersama yang lain karena kalian mengabaikan tempat ini. Menurutku, tempat ini harus tetap diselidiki," ucap Sandara sembari mendekati Kakaknya.
"Oh, oke," jawab Lysa kikuk.
"Aku lelah dan ingin istirahat. Bisakah tugas ini kuberikan pada kalian? Aku akan tetap pergi sesuai jadwal. Terima kasih, Kak, sudah datang menolong, tapi sepertinya Yes kabur," ucap Sandara dengan wajah polos.
Martin yang menyusul masuk ke dalam ikut dibuat bingung dengan hal ini. Sandara dan Jordan meninggalkan markas bawah tanah dengan Mix and Match mendampingi mereka begitu saja.
Lysa dan semua tim yang datang sebagai penyelamat dibuat keheranan. Mereka seperti tidak berguna karena perang telah usai.
Martin melihat sekeliling di mana banyak mayat-mayat tergeletak dengan mengenaskan di beberapa sudut ruangan.
"Ugh! Bagaimana aku menjelaskan tentang Selena?" tanya Red garuk-garuk kepala karena Selena tewas dengan kepala terpenggal.
"Yah, minta Jordan saja yang menjelaskan," sahut Martin ikut pusing sembari menyisir rambut gondrongnya ke belakang dengan jemari tangan kanannya.
"Hem, aku merindukan rambut panjangku," celetuk Red dan membuat Martin serta Lysa langsung menoleh padanya dengan kening berkerut.
"Baiklah, karena Sandara dan timnya sudah mengamankan tempat ini, sebaiknya kita segera selidiki saja," ucap Lysa bertolak pinggang.
"Aku akan mengamankan di luar markas," ucap Red sembari membalik tubuh dan kembali menaiki tangga menuju keluar markas dari pintu yang dipotong.
"Oke. Aku akan ambil sisi kanan," sahut Martin cepat sembari berjalan ke lokasi yang menjadi bagian tugasnya.
"Aku dan Red Ribbon sebelah kiri," sahut Lysa sembari memberikan kode kepada anak buahnya.
Tempat yang tadinya sepi dan senyap kiri berubah menjadi ramai dipenuhi oleh orang-orang dalam jajaran 13 Demon Heads yang menyelidiki markas rahasia tersebut.
__ADS_1
***
sudah hari senin! jangan lupa vote vocer, poin dan koinnya ya. lele padamu💋💋💋