
Amanda dan timnya akhirnya tiba di lokasi. Mereka waspada karena khawatir jika ini jebakan. Mix sengaja memarkirkan mobilnya sedikit menjauh dari tempat yang dimaksud.
Mereka terbagi menjadi dua tim. Boleslav pergi bersama Manda dan Daniel ke sisi timur. Mix and Match ke sisi barat untuk mencari keberadaan yacht yang dimaksud.
Lama mereka mencari karena banyaknya yacht yang berlabuh di dermaga. Manda menggunakan teropong khusus yang bisa memindai sensor panas tubuh manusia di balik kapal.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris.
"Oh!" pekik Manda saat melihat pergerakan dari sebuah kapal yang berada paling ujung dermaga setelah mereka menyusuri satu persatu kapal tersebut dari tempat mereka datang.
"Hati-hati, Daniel," ucap Boleslav saat ia dan isterinya menunggu di balik sebuah pohon.
Tempat yang terbuka, membuat tiga orang itu was-was karena kedatangan mereka cukup mencolok di mana tak terlihat warga sipil di sekitar area padahal mobil yang di parkir cukup banyak.
"Ini terlalu sepi, Sayang," ucap Manda curiga.
Boleslav mengangguk setuju. Daniel terlihat waspada saat mendekati yacht yang dimaksud oleh Amanda.
Boleslav dan Amanda menyiagakan pistol mereka untuk melindungi Daniel meski lelaki itu juga membawa senjata api.
Saat Daniel sudah berhasil mendekat dan akan menaiki yacht, tiba-tiba ....
"DANIEL! GO!" pekik Arthur yang wajahnya muncul dari balik jendela yacht tersebut.
Benar saja, DOR! DOR!
BYURR!!
"NO! DANIEL!" teriak Amanda langsung berdiri saat melihat Daniel tertembak tepat dua kali di dadanya dan tercebur ke dalam air.
Boleslav terkejut. Penembak itu tak terlihat. Amanda menggunakan teropongnya untuk melihat sekitar dermaga mencari keberadaan sniper tersebut.
DOR!
"AGH!"
"MANDA!" pekik Boleslav panik saat isterinya ikut ditembak dan mengenai dadanya.
Amanda ambruk dan beruntung Boleslav segera menangkapnya. Amanda merintih kesakitan.
Beruntung, Amanda terlindungi jas anti peluru sehingga tak menewaskannya. Hanya saja, peluru tajam itu tetap saja menyakiti kulitnya.
"Kurang ajar!" pekik Boleslav geram.
Boleslav segera mengambil teropong yang isterinya bawa. Mantan anggota dewan tersebut sempat melihat arah tembakan sniper. Matanya melebar ketika ia mendapati sosok penembak jitu tersebut.
"Kau pikir bisa bersembunyi dariku, huh? Mati saja," ucapnya geram.
__ADS_1
Manda terkejut ketika suaminya nekat keluar dari tempat persembunyian dan langsung mengarahkan pistolnya ke sebuah bangunan dekat kapal-kapal itu berlabuh.
DOR! DOR!
PRANG!
"KELUAR! PENGECUT!" teriak Boleslav menembaki sebuah jendela yang berada di lantai dua dari sebuah bangunan.
Amanda segera menyiagakan kembali pistolnya. Ia menahan sakit di dadanya. Ia berjalan mengendap di balik semak dan pepohonan menuju ke tempat suaminya berada.
Amanda mencoba melihat ke dalam air untuk mengetahui kondisi Daniel karena lelaki itu belum muncul ke permukaan.
Boleslav terus berjalan mendekati bangunan sembari melirik ke arah yacht. Tiba-tiba, suara mesin yacht terdengar.
Boleslav dan Amanda spontan menoleh ke arah yacht yang dicurigai berisi orang-orang dalam jajaran mereka.
DOR!
"TONY!" teriak Manda saat fokus Boleslav teralih karena yacht akan meninggalkan dermaga.
Boleslav ambruk memegangi dadanya. Amanda berlari mendatangi suaminya dan balas menembak ke arah jendela. Ia menarik tubuh Boleslav ke dalam semak menghindari tembakan.
Beruntung, Boleslav tak terluka karena jas anti peluru melindunginya, tapi yacht tersebut bergerak meninggalkan dermaga.
Boleslav dan Amanda terlihat kebingungan. Namun tiba-tiba, terlihat dua buah jetski bergerak cepat mendekati yacht tersebut.
Mix and Match muncul untuk menggagalkan kapal tersebut kabur dari dermaga.
Saat dua algojo Theresia sedang dibuat sibuk menghalau yacht tersebut, suara tembakan kembali terdengar dari arah kapal yang berlabuh dengan rapi.
"Daniel?!" pekik Manda saat tangan kanan Boleslav tiba-tiba muncul dari pinggir dermaga dengan pistol di arahkan ke sebuah pintu keluar gedung dalam keadaan basah kuyup.
Daniel berhasil membunuh sniper yang berusaha menewaskan timnya tadi. Amanda dan Boleslav lega.
Sepasang suami isteri itu mendekati Daniel yang terlihat letih dan sempoyongan. Mereka bertiga berlari mendekati mayat sniper yang berusaha kabur dari lokasi.
Daniel mengecek seluruh atributnya dan menemukan sebuah ponsel. Daniel mencoba membukanya dan mendapati sebuah pesan yang tertulis nama tempat di mana misi dari William akan dilangsungkan, Guatemala.
Daniel memberikan ponsel itu kepada bosnya. Boleslav dan Manda terlihat serius seketika. Ketiganya paham dengan apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.
Hingga akhirnya, pandangan mereka teralih saat mendengar suara helikopter mendekat. Tiga orang itu panik dan dengan sigap mengarahkan pistol ke helikopter tersebut, tapi hal tak terduga muncul.
Sebuah anak panah dilesatkan oleh senjata panah otomatis dari atas helikopter ke yacht tersebut. Alat tersebut menancap pada bagian atap kapal.
Tiba-tiba, yacht tersebut berhenti bergerak. Amanda dan orang-orangnya bingung. Mix and Match segera merapat ke kapal dan naik.
"Hei, Mandy! Agh, kalian ini benar-benar membuatku repot. Aku harus meninggalkan istanaku yang nyaman hanya untuk menolong kalian!" teriak Axton lantang dari pintu helikopter dengan gaya hero-nya.
Manda terkekeh melihat kedatangan Axton padahal ia tadi sudah cemas setengah mati karena khawatir jika yang datang adalah helikopter musuh.
Helikopter Axton mendarat di lapangan tempat mobil-mobil di parkir. Axton turun dikawal oleh Sergei dan Yuki yang ikut serta dalam misi penyelamatan kali ini.
__ADS_1
"Terima kasih sudah mau datang," ucap Amanda menyalami tiga orang tersebut.
Axton tersenyum bangga, Boleslav diam saja terlihat malas. Tak lama, yacht tersebut merapat kembali ke dermaga. Mix menahkodai kapal tersebut.
Perasaan lega muncul karena Arthur dan lainnya baik-baik saja. Namun, saat orang-orang itu turun, Jonathan tak ada bersama mereka. Manda kembali panik.
"Mana Jonathan?!" tanya Amanda mendekati Arthur dan Torin.
"Entahlah, Nyonya. Saat kami tercebur, jarak jatuh kami dengan Jonathan sedikit jauh. Aku, William dan Arthur berhasil naik ke permukaan, tapi ternyata kami sudah ditunggu sebuah speed boat berisi anak buah Tessa. Kami dinaikkan paksa dan dibawa pergi hingga kemari," ucap Torin menjelaskan dengan penampilan berantakan.
"Masalahnya, selama perjalanan, kepala kami ditutup kain. Saat kami dinaikkan ke yacht ini, William sudah tak ada. Kami bahkan tak tahu bagaimana nasib Jonathan," sahut Arthur terlihat cemas.
Amanda memegangi kepalanya. Ia merasa sudah mengecewakan Vesper karena sahabatnya itu mengamanatkan Jonathan padanya.
Manda menutup wajahnya, berusaha agar tak menangis. Boleslav langsung memeluknya. Suasana sedih menyelimuti hari orang-orang.
"Aku mendapat kabar dari Galina Red Skull. Katanya, rumah yang disinyalir milik Sierra ditinggalkan dalam keadaan utuh. Red Skull sudah menyisir semua sudut ruangan dan tempat itu aman. Kita bisa pergi ke sana sembari menunggu kepulangan Sia, Jordan dan BinBin. Bagaimana?" ajak Axton dan Manda mengangguk setuju.
Axton mengajak Boleslav dan Amanda untuk naik helikopter bersamanya. Mix, Match dan Daniel mengendarai mobil. Mereka akan bertemu di rumah tersebut.
Hingga akhirnya, terlihat sebuah rumah dengan pohon palm di halaman depan. Begitu tiba, Amanda bergegas masuk ke dalam.
Terlihat, anggota Red Skull sudah berkumpul. Mereka berada di tiap sudut ruangan untuk mencari petunjuk apapun dari peninggalan Sierra selama tinggal di rumah tersebut.
"Bagaimana?" tanya Amanda langsung menemui Galina untuk meminta laporan penelusurannya.
"Kami sudah mengecek seluruh ruangan. Tak ada penyadap, kamera mata-mata, peledak dan sejenisnya. Namun, kami menemukan kamera pengawas yang terpasang pada lampu jalan. Kamera itu terkoneksi ke ruang kendali di bawah tanah. Kedatangan William dan lainnya saat mengawasi rumah ini, ternyata terbaca oleh The Circle. Mereka mengikuti mobil William sampai ke rumah sewa. Oleh karena itu, keberadaan mereka diketahui," jawab Galina serius.
Amanda terlihat sedikit lega. Ia sempat khawatir jika itu ulah dari GIGA cacat.
"Lalu, apa kalian mendapat petunjuk di mana Jonathan dan William?" tanya Amanda penasaran.
"Tim penyelam sudah melakukan pencarian yang dipimpin oleh Arjuna sendiri, tapi ia tak menemukan keberadaan Jonathan. Ia hanya menemukan kursi yang sudah patah berikut tali yang dilepaskan dengan dipotong. Namun, bisa dipastikan jika Jonathan selamat. Entah ia selamat atas usahanya sendiri atau diselamatkan, kami tak tahu," jawab Merry ikut menimpali.
Amanda bernafas lega. Ia sempat ketakutan jika Jonathan tewas karena insiden ini.
"Hubungi Monica untuk melakukan penelusuran dari pantauan satelit. Apakah ada pergerakan di sekitar perairan itu saat kejadian berlangsung? Jika ya, minta ia ikuti kemana perginya Jonathan. Ya Tuhan, aku tak bisa berpikir jernih," ucap Manda memegangi dahinya yang mendadak terasa panas.
"Itu sudah dilakukan oleh Tuan Kai, Nyonya. Vesper sudah memerintahkan hal itu lebih dahulu. Hanya saja, tak ada pergerakan apapun. Menurut dugaan Nyonya Vesper, Jonathan selamat, tapi sengaja tak muncul ke permukaan. Ia selamat atau diselamatkan di dalam air. Arjuna masih melakukan penelusuran di sekitar jatuhnya Jonathan untuk mencari tahu apakah ada lorong tersembunyi yang mengarah ke suatu tempat atau tidak. Ia masih berusaha mencari keberadaan adiknya," sahut Julia menambahkan.
Amanda hanya bisa mengangguk tak mampu berkata apa-apa lagi.
"Oke. Urusan Jonathan biar jajaran Vesper saja yang mengurus. Sungguh, aku tak bisa berpikir. Aku malah lebih menghawatirkan Sia. Bagaimana aku mengatakan padanya jika William di bawa pergi? Pasti ia akan sangat sedih," ucap Amanda terlihat bingung yang sedari tadi memegangi kepalanya.
Orang-orang terlihat iba pada Amanda yang duduk dengan kepala tertunduk menutup wajahnya. Boleslav diam saja tak berkomentar. Hingga tiba-tiba ....
"Jonathan ditemukan!" pekik Naomi yang praktis mengejutkan semua orang.
***
__ADS_1
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE