Secret Mission

Secret Mission
Penebusan Dosa


__ADS_3

Keesokan harinya, Vesper, Amanda, Buffalo, Mitsuki, Tokio dan Agent S kembali mendatangi sel tempat William di tahan.


Agent M yang bertugas mengawasi gerak-gerik William selama dalam penjara menginformasikan, jika mantan agent CIA itu terlihat serius membaca salinan dari tulisan milik Cecil dan Hashirama yang sengaja Vesper berikan agar William sadar jika ia telah salah memihak selama ini.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


CEKLEK!!


"Good morning, William. Hem, sepertinya kau begadang semalaman. Jadi, apa keputusanmu?" tanya Vesper mendatangi sel dan berdiri di hadapan mantan agent muda tersebut.


"Saatnya penebusan dosa."


Vesper dan semua orang tersenyum.


"Namun, bisakah aku mengajukan sebuah permintaan?" tanyanya terlihat serius.


"Apa itu?" tanya Vesper penasaran.


"Aku berjanji pada Boleslav untuk berpura-pura jika bahagia hidup bersama Sia nantinya. Namun aku merasa, hal itu tidaklah benar. Aku tak ingin memulai hidup berumah tangga dengan sebuah kebohongan. Aku ingin menemui Sia dan mengatakan yang sesungguhnya, apa yang terjadi padaku."


Praktis, semua orang tertegun mendengar permintaan William.


"Kau ingin mengatakan apa?" tanya Amanda panik.


"Jika aku tak jujur, bagaimana jika Sia menanyakan tentang suatu kenangan dan aku tak ingat? Itu akan sangat menyakitkan. Seperti bertepuk sebelah tangan. Aku tahu hal ini pasti membuat Sia sedih. Oleh karena itu, keputusan hidupku selanjutnya, akan aku serahkan pada Sia. Jika dia tak bisa menerima keadaanku yang sekarang, aku tak akan memaksanya, tapi ... tetap izinkan aku untuk tetap bertemu dengan anakku nanti. Aku tak pernah meminta untuk lupa ingatan ataupun di cuci otak. Aku tak ingin menyakiti perasaan seseorang yang sangat mencintaiku. Aku ... hanya ingin diberikan kesempatan dan waktu untuk beradaptasi dengan semua," jawabnya tegas.


Amanda tertunduk sedih.


"Apa yang dikatakan olehnya benar, Nyonya Manda. Sia harus tahu keadaan William saat ini. Mungkin terasa sungguh menyakitkan untuknya karena orang terkasih melupakan semua saat-saat mereka bersama, baik suka maupun duka. Namun, itulah kehidupan. Ini salah satu hambatan dalam sebuah pernikahan," ucap Mitsuki menasehati dan Amanda mengangguk pelan.


"Entah kenapa ini terasa sungguh berat tanpa Antony di sisiku, Vesper. Hiks, aku ... aku seperti merasa sendirian," ucapnya sedih dan kembali menangis.


Vesper langsung memeluk sahabatnya erat. Semua orang hanya bisa menghela nafas pelan karena tahu jika sulit rasanya kehilangan orang yang dikasihi.


William ikut terdiam dalam selnya. Perasaan bersalah kembali menghampirinya.


"Kami keluargamu, Manda. Kau tak sendiri. Jangan berlebihan. Sebaiknya kau bersiap dan segeralah kembali ke Rusia. Aku masih harus di sini untuk menyusun puzzle rumit peninggalan ayahku dan Cecil. Berharap semoga ada titik terang untuk meluruskan semua. Kau tak masalah 'kan?" tanya Vesper sembari mengelus lengan sahabatnya lembut.


Amanda mengangguk. Buffalo akan mengantarkan Amanda kembali ke Rusia bersama William nantinya.


Amanda kembali ke atas untuk bersiap bersama yang lain. Buffalo bertugas untuk mengamankan William bersama Agent S.


"Fal. Boleh kutahu? Kenapa kau keluar dari The Circle?" tanya William seperti masih mencari kebenaran dari semua.


"Aku sudah tak diinginkan lagi. Beruntung, Nyonya Vesper menerimaku. Aku punya ayah dan ibu, tapi mereka membuangku. Bukannya membesarkanku dengan cinta kasih malah memasukkanku ke The Circle. Buffalo, ini nama pemberian The Circle. Aku sengaja tetap menggunakannya agar aku selalu ingat masa laluku yang kelam. Menyelamatkan dunia? Hah, itu hanya omong kosong. Semua yang kulakukan untuk mereka selama ini adalah kebalikannya. Kami pemicu perang yang terjadi antar negara yang tak sepemikiran dengan mimpi Lucifer. Dan ternyata, bukan impian Lucifer yang kami yakini selama ini, melainkan impian ...."


"Madam. Ya. Aku paham. Sierra Becca. Kita selama ini dipermainkan olehnya. Benar yang dikatakan Nyonya Manda. Aku selalu diberikan tugas untuk membunuh seseorang tanpa kuketahui asal usulnya, apa kesalahannya bahkan ... dia berkeluarga atau tidak, aku tak pernah tahu. Aku terlalu percaya dan patuh pada aturan. Sungguh bodoh," ucap William menyindir dirinya sendiri.

__ADS_1


"Oleh karena itu, penebusan dosa? Aku akan dengan senang hati membantu," ucap Buffalo tersenyum lebar dan William mengangguk.


Agent S tersenyum mendengar William dan Buffalo bisa satu pemikiran.


Akhirnya, siang itu. William terbang ke Rusia bersama Amanda, Buffalo dan timnya. Amanda tetap meminta pada William agar tak menceritakan kesepakatannya dengan Boleslav dan lelaki bermata biru itu berjanji.


Terlihat William gelisah seperti memikirkan hal apa saja yang akan ia katakan pada Sia nantinya.


William mempelajari tentang dirinya sebelum dicuci otak dan kehilangan kenangannya dalam sebuah berkas yang berhasil tim Vesper kumpulkan. Terlihat, William serius membaca tiap lembar dari dokumen tersebut.


Malam itu, pesawat mendarat dengan mulus di Bandar Udara Krasnoyarsk, Rusia. Mobil jemputan telah menunggu.


Larut malam, lima buah mobil SUV anti peluru membelah jalanan menuju ke sebuah Kastil megah yang membuat jantung William berdebar. Rumah peninggalan Antony Boleslav untuk keluarganya.


William terlihat gugup ketika mobil memasuki gerbang Kastil dan sudah ada banyak penjaga menunggu kedatangannya.


"Apa otakmu masih bermasalah, Agent Will?" tanya Maksim terlihat masih membencinya.


"Agent?" tanya William heran. "Oh ya, aku baru ingat. Mantan lebih tepatnya. Maaf, aku belum mempelajari tentang masa laluku sepenuhnya selama di pesawat," jawab William mulai terlihat ramah tak seperti sebelumnya.


Namun hal itu, tetap tak membuat orang-orang menyukainya. Mereka masih menaruh dendam pada William karena dianggap dialah alasan Antony Boleslav bunuh diri.


"Jadi, di mana Sia?" tanya William melirik Amanda gugup saat berjalan berdampingan menyusuri lorong.


"Kau baru akan bertemu dengannya besok. Ini sudah terlalu malam. Beristirahatlah dan pastikan, kau tahu benar dengan apa yang akan kau katakan esok, William Tolya," ucap Amanda tegas menunjuknya.


William dikurung dalam kamar itu sampai Amanda memastikan jika Sia sudah siap untuk ditemui.


"Hempf. Kamar ini lebih bagus ketimbang di Kastil Madam. Jadi ... Sia ya? Baiklah. Aku akan begadang lagi untuk mencari tahu jati diriku dulu. Semoga bisa membantu," gumannya sembari membuka tas ransel yang diberikan Tokio padanya berisi dokumen tentang dirinya dulu dan beberapa cuplikan rekaman yang berhasil di dapat tentang sosok William.


William terlihat serius menonton video dirinya yang ditangkap oleh CCTV diberbagai tempat dari ponsel pemberian Amanda atas bantuan GIGA.


William tersenyum melihat keakrabannya bersama orang-orang yang tak dikenalinya termasuk ketika ia datang pertama kali ke Kastil Boleslav saat ia memilih keluar dari CIA.


William menatap dirinya yang bersusah payah dalam rekaman video itu. Ia sungguh tak menyangka jika sampai rela keluar dari sebuah agensi besar yang menaunginya hanya karena seorang wanita.


"Sia. Seberapa hebatnya dirimu hingga aku bisa menjadi sebodoh ini?" guman William terheran-heran pada dirinya.


Hingga akhirnya, William lelah dan mengantuk setelah dua jam menonton tayangan sampai ponselnya panas.


"Aku akan lanjutkan besok saja. Emph, aku lelah sekali," ucapnya sembari merebahkan diri di kasur dan menatap langit-langit.


"Sia ... menikah dan kini ... dia mengandung anakku. Apa yang harus kukatakan padanya?" ucapnya terlihat bingung sembari mengusap wajah dengan kedua tangan.


Disisi lain. Amanda dan lainnya mengamati pergerakan William dari CCTV tersembunyi yang berada di kamar dari Pusat Kendali.


"Terus awasi dia, jangan sampai lengah. Aku masih belum mempercayainya," ucap Amanda tegas dan Daniel mengangguk mantab.

__ADS_1


Tak terasa, pagi sudah menjelang. William kaget dan langsung terbangun ketika mendengar pintu kamarnya diketuk.


"Yes. I'm up," jawabnya sembari menyingkirkan selimut dan duduk di pinggir ranjang mengusap wajahnya.


CEKLEK!


"William ...."


Mata William langsung melebar. Ia mengenali sosok di balik pintu dari video yang ditontonnya semalaman.


"Si-Sia?"


Sia langsung menangis dan memeluknya. William terkejut. Ia ragu ketika akan belas memeluk.


Namun, William bisa merasakan jika wanita yang duduk di sampingnya ini seperti sungguh merindukannya.


"Kau baik-baik saja? Apa kakimu sudah sembuh? Kau sudah bisa berjalan lagi? Oh, Will, aku sungguh mengkhawatirkanmu," ucapnya memandangi sang suami tercinta dari atas ke bawah dengan mata berlinang.


"Ya. Aku baik-baik saja. Mm, maaf. Kakiku patah apa karena jatuh di sungai?"


Praktis. Sia langsung menatap William tajam. Tangisnya reda seketika. Sia memundurkan tubuhnya terlihat ragu akan sosok di depannya. William menelan ludah.


"Apa maksudmu? Kakimu patah karena tertimpa puing. Aku meledakkan rumah Denzel dan ternyata kau terkena imbas ledakan. Kau sendiri yang bilang. Kau lupa?" tanya Sia berkerut kening.


William menarik nafas dalam dan Sia semakin menatapnya lekat.


"Sia, aku akan jujur padamu dan kau harus percaya dengan setiap perkataan yang kuucapkan. Kau ... bisa berjanji tentang hal itu?" tanya William gugup. Sia mengangguk.


William mengusap mulutnya dengan satu tangan. Sia terlihat keheranan melihat gerak-gerik suaminya yang tak biasa.


"Aku tak ingat apapun. Kenangan kita, kehidupanku di CIA dan setelahnya. Tessa mencuci otakku. Mereka menghapus semua memoriku dan hanya menyisakan kenangan dengan keluargaku selama di Rusia dan sebagian di Amerika, di mana ada sosok ibumu di sana. Amanda Theresia."


Sia langsung berdiri dan membungkam mulutnya. Tubuhnya gemetaran dan mundur menjauh dari sisi suaminya.


William tahu jika hal ini akan terjadi. Sia kembali meneteskan air mata terlihat begitu sedih.


"Aku sungguh minta maaf. Aku sudah berusaha, tapi ... aku tak ingat apapun," ucapnya tetap tenang dari tempatnya duduk.


Sia memejamkan matanya rapat dan duduk dengan lesu di sofa kamar itu. Entah kenapa, William terlihat begitu sedih melihat wanita yang disebut sebagai isteri menangis.


***


Horee ada tips koin lagi😍 Wahh pada semangat ya biar SM cepet tamat. Baiklah hari ini dobel eps begitu pula besok.


Terima kasih💋💋💋


__ADS_1


__ADS_2