Secret Mission

Secret Mission
Membidik Madam*


__ADS_3

Usai makan malam bersama di hari menjelang matahari tenggelam, seluruh tim berkumpul di ruang tengah untuk membahas detail misi yang akan dilaksanakan tepat pukul tengah malam.


Strategi yang direncanakan sebelumnya mengalami perubahan setelah Arthur meninjau lokasi langsung.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


"Mereka tak memasang pemancar fatamorgana seperti markas The Circle sebelumnya? Wow dia bernyali juga," puji Jonathan setelah mendengarkan laporan dari Arthur.


"Jadi maksudmu ... anak buah Madam seperti orang Indian dan sisanya bersetelan rapi ciri khas orang-orang The Circle?" tanya Farrel Silhouette yang diikutkan dalam misi.


"Yes. Namun, aku tak begitu yakin jika mereka sungguh suku Indian. Aku hanya melihat dari cara berpakaian mereka saja yang sama," jawab Arthur terlihat serius sembari menunjuk lokasi dalam layar monitor ukuran 40 inch di hadapannya.


Tiba-tiba, William mengangkat tangan dan semua orang langsung menatapnya tajam.


"Maaf menyela. Namun, saat aku bersama Cecil melakukan pelatihan di Kastil milik Madam, semua orang-orangnya seperti suku Indian. Mereka bicara dalam bahasa yang aku dan Cecil tak mengerti. Bahkan aku tadi sempat mencari lewat internet jika nama Nokomis memang suku Indian. Jadi aku rasa, mereka sungguh orang-orang asli," ucap William yakin.


Terlihat orang-orang itu tegang seketika.


"Kenapa Madam memiliki pasukan dari orang-orang suku itu? Apakah dia menghasutnya? Mungkin mencuci otak seperti William? Jika kita sampai ketahuan melakukan pembantaian kepada orang-orang itu, perang sungguh akan terjadi. Ini bisa menjadi konflik baru perpecahan ras seperti mengulang kejadian masa lalu," sahut Buffalo terlihat kesal.


"Itu benar. Hak asasi manusia akan diperdebatkan di sini. Sialan, pasti Madam sengaja melakukannya agar kita tak bisa melakukan penyerangan itu," sahut Alano Silhouette geram.


"Atau bisa jadi Madam menjanjikan sesuatu pada mereka hingga orang-orang itu setuju bergabung dengannya?" timpal Oz Silhouette.


Orang-orang mulai saling mengutarakan pendapat. Suasana riuh seketika. Mereka terlihat memikirkan dampak dari penyerangan ini dengan serius.


"Jangan mempersulit diri. Kita bagi menjadi 5 tim. Tiga tim akan maju untuk melakukan penyerangan, satu tim menghalau Madam jika akan kabur dan satu tim bagian evakuasi serta penyelamatan. Ini harus menjadi pertempuran semalam. Kita harus menyelesaikannya sebelum matahari terbit. Kita pergi keesokan harinya tanpa meninggalkan jejak," sahut Jordan tiba-tiba.


"Ini tak semudah yang kau bicarakan, Jordan. Mereka ini kumpulan orang-orang terlatih. Anggap saja kita melawan Cecil dan William dalam jumlah banyak. Itu akan sangat merepotkan," timpal Rohan berpendapat dan orang-orang mengangguk setuju.


William tak menyangka jika ia termasuk dalam kategori lawan yang menyulitkan. Timbul rasa bangga dalam dirinya meski tergolong negatif.


"Afro. Kau diikutkan karena diharapkan bisa memberikan sudut pandang dari orang-orang The Circle. Tunjukkan jika kau memang ingin menebus dosa," ucap Red meliriknya.


Tiba-tiba, Afro berdiri dari dudukkannya menuju ke samping layar. Arthur menggeser posisinya untuk memberikan Afro tempatnya.


"Thanks, Arthur. Jika aku jadi kalian, aku akan menerbangkan drone ke ...."


"Kau tuli? Arthur mengatakan jika Madam akan menembak jatuh semua benda yang melintas di wilayahnya," sahut Jordan memotong ucapan Afro.


"Sudah selesai menyelaku?" tanya Afro menatap Jordan tajam dari tempatnya berdiri.


Red menasehati Jordan yang terlihat begitu membenci Afro agar rivalnya bisa mengutarakan pemikiran.


"Silakan, Afro," ucap Red sopan dan Afro mengangguk paham.


"Aku akan menerbangkan drone, dengan sengaja ke wilayahnya. Sebagai ...."


"Pengalih perhatian. Hmm, pemikiran bagus," sahut William.


"Yes. Thank you, Will. Namun, bisakah kau jangan ikut menyela. Kau bisa merusak konsentrasi akan ide strategiku," jawab Afro tenang.


William langsung merapatkan mulutnya terlihat bersalah. Orang-orang kembali fokus menatap penjelasan Afro yang menggunakan telunjuknya untuk menandai titik-titik yang ia maksud.



"Biarkan anak buah Madam fokus pada sisi sebelah timur. Kerahkan drone di sisi itu dan kita menyusup dari sisi sebelah utara dan selatan. Evakuasi dan penyelamat sisi barat dekat dengan danau Wheatfields. Aku sebenarnya penasaran dengan danau ini. Kediaman Madam cukup dekat dengan lokasi perkemahan dan danau," ucap Afro menunjuk kawasan yang dimaksud.


"Bagaimana dengan catatan Cecil?" tanya Red.


"Sayangnya, Cecil tak menyebutkan kawasan ini dalam lokasi pelarian Madam," jawab Arthur membaca salinan Cecil.


"Bagaimana jika tim penyelamat menyamar sebagai petualang dan berkemah di lokasi itu. Mendirikan pusat komunikasi tersembunyi dalam sebuah tenda atau mobil RV?" usul William dan semua orang terlihat setuju.


Rohan segera memerintahkan anak buahnya menyewa RV dan mereka bergegas pergi.

__ADS_1


"Seandainya kita bisa mendesak mereka dan membawanya ke lembah ini, pasti akan memudahkan kita untuk menggempur orang-orang itu. Kita habisi mereka dari atas dengan helikopter Rohan," ucap Afro mengusulkan.



Orang-orang mulai berbisik.


"Oke, anggaplah itu Plan B. Jarak kita cukup jauh untuk menggiring mereka sampai ke lokasi tersebut," sahut Red dan Afro mengangguk paham.


Akhirnya, pembahasan itu berlangsung cukup alot hingga malam menjelang.


"Oke. Kita semua sudah sepakat. Good luck dan semoga kita kembali ke rumah dalam keadaan bernyawa. Bubar!" ucap Red lantang dan orang-orang itu pun bersiap.


Saat Red akan menyiapkan perlengkapan, Jordan langsung berdiri menghalangi langkahnya.


William yang masih berada di ruangan itu menatap Jordan yang terlihat marah pada Red.


"Ada apa?" tanya Red bingung.


"Kau mengambil alih posisiku. Aku ketua timnya. Kau tak ingat jika Daddy menugaskan hal ini padaku? Apa karena kini Daddy tak ada kau lancang dengan perintahnya?" tanyanya tegas.


Red menatap Jordan tajam. William terlihat tegang melihat dua orang itu seperti bersiteru.


"Aku minta maaf. Kau benar, ini tugasmu. Aku hanya ... Aku serahkan padamu, Jordan. Aku dan Arthur siap sebagai tim penyelamat serta evakuasi," jawab Red tersenyum tipis terlihat tenang.


"Ingat posisimu, Red," ucap Jordan tajam dan berpaling meninggalkannya begitu saja.


Red mendesah keras sembari bertolak pinggang. Namun, Red menyadari jika William menatapnya sedari tadi. William segera bergegas untuk bersiap.


Akhirnya, pukul 11 malam waktu setempat, tim yang sudah dibagi menjadi 5 kelompok bersiap dengan lima buah mobil SUV, sebuah helikopter dan sebuah RV yang disewa untuk dijadikan pusat komunikasi selama misi di lapangan berlangsung.


William ikut dalam tim Bulldog-3 beranggotakan 10 orang termasuk Ivan Benedict, Buffalo dan Jonathan.


Sisanya adalah anggota dari pasukan milik Axton dulu yang sudah menjadi bagian dari bodyguard Rohan.


Mobil keluar dari Villa secara bergantian agar tak menimbulkan kecurigaan. Rute yang dipilih pun tak disamakan. Mereka berpencar sesuai titik yang telah ditandai.


Setelah satu jam perjalanan menuju ke titik pembagian dari kelima tim, orang-orang itu segera bersiap. William meneropong dari balik jendela mobilnya.


"Ada pergerakan di rumah itu. Hanya saja, jarak kita terlalu jauh. Kita butuh pantauan dari atas," ucap William masih memantau.


"Bulldog-5, can you hear me. Copy?" panggil Buffalo dengan radio berfrekuensi khusus.


"Yes. Drone sudah diterbangkan. Aku ingin lihat, bagaimana pancingan pertama kita ini," jawab Red dari panggilan radio tersebut. "Kalian mendapatkan tampilan visualnya, all team?"


"Yes," jawab seluruh tim dari sambungan radio.


"Jumlah mereka cukup banyak. Pastikan dengan tampilan sensor panas, Red," pinta Buffalo dari gerakan isyarat Ivan yang memantau monitor kamera drone di balik sandaran kursi belakang sopir.


Red segera mengubah tampilan dan semua orang terkejut karena banyak sensor merah dari panas tubuh manusia di dalam rumah tersebut.


"Mereka berkumpul? Apakah ada sebuah pertemuan penting?" tanya Vijay menebak.


"Oh!" pekik Afro yang mengejutkan semua orang tiba-tiba.


"Ada apa, Afro?" tanya Rohan langsung menyahut.


"Hari ini ... kalau tidak salah, ada sebuah acara penobatan. Aku tak tahu dengan pasti itu apa," jawabnya serius.


"Bukankah kau selama ini menjadi anggota mereka? Kenapa kau tak bisa tahu hal semacam ini?" sahut Farrel menimpali dari sambungan radio.


"Semua kegiatan The Circle tak serta-merta diinformasikan padaku. Aku hanya seorang budak yang dijadikan tameng agar sang pemimpin tak tewas. Tessa. Aku tak mengikuti rapat yang mereka adakan. Kalian pikir selama ini, aku hidup dalam kemewahan? Itu tak benar. Aku dimasukkan dalam kamar tahanan dan dilepaskan ketika tugas memanggil. Aku seperti ... nama tim ini. Bulldog. Terima kasih atas pemberian nama tim ini, Jordan. Sangat berarti untukku," sindir Afro tajam yang duduk di sebelahnya karena satu tim.


"Your welcome," jawab Jordan dengan wajah datar.


"Oleh karena itu, Tessa memanggilmu Blacky?" sahut William tiba-tiba yang mengejutkan beberapa orang.

__ADS_1


"Yes."


"Hem, sepertinya mulai sekarang aku akan memanggilmu Blacky. Nama Afro terlalu bagus untukmu. Guk! Guk!" timpal Jordan menyindir.


BUAKK!!


"What happened?" tanya Balraj bingung karena terdengar suara seperti orang berkelahi dari radio.


"Nah 'kan! Mereka malah berkelahi. Haahh, itulah kenapa mereka harus dipisahkan," keluh Jonathan.


"Mix, Match! Lakukan sesuatu!" perintah Red ikut panik karena timnya tak bisa menyusul karena jarak yang cukup jauh.


Saat orang-orang tegang dengan situasi tak terduga, tiba-tiba ....


"Hei! Hei! Pergerakan dari mansion. Sepertinya mereka akan pergi ke suatu tempat. Banyak mobil keluar dari garasi bawah tanah," ucap Arthur menginformasikan dari pantauan drone-nya.


"Copy that!" jawab semua tim.


Perkelahian Afro dan Jordan langsung terhenti seketika. Saat Arthur membelokkan drone tersebut menjauh dari kawasan kediaman Madam, tiba-tiba ....


DODODODOR!! BLUARR!!


"Sial, drone-ku tertembak!" pekiknya lantang.


"Kita ketahuan, kita ketahuan!" sahut tim dari Farrel dan para anggota Silhouette miliknya yang akan menyusup dari selatan bangunan.


Seketika, suara riuh tembakan terdengar. Semua tim langsung bersiaga dan bersiap untuk menyerang.


"Red! Pantauan!" pekik Jordan kembali fokus dengan misi.


"Shit! Wilayah utara dipenuhi ladang ranjau! Jangan mendekat!" jawabnya lantang setelah ia tersambung dengan GIGA SIA yang diteruskan oleh Q dari pusat komando di Apartement Theresia, New York.


Tim Jordan yang akan menyerang dari sisi utara langsung dengan sigap berpindah arah.


"Ada helikopter akan lepas landas!" pekik Red lagi setelah Q mengirimkan visual dari pantauan satelit jika bagian barat mansion terdapat helipad yang muncul dari bawah tanah.


"Mereka akan kabur ke New Mexico seperti catatan Cecil! Halangi!" teriak Jordan dari panggilan radio.


"Copy that," jawab Rohan di mana ia dan timnya bertugas sebagai penghalau segala jenis kendaraan yang akan melintas ke jalur evakuasi menuju New Mexico dengan helikopter.


"Mereka pasti memiliki orang dalam sehingga bisa melewati perbatasan dengan begitu mudahnya tanpa harus berurusan dengan militer. Madam, dia pasti bukan orang sembarangan," guman William saat mobilnya ikut bergerak mendekati kediaman Madam untuk melakukan penyerangan jarak dekat.


"Misil!" teriak Buffalo yang mengemudikan mobil timnya.


Mata orang-orang dalam tim Bulldog-3 melebar dengan jantung berdebar ketika melihat sebuah luncuran misil menuju ke arah mobil mereka.


"Keluar dari mobil sekarang!" teriak Jonathan sembari membuka pintu mobil.


Jonathan langsung melompat dari dudukkan tengah dan jatuh bergulung-gulung di atas tanah yang ditumbuhi semak dan rerumputan liar diikuti Ivan serta William.


"Tante Fal, apa yang kau lakukan? Cepat!" teriak Jonathan panik karena Buffalo masih duduk di kursi kemudi mengendalikan laju kendaraannya.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


Trims yang udah kasih tips😍



Jika kalian amati ss dari tampilan satelit yang lele ambil lewat bantuan google, yak begitulah salah satu cara lele menelusuri lokasi dari pemetaan suatu wilayah. ini belom detailnya masih gambaran umumnya aja. baru kepikiran disertain sekarang. kwkwkw.


nanti di 4YMS2 akan lele kasih ss wilayah biar kalian bisa ikut membayangkan dalam misi di tempat tersebut. kwkwkw. rute mana aja yang dilewati. batas wilayah dlsb (dan lain sebagainya).

__ADS_1


__ADS_2