
Mereka bicara dalam bahasa Inggris.
Semua orang tegang saat melihat kilau dari pedang Silent Red. William menyipitkan mata. Ia terkejut saat merasakan tangannya dipegang oleh seseorang.
"Ini aku, Rohan. Jangan takut. Itu hanya ... lampu penerang," ucapnya lirih.
Tiba-tiba, CLEB! BRUKK!!
KLIK!
Jordan terkejut ketika semua lampu menyala dan William pingsan karena terkena suntikan bius yang diberikan Rohan padanya.
Balraj dan Vijay langsung menarik tubuh William, menjauh dari Jordan yang masih menatap tajam suami Sia dengan pedang Silent Red dalam genggamannya.
"Jordan, hentikan! Kau akan merusak semuanya," tegas Rohan dari tempatnya berdiri.
"Dia membunuh ayahku! Antony Boleslav! Dia tak bisa dimaafkan!" teriaknya lantang, terlihat kebencian di matanya.
"Itu tidak benar. Tuan Antony bunuh diri dan semua orang tahu itu," sahut Red tiba-tiba yang muncul dari balik pintu diikuti oleh Sia.
"Jordan, please. Pasti terjadi salah paham. Tak mungkin William membunuhnya. Dia dalam pengawasan kita selama ini," ucap Sia sedih.
"Hem, begitukah? Karena William, daddy bunuh diri akibat kesepakatan egois yang dia buat. Ia berjanji membuatmu bahagia dengan berpura-pura mencintaimu, Kak, dan sebagai gantinya, daddy menyerahkan nyawanya. Itu sebuah kesepakatan terbodoh yang pernah aku dengar sepanjang hidupku! Daddy merelakan nyawanya untuk manusia tak berguna seperti William!"
"Jordan hentikan!" potong Amanda muncul dari balik pintu diikuti oleh Maksim dan Yuri.
"Kau merelakan kematian daddy begitu saja, Mom? Kau bahkan membantu William menggapai kebahagiaannya. Kau gila? Dia bukan anakmu! Kau membohongi aku, Jason, Kak Sia dan semua orang tentang kematian daddy!" teriak Jordan dengan mata berlinang dan wajah merah padam.
"Jordan. Apa kau tak ingat, pesan terakhir dari tuan Antony padamu dan kita semua?" tanya Maksim sedih.
"Ya, Jordan. Tuan Antony seorang lelaki yang menepati janji, meskipun itu hal sepele. Ia tak pernah menarik ucapannya. Dia tahu konsekuensinya. Dia tak ingin mati di tangan musuh apalagi William. Ia tahu, jika kematiannya di tangan orang lain, kau dan semua orang dalam jajaran pasti akan menuntut balas. Namun setelah itu, rantai kebencian tak akan berakhir. Tuan Antony tak ingin hal itu terjadi. Jadi, ia memilih untuk mati di tangannya sendiri. Apa kau tak bisa memahaminya?" tegas Yuri.
"Tidak! Aku tak bisa menerimanya! Jika bukan karena William keparat itu, daddy masih hidup dan berdiri diantara kita!" teriaknya bersikeras.
"Akan lebih menyakitkan ketika melihat daddy tewas karena sakit, Jordan. Dengan selang infus, alat kejut jantung dan obat-obatan yang menyiksanya, hal itu malah membuat kematian daddy akan semakin meninggalkan duka mendalam dalam ingatan kita. Daddy tak ingin melihat kita bersedih. Oleh karena itu, ia bunuh diri dengan kematian yang cepat seperti keinginannya. Apa kau tak bisa menghargai keinginan daddy?" tanya Amanda ikut menangis karena harus teringat akan kenangan dengan suaminya.
__ADS_1
KLANG!!
"HARGGG!! DADDY BODOH! DIA BENAR-BENAR LELAKI BODOH!" teriak Jordan marah dan menjatuhkan pedang Silent Red miliknya.
Sia langsung mendatangi Adiknya dan memeluknya erat. Jordan berusaha untuk menolak, tapi ia melihat sang Kakak sudah hamil besar. Jordan hanya bisa tertunduk sedih dengan air mata terus menetes di wajahnya.
"Aku minta maaf, Jordan. Aku minta maaf jika perbuatan William selama ini menyakiti hatimu. Namun sungguh, aku juga tak pernah menginginkannya. Bukan hanya kau, tapi aku juga kehilangan sosok ayah dalam diriku. Bahkan, aku lebih menyayangi daddy ketimbang ayah kandungku sendiri, Julius Adam. Kesedihanku sama denganmu, Jordan. Dia meninggalkan kita dengan banyak kenangan manis. Aku selalu merindukan kehadirannya, tapi aku tahu jika hal itu tak mungkin terjadi. Ia tak lagi di sisi kita. Dia sudah tenang di alam sana," ucap Sia sedih memeluk Jordan erat.
Perlahan, Jordan membalas pelukan Sia meski ia juga masih menangis. Semua orang yang pada akhirnya tahu, fakta kematian Boleslav, hanya bisa diam.
"Lalu ... kau tahu dari mana kabar itu?" tanya Rohan mendekati keduanya.
"Aku."
Semua orang terkejut seketika. Daniel muncul berlinang air mata terlihat gontai di apit oleh Mix and Match.
"Daniel? Apa yang kau lakukan? Kau sudah berjanji," tanya Amanda terlihat kecewa.
"Maaf, Nyonya Manda, maaf semuanya. Aku ... aku tak sadar ketika mengatakan hal itu," jawabnya tertunduk terlihat begitu bersalah.
"Dia mengunjungiku ke Camp Militer sebelum kembali ke Rusia. Daniel mabuk bersama penghuni Camp. Hingga ... aku terpikirkan untuk menanyakan tentang daddy. Di sanalah, Daniel mengatakan semua," jawab Jordan dengan wajah terlihat lesu.
"Aku minta maaf. Ini semua salahku," ucap Daniel sedih, tertunduk lemas.
Red, Maksim dan Yuri mendatangi asisten kepercayaan Boleslav yang terlihat begitu menyesal.
Amanda ikut mendekatinya dan memaafkannya. Sia menghapus air mata Adik tirinya dengan senyum terkembang.
"Aku minta maaf atas nama istri William, Jordan. Tolong, biarkan dia hidup. Jangan buat kematian daddy sia-sia. Kita harus menghormati keputusannya," ucap Sia penuh permohonan menatap wajah Adiknya seksama.
Jordan menoleh ke arah William yang pingsan dengan Balraj dan Vijay melindunginya.
"Apa dia sungguh lupa segalanya? Dia bisa menerima kehidupan barunya?" tanya Jordan bertampang serius.
Sia mengangguk berikut semua orang yang mendengar pertanyaannya. Jordan mengambil pedang Silent Red yang jatuh di samping kakinya dan berjalan lesu menuju ke luar bengkel.
__ADS_1
Mix and Match segera mengikuti Jordan. Amanda mengikuti anak lelakinya berikut Red, Maksim, Yuri dan Daniel ikut mengejar.
"Jordan. Kau mau kemana?" tanya Red cemas.
"Camp militer, kemana lagi? Jangan merindukanku. Aku baru kembali tahun depan. Sampai jumpa," jawabnya dengan wajah datar dan hanya menoleh sekilas.
Semua orang tersenyum karena pada akhirnya Jordan bisa mengerti dan memaafkan William.
"Aku akan merindukanmu, Jordan!" teriak Sia lantang melambaikan tangan dengan senyum terkembang, tapi Jordan hanya menoleh saat mobil yang membawanya melaju meninggalkan bengkel.
Semua orang bernafas lega karena tak ada perkelahian yang terjadi di bengkel seperti yang mereka takutkan.
"Empf, agh ...," rintih William saat sadar.
Praktis, semua orang panik seketika. Amanda, Daniel, Red, Maksim, Yuri dan Sia langsung kabur melarikan diri agar keberadaan mereka tak disadari William.
Balraj dan Vijay dengan sigap menutupi pandangan William agar ia tak melihat orang-orang yang dikenalnya ada di bengkel.
"Oh, lampunya sudah menyala? Emph, apa yang terjadi padaku? Apa aku pingsan? Tertidur?" tanya William sembari memijat tengkuknya terlihat mengantuk.
"Oh ... aku tak sengaja menabrakmu dan malah membuatmu pingsan karena gelap. Sorry, Will," ucap Vijay berdalih.
William mengangguk dan tak mempermasalahkannya.
"Oh shit! Aku terlambat pulang. Agh, Sia akan marah padaku karena tak menepati janji. Maaf kawan-kawan, aku pulang dulu. Sampai jumpa," ucap William tergesa sembari mengambil jaket dan tasnya.
Orang-orang tersenyum karena William baik-baik saja dan masih amnesia.
***
aduh maap telat up. hari ini cuma bisa update 1 eps mudahan senin udah bisa update normal ya. jadi utang eps deh😩
ni karena lele mendadak kudu balik ke jkt karena dapat jadwal vaksin. ngetiknya pun sepanjang tol dengan menahan mual teramat sangat. tengkiu tipsnya. lele padamu
__ADS_1