Secret Mission

Secret Mission
Menuntaskan


__ADS_3

Saat tim dari Jordan berkumpul dan menunggu kelanjutan dari misi mereka, tiba-tiba muncul sekumpulan orang berseragam putih seperti tim pembersih.


Orang-orang dari kubu Jordan yang tak terluka langsung berdiri dan bersiaga dengan senjata dalam genggaman. Namun, pemandangan unik terjadi.


Orang-orang berpakaian putih seperti tim pembersih dengan baju khusus menutupi seluruh tubuh, menggunakan sarung tangan bahkan kacamata dan masker khusus, membersihkan area pertempuran.


Mereka mendekati benda-benda yang terbuat dari logam dengan sebuah kendaraan kecil setinggi pinggul orang dewasa, berwarna putih, sebesar meja makan untuk enam orang yang mengikuti di belakang mereka mirip Excavator Digger dengan bak di bagian belakang.


Orang-orang dikubu Jordan melihat benda itu menarik sisa-sisa dari senjata api, peluru-peluru dan lempengan besi di atas permukaan tanah.


Dengan ujung berbentuk lingkaran pada bandulannya dan memiliki magnet untuk menarik besi-besi itu.


"Mereka seperti tim pembersih mayat Nyonya Vesper, hanya saja mereka membersihkan barang-barang dari sisa pertempuran," ucap Afro menilai dan orang-orang mengangguk setuju.


Lalu tak lama, muncul lagi sebuah benda mirip bak truk tanpa kepala dan hanya ada roda di sisi kanan, kiri di bagian depan, belakang, melaju perlahan di atas tanah tanpa manusia atau alat pengendali berjumlah lima buah sebesar bath up.


Orang-orang dalam kubu Jordan mengamati pergerakan dari orang-orang berbaju putih serta alat-alat aneh mereka dengan seksama penuh selidik.


"Kau merekamnya, Q?" bisik Red di mana mereka masih terhubung dengan GIGA SIA di Apartment Theresia, New York.


"Yep. Menarik sekali. Jika Nyonya Vesper atau Nyonya Manda melihatnya, pasti mereka akan membuatnya juga. Hmm, musuh kita cukup kreatif," jawab Q ikut menikmati pemandangan unik tersebut.


Tiba-tiba, dari samping benda seperti bak truk berwarna putih itu muncul dua alat pencapit besar yang mengambil mayat-mayat setelah orang berpakaian putih menandai mereka dengan sebuah chip yang ditempelkan pada tubuh mayat itu.


"Oh, aku mengerti. Orang-orang berpakaian putih itu menandai mayat-mayat di area pertempuran. Ia meletakkan benda berbentuk kotak itu di tubuh mayat dan benda seperti bath up berjalan itu mengambilnya lalu memasukkannya ke dalam bak. Hmm, praktis, tak butuh tenaga manusia," ucap Afro kembali menilai.


Orang-orang dalam kubu Jordan mengangguk setuju. Namun, mata Jordan hanya terfokus pada pintu dan jendela yang masih diterangi lampu dengan teropongnya.


Ia mencari keberadaan Jonathan yang belum keluar sudah lebih dari 45 menit. William melirik Jordan yang tak beranjak dari tempatnya berdiri sedari tadi.


Hingga tiba-tiba, datang sebuah helikopter dan beberapa drone bersenjata melindungi sekitar helikopter itu.


Wajah orang-orang dari kubu Jordan tegang seketika saat helikopter tersebut mendarat di dekat mereka berkumpul.


"Oh!" pekik Buffalo terkejut ketika mendapati Vesper dan Amanda turun dari helikopter dengan senyum merekah.


"Good morning," ucap Vesper padahal waktu masih menunjukkan pukul 2 pagi.


"Matahari belum terbit, Nyonya Vesper," jawab Arthur gugup.


"Aku baru bangun tidur. Aku mengantuk sekali. Jadi bagiku, selamat pagi. Kau ada masalah dengan itu?" tanya Vesper menunjuk Arthur dan lelaki itu langsung menggeleng cepat. Vesper tersenyum lebar.


Amanda menoleh ke kediaman Madam dengan sorot mata tajam.


Tak lama, datang dua buah helikopter lagi dan mendarat di dekat helikopter yang ditumpangi dua wanita penting dalam jajaran 13 Demon Heads.


"Oh!" pekik Rohan terkejut karena Bojan, Han, Martin, Jamal, Yusuke, Javier, Lysa, Arjuna bahkan Sia ikut ke area tersebut.


"Ka-kalian semua ada di sini?" tanya Red bingung.

__ADS_1


"Yup. Waktunya menyelesaikan semua. Ayo masuk ke dalam. Kenapa kalian malah asyik berkumpul di sini bukannya bersiap?" tanya Vesper dengan kening berkerut.


Orang-orang malas berdebat dengan sang ratu dan pasrah jika dinilai tak melakukan apapun padahal mereka hampir mati karena pertempuran malam itu.


Tak lama, utusan dari dalam mansion keluar dengan lima buah mobil berwarna putih ke kumpulan orang-orang itu.


William melihat Vesper berdiri di depan semua anggota dewan menatap orang-orang berpakaian seperti suku Indian keluar dari mobil mendatanginya.


Perwakilan dari kubu The Circle memberikan salam dengan membentuk segitiga seperti yang dilakukan oleh dua lelaki bertubuh besar tadi.


Orang-orang dari kubu 13 Demon Heads terlihat bingung. Vesper menarik sebuah benda di samping pinggulnya seperti pedang.


Sebuah tongkat unik ia tunjukkan berikut jubah dan mahkota yang diperlihatkan oleh Han kepada perwakilan The Circle itu.


Wanita Indian itu terlihat gugup dan mundur dengan kepala tertunduk. Kelompok Vesper dipersilakan masuk ke dalam mobil yang dipersiapkan oleh mereka untuk membawa para tamunya ke dalam mansion Madam.


Semua orang memasuki mobil dengan kebingungan meliputi hati mereka, tapi tidak dengan para dewan yang sepertinya sudah paham dengan maksud dan tujuan mereka.


"Kau baik-baik saja, Will?" tanya Sia cemas dan William mengangguk pelan.


Sia memeluk William erat. Terlihat ia begitu mencemaskannya. William bernafas lega karena akhirnya pertempuran berakhir lebih cepat dari dugaannya.


Mobil memasuki basement kediaman Madam di mana sudah terlihat pasukan Madam memenuhi tempat itu.


"Mereka banyak sekali," ucap Sia takut.


Vesper berjalan di depan diikuti oleh orang-orangnya. William dibawakan kursi roda elektrik yang bisa dilipat oleh Amanda termasuk orang-orang yang terluka tak bisa berjalan. Semua orang ikut masuk ke dalam mansion tak ada yang ditinggal.


"Kau tak mengatakan ada hal seperti ini, Mom," ucap Jordan terlihat kesal berjalan di samping Ibunya.


"Maaf, Mommy sengaja agar kalian semua fokus dengan pertempuran ini. Sayangnya, kau sepertinya harus kembali ke Camp Militer. Mommy menilai, kau belum cukup menjadi seorang pemimpin pasukan, Jordan. Kali ini, Mommy tak menerima penolakan. Daddy mengandalkanmu termasuk semua orang dalam jajaran Boleslav. Kami mengharapkan calon pemimpin baru. Jika sikapmu masih seperti ini, Daddy pasti akan sangat kecewa di alam sana. Kau mengerti yang kukatakan, Jordan?" tanya Amanda melirik anak lelakinya sembari berjalan di sampingnya.


"Aku mengerti," jawab Jordan dengan wajah datar. Amanda tersenyum.


Hingga akhirnya, mereka memasuki sebuah ruangan besar seperti aula di mana Jonathan sudah duduk di singgasananya dengan lambaian tangan dan senyum merekah menyambut kehadiran para tamu istimewanya.


"Mama!" panggil Jonathan riang dan Vesper balas tersenyum.


Jonathan berlari mendekati Ibunya dan memeluknya erat. Semua orang dalam kubu Vesper tersenyum karena semuanya sudah hampir berakhir.


"Jadi, mana dia?" tanya Vesper sembari melepaskan pelukan anaknya.


"Tuh," tunjuk Jonathan di kejauhan.


Mata semua orang dalam jajaran 13 Demon Heads menoleh ke arah seorang wanita yang diikat pergelangan kaki dan tangan di sebuah kursi kayu.


Terlihat ia begitu marah. Wanita berambut putih itu dijaga oleh dua lelaki berkepala gundul berbadan besar di kanan kirinya.


Vesper menatapnya tajam dan berjalan mendekatinya dengan langkah tegap hingga terdengar suara ketukan dari hak sepatunya.

__ADS_1


Semua orang terdiam ketika Vesper berdiri di hadapan wanita tua itu.


"Sierra Becca."


CUHH!!


DUAKK!!


SRAKKK!!


"Oh!"


Semua orang memekik dan terkejut ketika Vesper menendang dada wanita tua itu kuat menggunakan satu kaki kirinya hingga terdorong jauh.


Wanita tua itu sampai bergulung-gulung di atas lantai terlihat tak berdaya merintih kesakitan.


"Mah! Itu nenek-nenek, Mah!" pekik Jonathan mengingatkan hingga jantungnya berdebar kencang karena melihat Ibunya berbuat keji.


"Dia meludahi wajahku!" teriak Vesper dengan mata melotot menunjuk wajahnya.


Semua orang dalam jajaran Vesper langsung terdiam. Sia dengan cepat mendatangi Vesper dan mengelap wajah dengan sapu tangan yang ia bawa termasuk Manda yang menyemprotkan sebuah cairan di wajahnya.


"Jika sampai wajahku meleleh, akan kusayat-sayat tubuhnya dan kurobek wajahnya," ucap Vesper geram dengan mata terpejam menahan marah.


Semua orang menelan ludah karena tak menyangka jika Vesper akan semarah ini karena wajahnya diludahi.


"Sabar, Mah ... sabar ... Mama tetap cantik kok. Gak meleleh, sumpah," ucap Jonathan menenangkan Ibunya yang masih emosi hingga dadanya naik turun.


Orang-orang dari kubu The Circle terlihat bingung dalam bersikap. Aula itu kini dipenuhi oleh dua kubu yang selama ini saling berselisih. The Circle dan 13 Demon Heads.


Jonathan memberikan kode pada dua lelaki gundul di hadapannya untuk membangunkan wanita tua yang masih tergeletak di lantai hampir tak sadarkan diri.


Kursi wanita tua itu dipegangi kuat oleh dua lelaki itu karena kaki-kaki kursi patah.


"Jika kau tak bisa melakukannya, biar aku saja," ucap Manda mengusulkan, tapi Vesper malah meliriknya sadis.


Manda langsung terdiam. Ia dan Sia menyingkir tak berani mengambil posisinya. Vesper kembali menatap wanita tua di depannya yang diyakini bernama Madam dengan sorot mata pembunuh.


"Kau akan mati di tanganku, Sierra Becca. Tak ada pengampunan bagi seorang pendosa. Kau, pembohong besar," ucap Vesper penuh penekanan menunjuknya tegas.


***


Uyy mau info aja. Mulai senin besok, vote vocer pindah ke 4YMS2 aja ya. Biar novelnya gantian dipromosiin. Makasih ya💋💋💋


Yey, tips koin lagi!! Uhuy gitu dong kan lele jadi semangat upnya. Semoga novel Secret Mission bisa tamat dengan mulus ya di akhir bulan nanti. Terima kasih semua. Lele padamu.



__ADS_1


__ADS_2