Secret Mission

Secret Mission
Meet Him*


__ADS_3


Hari itu Sia sudah bersiap menggunakan gaun dan sarung tangan panjang serta menguncir rambut panjangnya.


Sia terlihat begitu dewasa dan cantik seperti Nona besar. Sia bersiap untuk pergi ke Kastil Borka tempat Vesper berada. Ia ditemani oleh Red, Maksim dan Yuri hari itu.


Manda yang mengatakan ada urusan dengan anggota dewan lain untuk membahas bisnis mafia tak ikut menemani Sia.


Antony juga tak ikut menemani karena kesehatannya yang mulai menurun sejak perang besarnya melawan anggota The Circle kala itu yang membuat kakinya terluka parah dan tak bisa disembuhkan.


Sia yang sudah memutuskan untuk terjun ke dunia mafia karena ia merasa hidup menjadi gadis normal tak mungkin dijalaninya lagi.


Ia selalu dikelilingi oleh berbagai jenis bentuk kejahatan dan ia mulai terbiasa.


"Hati-hati, Sayang. Jika kau merasa menjadi salah satu calon anggota dewan sulit, kami tak memaksamu. Hanya saja, dua adikmu masih terlalu kecil untuk menjadi seorang penerus. Sedang kau, kau sangat mampu, Sayang. Kau hanya belum menyadarinya saja. Ibu dulu juga sama sepertimu," ucap Manda sembari memakaikan topi besar berwarna hitam di kepala anak perempuannya.


"Yes. Serahkan saja padaku, Mom. Aku selalu penasaran seperti apa wajah-wajah para anggota dewan itu. Selama ini Ayah dan Paman selalu menutup rapat soal mereka," ucap Sia sembari menatap dirinya dicermin dimana ia tak menyangka jika terlihat cantik sekali.


"Kenapa kau senyum-senyum begitu? Apa kau baru sadar jika kau cantik?" ledek Manda.


Sia malah memonyongkan bibir dengan tersipu malu. Maksim dan Yuri hari itu sudah siap menjadi bodyguard Nona barunya.


Red pamit pada Manda dan Antony. Manda mempercayakan Sia pada mereka bertiga.


Red duduk di kursi tengah bersama Sia. Maksim duduk di depan dengan Yuri sebagai sopir. Sia terlihat gugup dan terlihat berulang kali membenarkan topinya.


"Kau bisa melepas topimu dulu dan memakainya nanti," ucap Red yang sedari tadi mengamati gerak-gerik Sia.


Sia tertegun dan segera melepas topinya. Ia mendekapnya erat dalam pangkuannya. Maksim dan Yuri menahan senyum melihatnya.


"Melihatmu ... membuat kami teringat akan sosok ibumu dulu, Nona Sia. Hanya saja, kau lebih berani. Umur 20 tahun kau sudah bisa menembak. Nyonya Manda saja baru bisa diumur 30 tahunan, sampai sekarang saja dia enggan untuk membunuh orang," ucap Maksim menatap Sia dari spion tengah mobil.


Sia yang penasaran akan sosok ibunya itu mendadak antusias dan ingin tahu lebih banyak lagi.


"Benarkah? Lalu ... ibu sekarang seperti apa? Dimataku, ibu tak terlihat seperti seorang mafia. Ia selalu tersenyum, memasak, berkebun dan mengotak atik komputer. Meski aku juga tak tahu apa yang dia lakukan," ucap Sia mengenang sosok Amanda saat tinggal bersamanya dulu.


"Kau tak tahu? Ibumu seorang ketua dewan sekretariat 13 Demon Heads. Ibumu orang penting, Nona Sia. Dia memiliki pengaruh kuat dalam jajaran dewan, sama seperti kawan mafianya, Nyonya Vesper," ucap Yuri dari dudukan kemudi.

__ADS_1


"Oh! Ibuku berteman baik dengan Vesper? Ketua dewan itu?" tanya Sia tertegun.


"Yup. Dua wanita itu dijuluki "Dewi Kematian". Nyonya Manda disebut "Si Penyusup Cantik" alias hacker. Dia menembus banyak sekali sistem keamanan militer dengan sistem operasi bernama GIGA. Tentu saja dengan bantuan anak buah Vesper yang sangat ahli berkamuflase, bertarung dan menyusup. Vesper dikenal sebagai "The Snake". Dia sungguh berbisa, setiap ucapannya penuh dengan racun dan siapapun yang ditandainya pasti akan mati mengenaskan. Hih ... wanita itu entah terbuat dari apa, saat membunuhpun, dia seperti tak merasa bersalah," ucap Maksim menambahkan sembari bergidik ngeri membayangkan sosok Vesper.


"Begitukah? Ah ... apakah aku nanti akan bertemu dengannya. Aku harus bagaimana? Apa dia akan membunuhku jika aku melakukan kesalahan?" tanya Sia panik.


Red, Maksim dan Yuri terkekeh. Sia menatap mereka bertiga bergantian keheranan.


"Tidak mungkin. Malah ku rasa. Sepertinya, kau akan berteman baik dengan anak-anaknya nanti. Mungkin kau ini seumuran dengan Arjuna. Anak dari Vesper dan Han. Dia tampan dan sangat kuat, Sia. Kau tak mungkin bisa menolak kharismanya," ucap Red memancing.


Entah kenapa jantung Sia berdetak cepat mendengar ucapan Red barusan tentang anak Vesper bernama Arjuna.


"Namanya unik. Dia orang mana?" tanya Sia penasaran.


"Campuran. Dia dilahirkan di Korea Selatan. Hanya saja namanya diberikan oleh mantan suami Vesper yang pertama," jawab Red menjelaskan.


"Memangnya ... Nyonya Vesper menikah berapa kali? Kalian tadi bilang anak-anaknya. Sepertinya ada banyak," tanya Sia terlihat bingung.


"Lima kali. Suaminya dua dan anaknya empat," jawab Maksim santai dan sontak Sia terkejut.


"What? Menikah 5 kali? Dan kini bersuami dua? Anaknya empat? Wow!" celetuk Sia terkejut.


Helikopter kargo sudah menunggu kedatangan Sia dan team-nya. Mobil itu masuk dari pintu belakang palka helikopter. Sia sampai melongo dibuatnya.


Red meminta Sia tidur selama penerbangan dimana mereka tetap betada di dalam mobil. Sia mengangguk paham dan seperti gadis baik, ia menurut untuk tidur.


Entah sudah berapa lama Sia tertidur, saat Sia terbangun dan membuka mata, ia terkejut ketika mobilnya sudah kembali di jalanan dan memasuki sebuah kastil yang megah. Sia sampai melongo dibuatnya.


"Selamat datang di kastil Borka, Nona Sia," ucap Red memperkenalkan kediaman Vesper.


Di sana, terlihat banyak mafia yang datang ke acara itu. Sia kembali memakai topi besarnya dengan wajah tertunduk. Ia gugup seketika.


Sia melihat banyak mafia muda yang berwajah garang dan sepertinya akan menjadi saingan berat untuknya.


Red berdiri di samping Sia mendampinginya. Maksim dan Yuri berjalan di depannya.


Semua mafia yang ada di ballroom menatap kehadiran Sia dimana mereka baru pertama kali melihat sosoknya. Beberapa orang mulai berbisik membicarakannya.

__ADS_1


"Maaf, Nona. Prosedur. Silakan letakkan seluruh barang bawaan Anda untuk diperiksa," ucap Eiji salah satu bodyguard Vesper sopan.


Eiji bertugas sebagai petugas pemeriksaan yang berjaga di pos terdepan. Sia mengangguk dan melaksanakan protokol pemeriksaan itu dengan tertib.


Setelah semua data diterima, Eiji membalik badannya dan tersenyum pada semua orang.


"Theresia! Keturunan dari keluarga Emma Madison Theresia. Anak dari Nyonya Amanda Theresia. Penerus kursi dari Tuan Antony Boleslav!" ucap Eiji lantang dan disambut dengan tepuk tangan dari beberapa mafia.


Sisanya membungkuk hormat. Sia terlihat sungkan dan balas membungkuk dengan gugup.


Red kembali mengajaknya berjalan memasuki ke sebuah ruangan dimana dewan sekretariat yang bertugas akan melakukan seleksi padanya.


Red menyerahkan dokumen aset pada keenam anggota dewan sekretariat. Manda sengaja tak terlibat karena keturunannya ikut dalam proses seleksi itu.


Saat Sia diminta untuk menunggu di ruang jamuan, ia terkejut ketika melihat sosok lelaki Asia bertubuh tinggi sedang tersenyum manis padanya berdiri persis di depannya.


"Hallo, Sia. Perkenalkan, aku Arjuna. Aku sudah mendengar tentangmu dari ibuku. Selamat datang dan nikmati jamuannya," ucap Arjuna sopan sembari meraih tangan Sia dan mengecup punggung tangannya lembut sambil membungkuk.


Sia malah berdiri mematung dengan jantung berdebar karena lelaki yang sempat dibicarakan oleh Red saat di mobil tadi, kini ada di depannya.


Arjuna melepaskan ciuman dan langsung pergi meninggalkan Sia mendatangi para tamu yang lain.


Sia menatap Arjuna seksama dari kejauhan. Red, Maksim dan Yuri saling melirik sambil berbisik.


"Jodohkan saja. Agar Sia lupa sosok agent CIA itu. Lebih baik Arjuna ketimbang Jonathan playboy tengik. Kalian setuju?" bisik Maksim mengusulkan.


Red dan Yuri mengangguk sepikiran. Tanpa Sia sadari, ia tersenyum sedari tadi ketika melihat Arjuna terlihat akrab dengan beberapa lelaki yang seumurannya.


Arjuna tertawa lepas saat mengobrol dengan teman-temannya. Tak terlihat wajah mafia dalam dirinya.


"Arjuna," ucap Sia lirih.


ILUSTRASI


SOURCE : PINTEREST


------

__ADS_1


Nah, SM udah mulai up nih. Yg blom kasih rate bintang 5 mohon bantuannya ya. Trims sudah sabar menunggu updatenya. Tengkiuu😘


__ADS_2