
Di kastil Antony Boleslav, Krasnoyarks, Rusia.
Keesokan harinya setelah Sia tiba di Rusia, 2 hari sebelum William akhirnya mengetahui jika Sia kembali ke jalan mafia.
Sia yang sudah bangun pagi itu dan bersiap dengan baju yang sudah disediakan untuknya di ruang ganti.
Baju pemberian Ibunya itu membuatnya tampil cantik dan sederhana tak seperti anak dari golongan mafia.
TOK! TOK! TOK!
Sia tertegun saat mendengar pintu kamarnya diketuk cukup nyaring. Sia mendekati pintu kamarnya dan mendapati Ibunya tersenyum manis padanya.
Manda memeluk Sia erat begitu pula dirinya. Manda mengajaknya untuk ikut sarapan bersama di ruang makan.
Ternyata di sana banyak orang sudah berkumpul. Sia penasaran akan sosok adik kembarnya itu yang sepertinya belum datang.
Sia duduk di samping Manda dan Antony di depannya dengan Red di sampingnya.
"Jadi, siapa nama adik kembarku? Jason dan Jordan?" tanya Sia mencoba mengingat.
"Ya. Sayangnya kau belum bisa bertemu mereka karena malah pergi ke Italia. Dua anak itu benar-benar tak pernah betah di rumah. Mereka sangat cocok dengan anak-anak Vesper," jawab Manda sembari mengoles roti gandum dengan selai cokelat.
"Vesper? Aku seperti pernah mendengar namanya," ucap Sia terlihat berpikir serius hingga keningnya berkerut.
Sontak semua orang kini menatap Sia tajam. Brian yang juga baru masuk ke ruang makan ikut terkejut mendengar pernyataan Sia.
"Kau tahu dari mana nama itu?" tanya Antony serius.
"Mm, Ayahku. Dia pernah bilang jika ingin masuk dalam ... mm, apa ya namanya. Ada 13-13 begitu, aku kurang begitu ingat. Mereka mengobrol di ruang kerja bersama Paman Konstantin dan Roberto kala itu. Memang kenapa?" tanya Sia heran.
Manda dan yang lainnya saling melirik. Brian ikut duduk di samping Sia.
"Sia, apa kau tahu pekerjaan Ayahmu dulu? Julius Adam maksud Ibu?" tanya Manda dengan jantung berdebar.
Sia mengangguk. Sontak semua orang terkejut.
"Kau tahu jika keluargamu tergabung dalam ... dalam ..." ucap Brian gugup.
"Ya. Aku juga bisa menebak kalau kalian juga mafia 'kan? Aku tahu, aku bisa merasakan dan melihatnya. Jangan khawatir, aku tak akan mengatakan pada siapapun. Aku sudah bisa menerima kehidupan mafiaku sejak 5 tahun yang lalu semenjak kepergian Ibu," ucap Sia tertunduk.
Manda merasa bersalah dan memegang tangan Sia erat. Sia menaikkan pandangannya dan tersenyum pada Manda.
"Aku tak apa, Bu. Sungguh. Aku bahkan bisa menggunakan senjata api," ucap Sia terlihat percaya diri.
Antony spontan memegangi dadanya. Ia seperti terkena serangan jantung dan sontak membuat Red, Brian dan Manda terkejut karenanya.
"Tony! Kau tak apa?!" pekik Manda yang langsung berdiri dari dudukkannya dan mendatangi suaminya itu.
__ADS_1
Sia kebingungan dan masih duduk di kursinya.
"Ya ... ya, aku hanya kaget saja. Hah ... gadis kecilku ternyata sudah banyak berubah dan kalian tak pernah mengatakan hal ini padaku? Kalian sengaja menyembunyikannya ya?!" pekik Antony lantang menatap Red dan Brian tajam.
Sontak Red dan Brian terkejut, mereka menelan ludah.
"Bukannya tak mau memberitahu, hanya saja ... Tuan Antony sedang dalam kondisi kurang prima. Anda habis dioperasi kala itu, jadi kami tak ingin memberikan kabar buruk pada Anda," jawab Brian pelan.
"Mulai hari ini, jangan ada yang ditutupi lagi," ucap Antony menunjuk Brian dan Red tajam.
Dua orang itu mengangguk cepat. Sia masih diam karena tak tahu apa yang harus dilakukan.
Tak lama, Maksim dan Yuri datang. Mereka ikut bergabung untuk sarapan.
"Bos, kami sudah mendapatkan undangan dari sekretariat dewan 13 Demon Heads untuk calon seleksi anggota dewan yang akan duduk menggantikan posisi Anda," ucap Maksim mengabarkan.
Sia kaget seketika.
"Iya itu dia! 13 Demon Heads! Ka-kau eh maksudku ... Anda, salah satu anggota dewan? Benar begitu?" tanya Sia sampai melotot.
Antony tersenyum dan mengangguk. Sia membungkam mulutnya spontan. Ia terkejut setengah mati ketika mengetahui ayah tirinya seorang mafia besar yang tersohor. Sia terlihat kagum seketika.
"Jadi, kalau aku boleh tahu ... apa saja yang dilakukan para mafia elit seperti dirimu, Tuan Boleslav?" tanya Sia penasaran.
"Hmm, jika kau tak keberatan, bisakah kau memanggilku Daddy? Seperti dulu?" tanya Antony dengan tatapan sendu penuh harap.
"Yes, Daddy," jawab Sia terlihat malu.
Manda dan semua orang tersenyum merekah. Antony terlihat sangat terharu dan berlinang air mata.
Manda gemas akan perubahan sikap suaminya yang kini melankolis itu. Manda memegang dagu Antony dan menciumnya mesra.
Sia tersenyum melihat Ibunya seperti begitu bahagia hidup bersama lelaki di sampingnya itu tak seperti ketika bersama Ayahnya dulu.
"Kau ingin tahu, seperti apa kegiatan di 13 Demon Heads, Nona Sia?" tanya Yuri menawarkan.
Sia mengangguk cepat dan terlihat antusias. Manda dan Antony saling melirik lalu tersenyum.
"Hmm, baiklah. Hanya saja, Ibu dan Daddy tak bisa menemanimu. Kau bisa pergi bersama Maksim, Yuri dan Red ke undangan itu dan jika kau berkenan, maukah ... kau menggantikan posisi Daddy-mu, Sia?" tanya Manda serius.
"Hah? Aku? A-aku duduk sebagai anggota dewan?!" pekik Sia kaget bukan kepalang sampai matanya melotot lebar.
Antony mengangguk pelan. Sia pucat seketika dan mulutnya tak bisa menutup karena menganga mendengar kabar mengejutkan ini. Manda kembali mendatangi Sia dan duduk disebelahnya.
"Jangan takut. Menjadi anggota dewan tak serumit yang kau pikirkan. Kau pasti bisa, hanya saja kini seleksi lebih ketat. Kedua adik kembarmu juga masuk dalam daftar hanya saja, Daddy-mu ingin kau yang menggantikannya. Meski kau kini berumur ... 20? 21?" tanya Manda terputus karena hampir lupa umur anak gadisnya.
"Sekarang 21 tahun, Bu dan jika kau tak keberatan, ulang tahunku belum dirayakan," ucap Sia meringis.
__ADS_1
Semua orang kembali terkejut. Manda memeluk Sia lagi dan terlihat merasa bersalah.
"Kita akan adakan pesta besar," ucap Antony tiba-tiba.
"Oke, tapi masalahnya ... aku belum punya teman di Rusia. Aku bahkan tak bisa melanjutkan kuliahku di Amerika," ucap Sia meringis, lagi.
"Oh, sepertinya Sia ini seumuran dengan anak-anak Vesper. Si ... Lysa, Arjuna dan Jonathan. Selisih umur mereka tak begitu jauh kurasa," ucap Manda mengusulkan.
"Oh ya. Kau bisa merayakan pesta ulang tahunmu di Camp Militer nanti," ucap Red menambahkan.
Semua orang mengangguk setuju. Sia pun menurut. Namun, sebelum ia bertemu kawan-kawan barunya, ia tetap akan menghadiri undangan seleksi calon pengganti kursi dewan di Kastil Borka, kediaman Vesper. Jantung Sia berdebar kencang tak karuan.
Semalaman ia mempelajari dunia mafia, aset-aset milik Ibunya yang nantinya akan dilimpahkan padanya termasuk milik Rio dan Julius Adam yang berhasil diakuisisi oleh Manda berkat dua bodyguard kepercayaannya, Mix and Match sebelum diambil oleh CIA.
"Sia. Sepertinya, mantan kekasihmu si William itu akan tetap mengejarmu. Bagaimana perasaanmu padanya?" tanya Manda serius saat Sia sedang membaca berkas usaha ilegal milik Ibunya.
Pandangan Sia tertunduk seketika. Ia terlihat lesu dan tak bisa bicara. Antony melirik Manda dan ikut bicara.
"Dia bisa jadi penghalangmu untuk meneruskan jabatanmu nanti sebagai anggota dewan, Sia. Ditambah, dia itu agent CIA. Daddy takut kau akan diburu oleh militer, meski Daddy yakin jika kekasihmu itu tak mungkin menyakitimu," ucap Antony serius menatap Sia tajam.
Sia diam tak menjawab. Manda tahu perasaan puteri semata wayangnya itu yang terlihat sedih karena harus berpisah dengan kekasihnya.
"Ehem, itu bisa kita bahas nanti, Sayang. Biarkan Sia fokus pada jalan yang dipilihnya sekarang. Jalan seorang mafia. Benar 'kan, Sayang?" tanya Manda menaikkan salah satu alisnya menatap mata anaknya tajam.
Sia menelan ludah dan mengangguk. Ia yang awalnya ingin keluar dari dunia mafia malah kini terlibat lebih jauh dan tak mungkin bisa menghindar apalagi keluar dari dunia gelap itu.
Sia mempelajari semua dunia ilegal hingga larut malam. Hingga akhirnya, Manda yang melihat anaknya kelelahan itu mempersilakannya untuk tidur terlebih dahulu. Sia pamit kembali ke kamarnya.
Di ruang kerja Antony Boleslav dimana hanya ada Manda dan Antony di sana.
"Bagaimana Tony? Sia sepertinya masih ragu. Apa kau yakin ingin dia yang maju?" tanya Manda penasaran.
"Hmm, ya. Aku percaya padanya. Dia pasti bisa diandalkan untuk menjadi penerusku. Oia, soal agent brengsek itu. Kau punya ide untuk menyingkirkannya?" tanya Antony sembari mengelus lutut Manda yang duduk di meja kerja menghadap padanya.
"Hmm, mungkin ... kita bisa minta bantuan Axton untuk memancingnya tanpa harus ketahuan anggota dewan dewan lainnya?" tanya Manda memberikan ide.
"Axton?"
"Yes. Axton. Biar aku yang urus. Kau juga sebaiknya segera istirahat sayang. Kesehatanmu makin memburuk belakangan ini, jangan membuatku khawatir," ucap Manda sedih mencemaskan kondisi suaminya dimana kini Antony pincang karena luka serius di lututnya dan memiliki penyakit jantung.
Antony tersenyum dan mengangguk. Ia dibantu Manda kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
Manda memeluk Antony dari belakang dimana Antony tidur miring karena sakit di kakinya.
-------
jangan lupa like dan vote yang buanyak yaaa. Ini episode baru lho sisipan sebelum ke eps selanjutnya yang udah ada di secret missions 2. semoga syuka^^
__ADS_1