Secret Mission

Secret Mission
Night in Guatemala Jungle


__ADS_3

Malam hari sebelum penyerangan.


Terlihat orang-orang dalam jajaran 13 Demon Heads mulai menyiapkan persenjataan mereka untuk melakukan penyerangan ke markas milik Tessa.


Tim yang diketuai oleh Red membawa pasukan The Shadow sebagai tim penyerang dengan target adalah Tessa.


Martin bersama Black Armys bertugas sebagai pengalih perhatian agar tim dari Lysa bisa menyusup ke dalam dan mencari keberadaan William.


Mix and Match sebagai tim evakuasi serta penyelamat seluruh tim ketika mereka terdesak atau terperangkap di dalam markas.


Sandara dan Jordan yang sudah kembali dari misi penelusuran di Menara, makam Lucifer Flame, ikut mengawasi pergerakan para tim di lapangan didampingi oleh BinBin serta Jack, Ara dan Catherine.


Di ruang tengah. Sebuah layar monitor sebesar 40 inci yang terbagi menjadi 6 tampilan kini sedang diamati dengan serius oleh orang-orang yang bertugas sebagai pengawas misi.


Mereka berbicara dalam bahasa Inggris.


"Ini sungguh menegangkan. Biasanya kita melihat pergerakan dari tim militer, tapi kali ini dari para mafia. Sepertinya akan lebih seru," ujar Jack terlihat bersemangat.


"Aku menjagokan Lysa. Dia terlihat begitu tangguh apalagi saat dia melesatkan anak panahnya. Aku penasaran bagaimana aksi dari anak pertama Vesper," sahut Ara dengan mata berbinar.


"Kalau aku ... mm, menjagokan Tuan Martin. Aku baru tahu jika dia adalah salah satu anggota dewan 13 Demon Heads dari cerita Paman BinBin. Sepertinya data yang kita miliki tentang para anggota dewan tidak akurat. Aku jadi meragukan kemampuan para intelijen kita," timpal Catherine terlihat kecewa.


BinBin terkekeh mendengar tiga anak muda di sebelahnya yang sibuk membicarakan orang-orang dalam jajaran 13 Demon Heads.


Sandara duduk diam dengan Jordan berada di sampingnya. Terlihat Jordan membisikkan sesuatu di telinga Sandara dengan serius. Sandara mengangguk pelan dalam diamnya. BinBin diam-diam memperhatikan.


Mix and Match terlihat fokus di ruang kendali dengan pengendali drone dalam genggaman tangan mereka.


"Paman BinBin. Kau bisa mendengarku?" tanya Red dari sambungan radio berfrekuensi khusus.


"Yes, Red. Pantauan drone dari Mix and Match yang mencoba menelusuri wilayah belum menemukan tanda-tanda pergerakan dari The Circle," jawab BinBin santai dari earphone yang ia kenakan di kedua telinganya.


"Roger that."


Namun tiba-tiba, tampilan dari kamera drone milik Mix menangkap pergerakan sebuah truk berwarna hitam melaju di dalam kegelapan hutan dengan beberapa mobil SUV di belakangnya menuju ke perbatasan dengan Belize.


"All team! All team! Ada pergerakan di sisi timur. Sepertinya Tessa dan para anak buahnya pergi meninggalkan markas. Mereka menuju ke Belize," ucap BinBin tiba-tiba yang mengejutkan para ketua tim yang sudah hampir sampai ke markas milik Tessa.


Lysa, Martin dan Red segera memutar arah pergerakan. Orang-orang itu kini mengejar kelompok Tessa.

__ADS_1


Saat BinBin dan yang lainnya fokus menyaksikan layar monitor di mana kini kamera dari drone Mix terus mengejar konvoi Tessa, tiba-tiba ....


DUWARR!


Jack dan yang lainnya terkejut ketika kamera drone milik Mix meledak hebat di angkasa karena sebuah misil meluncur dari balik pepohonan.


Kamera Match yang merekam kejadian tersebut segera mencari keberadaan posisi penyerang.


"Gunakan sensor panas, Match!" perintah BinBin lantang dari tempatnya duduk.


Match dengan segera melakukan apa yang yang diperintahkan. Terlihat beberapa orang di balik pepohonan yang tersebar di berbagai tempat seperti sedang menunggu orang-orang dari 13 Demon Heads melintas.


"Mereka banyak sekali!" pekik Catherine kaget bukan kepalang.


"Red, Lysa, Martin! Hati-hati! Kalian akan disergap dari semua sisi! Waspadalah, 200 meter dari tempat kalian berada!" pekik BinBin panik.


Tentu saja, tiga ketua tim terkejut. Namun dengan sigap, orang-orang itu segera menyiapkan diri dan persenjataan untuk menghalau serangan yang bisa menewaskan mereka.


Mobil tim Lysa memilih untuk keluar dari jalur dan masuk ke dalam hutan. Mereka akan melakukan penyerangan dari sisi sebelah kanan, melindungi mobil Martin yang terus melaju melewati rute konvoi Tessa bergerak.


Tim Red juga melakukan hal serupa. Mereka mengambil sisi sebelah kiri dan memasuki jalanan hutan yang lebih sempit.


"Luncurkan!" perintah Lysa tegas mengomandoi pasukannya.


Seketika, dari balik rimbunnya pepohonan di sisi sebelah kanan, terlontar beberapa benda berbentuk seperti misil kecil berwarna silver jatuh di dekat kumpulan orang-orang yang disinyalir adalah kelompok Tessa.


Orang-orang yang memakai topeng seperti burung gagak terkejut ketika benda tersebut mengeluarkan bunyi nyaring lalu meledak hebat dengan peluru-peluru tajam terlontar ke segala arah.


Orang-orang yang bersembunyi di atas pohon jatuh di atas tanah setelah terkena granat tabung versi terbaru buatan Vesper Industries.


Namun, karena baju mereka anti peluru, membuat orang-orang itu tidak mati begitu saja.


Konvoi Martin yang melihat pasukan Tessa kembali berdiri dan menyiagakan senjata untuk balas menyerang, segera menembakkan granat mini dari senjata peluncur granat.


Suara ledakan bersahut-sahutan memecah keheningan di malam sepi hutan Guatemala. Red dan pasukannya tak tinggal diam. Mereka tidak ingin ketinggalan pesta.


Orang-orang dari pasukan Red, menembaki kelompok bertopeng gagak dengan senjata gatling untuk menewaskan mereka semua.


Namun sayangnya, konvoi truk dan mobil menghilang di balik sebuah bukit. Drone yang dikendalikan Match kehilangan jejak. Ia tak menemukan jejak keberadaan konvoi tersebut.

__ADS_1


"Agh! Sial! Pasti ada jalan rahasia yang tak kita ketahui. Mereka berhasil kabur," geram BinBin memukul sandaran sofa tempatnya duduk.


Jack, Ara dan Catherine hanya bisa diam menyaksikan termasuk Sandara serta Jordan yang seakan tak ingin terlibat dalam misi kali ini.


"Aku akan mencoba melacak hilangnya konvoi mobil pasukan Tessa. Kita bertemu di rumah sewa," ucap Lysa saat para ketua tim berkumpul di lokasi tewasnya orang-orang bertopeng gagak.


"Baiklah, hati-hati. Kami akan mencoba menyelidiki tentang orang-orang ini," jawab Martin sembari mencoba melepaskan salah satu topeng gagak yang dikenakan oleh anak buah Tessa.


Lysa dan timnya segera pergi untuk mencari keanehan dari hilangnya konvoi mobil Tessa.


"Paman BinBin, ini sudah malam. Aku lelah dan ingin tidur. Sampai bertemu besok," ucap Sandara tiba-tiba dengan wajah datar tanpa ekspresi.


BinBin hanya bisa mengangguk dan mempersilakan Sandara untuk pergi ke kamarnya beristirahat.


Ternyata, Jordan dan Sandara juga melakukan hal serupa. BinBin sampai tak habis pikir dengan jalan pikiran dua remaja ini.


Red dan pasukannya membuka semua topeng gagak dari mayat-mayat yang bergelimpangan di atas tanah.


The Shadow segera memindai wajah-wajah itu dengan alat khusus dan dikirimkan ke pusat komando di Krasnoyarsk, Rusia, kastil kediaman Antony Boleslav untuk diselidiki dengan bantuan GIGA.


"Tuan, apakah Anda sudah menerima gambar dari orang-orang ini termasuk sidik jari mereka?" tanya Red setelah anak buahnya menyelesaikan tugas yang diberikan oleh ketua tim mereka.


"Ya, kerja bagus, Red. Lucuti seragam mereka dan bawa semuanya. Biarkan orang-orang itu menjadi santapan makan malam para penghuni hutan," jawab Boleslav tenang.


"Yes, Sir."


Dengan sigap, para The Shadow dan Black Armys menjalankan perintah yang ditugaskan kan oleh pemimpin tim mereka.


Dua tim tersebut kembali ke rumah sewa begitu menyelesaikan pekerjaan. Ternyata, Lysa dan anggota Red Ribbon miliknya tak bisa menemukan jejak hilangnya konvoi mobil Tessa.


Lisa kesal bukan main. BinBin akhirnya meminta Lysa dan timnya untuk kembali ke rumah sewa.


Mix and Match ikut berkumpul di ruang tengah sembari menunggu kepulangan seluruh tim yang bertugas di lapangan.


Sedang Jack, Ara dan Catherine malah terlihat puas dengan tontonan aksi di layar monitor oleh orang-orang dalam jajaran 13 Demon Heads malam itu.


"Hah ... seru sekali! Aku ingin nonton lagi," sahut Jack semangat dan diangguki Ara serta Catherine.


BinBin, Mix and Match melirik tiga orang CIA itu keheranan.

__ADS_1


__ADS_2