
Kwkw yang pada bilang kalau skenarionya makin ruwet, yup bener. Ni si William emang nyusahin autornya. Pengen dimampusin tapi nanti stok cogannya abis.
Jadi ya mau gak mau kudu dieman walopun ngeselin, kwkwkw. Makasih tips koinnya semoga lele tetep bisa up meski jadwalnya berantakan. Lele padamu
------ back to Story :
Mobil melaju ke bengkel yang sudah diarahkan oleh GPS atas petunjuk dari Rohan. Sia melirik ke arah Rohan dan pria India itu balas melirik tanpa ekspresi.
Hingga akhirnya, mereka tiba di sebuah kawasan dengan sebuah bengkel besar yang memiliki dua lantai bertuliskan William Modification.
Terlihat William kagum akan tempat yang baginya sangat keren, dipenuhi oleh velg-velg berkualitas, mobil-mobil dengan segala jenis type yang terparkir rapi di dalam bengkel berikut montir-montir berseragam dengan logo WM di bagian punggung.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
"Wow! Bos here!" teriak salah satu lelaki berseragam warna biru dengan logo WM di punggungnya.
Orang-orang yang berada di dalam segera keluar dengan senyum merekah. William terlihat gugup meski ia tersenyum.
Sia mengajak William keluar dari mobil dengan Rohan mengikuti di belakang.
"William is back!" teriak salah seorang lelaki sembari bertepuk tangan dan semua orang melakukan hal sama.
Kedatangan William disambut penuh suka cita dari beberapa pria yang keluar dari bengkel dan mengajaknya berjabat tangan.
William terlihat bingung meski tersenyum. Rohan merangkul pundaknya dan mengajaknya masuk ke workshop.
Mulut William mengaga saat melihat banyaknya mobil yang sedang dikerjakan di bengkel tersebut.
Ada beberapa pelanggan yang sedang duduk di dalam ruangan kaca seperti sebuah kantor dengan beberapa pria yang memberikan usulan akan modifikasi yang akan dilakukan dari sebuah monitor.
Saat William sedang mengagumi tempat usaha yang tak pernah dibayangkan akan sehebat ini, tiba-tiba ....
BROOM!!
William menoleh seketika saat melihat mobil sport berwarna merah menyala memasuki bengkel dan semua orang langsung terlihat sungkan seketika. Kening William berkerut.
"Hei! William!" panggilnya lantang dengan senyum merekah.
__ADS_1
William kembali bingung, tapi menerima pelukan lelaki muda di depannya.
"Remember me? Your boss. Big boss, Jonathan," jawabnya bangga.
Mulut William menganga. Ia mengira Jonathan lelaki dewasa dan seorang duda. Namun ternyata, seorang remaja. William melirik Sia dan wanita cantik itu menahan tawa.
Rohan mendatangi William sembari memberikan sebuah earphone translator. William menerimanya dan memakainya meski terlihat ragu.
"Orang-orang di sini dari berbagai bangsa. Alat translator ini akan membantumu dalam berkomunikasi. Ini salah satu kehebatan bengkel kami. Lalu Jonathan dia adalah bos besar kita. Semua pelanggan ini datang darinya berikut modifikasi dari kejeniusannya," ucap Rohan menunjuk Jonathan yang berdiri di samping mobil berwarna merah.
William mengangguk paham dan semakin penasaran akan sosok Jonathan yang tak diingatnya.
"Hei! Siapa yang mengecet mobil ini?" tanya Jonathan dengan wajah garang bertolak pinggang.
Seorang pria berjalan mendekati Jonathan terlihat gugup dengan lap di tangan yang terkena angus.
"Me, Boss," jawabnya takut-takut.
BRANGG!!
Orang-orang kaget seketika. Jonathan menendang kotak berisi perlengkapan bengkel hingga semua isinya berserakan di lantai.
Rohan langsung mendatangi Jonathan dan memeganginya. Semua orang dibuat panik karena Jonathan mengamuk.
William segera mendekati mobil yang dikatakan cacat oleh Jonathan dan mengamatinya seksama. Ternyata, ucapan Jonathan benar. Pekerjaan itu tidak rapi.
"Hei, hei. Aku bisa memperbaikinya. Aku yang akan melakukannya," ucap William mendekati Jonathan dengan tergesa.
Semua orang terkejut. Pria yang dipukuli Jonathan hingga berdarah hanya bisa meringkuk di lantai menahan sakit.
"Lihat! William sampai harus turun tangan melakukannya! Tidak berguna! Pergi dari ini! Aku tak sudi mempekerjakanmu!" teriak Jonathan marah dan kembali menendangi pria malang itu.
William ikut menahan Jonathan yang masih tersulut emosi. Pria itu ditolong oleh kawan-kawannya yang iba padanya. Pria itupun terpaksa pergi karena dipecat oleh Jonathan.
Sia mendatangi suaminya dan mengelus pundaknya lembut. William menatap Jonathan seksama yang kini naik ke lantai dua ke sebuah ruangan kaca seperti sebuah kantor, ditemani oleh dua lelaki berwajah Asia.
"Yah begitulah, bos besar kita, William. Jonathan itu sangat detail dan tak suka jika hasil pekerjaannya cacat. Semuanya harus sempurna," ucap Rohan sembari mengusap dahinya dengan hembusan nafas panjang.
"Jonathan ikut andil dalam pekerjaan di bengkel? Apakah dia tinggal di Amerika juga?" tanya William penasaran.
__ADS_1
"Aku yang mengajak Jonathan untuk bergabung dalam bisnis kita, William. Dia memiliki banyak rumah dan ia sedang singgah di Amerika. Nama Jonathan sudah dikenal di kalangan elite. Dulu bengkel kita hanya berisi mobil-mobil tua. Yah, lebih mirip tempat servis. Namun, dengan sentuhan Jonathan, bengkel ini lebih hidup. Dia bahkan mengizinkan nama bengkel ini William Modification, sesuai namamu tak menggunakan namanya. Sedang bengkel milik Jonathan bernama Jonathan Innovation. Bengkelnya seribu kali lebih hebat dari yang kita miliki, William. Jonathan bahkan bisa membuat peralatan tambahan untuk mendukung kesempurnaan ciptaannya," ucap Rohan menjabarkan.
William menarik nafas dalam dan mengangguk paham. Ia mendongak ke atas dan melihat Jonathan kembali tertawa bersama orang-orangnya.
Ia tak menyangka, lelaki muda itu adalah bos besarnya dan memiliki pengaruh kuat dalam dunia otomotif.
"Jonathan. Hmm, aku iri padamu," guman William menggangguk-anggukan kepala terlihat kagum.
"Will, bisa kita pulang? Tapi sebelumnya, bisakah kita membeli ice cream?" tanya Sia memelas.
William baru sadar jika tadi mereka tak jadi menikmati ice cream karena kedatangan Bella. Ditambah munculnya Rohan yang tiba-tiba dan kini kehadiran Jonathan di hadapannya.
"Tentu saja, Sayang. Ayo pulang," jawabnya merangkul pundak sang isteri dan Sia tersenyum manis.
"Ingat, Will. Kau yang menjanjikan akan melakukan perbaikan. Jadi, jangan terlambat. Pukul 8 pagi kau harus sudah berada di sini," ucap Rohan mengingatkan dan William mengangguk menyanggupi.
William pulang bersama Sia dan dikawal oleh P-807 beserta anak buah lainnya. Rohan dan orang-orang di bengkel menatap kepergian William seksama.
Sepeninggalan William dan rombongannya.
"Hei! Gimana? Udah belom sandiwaranya? Nathan keren gak? Udah totalitas itu!" tanyanya berteriak dari atas.
"Kau berlebihan! Lihat! Balraj sampai babak belur!" jawab Rohan menunjuknya terlihat kesal.
Jonathan meringis saat melihat Balraj kembali masuk ke bengkel sembari memegangi hidung dan bibirnya yang berdarah.
"Kan biar meyakinkan. Maaf ya, Bro Bal!" jawab Jonathan tak enak hati.
Semua orang terkekeh. Rohan lalu memberikan kode agar mereka kembali bekerja di mana bengkel itu memang disediakan untuk dikelola William sebagai salah satu bentuk kerjasama antara Rohan dan Sia kala itu.
Jonathan ikut berperan dengan menjadikan tempat usaha itu salah satu pos darurat di Los Angeles.
Para Black Armys level M dipekerjakan di tempat itu oleh Jonathan yang juga merangkap sebagai tentara tambahan jika para mafia dalam jajaran 13 Demon Heads membutuhkan perlindungan dan tim untuk menyerang.
***
ILUSTRASI
SOURCE : PINTEREST
__ADS_1