Secret Mission

Secret Mission
Escape Plan*


__ADS_3

Baru ngeh kalo Ara belom ada visualnya. Jadi yg tau siapa embaknya ini DILARANG PROTES dalam bentuk apapun! Biarkanlah si mbak Dora nangkring disini dg rambut barunya. Inget, DILARANG PROTES!


----- back to Story :



Jack, Ara, Catherine yang disekap entah di mana, membuat ketiga orang itu mengalami trauma cukup hebat setelah melihat kawan mereka, William, membunuh Rika, ibu angkatnya di depan mata mereka.


Tubuh Ara dan Catherine seperti orang menggigil karena gemetaran. Ditambah, mayat Rika dibiarkan tergeletak dan tak disingkirkan oleh petugas. Membuat mental tiga orang itu jatuh seketika.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


"Ara, Catherine, kemarilah," pinta Jack lirih memanggil kedua kawan wanitanya yang menyenderkan punggung di dinding sembari melipat kedua lutut dan memeluknya.


Ara dan Catherine melirik Jack yang merentangkan kedua tangan meminta mereka untuk mendekatinya.


Ara dan Catherine saling memandang. Pada akhirnya, mereka mendatangi Jack dengan merangkak di atas lantai dengan gugup.


Jack memeluk kedua teman wanitanya erat.


"Jangan mencari kesempatan, Jack," geram Catherine karena Jack mendekap lengannya kuat.


"Stt, jangan berisik dan jangan melakukan gerakan yang mencurigakan. Posisiku yang paling aman untuk sekarang. Dengar, kita harus pergi dari sini," bisiknya.


Ucapan Jack praktis membuat dua wanita itu kaget seketika dan melepaskan dekapan teknisi CIA tersebut.


"Ish, sudah kubilang jangan melakukan gerakan tiba-tiba. Diam. Tetaplah memelukku. Buatlah diri kalian seperti orang depresi karena kematian Rika," bisiknya lagi.


"Apa yang kau rencanakan, Jack?" tanya Ara ikut berbisik, meringkuk dalam dekapan Jack di lengan kirinya dan Catherine di lengan kanan.


"Saat itu, Tessa mengatakan tak akan membunuh kita karena aset. Namun, aku jadi ragu akan hal itu. Ia mengatakan hal tersebut saat Rika masih ada, tapi lihat. Pada akhirnya, Rika tewas juga bahkan di tangan William!"


"Sttt! Jangan berisik! Kau ini bagaimana?" gerutu Catherine memukul dada kawan lelakinya itu sebal.


"Ma-maaf, aku terlalu bersemangat. Oke, begini. Ini rencanaku dan aku butuh kalian berdua untuk menolongku," ucapnya berbisik dan tetap menghadap ke dinding karena tak mau terlihat mencurigakan dari kamera CCTV yang menyorot posisi mereka meski hanya terlihat punggung saja.


"Oke. Apa itu?" tanya Ara serius menatap Jack tajam begitupula Catherine.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian.


Terlihat, Jack melambaikan kedua tangan di hadapan kamera pengawas saat dua kawan wanitanya meringkuk di atas lantai seperti orang pingsan. Petugas pemantau CCTV saling melirik.


Hingga akhirnya, datang dua petugas dengan alat penyetrum memasuki penjara. Jack langsung mundur karena takut jika terluka karena alat tersebut.


"Ada apa?" tanya penjaga itu dengan seorang petugas berjaga di samping satu-satunya pintu masuk dan keluar.


"Kalian lihat? Dua kawanku sepertinya sakit. Mereka menggigil sedari tadi. Itu karena mereka shock! Kalian membiarkan mayat Rika tetap berada di sini. Kalian harus menyingkirkannya. Mayat itu membawa penyakit, virus, bakteri dan hal-hal mematikan lainnya yang bisa membuat kami tewas juga," ucap Jack menunjuk mayat Rika dengan gugup.


"Jika kalian mati, akan lebih baik," jawab petugas itu bengis.


"Jika kami bertiga mati, kalian semua juga. Apa kau tak ingat kata Tessa jika kami ini adalah aset? Kami sengaja disimpan dan dibiarkan hidup untuk mensukseskan misinya. Jika kami tewas, usaha Tessa untuk mewujudkan mimpinya juga hilang. Kalian mau itu terjadi?" tanya Jack terlihat kesal dengan menggebu.


Dua petugas itu saling melirik. Hingga akhirnya, petugas dekat pintu keluar dan menutup pintu. Jack menelan ludah.


Ia melirik Ara dan Catherine yang masih meringkuk di lantai, menggigil seperti orang sakit.


Tak lama, dua orang petugas muncul sembari membawa kantong mayat. Penjaga yang membawa alat penyetrum berdiri tegap menatap Jack, Ara dan Catherine bergantian dari tempatnya.


Jack melihat mayat Rika dimasukkan dalam kantong dan diangkat menuju keluar pintu. Jack masih berdiri dan kembali menunjuk bekas darah yang tertinggal di lantai. Petugas pembawa alat penyetrum terlihat sebal.


Petugas itu melakukan panggilan radio dari handy talky yang ia bawa. Tak lama, seorang lelaki masuk dengan alat pel dan perlengkapan kebersihan lainnya.


Jack mengamati gerak-gerik petugas kebersihan dan petugas pembawa alat penyetrum seksama. Jack melihat pintu tak dijaga.


"Lalu, mana petugas medisnya? Dua kawanku sakit? Tubuh mereka dingin dan menggigil," tanya Jack lagi menunjuk dua kawannya.


Petugas penyetrum kembali melakukan panggilan radio dan tak lama, muncul dua petugas medis ke dalam ruangan.


Jack berjalan mendekati dua kawan wanitanya yang tergeletak tak sadarkan diri, tapi petugas itu melarangnya. Jack kembali berdiri di tempatnya.


Jack melihat Ara dan Catherine mulai diperiksa. Saat petugas kebersihan mulai berjalan melintas di depan Jack, tiba-tiba lelaki berkacamata itu bersin.


"HATCHU!!"


Seketika, Ara dan Catherine bangun dari tempat mereka meringkuk tadi. Penjaga, petugas medis dan pembersih terkejut.

__ADS_1


Jack merebut ember berisi air yang digunakan untuk mengelap bekas darah Rika di lantai. Petugas pembersih kaget saat Jack menyiramkannya ke lelaki pembawa alat setrum.


BYURR!


"Argh! Hei!" teriaknya marah dan langsung menyalakan alat penyetrumnya.


Petugas pembersih kembali terkejut saat Jack merebut alat pelnya paksa. Namun, petugas pembersih itu mempertahankan alat pelnya. Mereka berdua saling berebut.


Jack melihat lelaki itu membawa alat penyemprot serangga di pinggulnya. Jack melepaskan cengkeraman di alat pel dan mengambil penyemprot itu paksa.


SROOTTT!!


"Arghh! Argghh!" rintih petugas kebersihan saat matanya disemprot pembasmi serangga hingga tongkat pelnya terjatuh.


Jack segera menyemprotkan alat itu lagi ke wajah lelaki pembawa alat penyetrum, tapi karena jaraknya terlalu jauh, semprotan itu tak mengenainya.


Jack panik saat petugas itu mengarahkan alat penyetrumnya ke arah teknisi CIA tersebut. Jack mengambil benda apapun yang berada di kantong sabuk petugas pembersih dengan tergesa.


Saat petugas alat penyetrum siap menyetrum Jack, tiba-tiba ....


DUAKK!!


"Agh!" rintih petugas kaget saat sebuah sepatu hak tinggi dilempar dari samping dan mengenai kepalanya.


Jack segera berlari mendekati lelaki itu dan menyemprotkan kaleng pembasmi serangga ke wajahnya. Lelaki penyetrum itu mengerang dengan mata terpejam.


Jack segera mengambil alat penyetrum dan menyetrum tubuhnya. Lelaki itu langsung kejang dan ambruk.


Jack menyetrum lelaki itu lagi hingga menggelinjang hebat termasuk petugas pembersih.


Jack lalu berlari mendekati Ara dan Catherine yang berhasil melumpuhkan dua Dokter dengan menyuntikkan bius ke tubuh mereka dari perlengkapan medis yang dibawa.


Ara dan Catherine segera berlari ke arah pintu lalu membukanya. Namun, dua wanita itu kaget bukan kepalang saat melihat banyak lelaki berseragam, berlari mendatangi penjara mereka.


***


ILUSTRASI

__ADS_1


SOURCE : KOLEKSI PRIBADI


__ADS_2