Secret Mission

Secret Mission
Kembalinya Yena


__ADS_3

Terlihat Yena gugup menjawab pertanyaan dari Sia. Saat suasana tegang, tiba-tiba Arthur muncul dengan berjalan sempoyongan. Semua orang tertegun.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


"Arthur? Are you oke?" tanya Sia yang sempat khawatir jika salah satu bodyguard ibunya itu tewas.


"Yeah. Agh, kepalaku masih pusing. Aku tak terluka, tapi sepertinya aku pingsan. Kenapa kalian semua di sini dan tak ada yang menolongku? Kalian melupakanku?!" tanya Arthur protes dengan beberapa rumput menempel di tubuh dan rambutnya.


"Aku terluka dan tak tahu jika kau pingsan," jawab Red menunjuk pahanya yang sakit.


"Aku bersama Torin tersekap di ruang bawah tanah dan berhasil keluar karena membawa Silent Gold," sahut Yuki dan Torin mengangguk membenarkan.


"Aku membantu Tuan Red," sahut sopir The Shadow.


"Aku menolong Kak Zaid. Dia terluka tertimbun puing," jawab Jonathan tak mau disalahkan.


"Aku membantu Yena dan lainnya," imbuh Sia terlihat serius.


Arthur menyipitkan mata karena merasa dipermainkan, tapi pada akhirnya ia hanya bisa pasrah tak bisa menyalahkan karena ini adalah misi.


"Jadi, siapa kelompok berbaju seperti gagak itu? Lalu ... apa isi dari menara?" tanya Arthur terlihat kesal, berdiri menatap wajah-wajah di depannya tajam.


"Menara itu ... adalah tempat Lucifer Flame ditahan selama ini dan pada akhirnya mati di sana," ucap Yena tiba-tiba.


"WHAT?!" pekik semua orang terkejut.


Yena tertunduk menghela nafas.


"Hmm, jadi benar dugaanku. Kalian sudah tahu tentang The Circle dan No Face. Kalian datang kemari ... apakah karena ingin menyelidiki menara itu?" tanya Yena yang kini melirik orang-orang di sekitarnya.


"Sebenarnya tidak. Kami mencari tahu, apa yang terjadi di tempat ini bertahun-tahun silam. Menurut salah satu saksi hidup dari misi tim Guatemala gabungan beberapa anggota militer dunia, terjadi pembantaian di sini. Kami ingin mencari tahu alasan pembantaian itu," jawab Red serius.


"Kalian dari CIA? MI6? Atau ...," tanya Yena curiga dan terlihat takut.


"Bukan. Kami dari 13 Demon Heads. Salah satu kelompok mafia bentukan Lucifer Flame," jawab Torin cepat.


Mulut Yena menganga lebar. Yena menatap Sia dan saudari cantiknya itu mengangguk dengan senyum paksa.


"Ka-kau tahu tentang 13 Demon Heads, Sia? Apakah kau tahu jika ibumu ...."


"Yes. Aku tahu setelah salah satu bodyguard ibu menjemputku di mansion Rio, Virginia setelah insiden beberapa tahun lalu. Aku juga terkejut karena ternyata ibu masih hidup. Bahkan aku memiliki adik kembar dan ayah tiri, Antony Boleslav. Mereka-mereka ini, orang-orang jajaran ibuku dan Boleslav. Kecuali mereka bertiga. Jonathan, Yuki dan Zaid, mereka orang-orang di bawah naungan Vesper," jawab Sia panjang lebar.


Mulut Yena makin menganga lebar karena kaget.


"Ka-kau kenal Vesper?" tanya Yena dengan mata melotot menatap Sia seksama.


"Sia bahkan menjadi salah satu anggota dewan 13 Demon Heads menggantikan Antony Boleslav," sahut Arthur cepat.

__ADS_1


Yena terlihat shock. Ia seperti orang linglung yang langsung memegangi dahinya dan menutup wajah dengan kedua tangan menundukkan wajah. Semua orang bingung.


"Kau ... tak apa, Yena?" tanya Sia khawatir.


"Shit! Cepat bawa aku pergi dari sini!" teriaknya tiba-tiba mengejutkan semua orang.


"Why?" tanya Zaid bingung.


"Cepat bawa aku pergi! Jika tidak, kita semua akan mati mengenaskan di tempat ini dan mayat kita tak akan ditemukan seperti Lucifer Flame. Cepat!" pintanya lagi yang makin memaksa.


Orang-orang mengangguk paham. Sopir The Shadow mendapat kabar jika bantuan evakuasi telah datang. Mereka bergegas menuju ke titik penjemputan.


Lima buah mobil pergi meninggalkan hutan Guatemala untuk kembali ke rumah sewa. Yena terlihat panik dan melihat keluar jendela seperti ingin memastikan sesuatu.


"Apa kau takut jika kita dikejar?" tanya Sia menebak.


"Ya. Beruntung kita meninggalkan topeng gagak itu. Ada pelacak di dalamnya. Semoga kita baik-baik saja dan saranku, segeralah pergi meninggalkan tempat ini. Kita harus pergi ke tempat yang jauh. Jika bisa berlindung di kediaman anggota dewan. Mereka takkan berani mengusik kita," ucap Yena terlihat cemas.


Sia melirik Red yang satu mobil dengannya. Red mengangguk paham. Akhirnya, Red meminta kepada tim yang ikut bersamanya kembali ke rumah sewa.


Sesampainya di sana, Red meminta untuk segera menerbangkan Sia dan Yena untuk kembali ke Rusia di kediaman Antony Boleslav untuk diamankan.


"Aku dan lainnya akan tinggal. Kita harus memastikan jika Jordan dan lainnya tetap aman. Kami akan menyusul, kalian pergilah lebih dulu," pinta Red dan orang-orang itu pun paham.


Amanda yang diberikan kabar mengejutkan ini tentu saja kaget, tapi bercampur senang. Ia tak menyangka jika keponakannya, Yena, masih hidup dan akan ikut pulang.


Red tetap berada di Guatemala bersama pasukan The Shadow, tapi kini Martin ikut datang untuk membantu.


Red yang masih terluka bahkan hampir tak beristirahat karena harus menyusul tim kedua di titik mereka berhenti setelah mengikuti kelompok orang-orang berseragam burung itu.


Red menghubungi Vesper dan mereka ikut terkejut karena makam Lucifer Flame ditemukan. Tempat itu kini dijaga oleh anggota The Shadow sembari mencari petunjuk apapun di sana.


Vesper mengirim tim penyidiknya ke lokasi makam dengan Sandara Liu dan Lysa sebagai ketua pelaksana.


Red Ribbon dikirim untuk melindungi dua anak perempuan Vesper selama misi berlangsung.


Tempat Jordan dan lainnya yang kini berkumpul di sebuah titik tunggu.


"Jordan, Paman BinBin. Kalian baik-baik saja?" tanya Martin berjalan mendekati mereka di tengah gelapnya hutan Guatemala bersama The Shadow dan Red yang kini memakai kaki robot generasi kedua dipinjamkan Martin.


"Yes. Hah, hanya saja. Mobilku kehabisan bahan bakar. Kami tak bisa mengejar lebih jauh karena banyak penjaga di tempat itu. Selain itu, aku merasa ada Pemancar Fatamorgana dengan radius 500 meter. Kita sekarang berada di luar radius itu. Mobil mini kamera tak bisa masuk karena sinyal hilang," ucap BinBin melaporkan.


"Lalu, apa yang kalian temukan?" tanya Red duduk di batang kayu karena masih merasakan sakit jika berjongkok.


"Ada markas bawah tanah. Kami tak bisa melihat pergerakan di bawah. Ada pintu dengan palka besi seperti bunker. Namun, orang-orang yang memakai topeng gagak berjaga di sekitar tempat itu. Bahkan ada yang di pohon. Gerak-gerik mereka sungguh senyap, seperti burung. Kita harus waspada," ucap Match melaporkan panjang lebar.


Red mengangguk paham. Martin dan lainnya mengamati sekitar.

__ADS_1


"Kalian sudah memastikan tempat ini aman?" tanya Martin khawatir.


"Setelah kami mendapat kabar jika kalian telah tiba, Mix ikut memasang Pemancar Fatamorgana portabel dengan radius 100 meter. Kita seperti di dalam kurungan sekarang. Harusnya kita aman, tapi radio mati," jawab BinBin santai.


"Pemancar Fatamorgana portabel? Kalian membuat benda itu lagi bahkan dengan model yang berbeda?!" pekik Martin yang tak tahu sama sekali.


"Maaf, ini tak dijual bebas dan sebenarnya masih uji coba. Lalu ... jangan bilang kepada Vesper dan Kai jika aku membawanya diam-diam tanpa sepengetahuan mereka. Salah sendiri mereka pelit. Aku hanya ingin mencobanya apakah berhasil atau tidak," jawab BinBin terlihat kesal.


Martin dan lainnya hanya terkekeh pelan. Tak lama, Mix kembali setelah memasang Pemancar Fatamorgana di suatu tempat di atas pohon.


"Mix, bagaimana?" tanya Red saat lelaki bertubuh besar itu ikut berjongkok dalam kelompoknya.


"Lokasi kita berbatasan dengan Belize," jawabnya berwajah serius.


"Oh, benarkah?" tanya Red seperti terkejut.


"Ya, meskipun masih terbilang jauh. Namun, aku merasa jika markas tersembunyi mereka seperti menembus ke Belize. Semacam memiliki jalan rahasia khusus. Jika kau memiliki rekanan di Belize, coba cari tahu tentang kelompok itu. Harusnya, mereka tiba di tempat itu saat fajar," ucap Mix menganalisis.


Martin mengangguk pelan. Namun, saat ia mengeluarkan ponselnya, Martin tersadar jika masuk dalam zona Pemancar Fatamorgana. BinBin meringis.


"Hah, aku pergi sebentar. Sungguh menyusahkan," gerutunya sembari beranjak dari tempatnya berjongkok diikuti beberapa anak buahnya.


BinBin mencibir terlihat kesal karena alatnya disalahkan dalam hal ini meski omelannya tak terdengar.


"Bagaimana kak Sia?" tanya Jordan tiba-tiba.


"Oh, mereka baik-baik saja. Mereka sudah terbang ke Rusia karena membawa saksi hidup dari kegiatan dari kelompok ini. Jadi saranku, kau kembalilah ke rumah sewa, Jordan. Biarkan Mix and Match yang menyelesaikan ini. Selain itu ... mm," jawab Red menggantung.


"Ada apa?" tanya BinBin ikut penasaran.


"Sandara Liu datang kemari. Ia, Lysa dan timnya akan menyelidiki menara tersebut. Kalian tahu? Tempat itu adalah penjara Lucifer Flame sekaligus makam dirinya," jawab Red yang praktis mengejutkan semua orang.


"Oh! Ahh ... ini semakin jelas. Pantas saja kami langsung disergap dan akan dibunuh! Ternyata itu adalah tempat Lucifer di tahan selama ini. Wah, tapi aku sungguh tak menyangka. Para warga sipil itu pasti tentara yang menjaga penjara Lucifer. Mereka ada banyak sekali. Hehe, aku jadi semakin yakin jika Lucifer orang hebat. Satu orang dijaga hampir 100 tentara bahkan mungkin lebih," ucap BinBin terkekeh.


Orang-orang mendesah pelan. Mereka panik, tapi BinBin menanggapinya dengan santai.


"Kalau begitu, aku ikut kembali ke rumah sewa saja. Kalian sungguh tega, mengumpankan orang tua untuk ikut dalam misi. Kalian sengaja ingin membuatku gugur dalam peperangan ya?" tanya BinBin langsung emosi.


"Bukan begitu, Paman. Tapi ... ah sudahlah. Kau pulang saja bersama Jordan. Seharusnya besok tim Lysa datang. Sebaiknya kalian di sana untuk menyambut mereka dan mengantarkan ke menara tersebut," jawab Red sampai sulit berkata-kata.


Sopir The Shadow segera kembali ke mobil bersama dengan Jordan dan BinBin. Mobil mereka sudah diisi bahan bakar penuh oleh anak buah Martin.


Sedang Martin yang sudah kembali usai melakukan panggilan, diminta untuk ikut kembali ke rumah sewa.


Red, Mix and Match serta Black Armys milik Martin ikut mengawasi pergerakan orang-orang bertopeng gagak sampai ditemukan kejelasan dari aktifitas mereka.


***

__ADS_1


Hari ini puasa terakhir ya? mohon maaf lahir bathin ya. semoga semua amal ibadah kita selama bulan ramadhan diterima Allah SWT dan mendapat pahala berlipat apalagi kl vote banyak ke lele. Yakin pahalanya segunung. Uhuk.


__ADS_2