Secret Mission

Secret Mission
Pengadilan 13 Demon Heads


__ADS_3

Usai pemakaman, para mafia elite dalam jajaran 13 Demon Heads segera mempersiapkan penerbangan menuju ke Italia untuk mengikuti persidangan atas kasus penyerangan ke sesama anggota dewan oleh Raja Khrisna.


Silhouette sudah menunggu di kediaman Raja Khrisna, New Delhi, India untuk membawa tersangka ke meja pengadilan.


Semua orang-orang dalam jajaran Khrisna dibuat tak bisa berkutik meskipun Jordan tak ikut bersama mereka, tapi Mix and Match bersiap untuk menyeretnya paksa jika Raja menolak untuk ikut.


Mereka bicara dalam bahasa India.


"Kalian akan baik-baik saja. Jamal akan menjaga kalian," ucap Raja kepada keluarganya.


Terlihat, para isteri Raja menangis. Mereka sangat takut jika suami mereka akan dieksekusi mati oleh Jordan yang dikenal tak memiliki belas kasih.


Dengan langkah berat, Raja Khrisna pergi meninggalkan rumahnya dengan tangan terborgol, dijaga ketat oleh orang-orang dari kubu Jordan.


Jamal beserta Rajesh dan anak buahnya mengikuti Tuan Besar mereka di belakang. Mereka akan ikut dalam persidangan.


Namun, dalam jajaran 13 Demon Heads, para tersangka tak memiliki pengacara pribadi. Semua keputusan berada di tangan dua kubu yang akan menentukan nasib terdakwa nantinya.


Akhirnya, siang itu, Raja Khrisna berikut orang-orang dalam jajaran yang telah ditunjuk oleh Pengadilan terbang menuju ke Italia, Markas Besar Dewan Sekretariat 13 Demon Heads.


Pengadilan akan diselenggarakan dua hari mendatang sembari menunggu bukti-bukti yang diperkuat oleh Jordan dan Sandara di mana Vesper hanya memberikan waktu selama 3 hari setelah Rohan memberikan kesaksiannya dalam pengaruh gas halusinasi.


Sehari sebelum persidangan di selenggarakan. Penjara bawah tanah Markas Besar Dewan Sekretariat 13 Demon Heads, Italia.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


"Berhentilah bicara, Rohan! Pengkuanmu sudah direkam tanpa ada manipulasi. Banyak saksi yang melihat. Tutup mulutmu, tak usah membela diri. Pengadilan yang akan memutuskan kau bersalah atau tidak, terutama ayahmu," ucap Amanda tegas di balik jeruji usai perekaman dari interogasi yang dilakukan olehnya dalam ruangan khusus di bawah pengaruh gas halusinasi.


Rohan memegang jeruji besi erat dengan kedua tangannya. Nafasnya tersengal dan tubuhnya berkeringat hebat.


"Ini semua karena Axton! Jika dia tak mengambil Nandra, semua ini tak perlu terjadi!" teriak Rohan lantang hingga suaranya menyeruak di ruangan tersebut.


"Jika Rahul tak egois, Nandra tak mungkin jatuh dalam pelukan Axton! Kakakmu yang bodoh dan kau masih membelanya. Kematian Rahul bahkan tak ada hubungannya sama sekali dengan Axton. Militer yang membunuhnya dan kau tahu itu," tunjuk Lysa ikut geram.


BRANG!


Lysa dan Amanda terkejut. Rohan menghantam tubuhnya ke jeruji besi hingga suara getarannya terdengar cukup kencang.


"Sia dan William. Jangan kau kira kami akan melepaskan dua orang itu, Nyonya Amanda. Anakmu dan menantu CIA-mu itu, merekalah penyebab kematian dari Rahul. Kalian menjebaknya. Kami akan membalasnya," geram Rohan dengan tangan kanan terulur dari celah jeruji besi, mencoba menangkap tubuh Amanda.


Nafas Amanda sesak seketika. Lysa membawa Amanda pergi dari penjara untuk kembali ke atas.

__ADS_1


Terlihat Amanda seperti ketakutan jika hal buruk terjadi pada anaknya, Sia dan menantunya, William di mana ia masih menaruh balas budi pada keluarga Miskha.


"Jangan dipikirkan, Nyonya Manda. Itu hanya ancaman dan gertakan Rohan saja. Namun, ada baiknya kau makin memperketat penjagaan kepada anakmu, Sia. Urusan William sedang diusahakan oleh Red dan lainnya. Mereka kini fokus mencari keberadaannya," ucap Lysa berjalan berdampingan bersama Amanda menaiki tangga sembari mengelus punggungnya lembut mencoba menenangkannya.


"Terima kasih, Lysa. Kau sungguh gadis yang baik," ucap Manda dengan senyum manisnya dan Lysa mengangguk.


Amanda diantarkan ke kamar sementaranya selama menginap di markas besar. Ketika Lysa berjalan di koridor ingin kembali ke kamarnya untuk mengecek kondisi King D, ia terkejut melihat Sia yang pucat, memegangi dahinya sembari menyender pada dinding.


Kening Lysa berkerut. Saat ia akan mendatanginya, tiba-tiba Boleslav muncul dan segera memegangi kedua lengan anaknya.


Lysa langsung bersembunyi di balik dinding. Ia mengintip dan mendapati Sia dipapah masuk ke dalam kamar oleh Boleslav.


"Duduklah. Daddy lihat kau pucat beberapa hari ini. Apa tugas dewan terlalu berat untukmu?" tanya Boleslav khawatir.


Sia menggeleng dan masih mencoba untuk tetap tersenyum. Sia terlihat gugup. Kedua tangannya saling beradu di atas pangkuannya. Boleslav menatap Sia tajam.


"Apa yang kau sembunyikan? Jangan bohong, Daddy tahu kau ingin mengatakan sesuatu. Pasti tentang William 'kan?"


Sia mengangguk. Wajah Boleslav berubah garang seketika.


"William meninggalkanmu, Sia. Dia ...."


Sontak, kedua mata Boleslav melebar. Ia terkejut mendengar pengakuan Sia yang tak disangkanya. Calon Ibu muda itu meneteskan air mata meski ia berusaha untuk tetap tenang.


"Aku harus menemukan William, Daddy. Aku tahu kau tak menyukainya, tapi dia adalah ayah dari anakku dan aku ingin ketika bayiku lahir William ada di sisiku," ucap Sia mencoba untuk tetap tegar.


Boleslav terdiam. Ia lalu beranjak dari sisi Sia dan berjalan pergi meninggalkannya begitu saja keluar dari kamar.


"Daddy ...," panggil Sia sedih karena Boleslav mengabaikannya.


Boleslav berjalan dengan lesu menyusuri koridor dan kini masuk ke kamar yang ditempati oleh istrinya, Amanda.


Diam-diam, Lysa mendengarkan pembicaraan itu dari balik dinding tempat persembunyiannya.


Lysa melewati kamar Sia dan ia mendapati wanita cantik itu menangis sedih. Lysa tak mau ikut campur. Ia memilih untuk segera kembali ke kamarnya untuk beristirahat.


Hari Persidangan.


Orang-orang dalam jajaran 13 Demon Heads yang sudah tiba dan berkumpul di ruang persidangan tampak gugup.


Ini pertama kalinya terjadi kasus penyerangan oleh sesama anggota dewan. Pembentukan Pengadilan atas saran Jordan dan Sandara kala itu mendapat pujian dari para mafia elite.

__ADS_1


Namun, suasana tegang seketika saat kubu dari Sandara memasuki ruangan dengan seragam putih mereka sebagai penetral.


Sandara duduk di bangku terpisah dengan sebuah tas jinjing yang senada dengan pakaiannya lalu ia letakkan di atas meja.


Pandangan para tamu kemudian teralih pada sekumpulan orang-orang berbaju hitam dari kelompok eksekutor.


Jordan duduk di bangku terpisah seperti Sandara. Pedang Silent Red siaga di pinggul sebelah kiri.


Jordan tak membawa apapun. Ia hanya duduk pada sebuah kursi dengan meja di hadapannya. Sandara melirik Jordan sekilas yang duduk berseberangan dengannya.


Tak lama, Vesper, Amanda, Tuan Robert dan Tuan Wilson masuk. Mereka duduk di kursi yang berjejer empat buah di depan kursi terdakwa dengan sebuah meja panjang.


Para tamu mulai duduk di bangku yang telah disediakan berada di sisi kanan dan kiri, mengapit tim penetral, tim eksekutor, empat petinggi dan ruangan khusus bagi terdakwa.


Jordan memberikan kode pada Mix and Match dan keduanya mengangguk pelan.


NGEKKK!


Mata semua orang kini teralih pada sosok Raja Khrisna, Rohan dan pasukannya yang ikut melakukan penyerangan di mansion Axton kala itu.


Mereka dipakaikan baju berwarna merah dan Kedua tangan diborgol ke depan. Mereka dijaga ketat oleh orang-orang berpakaian abu-abu dengan alat penyetrum dalam genggaman.


Kesepuluh orang itu didudukkan pada sebuah kursi besi. Kaki mereka dirantai agar tak kabur.


DOK! DOK! DOK!


"Dengan ini, pengadilan 13 Demon Heads dibuka!" ucap Amanda lantang dengan palu kayu yang ia ketukkan kuat di atas papan.


Tiba-tiba, semua jendela dan pintu ditutup rapat secara otomatis. Orang-orang terkejut. Lampu ruangan padam dan gelap gulita.


Ternyata Amanda dan Vesper sudah mengoptimalkan sistem keamanan agar tak ada yang pergi sampai persidangan selesai.


Lampu sorot menyala terang menyilaukan, diarahkan tepat ke 10 tahanan agar wajah-wajah para terdakwa itu terlihat jelas.


Bahkan CamGun muncul dari atap ruangan di keempat sisi dan kini senjata itu mengarah ke para tahanan.


Kesepuluh orang duduk pada sebuah kursi di atas lantai besi berukuran 10 meter berbentuk persegi. Orang-orang itu panik seketika.


***


kalo ada tipo2 harap maklum. nguantuk sumpah. lele mau bo2 dulu. jgn lupa vote poin koin vocer dan likenya ya. tengkiyuw💋💋💋

__ADS_1


__ADS_2