
Jonathan, Ivan dan William panik saat Buffalo tak keluar dari mobil yang ditumpangi oleh mereka.
"Bulldog-3B! Lindungi Buffalo!" teriak Jonathan mewakili Ivan dalam memberikan komando.
"Copy that!" jawab pemimpin pasukan pelindung beranggotakan mantan anak buah Axton yang kini menembaki pasukan The Circle yang mengejar Buffalo dengan motor trail.
"Pasti misil itu sudah menandai mobil yang ditumpangi Buffalo atau bisa jadi, misil tersebut dikendalikan," ucap William mengidentifikasi dari serangan pihak musuh.
"Aku ambil dugaan pertama. All team! Tinggalkan mobil! Bisa jadi kendaraan kita dipasangi chip yang membuat misil terus mengejar!" teriak Afro merespon.
William, Jonathan dan Ivan mengendap menuju tempat perlindungan di balik batuan besar.
Pasukan yang tergabung dalam misi malam itu terkejut mendengar analisis Afro. Red segera melakukan tindakan penelusuran.
"Kau dengar itu, Q?" tanya Red terlihat panik sembari melihat dari pantauan satelit situasi pertempuran.
Dengan sigap, Q segera melakukan identifikasi pada rangka mobil yang sudah ditandai olehnya dengan bantuan GIGA.
"GIGA ANALYZE ...."
"Red! Tebakan William benar. Aku melihat semua mobil yang disewa oleh Arthur memiliki sebuah benda yang terpasang pada bagian grille mobil. Jika dilihat sekilas, itu hanya sebuah logo dari merk mobil. Aku tidak tahu benda berkedip itu bisa dilepaskan atau tidak. Aku juga tak tahu apa dampaknya jika terlepas, aku tidak bisa menduganya," jawab Q dari pemindaian yang dilakukan oleh GIGA.
"Agh, sial!" pekik Red geram.
"Masih bisa diakali tanpa harus meninggalkan mobil. Pasang pemancar fatamorgana portabel. Hanya saja, radio kita akan terputus nantinya. Namun, kita tetap bisa berkomunikasi dengan kode lampu laser," sahut Jordan tiba-tiba.
"Oke! Aku setuju. Akan segera kusiapkan!" jawab Oz yang berhasil kabur dari serangan pasukan suku Indian anak buah Madam di sisi selatan dan kembali memasuki mobil bersama timnya.
"Akan kami lakukan!" teriak team lainnya.
William, Jonathan dan Ivan masih bersembunyi di balik batu karena jarak mereka cukup jauh untuk mendekati kediaman Madam.
Kediaman Madam yang dilindungi oleh ladang ranjau, luncuran misil dari atap, tembakan dari senapan otomatis di menara dan jumlah pasukan yang banyak, sangat mustahil bagi mereka bisa mendekat tanpa kehilangan nyawa.
Rumah yang berada di tengah-tengah padang gurun yang dipenuhi batuan terjal, semak belukar dan juga bukit di sekelilingnya, membuat hunian mewah itu sangat sulit untuk dijangkau.
Banyak jebakan melindungi rumah dengan gaya Itali tersebut. Para team dalam kepemimpinan Jordan dibuat kalang kabut dan hanya bermanuver di sekitar kawasan karena tak bisa mendekati mansion.
"Ini pembantaian. Madam tahu jika akan di serang," geram Ivan dengan bahasa isyarat dan William mengangguk setelah Jonathan menerjemahkannya meski nafasnya tersengal.
Tiba-tiba, mata William terbelalak saat melihat mobil yang dikemudikan oleh Buffalo menuju ke arahnya dengan misil masih mengejar.
"Jonathan!" teriak William langsung mencengkeram kuat jas anti peluru anak ketiga Vesper dan mengajaknya berlari menghindar.
Namun, William tertegun ketika Ivan malah berdiri menunjukkan dirinya, menaiki batuan besar sebagai pelindung mereka.
Jonathan yang berlari bersama William terkejut, ketika melihat Ivan mengarahkan sebuah senapan ke grille bagian depan mobil seperti yang disebutkan Q tadi.
Buffalo mempertajam pandangannya saat Ivan sudah membidiknya. Mata William melebar karena penasaran apa yang akan dilakukan oleh Ivan.
Seketika, SHOOT!! CRATTT!!
"Oh!" pekik William terkejut ketika misil tersebut tiba-tiba jatuh di atas tanah meski lampunya masih berkedip aktif.
CITTT!!
"Nice shoot," puji Buffalo langsung turun dari dudukkan kemudi setelah menghentikan laju mobilnya tepat di depan batu besar tempat Ivan berpijak.
"Apa itu?" tanya William heran.
__ADS_1
"Oh, senjata baru. Peleleh logam. Nathan gak kepikiran akan menggunakan alat itu. Untung ada Papi Ivan," jawabnya lega lalu berlari mendatangi Ayah Baptisnya.
Buffalo mengambil misil itu dan mengamatinya.
"Q, bisa kau pindai?" tanya Buffalo dari sambungan earphone.
"Arahkan ke atas langit, aku akan mencoba mengidentifikasinya," jawab Q dan Buffalo segera mengangkat tinggi-tinggi benda sebesar lengan betis orang dewasa itu ke atas.
William melindungi timnya di mana jarak mereka yang paling jauh dari pertempuran. Ia melihat banyak letupan api dan suara tembakan di sekitar kediaman Madam.
"Oke, aku sudah dapat. Misil itu mengunci target pada chip yang terpasang pada grille mobil. Misil yang kau pegang itu masih berfungsi dan bisa meledak. Hati-hati, kau membawa bom, Fal," ucap Q yang mengejutkan semua orang yang mendengar.
"Wait-wait ... jika itu benar, kita bisa memanfaatkannya," ucap William menunjuk misil tersebut saat Buffalo nyaris menjatuhkannya.
"Caranya?" tanya Jonathan penasaran, William tersenyum.
BROOMM!!
Mobil yang dikendarai oleh Buffalo kembali melaju dengan tim yang tadi melompat karena khawatir terkena luncuran misil.
"Oke, semoga kita berhasil," ucap Buffalo menguatkan mentalnya, menggenggam erat kemudi mobil.
Jordan melihat pergerakan Bulldog-3 dari pantauan drone yang diterbangkan oleh anak buah Red dengan jumlah banyak seperti serangga di sekitar langit mansion Madam bagian timur.
Mata Jordan terfokus pada mobil Bulldog-3 yang terus melaju kencang, dilindungi oleh Bulldog-3B dari segala jenis serangan yang berusaha untuk menghambat laju kendaraan mereka ke titik utama, membobol benteng kediaman Madam.
Mobil lainnya mengikuti cara Ivan dengan melelehkan benda berkedip pada grille dengan senjata peleleh logam dan berhasil.
Pemancar fatamorgana portabel dinonaktifkan karena semua misil yang membidik mereka bisa dijatuhkan.
"Apa yang kalian rencanakan? Beritahu kami!" desak Jordan dari panggilan radio.
Dengan sigap, Buffalo menginformasikan ide dari William. Semua tim yang masih bertahan meski terlihat berantakan akhirnya mengikuti strategi dari lelaki bermata biru tersebut.
William tersenyum tipis. Ia tak mengira idenya bisa menyatukan seluruh timnya yang sempat tercerai-berai karena serangan mengejutkan dari Madam.
"Arthur, now!" pekik Jordan dari sambungan radio.
Sebuah CD (Critical Drone) diterbangkan oleh Arthur untuk membidik ladang ranjau agar bisa dilewati oleh Bulldog-3 dan tim Jordan. Seketika, KLIK!
DODODODODOOR!!
BLUARRR!! DOOM! DOOM! DOOM!
Suara ledakan dari ranjau yang terlihat dari pantauan GIGA meledak hebat meski tak ada satupun korban tewas baik pihak kubu Jordan ataupun Madam, tapi mengejutkan anak buah Madam.
"Jangan sampai ada yang tersisa, Arthur!" perintah Jordan lagi.
Namun, tiba-tiba ....
DODODODOOR!! DUWARR!! BRANGG!!
"Shit! Mereka menembak jatuh CD-ku! Hah, menyebalkan. Namun, aku masih punya banyak, akan kuberondong kalian semua sampai jariku pegal," geram Arthur emosi karena drone-nya menjadi bidikan penembak senapan otomatis di menara mansion Madam.
"Om! Udah aman belom? Tinggal 50 meter lagi jarak kita!" tanya Jonathan panik dari sambungan radio.
Red kembali mendapatkan visual yang diteruskan dari Q melalui pantauan GIGA.
"Belum semua! Ikuti komandoku!" jawab Red lantang, tapi mengejutkan semua orang.
"Oh, shit!" pekik William panik yang duduk samping Buffalo karena halaman luas di hadapannya masih terpendam ranjau aktif.
__ADS_1
Buffalo langsung tegang seketika. William melihat jika Buffalo seperti ragu dengan hal ini.
"Belok kiri!" teriak Red tiba-tiba dari sambungan radio, tapi Buffalo terkejut dan malah mematung. Ia tetap melajukan mobilnya lurus ke depan.
"Tante Fal!" teriak Jonathan shock langsung berjongkok di jok mobil karena takut mobil meledak akibat menginjak ranjau.
Namun dengan sigap, CITTT!!
"Fal, pindah ke samping, biar aku saja. Fokus pada bidikan kita," sahut William yang setengah tubuhnya sudah berada di bangku kemudi mobil dengan kaki menginjak kaki Buffalo pada pedal rem dan salah satu tangannya di rem tangan.
"Oh, oke," jawab Buffalo gemetaran dan segera pindah posisi. William dengan sigap mengambil alih kemudi.
BROOM!!
William memundurkan mobilnya kembali. "Red, arahkan!" panggil William fokus pada kemudinya.
"Belok kiri!" jawab Red cepat.
William segera melaju mobilnya ke kiri sesuai instruksi dari Red.
"Ambil kanan dan terus saja sekitar 5 meter lalu belok kiri!"
"Roger that!"
BROOM!!
Jantung orang-orang di tim Bulldog-3 berdebar kencang tak karuan. CD kembali diterbangkan oleh Arthur untuk menghancurkan ranjau yang ditanam di bagian utara dan barat halaman mansion sebelum menuju gerbang utama.
Suara ledakan ranjau akibat tembakan CD di belakang mobil William terdengar bersahut-sahutan agar Bulldog-3B bisa mengikuti tim dari Ivan.
Mobil lainnya tetap menyerang dari sisi yang sudah ditentukan agar bidikan dari penyerang tak terfokus pada William yang akan membobol gerbang utama kediaman Madam di sisi barat.
William bermanuver zig-zag di kawasan tanah tandus dan berdebu untuk menghindari ranjau yang masih aktif tertanam di sekitar kawasan karena CD belum menuntaskan tugasnya.
Hingga akhirnya, keahlian William dalam mengemudikan mobil berhasil membawa mereka sampai di gerbang besar milik kediaman Madam.
"Ivan! Siapkan!" teriak William mantab dan dengan sigap, sunroof di atap mobil terbuka.
Tim Jonathan saat itu sudah datang lebih dulu untuk memodifikasi mobil tersebut meski tanpa remote karena teknologi tersebut baru ada di Ceko, bengkel peninggalan Pak Sutejo.
Mobil modifikasi untuk misi Arizona hanya mobil tempur biasa yang harus dioperasikan secara manual.
Jonathan dan Buffalo dengan sigap menyiapkan senjata untuk membobol gerbang utama pintu masuk.
Ivan yang memakai sepatu magnet, berjongkok di atas kap mesin mobil, membidik sasarannya dengan senapan peleleh logam.
"Now!" perintah William saat jarak sudah 10 meter dari pintu gerbang utama. Dan seketika ...
SHOOT!
KLIK!
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
Napas dulu. Iklan tips koin dulu. Kwkwkw lanjutannya nanti. Sabar saudara-saudara😆
Btw makasih koinnya, dobel eps lagi untuk besok, lele padamu, muachhh💋💋
__ADS_1