Secret Mission

Secret Mission
Merebut Kembali*


__ADS_3


ILUSTRASI


SOURCE : PINTEREST


---- back to Story :


Di sisi lain, di waktu yang sama ketika tim William bertempur di luar mansion.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


"Urusan kita bertiga belum selesai. Aku tak mau diganggu," ucap Vesper tegas menunjuk Yes dan Madam bergantian, menatap mereka tajam.


"Aku setuju," jawab Madam serius dengan dua bodyguard berkepala gundul dan berbadan besar menjaganya serta puluhan anggota The Circle bersetelan rapi menjaga bos besar mereka.


"Baiklah. Akan kututup tempat ini agar tak ada pengganggu. Kali ini, aku sependapat dengan kalian. Militer tak boleh campur tangan," sahut Yes.


Ia meminta semua tentaranya keluar dan meninggalkannya sendirian termasuk Shamus serta Ace.


Dua lelaki tersebut keluar melalui lubang celah di mana mereka pada akhirnya melakukan pertarungan dengan William saat itu.


Suasana tegang seketika. Vesper bersama Jonathan, Han, Ivan, Afro, Yusuke dan Rohan berdiri di belakangnya, terlihat serius.


Tiga kubu itu saling berpandangan penuh curiga di mana kini para tentara militer mengepung luar mansion Madam untuk memastikan jika para mafia bidikan mereka tak kabur.


"CIA tahu jika The Circle masih berada dalam tubuh mereka?" tanya Vesper menatap Yes tajam.


"Tentu saja tidak."


"Lalu. Semua tentara militer tadi?" tanya Vesper heran.


"Mudah. Aku mengatakan. Jika akan diadakan pertemuan besar antara anggota dewan 13 Demon Heads dengan pemimpin The Circle, Sierra Becca di Arizona. Aku juga mengatakan jika dua kelompok mafia besar ini berencana untuk bergabung untuk melakukan kejahatan terbesar di dunia. Menghancurkan pemerintahan dan yah, militer percaya. Hebat bukan," jawab Yes tersenyum lebar.


"Parasit!" teriak Rohan geram dan seketika.


BLUARRR!! BRUSHH!!


"Yusuke, atap!" teriak Jonathan saat melihat langit-langit aula tersebut runtuh dan berlubang karena ledakan yang dibuat oleh para tentara militer.


Seketika, SHOOT!! JLEB! JLEB! JLEB!


"Bunuh semua! Jangan sisakan!" teriak Afro lantang dan kelompok mafia muda itu mengangguk paham.


Pintu dan celah lubang kembali di buka. Para tentara militer kembali masuk dan menyerang para mafia.


Aksi penyerangan di mulai. Suasana riuh seketika. Tiga kelompok itu saling menyerang satu sama lain.


Pasukan The Circle melakukan aksi saling tembak dengan para tentara militer di ruangan tersebut.


Afro, Jonathan, Rohan dan Yusuke mengincar Yes. Sedang Vesper, Han dan Ivan terfokus untuk melenyapkan Madam.


DODODODOOR!!


"ARGHH!"


BRUK!!


Rencengan peluru tajam mulai memberondong para mafia muda yang mulai berlari untuk menyerang Yes. Namun, pria itu dilindungi oleh banyak tentara militer.


Yusuke kembali melesatkan panahnya. Ia fokus menjatuhkan para tentara militer yang turun melalui celah lubang itu.


Rohan melontarkan granat gas ke kumpulan para tentara militer dan The Circle dengan senjata pelontar granat buatan khusus dari Vesper Industries.


Ruangan itu dipenuhi oleh gas berwarna-warni. Kelompok Vesper sudah bersiaga. Mereka mengenakan masker khusus sambil berlari melakukan penyerangan.


Yusuke dilindungi oleh Rohan di belakangnya yang kini menembaki wajah-wajah para tentara militer yang ikut menggunakan masker agar mereka terkena dampak dari gas beracun itu.


Jonathan menembakkan senjata peleleh logam ke arah para tentara dan The Circle yang tertangkap bidikannya.


Afro melindungi Jonathan dengan melemparkan granat mini ke arah kumpulan dua kubu lawan.


Suara ledakan dan rintihan kematian bersahut-sahutan terdengar di dalam aula besar itu. Mereka saling membunuh untuk memenangkan pertempuran.

__ADS_1


"Afro!" teriak Jonathan lantang saat ia melihat Yes melarikan diri melewati pintu tempat ia datang tadi bersama pasukan pelindungnya.


Yes berhasil membawa barang-barang peninggalan Lucifer Flame yang dimasukkan dalam tas ransel besar termasuk dua buku peninggalan Hashirama serta Cecil.


"Pengecut itu akan kabur!" geram Afro yang berlari semakin kencang dengan juniornya saat di Camp Militer mengejar Yes.


Afro menebas semua manusia penghalang di depannya menggunakan pedang Silent Gold yang diberikan oleh anak ketiga Vesper.


Kilatan pedang laser terlihat di balik asap pekat yang bercampur di ruangan dan mulai menjatuhkan orang-orang yang terkena dampak asap beracun.


Dua remaja itu mengejar Yes untuk merebut tas itu kembali. Namun, keduanya kembali mendapatkan hujan peluru dari tentara militer yang menghalangi pergerakan mereka.


Jonathan dan Afro bersembunyi di balik pot besar yang melindungi. Namun, dua remaja itu tak tinggal diam.


Keduanya melakukan aksi balas dengan melemparkan granat tabung ke arah pasukan militer yang membuat blokade dengan terus menembaki pot pelindung hingga serpihannya berceceran di lantai.


KLONTANG!! PIPIPIPIPI!


"GRANAT TABUNG!" teriak salah seorang tentara yang mengenali persenjataan dari Vesper Industries.


Seketika, BLUARR!! SHOOT! SHOOT! CRATT!


"ARGHH!!"


BRUK! BRUK!


Para tentara militer yang terkena lontaran ratusan peluru dari granat tabung generasi terbaru tak bisa berkutik.


Mereka ambruk dan sebagian masih bisa bertahan, merayap untuk meloloskan diri.


Namun, dengan sigap, pisau dari set Silent Gold dilemparkan oleh Afro ke arah tentara militer yang sedari tadi ia sembunyikan di balik jas anti peluru.


JLEB! JLEB!


BRUK! BRUK!


"Keren banget dah calon adik ipar Nathan! Wohoo! Nanti Kak Afro akan Nathan puji di depan Dara!" ucapnya dengan mata berbinar dan Afro malah tersipu malu.


Belasan tentara militer tewas tak bisa menghindari serangan mematikan itu. Jonathan dan Afro keluar dari persembunyian.


Namun, saat keduanya sedang melucuti persenjataan dari para mayat militer, tiba-tiba ....


DODODODOOR!!


"Oh, shit!" pekik Afro saat tentara militer yang mereka kira kabur ternyata kembali lagi dari balik dinding dan menghujani mereka dengan serencengan peluru pembunuh.


"Hahaha! Aku sudah tahu! Kalian pasti akan mengambil senjata milik kami untuk dijadikan senjata kalian, 'kan? Aku sudah mempelajari gaya bertempur kalian, para mafia licik!" ucap Yes lantang di balik para tentara militer yang menembaki dua mafia muda.


Afro dan Jonathan menggunakan mayat dari para tentara yang tergeletak sebagai tameng. Namun, Afro dan Jonathan mulai merasakan dampak dari hujan peluru itu karena mengenai jas anti peluru mereka.


Tiba-tiba, GLUNDUNG!!


"GRANAT!" teriak Jonathan lantang dan spontan menendang granat itu agar menjauh.


Benar saja, DWUARRR!!


"Matilah kalian semua," ucap Yes dengan seringainya saat Jonathan dan Afro terkena ledakan.


Yes kabur bersama para tentaranya membawa tas ransel besar berisi peninggalan Lucifer Flame yang telah ditemukan Jonathan kala itu.


"Ohok, agh ... shit," rintih Afro dengan luka di kepala dan lecet di tangan karena terkena puing ledakan, begitupula Jonathan.


Beruntung, granat yang sempat ditendang Jonathan jatuh di dekat tumpukan mayat dan ledakannya tak mengenai mereka langsung.


Keduanya mengerang kesakitan dan merayap di antara serpihan daging manusia yang berceceran di sekitar mereka dengan telinga berdengung kencang membuat pusing kepala.


"Hei! Hei! Kalian tak apa?" tanya Yusuke dan Rohan yang menyusul keduanya.


"Aduh ... sakit semua badan Nathan," rengeknya dengan tubuh sudah berlumuran darah karena serpihan organ di lantai koridor mansion.


Yusuke dan Rohan membantu dua orang itu untuk segera bangun. Mereka berempat lalu berlari penuh kewaspadaan mengejar Yes.


"Kak Juna! Naomi! Kalian di mana? Yes kabur bawa tas Nathan!" tanya Jonathan dari sambungan earphone yang kini berhasil keluar dari mansion.

__ADS_1


"Di belakangmu!" jawab Arjuna cepat yang sudah mengendarai motor trail bersama beberapa orang berpakaian biru tua.


"Aku melihat mobil mereka. Ayo cepat, kita masih bisa mengejarnya!" jawab Arjuna lantang dan segera, para mafia itu saling berboncengan.


Arjuna meminta Afro mengemudikan motor trail tersebut dan sisanya membonceng orang-orang berseragam biru tua.


Jonathan membonceng Naomi dan berpegangan erat di perutnya.


Namun, saat empat motor itu menemukan mobil Yes yang mulai meninggalkan kawasan mansion, tiba-tiba ....


SRAKKK!! NGENGG!! BRAKKK!!


Sebuah tali penjerat mengenai motor yang ditumpangi Yusuke, Naomi, Jonathan, Rohan dan dua pengemudi hingga enam orang itu jatuh bergulung-gulung.


Arjuna berhasil menghindari tali penjerat dengan melompatinya. Keduanya tetap melaju kencang agar tak kehilangan Yes.


"Afro, lindungi aku!" teriak Arjuna lantang yang berdiri di belakang dudukkan, terlihat mantab tak jatuh karena sepatu magnet.


Arjuna menyalakan pedang Silent Blue miliknya di kedua tangan. Silau dari laser itu mengejutkan para tentara militer yang berpikir sudah berhasil lolos dari kejaran para mafia.


Namun lagi-lagi, "Tembak mereka!" perintah Yes lantang mendekap kuat tas ransel itu.


Hanya saja, kali ini Afro lebih cepat.


KLIK! SWOOSH!


"MISIL!" teriak salah seorang tentara melihat dua buah misil meluncur dari bagian depan motor trail modifikasi itu.


BLUARR!! BLANG! BLANG!!


Mobil Yes bergulung hebat dengan kobaran api melahapnya. Para tentara militer yang masih hidup berusaha untuk menyelamatkan diri agar tak terbakar termasuk Yes yang berhasil lolos dari maut meski ia terluka parah sembari mendekap tas ransel itu kuat.


"Selesaikan Arjuna!" teriak Afro lantang.


Dengan sigap, Arjuna melompat ke mobil yang terbalik itu dan berdiri di atasnya dengan pedang Silent Blue dalam dua genggaman.


CESS!!


"ARGHHH!!" rintih Yes ketika tangannya dipotong perlahan oleh Arjuna yang sengaja menyiksanya.


Naomi dan lainnya yang berhasil menyusul terlihat miris melihat Arjuna menghabisi nyawa para tentara militer itu dengan membelah tubuh mereka dengan laser Silent Blue dalam keadaan hidup.


Jonathan bergidik ngeri dan semakin memeluk Naomi erat.


Gadis cantik itu bahkan sampai memejamkan mata karena merinding dengan tangan mulai berkeringat karena tak menyangka jika Tuan Mudanya sangat keji bahkan tak terlihat ketakutan di matanya.


"Kuambil apa yang bukan menjadi milikmu, Yes," ucap Arjuna bengis saat ia mengambil potongan tangan yang masih memegang tas ransel Jonathan.


Yes mengarang kesakitan di mana hanya ia yang masih dibiarkan hidup. Arjuna melemparkan potongan tangan Yes ke sembarang tempat dan memakai tas ransel itu.


Afro garuk-garuk kepala karena tak menyangka jika siksaan yang Arjuna berikan cukup keji.


"Agh!" rintih Yes saat Arjuna menginjak kepalanya ketika meninggalkannya.


Yes yang tengkurap menatap Arjuna penuh kebencian saat pria muda itu kembali naik ke motor dan siap untuk mengemudi.


"Mati kau!" teriaknya lantang dengan pistol di arahkan ke tubuhnya, tapi DOR!


Semua orang tertegun ketika Naomi menembakkan sebuah peluru dan tepat mengenai dahi Yes, melubanginya. Pria itu tewas dengan mata terbelalak.


"Kalian sudah mendapatkannya! Cepat pergi dari sana dan kita bertemu di titik penjemputan!" perintah Amanda yang tersambung ke radio para mafia itu.


Orang-orang itu mengangguk paham dan segera melaju kendaraannya meninggalkan area pertempuran.


Di sanalah, William melihat Arjuna dan Afro pergi dengan sebuah motor trail berboncengan yang diikuti oleh para mafia muda lainnya.


***


Hehe, tadi up 4YMS2 dulu. Judulnya tukeran. Baiklah, perangnya belom bubar. Masih ada lagi nanti. Minum dan nafas dulu ya.


Yg pada bingung. Ini ceritanya perangnya William and the gank bareng sama Vesper cs. Bedanya, William di luar Vesper cs di dalam. Kalo gak paham ya udah😑


Makasih tips koinnya besok masih dobel eps

__ADS_1


💋💋💋



__ADS_2