Secret Mission

Secret Mission
Hidup dan Mati


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


"Lupakan saja!" teriak Arjuna lantang dan seketika, DOR! DOR! DOR!


"Agh!" rintih Yes saat Arjuna menembakkan pelurunya ke dada lelaki itu, tapi ternyata tak membunuhnya.


"Kontak! Kontak!" teriak Shamus sembari menekan belakang telinganya yang ternyata tersambung ke radio pasukan militer.


Mata dari dua kubu mafia itu melebar. Seketika, aula riuh dengan suara tembakan aksi saling serang antar tiga kubu.


William langsung mengarahkan kursi roda elektriknya mendekat ke dinding dengan Sia dalam pangkuannya, memeluknya erat.


Red, Arthur, Amanda, Jordan, Mix and Match segera melindungi William dan Sia dari segala jenis serangan yang bisa membunuh mereka.


Namun tiba-tiba, Amanda berteriak.


"Maksim, now!"


William melihat Amanda memasang earphone di kedua telinganya sembari menggunakan sarung tangan unik dan kacamata.


Seketika, BLUARRR!!


Semua orang dalam aula tiarap ketika dinding dekat halaman luar mansion dijebol oleh sebuah misil yang diluncurkan Maksim.


"Kita harus segera pergi dari sini!" teriak Manda panik mengomandoi kelompoknya.


Anggota Silhouette yang tersisa segera ikut bergabung. Jordan melindungi Sia dan William dengan dua algojo Ibunya di samping kanan kirinya.


"Go! Go! Go!" ajak Manda yang berlari lebih dulu di depan.


William bersama kelompoknya keluar melalui lubang besar yang disinyalir dibuat oleh Maksim.


William melihat pasukan Silhouette yang tersisa melakukan aksi saling tembak dengan pasukan The Circle.


Silhouette melindungi orang-orang penting dalam jajaran 13 Demon Heads agar berhasil keluar di lubang yang sama.


Aksi saling bunuh terjadi di ruangan itu. Sedang di luar, terlihat banyak kendaraan militer mulai memenuhi kawasan mansion.


William panik seketika. Pemandangan seperti sebuah perang besar terjadi. Hanya saja, ia merasa beruntung karena tak ada pesawat tempur dan tank yang ikut serta dalam aksi menjelang pagi itu.


William mencemaskan kondisi Sia yang sedang mengandung anaknya. Sia terlihat ketakutan karena hampir terbunuh.


"Mereka mengincar para dewan senior!" pekik William saat ia melihat sebuah helikopter dengan banyak tentara di dalamnya menembakkan jaring ke beberapa mafia yang berada di bawah untuk ditangkap hidup-hidup.


Saat William dan kelompoknya dilanda kebingungan karena semua sisi dari tempat itu dipadati orang-orang yang bertempur, tiba-tiba, ia melihat Lysa melesatkan sebuah anak panah ke helikopter yang menjaring para anggota dewan dengan busur otomatis.


Seketika, helikopter tersebut seperti mengalami kegagalan mesin. Baling-baling helikopter tak bergerak dan membuat benda terbang itu jatuh begitu saja dari ketinggian.


William kembali terkejut saat melihat banyak pasukan memakai seragam berwarna biru tua gelap muncul dengan puluhan motor trail melakukan aksi balas kepada tentara militer.


Mata William beralih pada Arjuna yang dengan sigap meraih pinggul salah satu pengendara berpakaian biru yang sedang melaju dengan motor trail-nya.


Arjuna berdiri dengan posisi membungkuk di belakangnya. William melihat sepatu yang digunakan oleh Arjuna sama sepertinya berikut yang lain.


"Red, apakah alas sepatu ini memiliki semacam magnet? Tadi aku melihat Ivan dan kini Arjuna bisa berdiri tanpa terjatuh pada pijakan yang terbuat dari besi," tanya William menganalisis.


Red tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


"Kau cukup menghentakkan kedua telapak kakimu dengan kuat sampai tanda biru berkedip. Itu pertanda, sepatumu siap beraksi," jawab Red menunjukkan contoh dengan sepatunya dan William mengangguk mengerti.


BROOM!!


"Cepat masuk!" panggil Yena yang tiba-tiba muncul dengan sebuah mobil type Double Cabin di dekat tim William.


Segera, Manda meminta orang-orangnya naik ke dalam. Namun, William memilih untuk berada di bak belakang bersama Red, Mix and Match untuk melindungi Sia, Amanda, Yena, Arthur dan Jordan yang duduk di dalam.


"Pergilah! Kami akan menyusul!" ucap Oz Silhouette yang melindungi semua orang dalam jajaran 13 Demon Heads yang masih berusaha keluar dari lubang tersebut.


Manda terlihat enggan, tapi ia terpaksa pergi meninggalkan orang-orang yang selama ini setia pada orang tuanya demi keselamatan keluarga.


BROOMM!!


Yena dengan sigap segera menginjak pedal gas mobil. Ia melaju kendaraannya menerobos kumpulan orang-orang yang masih sibuk bertarung di sekitar mansion.


"Ya Tuhan, apakah kita akan selamat? Bisakah kita keluar hidup-hidup?" tanya Sia panik meski mencoba untuk tetap tenang sembari mengelus perutnya.


"Kita akan baik-baik saja, Sayang. Semua sudah direncanakan, tapi ... lebih baik jika kita berdoa," jawab Manda berusaha untuk tetap tenang.


Tiba-tiba, sebuah mobil militer muncul mengejar William dan timnya. Dengan sigap, orang-orang di bak belakang menyiapkan persenjataan untuk menghalau serangan.


"Red, apa ini?" tanya William memegang sebuah benda yang menurutnya unik itu.


Red menatap benda dalam genggaman William tajam.


Dengan sigap, Red mengambil benda dari tangannya dan memasukkan dari belakang tuas kokang ke senapan yang bentuknya seperti segitiga siku dengan memiliki ujung laras sebesar benda tersebut.


Seketika, SHOOT!


William terkejut karena bidikan Red meleset dan benda itu berhasil dihindari oleh mobil yang mengejar mereka.


William kembali tertegun saat mobil yang mengejarnya tiba-tiba meledak di bagian bawah hingga melompat ke atas dan berhenti seketika.


"Kami menyebutnya "HIT". Alat berbentuk bulat sebesar bola ping-pong itu memiliki sensor yang mendeteksi pergerakan dari benda berbahan logam. Saat ia ditembakkan, sensornya aktif. Satu HIT satu target. Namun, ia hanya bisa menangkap dalam radius maksimal 10 meter dan beruntungnya, benda itu memilih mobil militer sebagai sasarannya karena jaraknya yang paling dekat. Ia menggelinding dan mengejarnya, seperti ditarik magnet. Dan ketika ia menempel pada logam incarannya, boom. Itulah yang terjadi. Cukup efektif bagi penembak amatir yang tak hebat dalam membidik sasaran, tapi pastikan sasaranmu memiliki logam," ucap Red menjelaskan panjang lebar dan William mengangguk mengerti.


Namun, William jadi takut dengan benda bulat berwarna silver itu karena ia memiliki pen di kakinya.


Jantung William berdebar, membayangkan dirinya meledak dalam keadaan masih bernyawa.


Tiba-tiba, dari dalam mobil.


"STOP! STOP!" teriak Jordan lantang sembari menggebrak pintu mobil dengan kencang.


Yena menghentikan laju mobilnya seketika. Jordan keluar dari mobil begitu saja mengejutkan semua orang.


"Jordan! Kau mau kemana?!" panggil Manda lantang yang ikut turun dan kini berada di samping mobil.


"Aku tak bisa membiarkan Afro lolos untuk kesekian kalinya! Aku akan membawanya!" jawabnya lantang.


"Oh, shit! Jordan!" panggil Manda lagi karena anaknya berlari kencang kembali ke mansion Madam yang dipenuhi orang-orang bertempur.


"Aku akan menjaganya. Kita akan bertemu di titik temu," sahut William melangkahkan kakinya, siap untuk turun dari bak.


"Will, no!" teriak Sia yang wajahnya muncul dari jendela belakang terlihat cemas.


"Dia adikmu, Sia. Jangan lupa, ini adalah misi penebusan dosaku. Ini sudah keputusanku," ucap William tegas dan Sia menangis karena suaminya bersikeras dengan keinginannya.

__ADS_1


William mendekati jendela dan meraih wajah Sia. Ia melihat isterinya menangis karena ia akan pergi meninggalkannya.


"Aku akan baik-baik saja, aku berjanji," ucap William lalu mencium kening Sia sekejap.


Sia menahan tangisannya dan hanya bisa melepaskan kepergian sang suami untuk kembali bertempur.


Saat William akan turun, Mix memegang tangannya kuat. William menoleh dan melihat Match membuka sebuah koper yang berisi kaki robot.


Kening William berkerut. Ia terkejut saat dua algojo Amanda melepaskan sepatu magnet yang dipakainya lalu memasangkan dua benda itu di kedua kakinya dengan cepat.


"Kaki ini akan membawamu kembali, Will. Berhati-hatilah," ucap Match sembari memberikan sebuah tas ransel besar padanya.


William mengangguk. Ia segera turun, tapi mendadak meringis, ketika merasakan nyeri di kakinya. Namun tiba-tiba, rasa nyerinya reda ketika sebuah jarum menusuk kakinya yang sakit.


"Go, Will! Now!" perintah Mix lantang dan William segera berlari perlahan.


Namun, langkahnya semakin cepat ketika ia merasakan kakinya tak sakit lagi.


Saat William sudah hampir memasuki lubang tempat Jordan masuk untuk mencari Afro, ia terkejut ketika melihat Arjuna dan lelaki yang diincar oleh Jordan melaju kencang dengan sebuah motor trail meninggalkan lokasi pertempuan menggendong sebuah tas ransel.


"Wait, what? Lalu ... di mana Jordan?" tanya William bingung melihat sekitar.


"Argghhh! Lepaskan aku!"


William menoleh seketika saat melihat Jordan berhasil di tangkap dengan jaring oleh militer.


Mata William terbelalak. Ia langsung sigap membidik para tentara di sekitar anak Amanda.


DOR! DOR! DOR!


William menembaki para tentara yang menyeret jaring berisi Jordan untuk dinaikkan dalam sebuah mobil lapis baja.


Para tentara itu roboh karena peluru William tepat mengenai bagian tubuh yang tak berpengaman.


Namun, lokasi William diketahui. Mata William melebar saat kini ia dibidik oleh belasan moncong senapan siap membunuhnya.


"Oh, shit!" pekiknya lantang langsung berlari menghindar ke mobil lapis baja yang tadi mengejar kelompoknya.


William berlindung di balik mobil itu, berjongkok dengan nafas tersengal. Ia segera membuka tas ransel yang dibawakan oleh Match untuknya.


Tiba-tiba, "Will! Will! Kau mendengarku?"


"Nyo-Nyonya Manda?" jawab William terkejut saat earphone yang dipakainya terhubung.


"Ada Baby Tank dalam tasmu. Aktifkan dan sisanya biar aku yang urus," perintah Manda dan William segera mencari benda yang Amanda maksud.


William menemukannya dan meletakkannya di atas tanah. Ia melihat tombol power di bagian bawah kendaraan itu.


William menatap benda itu seksama. William terkejut, ketika benda seperti tank mini dengan misil dan gatling bergerak di atas tanah, keluar dari tempat persembunyian dikendalikan dari jarak jauh.


"Para mafia ini benar-benar memiliki mainan bagus," gumannya memuji.


"Thanks, Will," sahut Manda dan William meringis saat mengetahui jika Amanda mendengar pujiannya.


***


Jeda dulu, besok lagi. Iklan tips koin dulu. Makasih ya. Besok masih dobel eps. Mbak Chonk ini langganan ngetips. Uhuy😍

__ADS_1



4YMS2 up jam12 siang, jam5 sore dan 8 malam ya. Lele kasih 3 eps hari ini bayar utang gegara salah timer kemarin. Kwkwkw. Lele padamu💋💋💋


__ADS_2