Secret Mission

Secret Mission
Permintaan Terakhir Boleslav


__ADS_3

Sia terlihat bingung dengan permintaan William. Semua orang menatap Sia tajam, menunggu keputusannya termasuk William.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


"Ya. Tentu saja. Kau bisa mengandalkanku, Will," jawab Sia tersenyum.


Entah kenapa, hati William sungguh bahagia mendengarnya. Ia tak menyangka jika perempuan di hadapannya ini sungguh mau berusaha untuknya.


"Aku semakin yakin jika kau takdirku, Sia," ucap William memeluk isterinya erat.


Semua orang terharu mendengarnya. Senyum merekah muncul di wajah semua orang. Tiba-tiba ....


"Hei. Kabar baik! Yuki sudah bisa membuka koper itu bahkan tak meledak. Hebat bukan?" ucap Buffalo tiba-tiba muncul dari pintu interogasi.


Senyum kegembiraan kembali terpancar meski William tak paham hal itu.


"Sebaiknya kau segera pergi ke Black Castle, Nyonya Sia. Kabar baik ini sudah diumumkan ke seluruh jajaran dewan yang ikut lelang saat itu," saran Buffalo dan Sia mengangguk mantab.


"Baiklah, dua sejoli. Aku tahu kalian sedang kasmaran. Namun, kita berdua memiliki tugas masing-masing. Selain kabar tentang gas halusinasi, Nyonya Manda ingin kau bertemu dua anaknya. Jason dan Jordan," ucap Yena sembari mendekati William dan Sia.


"Jordan dan Jason?"


"Ya. Anak dari Amanda Theresia dan Antony Boleslav. Sepertinya ada hal penting yang ingin di sampaikan. Cepatlah ke atas. Banyak pekerjaan yang harus segera di selesaikan sebelum anakmu lahir, William Tolya," jawab Yena masih terlihat membenci William.


Lelaki bermata biru itu mengangguk paham. William menggandeng tangan Sia erat mengikuti orang-orang yang lebih dulu berjalan di depannya.


William terlihat kagum saat memasuki ruangan besar seperti ruang keluarga. Ia melihat ada dua anak lelaki kembar duduk berdampingan dengan Amanda dan Daniel di sana serta dua lelaki berwajah garang menatapnya tajam.


"Hallo, Will. Selamat datang di kediaman Boleslav. Ini dua anakku, Jordan dan Jason," sapa Manda mengenalkan.


William mendatangi Jason dan menjabat tangannya. Ia merasa jika Jason sangat ramah saat ia memperkenalkan diri.


Namun, ajakan jabat tangannya diabaikan oleh Jordan yang melipat kedua tangan di depan dada, tak mau berdiri dan masih duduk di sofa.


"Hehe, maklumi saja. Duduk, Will," ucap Jason garuk-garuk kepala karena Jordan enggan bersalaman.


William dan Jordan saling bertatapan tajam di mana mereka duduk berseberangan.


"Ada apa dengan anak ini? Aku bisa merasakan aura kebencian dalam dirinya. Tak seperti Yena yang masih ada kehangatan dalam ucapan dan sikapnya, tapi anak ini? Apa dia sakit?" batin William penuh dugaan.


"Jadi ... ada apa, Mom?" tanya Sia masih menggenggam tangan William.


"Sebelumnya ... maaf, Will. Karena ini bersifat keluarga inti, kau belum diperkenankan untuk bergabung. Anggap saja karena kau lupa ingatan, kau harus menunggu di ruang makan. Sebaiknya kau nikmati sarapan bersama Buffalo yang akan mendampingimu," ucap Amanda sopan dan William mengangguk paham.


Sia merasa tak enak hati, tapi William meyakinkan jika ia baik-baik saja. William mengecup kening Sia lembut dan pergi meninggalkan ruang keluarga bersama Buffalo ke ruang makan.


Sepeninggalan William dan Buffalo.

__ADS_1


"Siapa sangka, meski Tuan Antony Boleslav telah tiada, ia masih meninggalkan banyak kejutan. Ada email yang datang padaku tadi pagi dan aku yakin, dia mengirimkannya dengan sistem penjadwalan. Akan aku bacakan," ucap Daniel sopan dan semua orang terlihat serius mendengarkan.


"Halo, apa kabar semuanya? Semoga kalian baik-baik saja setelah kepergianku yang berkesan tiba-tiba.


Aku hanya ingin mengatakan, aku sangat menyayangi kalian semua. Terima kasih selalu berada di sampingku dan tahan akan semua sikap burukku selama ini, terutama Daniel, Red, Maksim, Yuri dan bodyguard-ku lainnya."


Praktis, keempat lelaki yang disebut namanya oleh Boleslav langsung tertunduk sedih. Mereka tak menyangka jika Boleslav menuliskan nama mereka dalam surat elektronik itu.


"Aku juga minta maaf padamu, Manda. Aku sangat mencintaimu. Tak pernah ada wanita lain di hatiku. Sejak pertama kali melihatmu, aku sudah jatuh cinta padamu. Jangan tertawa, aku sungguh-sungguh mengatakannya."


Namun, Amanda terkekeh meski ia meneteskan air mata. Ia tahu jika Antony Boleslav sangat mencintainya. Amanda mencoba untuk tetap tegar demi anak-anaknya.


"Maaf, jika harus membuatmu kesulitan dalam membimbing anak-anak kita nanti setelah kepergianku. Maaf, jika kepergianku menyakitimu. Hanya saja, aku yakin kau lebih kuat ketimbang aku. Aku membayangkan jika keadaan ini terbalik, kau yang pergi meninggalkanku. Aku tak sanggup menjalani hidup sebagai single parents. Oleh karenanya, sebelum hal itu terjadi, aku memutuskan pergi lebih dulu darimu."


Amanda langsung membungkam mulutnya rapat. Sia ikut memeluk Ibunya yang terlihat tak sanggup untuk tetap terlihat kuat di hadapan semua orang.


Daniel menarik nafas dalam agar ia bisa menyelesaikan membaca surat yang dikirimkan lewat email itu.


"Sia, my ice cream. Maaf, Daddy harus pergi dengan cara seperti ini. Jika kau ingin ice cream, kau bisa meminta pada William nanti. Minta ia untuk membuatkannya. Kali ini Daddy berjanji tak akan menghalangi cinta kalian. Maaf, jika keegoisanku membuat kalian berpisah. Daddy hanya ingin melindungimu. Namun, jika cara Daddy salah dan malah membuatmu tertekan, Daddy minta maaf. Ini hidupmu, jalanilah sesuai harapanmu. Daddy sangat menyayangimu. Hiduplah bahagia, Sia, dengan William dan anakmu nanti."


Sia tak bisa mengehentikan tangisannya saat namanya disebut dalam surat itu. Daniel terlihat bersusah payah agar tak menangis dan larut dalam kesedihan.


"Maaf, jika pilihanku ini mungkin terdengar egois dan bodoh bagi kalian semua, tapi bagiku ini yang terbaik.


Aku tak ingin ketika mati, aku melihat wajah orang-orang yang kusayangi bersedih di sekitarku.


Aku memutuskan untuk bunuh diri agar kalian tak menyalahkan orang lain atas kematianku. Rasanya sudah cukup kematian di sekitar kita.


Banyak hal yang belum kuselesaikan dan waktuku tak 'kan pernah cukup untuk merampungkannya.


Jadi, aku tinggalkan dua pekerjaan penting untuk dua anak lelaki kesayanganku, Jordan dan Jason.


Tolong selesaikan pekerjaan Daddy yang belum tuntas. Kalian bisa 'kan? Hem, Daddy anggap kalian bisa.


Baik ini tugas Daddy untuk kalian dan mungkin sampai kalian beranjak dewasa, semua baru selesai. Maaf, jika Daddy merepotkan. Daddy menyayangi kalian."


Sontak, semua orang terkejut mendengar isi terakhir dari surat email yang Daniel bacakan.


"Daddy meninggalkan pekerjaan apa untuk kita?" tanya Jason langsung sigap.


Daniel membuka lagi kotak masuk pada email-nya itu dan mendapati dua file yang dilampirkan dengan nama Jason serta Jordan.


Daniel lalu meneruskan file tersebut kepada Jason dan Jordan sesuai nama mereka.


Dengan sigap, dua anak kembar Boleslav membuka ponsel mereka dan mengecek isi dari pesan penting tersebut.


"Ini ...," ucap Jason menggantung saat Sia mendekat ikut melihat isinya.

__ADS_1


"Semua berkas dari usaha legal milik Antony Boleslav. Di sini ditulis Daddy, jika kau kini bertanggungjawab atas semuanya. Wow! Daddy memberikan asetnya padamu, Jason!" ucap Sia gembira, tapi Jason malah terkejut hingga matanya melebar.


"Se-sebanyak ini? Aku masih sekolah bahkan belum lulus. Apa yang harus aku lakukan dengan semua ini? Mommy!" jawab Jason langsung merengek dan panik.


Semua orang tersenyum melihat Jason seperti orang kebingungan.


"Jangan khawatir. Akan kami bantu mengelolanya. Semua aset itu baru jatuh ke tanganmu sepenuhnya saat umur 20 tahun. Sampai tiba waktunya, cukup bagimu untuk mempelajari semuanya," sahut Red menenangkan.


Jason bernafas lega. Sedang Jordan terlihat begitu serius membaca.


"Ada apa, Jordan?" tanya Amanda penasaran.


"Daddy tahu benar apa yang bisa kulakukan," jawabnya tersenyum licik.


"Apa itu?" sahut Sia ikut penasaran.


"Berburu."


Semua orang kembali terkejut.


"Aku akan mengajak William. Kak Sia, kau sebaiknya jangan menghalangi," ucap Jordan tegas dan Sia mengangguk pelan.


Jordan segera beranjak dari tempatnya duduk dan pergi meninggalkan ruang keluarga. Daniel mendekati Amanda dan Sia sembari menunjukkan pesan dari mendiang Antony Boleslav.


"Jadi ... inikah alasan Antony membiarkan William hidup? Untuk melenyapkan The Circle?" guman Manda dan diangguki oleh Daniel.


Sia terlihat gugup dan Amanda menyadarinya.


"William di pihak kita, Sia. Kita percayakan saja pada mereka yang ditunjuk Antony untuk merampungkan semua. Kau ... fokus saja pada kehamilanmu dan perekrutan pasukan. Kau harus menyelesaikannya sebelum kelahiran bayimu. Dan sekarang, kita harus ke Black Castle untuk mengambil aset asli Giamoco," ucap Amanda menatap anak perempuannya tegas dan Sia mengangguk paham.


Di ruang makan tempat William dan Buffalo menikmati sarapan.


"William! Tugas memanggil," ucap Jordan lantang dan William mengangguk.


"Berani kau mengkhianati kami, aku tak segan menebas kepalamu," ucap Jordan keji yang kini berdiri di depannya."


"Aku tahu. Aku sudah memilih untuk berpihak pada kalian. Sudah saatnya bagiku untuk membalaskan dendam atas kematian Cecil, Rika dan keluargaku karena The Circle memanfaatkanku," jawab William tajam.


Jordan tersenyum miring. Buffalo mengangkat tangan menawarkan diri ikut dalam misi dan Jordan mengangguk mengizinkan.


Jordan segera menghubungi tim eksekutornya. Mix and Match serta anggota Silhouette ikut bersiap karena mereka akan pergi untuk melakukan misi seperti instruksi yang diberikan Boleslav pada pemimpin mereka saat ini, Jordan Boleslav.


***


Halo. Utk 4YMS2 beda buku ya. Ini dia covernya. Jeng Jeng! Up jam 5 sore dan 7 malam nanti. Kalo 4YMS2 mau dobel eps juga boleh dg tips disana.


__ADS_1


Trims utk koin hari ini. Besok masih dobel eps ya💋💋💋



__ADS_2