Secret Mission

Secret Mission
Kacau Balau*


__ADS_3

William dan Maksim berjuang keras untuk bisa mendekati Jordan serta para mafia yang berhasil ditangkap.


"William! Fokus pada Jordan! Aku akan melindungimu!" pekik seseorang dari sambungan earphone yang membuat William bingung bicara dengan siapa.


"Monica! Ini suara Monica. Red Skull," sahut Yuri yang ikut tersambung pada frekuensi radio yang sama.


Mereka bertiga mendatangi sebuah mobil militer yang sedang mengamankan proses penangkapan para mafia di dalam jaring.


Seketika, dari atas langit ....


DODODODODOR!!


Para tentara militer itu terkejut ketika mendapati hujan peluru dari CD yang diterbangkan oleh Monica dalam jumlah banyak.


William memanfaatkan tentara yang lengah dan kini sibuk melakukan aksi balas dengan menyiapkan senjata peleleh logam.


SHOOT! KLAK! CESS!


Para tentara itu terkejut saat senjata mereka meleleh dan lelehannya mengenai tubuh mereka.


Orang-orang itu panik saat pakaian mereka ikut meleleh karena mengantongi banyak benda berbahan dasar logam.


Yuri dengan sigap melemparkan granat gas ke kumpulan orang-orang tersebut. Gas warna hijau kembali menyeruak.


William segera menutup hidung dan mulutnya, tapi ia baru ingat jika telah disuntikkan serum tersebut.


Maksim menuntaskan dengan menembak wajah para tentara militer yang terkena dampak gas tersebut.


William segera mengganti senjatanya dengan sebuah pistol. Ia mendekati mobil militer dan ikut melemparkan granat gas ke dalam. Gas kembali menyeruak.


William mengeluarkan para tentara militer yang berada di dalam mobil sembari menembaki wajah mereka dengan pistol dalam genggaman.


William melihat beberapa mafia berada dalam mobil itu. Mereka meminta serum penawar karena beberapa dari mereka terkena dampak gas hijau tersebut.


Dengan sigap, William kembali membuka tasnya dan menemukan kotak yang berisi banyak suntikan serum.


William memberikan kotak itu pada Jamal. Segera, Jamal menyuntikkan serum itu kepada Rajesh, Vijay dan Balraj. Bojan dan Martin terlihat baik-baik saja.


"Berikan senjata peleleh logam itu," pinta Bojan dan William memberikannya.


Bojan membuka besi pengait pada jaring untuk membebaskan para mafia. Terlihat orang-orang bernafas lega karena diselamatkan.


Dengan sigap, William mengambil alih mobil militer dan duduk di bangku kemudi.


"Yuri, status?!" teriak William lantang siap untuk melaju di mana CD yang tersisa dan lolos dari tembakan tentara militer masih melindungi mereka.


"Sudah semua, Will! Go! Go!" teriak Yuri lantang sembari membopong masuk Jordan yang masih terbungkus jaring.


William segera melaju kendaraannya. Maksim menjaga di atas dengan senapan gatling yang tersedia. Yuri menjaga pintu mobil dengan senapan laras panjang dalam genggaman melindungi mobil.


Mobil militer yang diakuisisi oleh William melaju kencang meninggalkan lokasi pertempuran.

__ADS_1


William melakukan manuver menghindari tembakan dari mobil militer yang masih menyerangnya.


"Will! Copper!" pekik Maksim lantang menunjuk ke atas langit di mana kini mereka dikejar oleh helikopter militer siap untuk diledakkan.


William panik dan terus menginjak penuh gas mobil. Maksim dan Yuri berteriak lantang menembakkan seluruh amunisi yang tersisa ke helikopter tersebut.


Para mafia yang berada di dalam mobil terlihat panik. Jamal, Martin dan Bojan yang sudah terbebas dari jaring dengan tergesa membebaskan para mafia yang masih terkurung.


Tiba-tiba, CESS!


Para mafia terkejut saat Jordan bisa membebaskan dirinya dengan pedang Silent Red dalam genggaman.


"Jordan, bebaskan mereka. Aku akan membantu melawan militer," tegas Martin, tapi Jordan diam saja.


Para mafia menatap Jordan seksama yang tak melakukan apapun. William melirik dari kaca spion tengah dan tetap fokus mengemudi.


"Jordan! Jangan diam saja! Kita butuh banyak bantuan! Kau saja tak cukup untuk membebaskan kita dari sini! Potong jaringnya!" teriak William lantang.


Jordan terkejut karena William meneriakinya, tapi anak Amanda itu melakukannya. Ia melepaskan para mafia yang terkurung jaring dengan cepat menggunakan Silent Red dalam genggaman.


"Kalian berhutang nyawa padaku," ucap Jordan dingin menatap para mafia yang sudah dibebaskannya.


"Dan kau berhutang janji pada kakakmu Sia untuk membawaku pulang dengan selamat!" balas William dengan pandangan fokus ke depan.


Martin yang kini duduk di samping William tersenyum tipis. Para mafia itu tak menyangka jika William berani membantah Jordan.


Martin melihat William masih menggendong tas ranselnya. Ia segera membuka sleting tas itu dan melihat isinya.


"Kau punya banyak senjata dan diam saja? Ish, kau sungguh keterlaluan, William," geram Martin saat menemukan granat tabung, granat mini, granat gas, HIT dan lainnya.


DODODODODOR!


"Agh!" rintih Maksim dan Yuri yang terkena dampak dari hujan peluru helikopter militer.


Jordan melihat tangan Yuri berdarah hebat dan ia mengerang kesakitan. Bojan segera menarik tubuh Yuri ke dalam dan merebahkannya.


"Oh, shit!" pekik Balraj melihat lengan Yuri seperti akan putus.


Para mafia di dalam mobil itu panik. Mereka berusaha untuk menolong Yuri yang sudah pucat dan berdarah hebat di lengannya.


Mata Jordan terbelalak melihat Yuri berusaha untuk tetap bertahan. Jordan melongok ke pintu keluar dan melihat helikopter yang menembaki mereka dari samping masih terus mengejar.


Tiba-tiba, palka atas terbuka dan BRUKK!!


"Maksim!" pekik Rajesh melihat Maksim juga berdarah hebat dan mengerang kesakitan.


Maksim batuk-batuk dengan darah keluar dari mulutnya. Vijay melihat punggung Maksim berlubang dengan peluru menembus baju pelindungnya.


Suasana dalam mobil militer lapis baja itu kacau balau. Para mafia berusaha menolong Maksim dan Yuri yang sudah sekarat.


Jordan terdiam dan memeluk lututnya erat. Ia merasa keberaniannya lenyap. Ia meletakkan pedang Silent Red dan menyerah.

__ADS_1


William melihat dari kaca spion tengah di mana para mafia yang berhasil diselamatkannya terlihat panik dengan tekanan yang mereka terima.


"Aku berjanji akan pulang dengan selamat. Aku ... aku ingin melihat anakku lahir," ucap William mantab yang ternyata di dengar oleh semu orang di dalam mobil itu.


"Akan aku wujudkan, William," sahut Amanda di sambungan radionya.


Tiba-tiba, muncul tiga helikopter wisata milik Rohan yang dipakai oleh William dan timnya saat mereka tiba di Arizona dari balik bukit.


"Hahaha! Yeah! Kill them all!" teriak Jamal gembira saat helikopter itu melintas di atasnya dan terlihat Javier, Drake, Buffalo, Seif, James, Lopez, Brian, Tora, Bykov serta Eko melakukan serangan balasan dari atas langit.


Suara ledakan dari senjata buatan Vesper Industries dan Boleslav Industries menggempur pasukan militer yang berada di bawah.


Helikopter yang mengejar mobil William dibidik oleh Buffalo dan Lopez yang menjadi pilot dua helikopter berwarna kuning seperti matahari yang mulai terbit pagi itu.


Jordan perlahan mengangkat kepalanya saat mendengar sorakan kegembiraan dari orang-orang di sekitarnya.


Ia melihat para tentara militer mulai mundur dari pertempuran karena terus di desak oleh kubu 13 Demon Heads yang terus berdatangan sebagai pasukan bantuan.


"Waktu kalian 15 menit lagi. Kami berusaha menghalau sinyal dari militer yang akan mengirimkan pasukan bantuan! Cepat pergi dari sana!" teriak Amanda lantang.


William mempercepat laju kendaraannya. Mereka akan berkumpul di dekat perbatasan California-Arizona, Colorado River.



Jalanan yang terjal dan curam membuat William berhati-hati dalam mengemudikan mobilnya.


Hingga akhirnya, saat ia sudah hampir sampai di titik yang dimaksud, tiba-tiba ....


"MISIL!" teriak Jordan lantang ketika melihat sebuah mobil militer berhasil mengejar, lolos dari serangan pasukan 13 Demon Heads meluncurkan misil ke arah mobil mereka.


Seketika, BLUARRR!! BLANG! BLANG!


"AGHHHH!" teriak orang-orang di dalam mobil yang terombang-ambil karena misil membuat mobil mereka terhempas dan kini terjun ke jurang tepian Colorado River.


CD yang mengikuti pergerakan mobil William membuat orang-orang di pusat kendali melebarkan mata ketika mobil tersebut jatuh dari ketinggian dan tercebur ke dalam sungai setelah bergulung hebat.


Jantung semua orang seakan berhenti seketika saat melihat mobil tersebut tenggelam dan tak terlihat orang-orang muncul ke permukaan.


"No ... Will ...," tangis Sia begitu saja langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan gemetaran.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


Napas dulu, besok lagi, nanti jantungan


Besok sebelum baca eps baru, baca eps sebelumnya dikit dulu di part akhir biar masih dapet gregetnya.


Makasih tipsnya jeng Bee.

__ADS_1


Lele padamu💋💋💋



__ADS_2