Secret Mission

Secret Mission
Presentasi Yang Mendebarkan


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


Jonathan terlihat kesal, nafasnya menderu. "Aku hitung sampai tiga. Satu! Dua!"


Praktis, semua orang dibuat panik dan segera menyuntikkan tangan mereka dengan ujung pulpen tersebut. Jonathan mendengus keras.


Sia memejamkan mata saat jarum itu menusuk kulitnya. Orang-orang dibuat kalap karena sikap Jonathan.


Vesper yang melihat dari ruang kaca di atas hanya tersenyum karena presentasi Jonathan penuh dengan ancaman dan mendebarkan.


"Oke, Paman. Jangan sungkan," ucap Jonathan melirik Paman BinBin.


Lelaki tua itu masuk ke dalam mobil dan menutup pintu. Ia sengaja membuka jendela hingga sosoknya terlihat.


Ia mulai menekan pedal gas hingga suara deru mobil membuat jantung semua orang berdebar.


BinBin melaju mobil itu perlahan, berputar mengelilingi orang-orang yang berdiri berkelompok membuat lingkaran.


Terlihat orang-orang itu gugup saat melihat dari lubang knalpot mobil, menyeruak gas berwarna hitam pekat.


Beberapa diantara mereka spontan menutup hidung, tapi BinBin malah menyeringai.


Sia terlihat panik karena tak tahu apa yang terjadi. Jantungnya berdebar kencang.


"Itu gas perusak syaraf," ucap Jordan menginformasikan.


Sia menelan ludah dengan kedua tangan mulai berkeringat dingin. Orang-orang dibuat ketakutan karena seperti kelinci percobaan Jonathan, tapi remaja itu terlihat santai mengibas-ngibaskan tangan.


Hingga akhirnya, mobil itu kembali berhenti. BinBin mematikan mesin mobil. Orang-orang bernafas lega.


Jonathan kembali meminta salah satu anggota The Kamvret untuk melakukan sesuatu.


Bayu menekan tombol pada dinding dan praktis, semua gas yang menutupi tempat itu menghilang, tersedot entah menuju kemana.


"Tidak usah dipikirkan kemana gas itu pergi. Yang sudah pakai serum akan baik-baik saja," ucap Jonathan santai dan semua orang mengangguk pelan.


"Apakah gas itu beracun? Aku tak merasakan apapun?" tanya Sia heran.


Semua orang terkekeh. Lagi-lagi, Sia merasa diremehkan, tapi ia berusaha untuk tetap sabar.


Jonathan memberikan kode lagi. Muncullah seorang lelaki sudah babak belur, dipegangi kuat lengan kanan kirinya.

__ADS_1


Lelaki itu terlihat ketakutan saat diseret paksa dan diberdirikan di belakang mobil BMW Sia. Wajah semua orang terlihat tegang.


"Ada yang penasaran dengan aktifitas kita. Tak usah merasa bersalah. Dia salah satu mata-mata dari KGB (Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti) Rusia. Jadi, Kak Sia penasaran akan dampak dari gas hitam tadi 'kan? Silakan dilihat dan diingat baik-baik," ucap Jonathan dengan seringainya.


Lelaki utusan dari KGB itu panik ketika sebuah asap warna hitam pekat muncul dari knalpot mobil BMW di depannya.


BinBin menyalakan lagi mesin mobil dan terus menginjak gas mobil hingga akhirnya lelaki itu batuk-batuk.


Mata Sia terbelalak ketika melihat lelaki tersebut menggelepar di lantai dengan seluruh tubuh mengejang.


Sia melangkah mundur terlihat takut saat mata, lubang hidung dan lubang telinga orang itu berdarah.


Lelaki itu terus batuk-batuk hingga muntah darah. Terlihat ia seperti begitu tersiksa hingga seluruh ototnya menegang. Sia shock dan ketakutan.


"Ohok! Ohok, agggg."


Mata semua orang terbelalak. Sia menelan ludah. Ia melihat lelaki itu tewas dengan mata terbelalak dan mulut menganga lebar.


"Lain kali, hati-hati dengan rasa ingin tahumu, Kak Sia. Itu ... bisa membunuh orang," ucap Jonathan santai saat melihat lelaki tadi tewas dengan darah mengucur dari lubang-lubang anggota tubuh.


Nafas Sia tersengal, ia mengangguk paham. Para Black Armys yang bertugas segera menyingkirkan mayat itu dan membersihkan lantai yang kotor terkena darah.


"Jika kau takut melihat kematian, kau relakan saja kursi dewanmu kepada yang lain, Kak Sia!" ucap Jonathan lantang ketika Sia membalik tubuhnya seperti akan beranjak pergi.


Sia menghentikan langkah seketika. Ia terlihat tertekan akan hal ini. Sia menarik nafas dalam dan kembali membalik badannya dengan wajah dingin.


"Aku hanya merapikan riasanku. Lanjutkan, aku ingin tahu kemampuan lain dari mobilku," ucap Sia sombong dan semua orang tersenyum miring.


Jordan diam saja melihat Kakaknya mengangkat dagunya terlihat angkuh. Jonathan melanjutkan kembali presentasinya.


"Melihat dari kecerobohanku saat Mustang buatanku hampir diperkosa oleh CIA, aku menambahkan fiture khusus. Jadi, pastikan tangan kalian tersimpan dalam database pengguna jika ingin memakai mobil modifikasiku," ucap Jonathan lagi dan kini seorang lelaki masuk ke ruangan presentasi tersebut.


Kening semua orang berkerut ketika melihat lelaki itu memakai seragam Black Armys. Para penonton bingung.


"Selama ini, kita penasaran siapa penyusup dalam kubu kita. Nah, aku mendapatkan satu. Black Armys level M yang direkrut saat di Indonesia. Siapa sangka ternyata dia salah satu intel pemerintah. Jadi, mari berikan tepuk tangan meriah untuk calon demonstran kita yang berkesempatan untuk mencicipi sentuhan manis dari Jonathan," ucapnya dengan senyum terkembang dan semua orang bertepuk tangan.


Terlihat lelaki berwajah Asia itu panik. Mulutnya dilakban dan kedua tangannya diborgol. Ia diberdirikan paksa di samping mobil merah muda itu.


BinBin keluar dan mengaktifkan sistem penguncian. Seperti saat mobil ditinggalkan di sebuah tempat parkir.


Jonathan meminta agar orang itu membuka pintu mobil tersebut, tapi ia menolak dan memberontak.

__ADS_1


"Cuma buka pintu doang, apa susahnya? Ini mobil mahal, gak penasaran kaya apa rasanya masuk ke dalam? Mau dikendarai boleh kalo bisa," ucap Jonathan dengan bahasa Indonesia campuran dan Jordan dengan sigap segera menerjemahkan kepada Kakaknya. Sia mengangguk paham.


Lelaki itu terlihat gugup ketika semua mata menatapnya tajam. Namun, lelaki itu terlihat enggan melakukannya. Jonathan kesal.


Ia mendatangi lelaki itu dan menarik tangannya kasar agar menyentuh handle pada pintu mobil. Black Armys penjaga segera menyiagakan senjata, berjaga jika lelaki itu melakukan perlawanan.


Hingga akhirnya, usaha Jonathan berhasil. Lelaki itu memegang handle tersebut setelah Jonathan meletakkan tangannya pada pintu pembuka.


Seketika, BUZZ!!


"Empgh!" erangnya ketika sebuah semprotan asap muncul dari bingkai jendela mobil dan mengenai matanya.


Jonathan terkekeh ketika melihat lelaki itu menggelepar di lantai memegangi matanya yang sakit dan terus mengerang meski suaranya tertahan.


Dengan santainya, Jonathan mengeluarkan pistol dari balik jasnya. DOR!


Sontak semua orang tertegun ketika anak ketiga Vesper menembak lelaki yang sekarat tepat di kepalanya. Lelaki itu tewas seketika.


Sia shock melihat banyak kejadian pembunuhan yang terjadi dalam satu waktu. Rasanya dunia berputar begitu cepat dan membuat ia hampir hilang kesadaran.


Paman BinBin datang sembari menunjukkan layar ponselnya. Ternyata, ada kamera kecil yang memiliki sistem alarm khusus yang terhubung ke ponsel BinBin.


"Sebenarnya ada banyak sistem keamanan tambahan pada mobil ini. Bahkan beberapa fungsi aslinya sengaja aku buang karena menyusahkan, membuat kita seperti diperintah oleh komputer pada mobil ini. Kita pengendalinya bukan komputer mobil ini," ucap Jonathan tegas dan semua orang mengangguk setuju.


"Kita bisa memilih sistem keamanan saat mobil ditinggalkan. Yang barusan, fiture standar. Jika mobil dirampok atau dibuka paksa, misal ... kaca sengaja dipecahkan, akan muncul dari bawah mobil pisau pemotong kaki. Hanya saja, kami kehabisan orang sebagai bahan percobaan. Mungkin ada yang mau menawarkan diri diantara kalian?" tanya BinBin cuek, tapi mengejutkan semua orang.


"Mungkin Kak Sia mau coba?" tanya Jonathan menunjuknya.


Seketika, BRUKK!


"SIA!" pekik Red panik karena Sia malah pingsan dan Jordan tak sempat menangkapnya karena kaget.


"Yah, pingsan, Paman. Padahal belom selesai presentasinya. Hehehe," kekeh Jonathan merasa sikap Sia sangat konyol untuk seorang mafia, terlebih menjadi anggota dewan.


Orang-orang menertawai Sia yang tak sadarkan diri. Ia langsung dibopong oleh Red meninggalkan ruang presentasi. Jordan menatap semua orang tajam.


Seketika, semua orang terdiam, tapi tidak dengan Jonathan yang malah melambaikan tangan dengan senyum terkembang.


 


jangan lupa votenya. SM jauh banget dr 20 besar. syedihnya😩

__ADS_1


__ADS_2