
Mereka bicara dalam bahasa Inggris.
William melongok dari balik mobil lapis baja yang menjadi tempat perlindungannya saat Baby Tank melakukan aksinya dengan menembaki para tentara militer yang berusaha membawa pergi tahanan mereka, para mafia yang berhasil ditangkap.
William kembali memakai tas ransel dan pistol dalam genggaman. Namun, saat ia muncul dari balik mobil lapis baja tersebut, tiba-tiba ....
DUAKK!!
BRUKK!! SRAKK!!
"Agh!" rintihnya yang langsung jatuh terlentang karena wajahnya dihantam oleh benda keras dan mengakibatkan pistolnya terlepas.
"Kau salah memilih, William," ucap seorang lelaki yang sepatu boots militernya terlihat oleh William saat berusaha untuk bangun.
DUAKK!!
"Agg!" rintih lelaki itu ketika William menendang lutut kakinya hingga ia roboh ke samping.
William segera bangun dan meluncurkan lututnya tepat di wajah lelaki itu hingga ia jatuh tengkurap di atas tanah.
William kini bisa melihat jelas wajah lawannya, tapi ia tak mengenalinya.
Lelaki itu adalah Ace, teman satu timnya dulu ketika menumpas Denzel Flame bahkan menjadi anak buah Rahul dan ikut seleksi menjadi salah satu bodyguard Axton dulu.
William yang tak merasa memiliki hutang budi ataupun kenangan dengan lelaki tersebut terus saja meluncurkan pukulannya bertubi-tubi dengan gagang senapan laras panjang dalam genggaman ke wajahnya.
BRUKK!!
"Arghh!" William kembali merintih saat tubuhnya tiba-tiba di robohkan dari samping.
William yang terlentang di atas tanah kini diduduki oleh pria itu yang memukul wajahnya kuat dengan kedua tangannya bergantian hingga kesadaran William hilang sementara.
William linglung, tapi bisa merasakan wajahnya sakit karena pukulan kuat lelaki kulit hitam yang terus menghajarnya.
Saat kepalan tangan Shamus siap mendarat di pipi William, dengan sigap, William menangkap kepalan tangan itu dengan satu tangannya dan GRAB!!
"Ohok!"
Shamus langsung memegangi pergelangan tangan William yang mencekik lehernya kuat. Dua orang itu saling beradu kekuatan hingga seluruh otot-otot mereka menegang.
"Haarghh!!"
DUAKK!!
BRUKK!!
William mengerang dan sengaja membenturkan dahinya ke hidung Shamus hingga mata lelaki berkepala botak itu terpejam seketika karena kaget.
William menggulingkan tubuhnya ke samping dengan Shamus berada di atasnya sekuat tenaga hingga lawannya ikut berguling.
Cengkeraman keduanya terlepas saat tubuh mereka menghantam badan salah satu roda dari kendaraan lapis baja.
William segera berdiri dengan berpegangan pada badan mobil tersebut, tapi lagi-lagi ....
__ADS_1
DUAKK!!
"Argh!"
Kepala William dipukul kuat oleh Ace hingga lelaki bermata biru itu jatuh tersungkur. Wajah Ace yang sudah babak belur dan berdarah tak menurunkan niatannya membunuh William.
Tas William ditarik hingga terlepas saat ia berusaha memberontak dengan menahan sakit di kepalanya.
Namun, William memanfaatkan hal itu. Ace yang memegang tasnya di depan dada mendapatkan tendangan telak di wajahnya dari salah satu kaki William yang menggunakan kaki robot.
Seketika, BUAKK! BRANGG!!
"Hah, what?"
Tubuh Ace terlempar jauh. William baru menyadari jika kaki robotnya itu sangat kuat hingga wajah Ace hancur tak berbentuk saat punggungnya menghantam tubuh mobil lapis baja. Ace tewas begitu saja.
Namun, seringai William muncul. Ia mendatangi Shamus yang terkejut melihat Ace sudah tak bernyawa lagi. William berlari kencang ke arahnya.
Shamus bersiap dengan kepalan di tangan kiri dan tangan kanan memegang belati siap menghunus tubuh lawannya.
Shamus mengarahkan ujung belati ke bagian perut William, tapi dengan cepat kedua tangan William menangkapnya, menahan serangan itu.
Namun, kepalan tangan kiri Shamus dengan sigap meluncur dan memukul pelipis kanan William hingga lelaki bermata biru itu mengerang merasakan sakit.
KRAKK!!
"Arrghhh!" teriak Shamus lantang.
Dengan cepat, William menghadapkan punggungnya ke dada Shamus dan mendorongnya kuat ke belakang hingga punggung lelaki kulit hitam itu menghantam badan mobil lapis baja.
William menambah serangannya dengan menginjak punggung kaki Shamus sebelah kanan dan meremukkannya meski dilapisi sepatu militer.
William melepaskan diri dan kini menghadap Shamus yang sudah roboh di hadapannya masih memegang belati itu.
Saat Shamus kembali melakukan serangan ke kaki William dengan menusukkan ujung belati ke kakinya ....
KLANG!!
Mata Shamus terbelalak karena bilah belatinya itu patah. William tersenyum licik.
Mantan agent CIA itu menuntaskannya dengan melakukan putaran kaki kanan menendang kuat kepala lelaki itu hingga Shamus terlempar jauh seperti Ace.
Lelaki itu tewas setelah tubuhnya menghantam batuan besar hingga batu itupun terbelah karena tendangan kuat William.
"Wow, kaki ini sungguh ... keren," ucap William senang.
"Berterima kasihlah pada suamiku, William. Itu kaki robot milik Boleslav," sahut Amanda tiba-tiba dan William diam seketika.
Kembali, perasaan bersalah muncul dalam dirinya. William bergegas mendatangi mayat Ace yang masih memegang tasnya.
William segera memakainya kembali. Ia lalu tiarap untuk melihat dari balik mobil lapis baja pergerakan Baby Tank.
Ternyata, benda kecil itu masih sanggup bertahan dengan meluncurkan misil untuk membuat para tentara yang menangkap para mafia kocar-kacir.
__ADS_1
Senyum William merekah, tapi ia sadar jika benda itu tak akan bertahan lama karena amunisinya menipis.
"Will! Tembakkan Hit! Kau tahu cara menggunakannya," pekik Red mengejutkannya.
William segera bangun dan membuka kembali tasnya. Ia mengambil bola-bola di dalam tas itu dan memasukkannya dalam senapan khusus berbentuk segitiga siku.
DODODODODOR!!
William terkejut saat mendengar suara tembakan dari arah Baby Tank. Lelaki bermata biru itu melongok dan mendapati tentara-tentara yang berusaha membawa para mafia ke dalam helikopter, ditembaki oleh benda kecil itu.
William melihat kesempatan ia membidik helikopter yang kini mendarat agar proses pengangkutan segera selesai.
SHOOT!
GLUNDUNG ....
William melihat benda bulat itu menggelinding di bawah badan helikopter. William mempertajam matanya saat benda itu tiba-tiba menempel dan lampu merah berkedip cepat.
BLUARRR!!
"Yes!" ucap William puas karena tepat mengenainya.
William kembali menembakkan bola-bola itu ke kendaraan militer yang bisa dijangkaunya. Suara ledakan bersahut-sahutan terdengar.
William kembali memakai tasnya dan berlari untuk menyelamatkan Jordan di mana para tentara gagal membawanya karena kendaraan mereka meledak tiba-tiba.
"1000 tentara pun akan kulayani," ucapnya senang sembari mencium senapan peleleh logam yang kini ada dalam genggamannya dan berlari pelan mendatangi kendaraan militer yang meledak.
"Will!" panggil seseorang tiba-tiba di kejauhan.
William terkejut karena itu adalah Maksim dan Yuri. Mereka melambaikan tangan dan meminta William berkumpul bersama mereka.
Mantan agent CIA itu segera mendatangi keduanya. Mereka bersembunyi di balik badan helikopter yang mengalami gagal mesin karena panah Lysa.
Suasana masih mencekam dengan suara tembakan dan ledakan di segala tempat saat matahari akan segera terbit.
William melihat para tentara di dalam helikopter telah tewas dan diyakini ulah dari Maksim dan Yuri. Maksim menyadari jika William memakai kaki robot.
"Will! Kakimu itu terbuat dari baja dan anti peluru. Kau bisa menendang sebuah batu besar dengan kaki itu tanpa terluka sedikitpun. Kaki itu juga dilengkapi alas magnet. Kau bisa melakukan banyak hal," ucap Maksim menunjuk kaki robot yang dipakainya.
"Ya, aku tahu," jawab William merasa jika dugaannya benar kalau kaki robot yang dipakainya sangat hebat.
"Kita harus membebaskan para mafia yang ditangkap. Sebagian dari mereka sudah berhasil kabur," ucap Yuri ngos-ngosan.
"Baik. Lindungi aku," jawab William cepat dan dua lelaki bertubuh besar itu mengangguk mantab dengan senapan dalam genggaman.
Mereka membentuk huruf V dengan William di depan. Maksim dan Yuri mengikuti di sampingnya.
Yuri dan Maksim menembaki para tentara yang menghalau laju mereka. Baby Tank hancur setelah dilempar granat oleh seorang tentara ketika berusaha membebaskan Jordan.
***
maap telat up kerjaan sudah antri sejak pagi uyy. trims tipsnya😘 hari ini dobel eps termasuk besok juga. lele padamu💋💋💋
__ADS_1