Secret Mission

Secret Mission
Queen VS Queen


__ADS_3

Vesper berlari menghindari serangan jarum yang melesat dari lubang di bawah sandaran tangan.


Kursi yang diduduki Madam bahkan bisa berputar. Vesper melihat ada pengendali di sandaran kursi itu.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"Hah! Sial! Dia sengaja membuatku lelah!" pekik Vesper geram.


Ivan dan Han menghabisi tentara militer yang masih bertahan di dalam Aula. Semua anggota The Circle telah tewas. Mayat-mayat mereka bergelimpangan di segala tempat.


"Ivan! Amunisi kita menipis! Kita tak bisa bertahan lebih lama lagi!" teriak Han sembari melucuti semua persenjataan dari mayat-mayat yang bergelimpangan.


Ivan sudah terlihat begitu kelelahan hingga rambutnya basah karena keringat dan nafasnya tersengal.


Ivan melihat dua lelaki gundul yang kini duduk menyender pada dinding terlihat pucat.


Tiba-tiba, dua lelaki gundul itu tertegun saat Ivan mendatangi sembari menunjuk dengan sorot mata tajam.


Han ikut mendatangi dengan persenjataan yang berhasil ia rampas. Ia melihat Ivan melakukan gerakan isyarat dan Han mengangguk paham.


"Kami akan mengampuni kalian berdua asalkan membantu menghalau militer yang masuk dari celah lubang itu. Kami mati, kalian juga," tegas Han menatap dua lelaki berbadan besar itu tajam.


Dua bodyguard Madam saling memandang, tapi pada akhirnya mengangguk setuju. Han melemparkan dua buah senapan laras panjang untuk keduanya.


Dua lelaki itu terlihat siap meski pucat karena luka di kaki dan tangan. Han dan Ivan segera meninggalkan keduanya untuk menolong Vesper.


Dua lelaki bertubuh besar itu pura-pura tewas saat para tentara militer masuk ke dalam.


Para tentara itu mendekati keduanya perlahan yang terlihat sudah tak bernyawa karena memejamkan mata dengan wajah dan tubuh berlumuran darah.


Ketika dua tentara militer mencoba mengecek denyut nadi di leher keduanya, seketika ....


DODODODODOR!!


"Arghh!"


BRUKK!


DOR! DOR! DOR!


Dua lelaki gundul itu menembak kaki para tentara hingga mereka jatuh berlutut dan segera ditariknya.


Tentara itu di dekap dan dijadikan perisai sembari melakukan tembakan dari celah lengan tentara yang terluka parah.


Tembakan telak di wajah membuat para tentara itu tewas seketika.


DOR! DOR!


Dua tentara yang dijadikan tameng tewas ditembak tepat di kepala oleh dua bodyguard Madam.


Keduanya adu tos dengan kepalan tangan dan kini ikut melucuti senjata para tentara untuk melindungi diri.


Keduanya menutupi diri dengan mayat-mayat militer yang tergeletak di sekitar mereka.


Dua lelaki gundul itu melakukan tugasnya seperti perintah Han sebagai benteng terdepan, menghalau para tentara yang mencoba untuk ikut campur dalam pertempuran Vesper dan kelompoknya.

__ADS_1


Sedang Vesper, bersusah payah karena tak bisa mendekati Madam. Persenjataannya menipis dan hanya pedang Silent Blue dalam genggaman sebagai andalannya.


"Sial! Jarum-jarum itu bagaikan peluru. Aku cukup yakin jika ada racun di dalamnya. Gawat jika sampai terkena," ucap Vesper saat menjadikan salah satu anak buah Madam perisai ketika ia mendapat serangan pertama kali.


Vesper melihat lelaki itu mengeluarkan busa dan mengejang sebelum akhirnya tewas.


"Hah! Ratu mafia apanya? Akulah ratunya selama ini! Kau merebut posisiku hanya karena kau lebih cantik, Vesper. Kau tak ada apa-apanya jika dibandingkan denganku! Aku lebih kaya, kejam dan berkuasa!" teriak Madam dan membuat Vesper ngedumel dengan bibir komat-kamit.


Namun, Vesper menyadari sesuatu dari ejekan itu.


"Oh ya? Sombong sekali. Semua kekayaanmu dari merampas harta milik orang lain. Menipu semua orang dengan cerita palsumu. Tentu saja aku lebih cantik darimu! Sembarangan saja membandingkan! Wajahmu bahkan lebih jelek dari seekor bulldog!" balas Vesper menyindir.


Madam geram. KLIK!


DODODODODOR!


"Oh, shit!" pekik Vesper saat ia menyadari jika tak hanya jarum, tapi peluru kini dilontarkan oleh senjata di balik kursi megah itu.


Pilar yang menjadi tempat perlindungan Vesper mulai terkikis. Vesper merapatkan tubuhnya. Hingga akhirnya, tembakan itu berhenti. Jantung Vesper berdebar kencang tak karuan.


"Kemari kau! Akan kurobek kulitmu hidup-hidup!" ucapnya keji.


Vesper sampai merinding membayangkan dirinya dikuliti. Ia yang kini sudah bisa mengendalikan amarah, tak gampang tersulut emosi, membuatnya tak terintimidasi dengan kata-kata keji dari mulut Madam.


Vesper melemparkan sebuah bom asap ke arah Madam. Wanita tua itu dengan sigap menekan tombol pada sandaran kursi dan seketika, sebuah jarum menusuk dari bawah lengannya.


Vesper memanfaatkan kesempatan dari asap tebal gas beracun itu dengan mendatangi salah satu mayat dan SRING!


"Oh! Aku melihatmu, Vesper! Kilau Silent Blue milikmu sangat mencolok. Rasakan! Hahahaha!"


DODODODODOR!


Madam terus menggelontorkan amunisi dari peluru-peluru tajam ke arah cahaya dari Silent Blue dengan membabi buta.


Namun, tiba-tiba, JLEB!!


"Ohok!"


"Kau lengah, Madam. Kau mungkin kaya dan berkuasa, tapi kau kalah cerdik dariku. Matilah," ucapnya bengis.


JLEB! JLEB!


"Ughh ...."


JLEB!


Vesper menyelinap dan sengaja melepaskan sepatu magnetnya. Ia bertelanjang kaki dan berjalan mengendap dengan cepat setelah mencabut semua pisau Silent Blue miliknya yang tertancap di badan mayat The Circle.


Vesper sengaja meninggalkan pedang Silent Blue dan menyalakan laser di salah satu mayat yang tewas.


Asap dari gas berwarna hitam menutup sosoknya dan sekitar tempat itu dengan sempurna.


Dan saat itulah, Vesper menusuk dada, perut, leher dan terakhir dahi Madam. Sierra Becca tewas di tangan ketua 13 Demon Heads generasi 10, Vesper.


Tiba-tiba, "Mbak Vesper! Sebelah sini!" teriak Eko yang muncul dari celah lubang yang dibuat oleh militer dengan sebuah tali yang menggantungnya.

__ADS_1


Senyum Vesper merekah. Ia segera mencabut pisau Silent Blue karena tak ingin militer memilikinya.


Han dan Ivan menyeret dua lelaki besar sebagai tahanan mereka. Seif dan Drake bingung saat dua anggota dewan itu membawa tawanan.


"Ada yang ingin kami lakukan pada mereka. Bawa," tegas Han dan dua bodyguard Vesper mengangguk mantab.


Vesper mengambil pedang Silent Blue miliknya dan mematikan laser. Ia memakai sepatu magnetnya kembali dan segera berlari ke arah Eko.


Namun, DODODODODOR!!


"Agh!" rintih Vesper saat ia kembali diberondong serencengan peluru dari tentara militer yang kembali datang dari pintu tempat Yes kabur tadi.


"Mbak Vesper!" teriak Eko sampai matanya melotot karena melihat bosnya merangkak di lantai merintih kesakitan.


"Uasuuu! Modar kalian semua!!" teriaknya marah.


Dengan sigap, Eko melemparkan belasan granat tabung ke kumpulan tentara militer itu. Orang-orang itu panik dan segera meringkuk melindungi diri.


Eko masih bernapsu membunuh para tentara yang menyakiti majikannya. Eko mengarahkan mini Domino ke langit-langit Aula tepat di atas para tentara itu.


Seketika, BLUARRR!!


"Arrghhh!"


"Mampus! Rasain!" ucap Eko kesal setengah mati.


"Good job, Eko," ucap Vesper menepuk kepala botaknya dengan senyum merekah.


"Weh?! Kok bisa jalan?" pekik Eko kaget bukan main saat majikannya malah berjalan melenggang melewatinya dan kini mengaitkan pinggulnya dengan tali, siap di tarik ke atas.


"Woo! Aku diapusi. Eko udah panik takut Mbak Vesper wasalam malah ... Welah, malah ditinggal. Emang uasu ini majikan," ucapnya memaki sembari bertolak pinggang saat Vesper sudah naik ke atas dan disambut oleh Han dengan senyum terkembang.


"Eko, let's go!" panggil Drake lantang dan Eko mengangguk cepat.


Team Vesper berhasil meninggalkan mansion Madam dengan selamat. Drake dan Seif menembakkan DOMINO ke bangunan megah itu, dan meruntuhkannya.


Vesper melihat dari atas saat dua helikopter dari kubunya menjatuhkan granat bom untuk melumpuhkan para militer berikut granat tabung untuk menuntaskannya.


Para pengendara dengan baju biru tua terlihat berhasil meninggalkan area pertempuran dengan anggota Silhouette membonceng meski keadaan para tentaranya cukup memprihatinkan.


"Yah, kita beruntung bisa lolos lagi dari kematian, Kawan-kawan. Namun, entah sampai kapan keberuntungan ini berlanjut," ucap Vesper terlihat letih dengan menyender dalam pelukan Han.


Semua orang terdiam karena ucapan Vesper barusan. Matahari bersinar terang dan cerah di hari yang sudah menjelang pagi itu, tapi meninggalkan duka mendalam di hati semua kubu.


***


Udah boleh napas. Coba kalo kalian baca marathon apa gak engap itu jantung😆 Makanya, begitu up langsung dibaca. Jangan ditumpuk2 ya. Ciyus ini.


Makasih tipsnya Salma & Sarita 😍


Aduh jadwal lele masih berantakan sampai gak sempet stokan naskah😩


Semoga 4YM dan SM bs up tepat waktu sesuai jadwal. Happy weekend~


__ADS_1



__ADS_2