Secret Mission

Secret Mission
Penghormatan Terakhir


__ADS_3

Daniel segera menginformasikan tragedi yang menimpa Tuan besar mereka, Antony Boleslav kepada isterinya. Tentu saja, tangis Amanda pecah saat mengetahui berita duka tersebut.


Namun, Amanda sengaja tak mengabarkan hal ini kepada Sia yang kini berada di Krasnodar bersama Yena untuk menghimpun pasukan begitupula Jordan dan Jason.


Amanda segera terbang ke Amerika menuju Boston, kediaman Adrian Axton tempat tewasnya sang suami tercinta.


Amanda tak bisa menghentikan tangis kehilangannya sejak ia meninggalkan Florida.


Sebelum Boleslav pergi ke Boston, ia mengunjungi Florida bersama Amanda. Mereka sengaja berpisah karena Amanda membantu Sia dalam perekrutan pasukan bersama anggota Red Skull di wilayah itu.


Namun, siapa sangka, perpisahan itu akan berlangsung untuk selamanya. Daniel bahkan tak bisa menghentikan air matanya yang terus mengalir membanjiri wajah.


Lelaki itu selalu di samping Tuannya yang telah terbaring tak bernyawa ditemani oleh Maksim, Yuri, Arthur dan Red.


Rasa sesak dan duka mendalam menyelimuti hati semua orang yang berada di tempat tersebut.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


"Akan kubunuh William keparat itu! Aku tak peduli jika Nona Sia akan membenciku! Lelaki itu membuat Tuan Antony mati seakan nyawanya tiada arti!" teriak Daniel murka yang tak pernah dilihat semua orang sebelumnya.


Asisten mendiang Boleslav terlihat begitu marah dengan kebencian menyelimuti hatinya.


"Menantu kurang ajar! Akan kubunuh dia dengan sangat keji!" sahut Maksim ikut tersulut emosi.


Red panik saat semua orang sepakat untuk membunuh William beramai-ramai. Mereka keluar begitu saja dari ruangan medis menuju ke penjara bawah tanah tempat William di penjara.


"Hentikan! Hei! Stop!" teriak Red mencoba untuk menghalangi orang-orang yang berusaha untuk menghajar William habis-habisan hingga tewas.


BRANGG!!


William yang sedang dirundung kebimbangan dalam dirinya terkejut saat melihat banyak orang mendatangi ruangannya dengan nafas menderu dan sorot mata tajam.


CEKREK!!


Mata William melebar dan spontan berdiri saat semua moncong pistol di arahkan padanya oleh sekumpulan orang yang terlihat dipenuhi amarah dengan wajah bengis.


"STOP! Tuan Boleslav mati karena pilihannya! Kematiannya akan sia-sia! Ia sengaja membuat William tetap hidup agar lelaki sialan itu merasakan penyesalan seumur hidup!" teriak Red berhasil menerobos kumpulan orang-orang yang memenuhi ruangan.


"Arrrghhh!! Semua gara-gara dia, Red! William penyebabnya! Orang ini sungguh membuat petaka! Dia membunuh orang yang sudah mengayomi kita selama ini! Antony Boleslav, Red! Seorang Antony Boleslav!" teriak Daniel dengan air mata kembali menetes hingga wajahnya sembab.


"Aku tahu, Daniel. Aku tahu," jawab Red mendekati sahabatnya dan memeluknya.


Daniel menangis di pelukan Red. Semua orang kembali meneteskan air mata meski suara isak tangis tertahan terdengar di ruangan tersebut.


William menatap wajah orang-orang itu seksama yang terlihat begitu kehilangan. Entah kenapa perasaan bersalah muncul dibenaknya.


Red akhirnya berhasil membuat orang-orang itu untuk keluar ruangan dan membiarkan William tetap berada di selnya. William bernafas lega karena ia tak jadi dibunuh dengan keji hari itu.

__ADS_1


Malam itu, Amanda tiba dan langsung mendatangi ruang medis tempat suaminya tergeletak tak bernyawa dalam tabung khusus yang membuatnya tak cepat membusuk.


"Ya Tuhan, Tony ...," tangis Amanda saat melihat jenazah suaminya dengan pakaian sudah dilucuti dan hanya ditutup kain pada bagian bawahnya.


Terlihat luka bekas tembakan di dada dan perut di mana peluru tersebut sudah berhasil di keluarkan meski tak membuat Boleslav hidup kembali.


Semua orang terdiam. Mereka berusaha agar tak menangis karena tak ingin kesedihan semakin membuat pilu.


"Aku ingin melihat rekaman itu. Aku harus tahu semuanya. Jangan berani menutupinya dariku," ucap Amanda berusaha tetap tegar.


Daniel mengangguk pelan. Ia mengajak Amanda ke ruang kerja Axton dulu untuk melihat insiden yang menewaskan suaminya tersebut.


Amanda membungkam mulutnya rapat. Ia tak menyangka jika William sungguh telah berubah bahkan tega membunuh Cecil dan Rika.


Suaminya pun sampai tewas karena kesepakatan yang ia lakukan dengan menantunya itu.


"Oh, Tony. Hiks, kenapa kau sebodoh itu?!" teriak Amanda kembali menangis menutup wajahnya yang sudah berderai air mata.


"Sekarang bagaimana, Nyonya?" tanya Red dengan air mata sudah mengering meski wajahnya masih sembab.


"Aku ... hiks, apa yang harus kukatakan pada Sia, Jordan dan Jason? Hiks," tangis Amanda yang terlihat tertekan karena kematian suami yang sangat dicintainya.


Semua orang terdiam karena ikut bingung menyikapi.


"Manda," panggil seseorang yang suaranya dikenali oleh Amanda.


Amanda menoleh seketika dan ia kembali menangis saat sahabatnya datang memeluknya.


"Aku tahu ini menyakitkan. Namun, kau tahu benar apa yang dipikirkan suamimu. Dia tak mungkin menyia-nyiakan hidupnya hanya untuk hal sepele seperti ini. Dia tak bodoh karena ia mempercayai satu hal. Aku sudah mempelajari masa lalu William dari banyak sumber setelah tahu tragedi ini. Apa ... kau mau mendengar saranku?" tanya Vesper melepaskan pelukan sahabatnya dengan senyum tipis terlihat ia juga bersedih.


Amanda mengangguk. Ia yang sedang kalut dan dirundung kesedihan tak bisa berpikir jernih.


Vesper mengajak semua orang yang berada di ruangan itu untuk berkumpul dan mendengarkan arahannya.


Cukup lama hampir dua jam lamanya Vesper mengutarakan pendapatnya di ruang meeting mansion Axton.


Namun, hal itu tak sia-sia. Semua orang bisa menerimanya dengan baik bahkan kesedihan di wajah mereka perlahan meredup.


"Baiklah. Aku akan kembali ke Krasnoyarsk dengan Antony. Aku tak keberatan jika Cecil juga dimakamkan di tanah Kastil. Bagaimanapun, secara tak langsung, ia sudah banyak membantu kita," ucap Amanda yang pada akhirnya bisa menghentikan tangisannya.


Vesper tersenyum sembari memegang lembut punggung tangan kawannya.


Malam itu, semua orang segera bergegas untuk memindahkan jenazah Boleslav dan Cecil ke dalam pesawat kargo yang Vesper sengaja bawa.


Boleslav dan Cecil bahkan sudah didandani dengan sangat apik. Boleslav tetap terlihat tampan meski sudah tak bernyawa, begitupula Cecil yang terbaring damai dengan gaun putih pemberian Amanda untuknya.


"Kalian yang menjadi saksi hari ini, jangan pernah bocorkan apa yang terjadi di tempat ini. Kalian paham?" tegas Vesper dan semua orang mengangguk.

__ADS_1


"Hancurkan video itu," perintah Amanda.


Red dengan segera menghapus rekaman kejadian tewasnya Boleslav dan Cecil di ruangan tersebut.


Bahkan, ruang penjara sudah dibersihkan. William sengaja dibius agar ia tertidur selama terjadi aktifitas di mansion tersebut.


Pagi buta, pesawat kargo terbang meninggalkan Boston menuju ke Krasnoyarsk.


Red dan Daniel ditugaskan untuk memberikan kabar duka kepada orang-orang dalam jajaran Boleslav-Amanda termasuk anak-anak mereka.


Tentu saja, kabar mengejutkan ini membuat Sia, Jordan dan Jason shock. Mereka segera terbang ke Krasnoyark agar bisa melihat jenazah sang ayah tercinta untuk terakhir kalinya.


Arjuna dan Naomi ditugaskan untuk menghubungi seluruh anggota dewan 13 Demon Heads. Kabar meninggalnya Antony Boleslav tentu saja membuat kaget seluruh mafia di dunia.


Mereka segera berbondong-bondong datang ke Krasnoyarsk tak ingin melewatkan pemakaman mantan ketua dewan 13 Demon Heads.


Para anak buah Boleslav yang sudah diberikan instruksi, segera melakukan penjemputan terkoordinir, mengantisipasi serangan pihak militer pemerintah yang memanfaatkan suasana duka untuk menyerang.


"Jika para polisi berani mendekat satu langkah saja di gerbang Kastil, aku tak segan membom tubuh mereka dan membiarkan anj*ng liar memakan serpihannya," ucap Maksim geram.


Di ballroom tempat jenazah Antony Boleslav dan Cecil dibaringkan, telah berkumpul semua orang-orang yang ingin menunaikan persembahan terakhir.


Sia tak bisa menghentikan tangisannya saat melihat sosok ayah yang selama ini sangat didambakannya telah memejamkan mata untuk selamanya.


"Hiks, Daddy. Kau bahkan belum menggendong bayiku. Kau ... hiks, kau sudah pergi meninggalkan kami. Hiks, aku bahkan belum teringat sepenuhnya akan kenangan bersamamu dulu ... kau, hiks, kau jahat sekali," tangis Sia menyayat hati dan membuat hati semua orang yang mendengar sesak seketika.


Jason bahkan tak bisa berkata apapun. Ia hanya menangis di samping Kakak perempuannya, Sia, saat melihat Ayah yang disayanginya telah berpulang untuk selamanya.


Sedang Jordan. Seakan sebuah pemandangan luar biasa hari itu. Pertama kalinya, orang-orang melihat anak dari Boleslav tersebut meneteskan air mata tanpa henti meski tak ada isak tangis keluar dari bibirnya.


Jordan hanya berdiri, memandangi jenazah sang ayah yang dibaringkan dengan wajah penuh kedamaian, tak tahu jika banyak orang yang menangisi kepergiannya.


"Serangan jantung? Apakah tak bisa ditolong sampai ia bisa meninggal sebelum sampai di rumah sakit?" tanya Martin terheran-heran yang ikut berkumpul di ruangan tersebut setelah mendapatkan kabar mengejutkan dari Naomi.


"Tuan Boleslav saat itu sendirian di ruang kerjanya. Aku sedang bersama lainnya untuk membahas pencarian William yang katanya muncul di Amerika. Saat aku kembali, Tuan Boleslav sudah tergeletak di lantai dan ternyata, sudah tak tertolong lagi," ucap Daniel tertunduk terlihat tertekan akan kebohongan ini.


"Setidaknya kematiannya bukan karena militer atau mafia lain. Itu akan bisa menimbulkan peperangan," sahut Bojan berpendapat.


Orang-orang yang mengetahui kejadian sesungguhnya termasuk Torin dan Yuki meski tak ada di lokasi kejadian, hanya bisa diam sesuai janji yang telah disepakati.


"Saudara-saudara sekalian. Mari kita mulai acara pemakaman pada hari ini. Silakan merapikan diri," ucap Han memimpin acara.


Para pelayat segera duduk di kursi yang telah disediakan. Suasana hening dan hikmat menyelimuti prosesi ibadat pada pagi hari itu.


Semua mafia dalam jajaran 13 Demon Heads hadir dalam acara pemakaman Antony Boleslav dan Cecil.


***

__ADS_1


Wahhh ada yang vote lagi. Kirain pada ngambek karena babang Tony wasalam. Makasih ya votenya hari ini dobel eps seperti yang dijanjikan termasuk besok juga. Lele padamu😍



__ADS_2