
Malam itu, Sia dan William meninggalkan markas Rio dengan alasan agar fokus dalam perekrutan serta pelatihan calon pasukan mereka.
Jonathan dan timnya tak mempermasalahkan hal tersebut. Jonathan bahkan berjanji akan melindungi markas dengan baik.
Jason yang sudah sadar, meminta agar ikut dengan Sia karena ia merasa tak nyaman jika tinggal di markas. Ia takut jika hal mengerikan seperti tadi terjadi lagi.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris.
"Aku percayakan markas padamu, Jo. Kudengar, Monica akan datang untuk membantu dalam pemasangan CamGun. Aku akan kembali tepat tiga hari sebelum kita pergi ke Amerika. Aku, sangat berterima kasih padamu. Kau banyak membantuku," ucap Sia sungkan.
"Bayaranmu mahal, Kak Sia. Sierra dan Jack. Jangan lupa," jawab Jonathan mengingatkan dan Sia mengangguk pelan.
William ikut berpamitan dan berjabat tangan dengan Jonathan. Maksim dan Yuri ikut ke markas Red Skull bersama Bykov serta Jason.
Jonathan diberikan tanggungjawab untuk menjaga markas didampingi oleh anggota Beruang Hitam yang bertugas memberikan laporan tentang perkembangan markas kepada Sia dan Antony Boleslav.
Malam itu, Olya dan anggota Red Skull yang bertugas menyambut kedatangan bos baru mereka yang akan tinggal sementara waktu di mansion peninggalan Rebecca.
"Kita akan mulai pelatihan besok dengan aku sebagai instruktur mereka dibantu Bykov. Olya, aku minta kau membantu Sia untuk melakukan perekrutan. Apakah ... Maksim atau Yuri bisa membantu Sia?" tanya William saat mereka berkumpul di ruang kendali.
"Bagaimana dengan Jason?" tanya Yuri yang masih tak menyukai William, berwajah masam.
"Jason akan tinggal di sini sementara waktu. Minggu depan ia sudah kembali ke mansion Konstantin. Aku juga membutuhkannya untuk membantuku mempelajari bahasa Indonesia. Ia sudah berjanji," sahut Sia duduk di sebelah suaminya.
"Kau ... ingin mempelajari bahasa Indonesia? Kenapa?" tanya William bingung.
"Kau lihat jika Jonathan dan orang-orangnya sering berbicara dengan bahasa itu. Aku tak mengerti yang mereka ucapkan. Bagiku, penting untuk mempelajari bahasa itu, Will," jawab Sia balas menatap suaminya.
William mengangguk pelan. Namun, ia tak tertarik mempelajari bahasa itu karena ia ingin fokus dalam memperkuat kemampuan fisik dan tempur pasukan barunya.
"Baiklah, kita sekarang istirahat. Besok usai sarapan, kita mulai mengerjakan tugas sesuai dengan pembagian kerja yang kita sepakati," ucap William dan semua orang mengangguk.
Malam itu, Sia dan William tidur di kamar yang dulu di tempati oleh Rebecca.
Mansion itu sudah dirombak sepenuhnya tak seperti bangunan lama karena banyak yang hancur akibat gempuran dari The Circle kala itu.
Sia menyempatkan untuk menengok Jason yang terlihat stress selama tinggal bersama kelompok mafianya. Sia bisa mengerti perasaan Jason karena ia juga merasakan hal yang sama.
"Bedanya, aku sudah lama hidup dengan gaya mafia sejak tinggal bersama Rio dan ayahku, Jason. Aku terbiasa dengan dunia hitam. Hanya saja, tak seekstrim ketika dalam jajaran 13 Demon Heads. Semoga, kita berdua baik-baik saja," ucap Sia sendu sembari menyelimuti tubuh adik tirinya yang sudah tertidur lelap.
Sia menutup pintu dan kembali ke kamar. Ia melihat William masih terjaga dengan sebuah buku yang ia baca dan pulpen dalam genggaman.
"Apa itu?" tanya Sia sembari menutup pintu.
__ADS_1
William kaget dan segera menutup buku catatannya. Ia memasukkan dalam laci dan tersenyum tipis. Sia mendekatinya dan melirik ke arah laci yang sudah tertutup.
"Hanya isi pemikiranku tentang metode apa saja yang harus dilakukan untuk melatih anggota baru kita. Tidurlah, besok kita akan sangat sibuk," ucap William sembari memeluk lengan isterinya lembut dan Sia mengangguk.
Sia membaringkan tubuhnya di samping sang suami dengan lengan William sebagai alas bantal. Keduanya tertidur lelap hingga pagi menjelang.
Usai sarapan, William dan Sia berpisah. William fokus melatih anggota pasukannya yang kini ia kumpulkan di Aula di temani Bykov di sampingnya.
Orang-orang itu kini diberikan seragam baru layaknya militer. Terlihat William seperti merasakan saat ia melakukan pelatihan ketika menjadi agent CIA. Ada rasa rindu muncul di hatinya.
Mereka bicara bahasa Rusia.
"Oke! Siapa yang akan memimpin senam untuk pemanasan?" tanya William berwajah serius.
Wanita bertato mengangkat tangan. Nika sebagai pemimpin salah satu kelompok dan kini mengambil alih sebagai instruktur senam.
William mengamati cara senam dari Nika yang baginya cukup bagus. Tubuh Nika yang atletis membuat William yakin jika wanita di hadapannya ini memang bisa menjaga fisiknya dengan baik.
Hingga akhirnya, Bykov menunjukkan waktu jika pemanasan usai. Nika kembali ke barisannya dan berdiri di depan sebagai pemimpin pasukan dari kelompoknya.
William menginstruksikan untuk berlari mengelilingi markas sebanyak 3 kali seperti kemarin, tapi kali ini, Bykov yang akan mengambil alih komando.
Bykov akan ikut berlari di samping kelompok pertama yang berbaris rapi. Kini, pemandangan seperti militer mulai terlihat di sana.
Para anggota geng itu terlihat seperti tentara sungguhan. Mereka berlari beriritan sesuai kelompok mengikuti barisan di depan dengan ritme yang sama.
Kini ia siap untuk metode selanjutnya. 30 menit kemudian, Bykov dan seluruh kelompok kembali berkumpul di Aula, terlihat mereka kelelahan.
Anggota Red Skull yang bertugas menyediakan satu gelas air mineral untuk satu anggota rekrutan baru. Terlihat orang-orang itu kehausan.
"Jangan duduk. Tetap berdiri. Atur nafas. Baiklah, latihan selanjutnya aku ingin kalian melakukan push up dan sit up sebanyak 15 kali. Lakukan secara berpasangan," ucap William tegas dan orang-orang itu hanya bisa menurut.
Bykov kembali mengambil alih. Ia bertugas untuk berkeliling dan memastikan calon anggota baru mereka melakukan sit up dengan benar.
Bahkan, Olya berinisiatif untuk merubah penampilan orang-orang itu dengan memotong dan mencukur rambut mereka agar tak seperti berandalan ketika ditemukan.
"Mereka terlihat seperti orang-orang militer. Para mafia ini, benar-benar tak bisa diremehkan. Mereka bahkan memiliki tempat pelatihan khusus. Persenjataan mereka juga tak main-main. Pantas saja CIA dan militer dunia dibuat kerepotan dengan aksi mereka bahkan sangat sulit untuk ditumpas. Ternyata, begini caranya," ucap William dalam hati ketika melihat Bykov meneriaki para rekrutan karena tak mampu untuk melakukan sit up.
Di sisi lain.
Sia dan Olya didampingi oleh anggota Red Skull kembali melakukan perekrutan.
__ADS_1
Olya menandai lokasi di mana menurut laporan dari anak buahnya yang melakukan pengintaian, terlihat beberapa anggota geng motor di sekitar kawasan Kurban River.
"Sepertinya mereka kelompok baru, Sia. Berhati-hatilah," ucap Olya mengingatkan dari panggilan radio.
Sia menarik nafas dalam ketika melihat sungai berada di sisi seberang tempatnya berkendara. Ia tersambung dengan radio ke seluruh tim yang ikut bersamanya.
Sia mengendarai mobil BMW sendirian, sedang Olya dan lainnya menggunakan mobil lain yang berada di depan dan belakang melindungi mobil Sia.
BROOM!
Deru mesin mobil BMW yang telah dimodifikasi Jonathan tentu saja menarik perhatian orang-orang tersebut.
Salah seorang lelaki yang menaiki motor Harley meliriknya tajam dan membuat Sia gugup seketika.
Para lelaki itu terlihat berbeda dari rekrutan sebelumnya yang masih muda, sedang para lelaki ini terlihat seperti memiliki prinsip sendiri.
Mereka bicara dalam bahasa Rusia.
"Siapa kalian?" tanya lelaki yang masih duduk di atas motor menatap Sia dan rombongan dengan wajah bengis.
"Red Skull," jawab Olya cepat.
Kening para lelaki tersebut berkerut. Mereka saling memandang dan langsung beranjak dari motor yang dinaiki. Mereka berjalan mendekati Sia dan lainnya dengan wajah bengis.
"Get them!" pekik lelaki itu lantang dan sontak mengejutkan kelompok Sia.
"Lapor! Kami mendapatkannya! Segera kirim bantuan!" pekik lelaki yang memakai kacamata menghubungi seseorang dari panggilan radio handy talkie yang tersembunyi.
"Oh, shit! Ini jebakan, Olya!" pekik Sia lantang langsung berlari kembali ke mobil.
DOR! DOR! DOR!
"Jangan biarkan mereka kabur!" teriak lelaki bertubuh besar memiliki tato sembari menyalakan mesin motor.
Sia panik dan segera menyalakan mesin mobilnya. Olya dan anak buahnya kembali ke mobil dan bergegas masuk ke dalam.
Namun, baik Sia ataupun lainnya dihujani tembakan. Mereka dikejar oleh motor-motor itu dan terus ditembaki. Sia panik setengah mati meski ia tahu jika mobilnya anti peluru.
ILUSTRASI
__ADS_1
SOURCE : GOOGLE
*om-om ganteng bermotor itu salah satu geng dr club motor asal Rusia. Keren yak😆