Secret Mission

Secret Mission
Irina Tolya


__ADS_3

William menemani Sia saat menjalani proses persalinan.


Terlihat, William begitu tegang karena sang isteri mengerang menahan sakit saat akan melahirkan bayinya.


William malah terlihat pucat, tapi ia berusaha untuk tetap tegar demi sang isteri.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


"Oh, ini sangat menegangkan, tapi aku ingin melihat kelahiran anakku. Aku pasti bisa, ini akan menjadi sebuah momen indah yang bisa kuceritakan pada anakku kelak ketika ia besar nanti," batin William dengan jantung berdebar.


"Will, hah, hah, sakit," ucap Sia mencengkeram kuat tangan sang suami di mana pembukaannya belum sempurna. Lamunan William buyar seketika.


"Yah, aku bisa melihat kau kesakitan, Sayang. Namun, berjuanglah, demi anak kita. Ia juga sudah sangat menunggu waktu ini agar bisa tumbuh bersama kedua orang tuanya. Kau wanita yang kuat, Sayang," jawab William sembari mengelus lembut kepala sang isteri yang berkeringat hebat.


Para perawat dan dokter yang bertugas tersenyum, melihat William bisa menutupi kepanikannya dengan tetap tenang.


"Baiklah, Nona Sia. Sudah waktunya bagi Anda untuk melahirkan. Kau siap?" tanya Dokter mulai duduk sembari mengenakan masker penutup mulut dan hidung serta sarung tangan karet.


"Isteri saya selalu siap, Dok. Jangan meremehkannya," tegas William dan malah membuat semua orang terkekeh.


Sia sebal dan mencubit lengan William kuat. William tersenyum lebar di mana ia sengaja membuat suasana lebih santai karena ketegangan begitu terasa di ruang operasi itu.


Sia mengikuti semua prosedur yang diminta oleh Dokter dan William dengan sigap memberikan dukungan untuk sang isteri.


"Ini mudah, Sayang. Kau hanya mengambil nafas dalam lalu keluarkan dengan tekanan. Anggaplah kau seperti sedang kesulitan buang air besar," ucap William sok tahu, tapi lagi-lagi semua orang tertawa.


"Kau samakan bayi kita seperti pup? Jahat sekali!" kesal Sia karena suaminya malah mengajak bercanda sedari tadi.


"Ya, perumpamaannya hampir benar seperti itu, Nona Sia. Oke, kau siap? Bayimu sudah sangat siap untuk melihat dunia, jangan ditunda," sahut Dokter wanita itu ikut tak sabaran.


"Oke, oke aku siap," jawabnya yakin sembari membungkukkan tubuhnya sedikit agar perut besarnya tertekan tanpa menyakiti bayi dalam kandungannya.


"Ambil nafas dalam dan ... tekan!" ucap Dokter itu lantang.


"Errghhhh!" erangnya hingga wajahnya memerah.


Mata William terfokus pada bagian bawah sang isteri di mana ia bisa merasakan Sia mengerahkan seluruh tenaganya agar bayinya bisa dikeluarkan dengan sempurna.


"Oekk!!"


Senyum semua orang terkembang begitu terdengar suara bayi menangis. William terharu melihat puteri kecilnya lahir dengan selamat.


Sia begitu bahagia ketika melihat sang buah hati menggeliat di atas dadanya. William tak bisa menutupi senyum kebahagiannya. Ia mencium kening sang isteri dan masih terlihat takut untuk menyentuh bayinya.


"Kami mandikan dulu bayi Anda, Nona Sia dan Tuan William, silakan keluar sebentar. Anda bisa menunggu di ruang perawatan begitu Nona Sia telah selesai proses persalinan," ucap perawat dan William mengangguk paham.


William keluar terlihat begitu lega karena anak dan isterinya lahir dengan selamat. Semua orang menyelamatinya.


"Aku ingin melihat bayiku dulu," ucapnya sembari mengelap keringat dengan sapu tangan dari saku celana.

__ADS_1


"Aku akan menemanimu, Tuan," sahut P-807 dan William mengangguk mengizinkan.


Keduanya pergi menuju ke ruang inkubator. Pengawal sisanya masih menjaga di luar ruang operasi untuk memastikan kondisi Sia baik-baik saja pasca melahirkan.


Kabar menggembirakan ini segera disiarkan oleh para Black Suit yang berjaga ke jajaran 13 Demon Heads di mana mereka juga menunggu kabar baik kelahiran puteri William-Sia.


Banyak orang memberikan selamat kepada dua pasangan itu. Beberapa dari mereka juga menitipkan kado yang akan dikirimkan langsung ke mansion Boleslav di Los Angeles.


Malam itu, Sia dipindahkan ke ruang perawatan. Terlihat, ia sudah tak sabar untuk menggendong buah hatinya.


William terus menunggui anaknya. Ia melihatnya dari kejauhan saat puteri kecilnya dimandikan lalu dimasukkan dalam inkubator.


"Aku sangat bahagia, Pamungkas. Aku menjadi seorang Ayah. Irina Tolya," ucap William dengan senyum terkembang di balik jendela kaca ruang inkubator.


"Ya, Tuan. Kami ikut bahagia. Ini adalah momen yang paling Anda tunggu sebelum mengalami amnesia," jawab P-807 dan William mengangguk pelan.


Akhirnya, William datang ke ruang perawatan bersama dengan bayi yang digendong oleh perawat.


William terkejut, ketika mendapati sang isteri telah ditemani oleh seorang lelaki paruh baya yang terlihat mengobrol akrab dengannya.


"Nona Sia, ini bayi Anda. Mari, akan saja bimbing cara menyusui," ucap Perawat penuh perhatian. Sia mengangguk terlihat siap.


Lelaki yang berdiri di samping Sia mendatangi William.


"Mengobrol di luar?" ajaknya dan William mengangguk pelan meski sebenarnya ia ingin menemani sang isteri.


P-807 menutup pintu kamar Sia untuk menemani keduanya. William duduk berdua di teras yang masih terkoneksi dengan ruangan kamar perawatan kelas VVIP tersebut.


"Hallo, aku Brian. Aku yang mengurus perusahaan selama Nona Sia beristirahat. Salam kenal," ucapnya mengajak berjabat tangan.


William menerima ajakan itu dan melihat sebuah cincin melingkar di jari manisnya. Ada perasaan lega di hatinya karena sempat khawatir jika lelaki di hadapannya memiliki kisah cinta dengan sang isteri. William nyaris cemburu.


"Hai, sudah bertemu Sia?" tanya seorang wanita terlihat perkasa, berambut pirang, berjalan mendatangi Brian dan mencium bibirnya. William menatap wajah wanita itu seksama.


"Hallo, aku Lopez, isteri Brian. Kau ... William Tolya. Right?" ucap Lopez dan William mengangguk.


Lopez mengajak William berjabat tangan dan dengan segera, William menyambutnya dengan senyum terkembang.


"William! Oh, kau menjadi Ayah!" panggil seorang wanita tiba-tiba mendatanginya dan memeluknya.


William bingung karena dipeluk dan disalami oleh banyak orang tak dikenalnya dalam satu waktu. Tiga tamu baru datang, tapi kening William berkerut, seperti mengenali mereka.


"Kau ... Ara? Lalu kau, Catherine? Jack?" tanya William menunjuk ketiganya bergantian.


Sontak mata semua orang terbelalak. Mereka terkejut karena William mengenali tiga orang itu.


"Kau ... ingat kami?" tanya Catherine kaget.


William mengangguk. Mulut tiga kawan William menganga lebar seketika.

__ADS_1


"Sungguh?" sahut Jack ikut tak percaya.


"Ya. Aku melihat foto kalian saat pernikahanku dengan Sia. Kalian teman kerjaku dulu saat di bengkel, hanya saja kalian sekarang berada di Virginia. Terima kasih sudah datang kemari, aku sangat menghargainya," jawab William santai.


"Oh ...."


Semua orang langsung bernafas lega karena mengira ingatan William telah kembali. Namun ternyata, William hanya mengingat kisahnya saat terbangun usai pembersihan memori oleh Jeremy.


Tak lama, perawat keluar dan mempersilakan William untuk masuk ke dalam menemani Sia. Sedang para tamu yang lain, diizinkan bertemu dengan pasien hanya saat bayi Irina kembali di inkubator.


Para pengunjung hanya bisa bersabar menunggu untuk bisa mengucapkan selamat pada Sia.


"Eh, bagaimana jika kita menunggu Sia di mansion saja dan menyiapkan pesta kejutan untuknya?" ajak Ara menawarkan.


"Oh, boleh juga," sahut Lopez.


Akhirnya, para tamu yang berkunjung ke Rumah Sakit pamit untuk menunggu kepulangan Sia di mansion Los Angeles nanti. Hanya saja, sebelum pulang, P-807 menahan kepergian Jack.


"Jack, bagaimana kondisi di CIA?" tanya P-807 berbisik saat berjalan bersamanya menyusuri koridor rumah sakit.


"Hemm, semenjak penyerangan besar-besaran yang kalian lakukan di Arizona kala itu, kami bertiga kembali. Namun, tentu saja tak semudah itu. Kami diinterogasi selama dua bulan lamanya. Dugaan Tuan Boleslav benar, jika CIA terlibat dengan The Circle selama ini. Aku ... mencurigai petinggi CIA. Hanya saja, masih butuh waktu untuk membuktikan kecurigaanku. Ara dan Catherine juga sedang berusaha," jawab Jack berbisik.


"Ikut aku. Aku punya temuan," ajak P-807 dan Jack mengangguk.


CEKLEK!


"Oh shit! Me-mereka tewas?" pekik Jack kaget sampai membungkam mulutnya agar jeritannya tak terdengar.


"Ya. Aku masih menunggu hasil penyelidikan dari Q. Sepertinya, CIA disusupi selama ini oleh The Circle. Aku kira, setelah nyonya Vesper mengirimkan bukti ke CIA, semua akan berakhir, tapi buktinya, orang-orang ini masih saja datang mengusik. Aku merasa mereka mengincar William. Apa yang mereka inginkan? Mereka mengatakan jika William masih memiliki misi yang belum dituntaskan. Apa kau tahu misi apa itu?" tanya P-807 curiga sembari menatap tiga mayat yang tadi ditembaknya.


Jack terlihat berpikir keras dan menggeleng.


"Aku, Ara dan Catherine kini menjadi kepala divisi meski bidang kami berbeda. Cukup sulit bagi kami meyakinkan agensi jika kami tak berkhianat. Aku akan mencari tahu kenapa William masih diincar. Aku yakin, pasti ada berkas tersembunyi atau orang yang bisa memberikan jawaban tentang kasus ini," jawabnya serius.


"Namun kulihat, kalian baik-baik saja," sahut P-807.


"Ya. Kau benar. Kami juga pintar bersandiwara. Hehe, rasanya menyenangkan bisa membodohi para petinggi di CIA. Kami berpura-pura lolos dari maut dengan meminta tolong pada warga sekitar agar bisa kembali ke Virginia. CIA percaya setelah kami menunjukkan markas peninggalan Tessa, makam Lucifer Flame dan tempat tewasnya Selena di Guatemala sebagai bukti temuan kami selama diculik The Circle. Karena hal itu, CIA menerima kami kembali, bahkan langsung mendapatkan promosi. Sungguh hebat!" jawab Jack mantab.


"Oke, oke. Selamat atas kebahagiaanmu. Jadi ... tetap kirimkan informasi agar kami bisa bersiap jika CIA atau militer pemerintah berkeinginan untuk mengajak bertempur lagi," ucap P-807 menatap Jack tajam, tapi pria muda itu malah terkekeh sembari menepuk lengannya mengira itu hanya candaan.


"Aku serius, Jack. Aku tak segan meledakkan markas CIA jika mereka berulah," tegasnya dan Jack menelan ludah.


"Oke," jawabnya pasrah mengembuskan nafas panjang terlihat tertekan.


***


Makasih tipsnya 😍 yg belom subscribe 4 Young Mobsters S2 segera ya. Kalo masih belom nemu novel lele, klik menu pencarian dan ketik : lelevil lelesan. Nah, tar semua karya lele nongol disitu. Jangan lupa vote poin koin ya~


__ADS_1


__ADS_2