
Mereka bicara dalam bahasa Inggris.
"Cepat kirimkan tim penyelamat!" pekik Amanda memberikan komando.
"Red Skull sudah dalam perjalanan," sahut Monica dari sambungan radio yang berada di Markas Red Skull California.
Sia gemetaran. Ia begitu takut membayangkan suaminya tewas karena insiden itu. Yena segera mendatangi dan memeluknya. Sia menangis di pelukan saudarinya.
"William kuat, Sia. Para mafia itu sudah dididik secara militer, sama seperti lawan yang kita hadapi. Mereka akan baik-baik saja," ucap Yena menenangkan dan Sia mengangguk pelan meski tak bisa dipungkiri ia khawatir kecelakaan itu akan merenggut nyawa lelaki yang sangat dicintainya.
Colorado River, Arizona. Di dalam mobil yang tenggelam.
Posisi mobil yang miring dan membuat satu-satunya pintu yang dibuka terhalang, membuat para mafia itu panik.
Beberapa dari mereka terlihat sudah mencapai batas karena serangan yang tiba-tiba dan tenggelam di dasar sungai.
William yang berhasil melepaskan diri dari seat belt berusaha untuk memecahkan kaca meski usahanya gagal karena kaca terlalu tebal.
Martin yang masih memegang senapan peleleh logam dengan sigap mengambil posisi untuk melubangi pintu besi di sampingnya.
"Hah! Silent Red! Gunakan Silent Red!" teriak Bojan yang wajahnya berada di atas permukaan, menempel pada sisi mobil yang masih memiliki celah udara.
Beberapa mafia melakukan hal yang sama meski air mulai menutup seluruh bagian dalam mobil dan siap menenggelamkan mereka hidup-hidup.
William yang cukup kuat menahan nafas segera mencari pedang yang dimaksud dan ia menemukannya.
Namun, William bingung karena tak bisa menyalakannya. Ia berenang ke atas mengambil nafas di antara para mafia itu.
"Hah! Tak bisa menyala. Bagaimana menggunakannya?" tanyanya sembari menunjukkan gagang Silent Red.
"Agh, shit! Sidik jari! Hanya Jordan yang bisa membukanya. Eh, mana anak itu? Jordan!" jawab Bojan yang panik seketika saat menyadari jika anak Amanda tak ada bersama mereka.
William kembali menyelam mencari keberadaan Jordan. William terkejut saat menyadari jika Jordan pingsan dan tubuhnya tertutupi jaring.
Dengan sigap, William mengambil tubuhnya yang lunglai dan membawanya naik ke atas agar mendapatkan udara.
"Jordan!" panggil William lantang memegang lehernya untuk memeriksa denyut.
"Bagaimana?" tanya Bojan dengan nafas terengah.
"Ia pingsan," jawab William dengan air sudah setinggi dagu.
PLAKK!!
"Hei! What are you doing?" pekik William kaget karena Bojan menampar Jordan kuat, tapi ternyata menyadarkan anak lelaki itu.
Jordan tersadar dan batuk-batuk. Semua mafia terlihat lega. Jordan terkejut melihat keadaannya yang terendam air dalam ruangan sempit.
"Jordan. We need your help. Silent Red," ucap William menatapnya seksama sembari menunjukkan gagang pedang.
Namun, saat Jordan akan meraihnya, "Agh!"
"Kenapa?" tanya William panik karena Jordan merintih sampai matanya terpejam.
"Tanganku, agh ...," jawabnya sembari menahan sakit.
"Bagaimana dengan lenganmu yang lain?" tanya Bojan tetap berusaha agar kepalanya tetap di atas.
"Sama. Lenganku sakit," jawabnya dengan kening berkerut.
"Kita lakukan bersama," ajak William.
Jordan memegang gagang pedang dengan lunglai. Jordan bingung saat William menggenggam jemarinya kuat sehingga pedang Silent Red menyala.
William menatap Jordan seksama dan remaja itu mengangguk mengerti. Jordan dan William mengambil nafas dalam dan kembali menyelam.
__ADS_1
SINGG!!
Silau dari laser Silent Red mulai melakukan tugasnya. Jordan dan William terlihat begitu berusaha untuk membebaskan para mafia dari mobil lapis baja yang mengurung mereka.
SPLASH!!
"Sial! Senapan peleleh logam macet!" pekik Martin yang ikut menyusul.
"Palka ...," sahut Maksim yang masih bisa bertahan, tapi sudah pucat pasi karena kehilangan banyak darah.
"Kau benar! Ayo!" sahut Jamal dan ia segera menyelam menuju ke palka tempat Maksim masuk tadi.
Sayangnya, palka tertutup. Vijay dan Balraj terlihat susah payah membuka palka itu begitupula William yang masih berusaha memotong atap mobil bersama Jordan.
Anak Amanda terlihat sudah tidak sanggup bertahan. Hingga tiba-tiba, sinar dari laser padam. William dan Jordan terkejut bersama. William segera membawanya ke atas untuk mengambil udara.
"Bagaimana, Will?" tanya Jamal yang wajahnya sudah menempel di sisi mobil di mana air semakin naik ke atas karena celah dari lubang Silent Red.
"Hah, baterainya habis," jawab Jordan dengan nafas tersengal.
"Shit! Kita terperangkap di sini! Air semakin naik! Kita akan tenggelam!" pekik Rajesh panik.
Yuri pingsan. Vijay dan Balraj memeganginya kuat agar kepala pria itu tetap mendapat oksigen.
William kembali menyelam untuk mencari jalan lain agar mereka bisa terbebas dari mobil itu.
Air semakin naik dan kini merendam tubuh para mafia itu seutuhnya. Orang-orang panik seketika.
Saat William mendatangi kaca jendela bagian depan mobil, ia terkejut ketika melihat ada sebuah besi yang menempel di badan mobil dengan tali menjuntai.
Tiba-tiba, NGEKKK!!
Para mafia itu terkejut ketika mobil tersebut tertarik ke atas dan membuat tubuh mereka terdorong.
Tubuh William terhempas dan malah membuatnya jatuh dari lubang pintu yang tadi di duduki Yuri.
William segera naik ke atas untuk melihat apa yang terjadi. Ia mendahului mobil itu ke permukaan, tapi berapa terkejutnya saat ia mengetahui jika yang menarik mereka adalah helikopter militer dengan banyak tentara bersiaga di sekitar pinggir tebing.
William kembali menyelam dengan tergesa dan berenang menghampiri lubang pintu. Air dalam mobil kini setinggi dada. Para mafia bernafas lega karena merasa diselamatkan.
William menarik kaki Martin dan membuat pria itu mendongak ke bawah seketika. William muncul terlihat panik.
"Get out of here! Ini bukan penyelamatan! Kalian akan ditangkap!" teriak William lantang.
Para mafia terkejut. William meminta mereka untuk berenang menjauh dari pinggiran sungai karena banyak tentara di tebing mengawasi.
Mereka mengambil nafas dalam sebelum menyelam. Secara bergantian mereka berenang keluar melalui lubang pintu dan tetap berusaha tetap berada dalam air menjauh dari lokasi jatuhnya mobil.
Mereka berenang beriringan mengikuti arus air. Saat William akan membantu Yuri yang pingsan karena sudah kehilangan banyak darah, tiba-tiba ....
NGEKKK!!
"Shit!" pekik William saat mobil sudah berada di atas permukaan air.
Vijay dan Balraj yang masih berada di mobil bersama William panik ketika melihat banyak tentara militer mengarahkan moncong senapan ke arah mereka.
William mendekap Yuri erat menjauh dari lubang. Maksim yang ikut tertinggal juga menyender pada dudukkan kursi bersama Vijay dan Balraj agar tak ketahuan.
"Sial. Kita akan berakhir di penjara militer. Hah, ini sudah berakhir," ucap Maksim lesu dengan mata terpejam terlihat menyerah.
William mengintip dari kaca mobil saat kendaraan mereka mulai di arahkan ke daratan di atas tebing.
William melihat para mafia di depannya seperti sudah kehilangan semangat bertarung dan pasrah akan takdir yang akan membawanya.
Namun tiba-tiba, DODODODOOR!
__ADS_1
BOOM! BOOM! BOOM!
Mata William dan para mafia terbelalak. Mereka melongok dari lubang pintu dan melihat puluhan motor trail menembaki para tentara.
Granat mini dilontarkan dengan senjata pelontar granat buatan Vesper Industries. William bernafas lega karena tim penyelamat dari para mafia muncul untuk menolong mereka.
Tiba-tiba, sebuah CD melayang, masuk dari lubang pintu. William melihat ada earphone yang direkatkan pada tubuh drone itu dan ia segera mengambilnya.
Ia memasangkan di kedua telinganya dengan cepat. Vijay dan Balraj juga melihat senapan peleleh logam dan HIT dalam mobil yang tergeletak berisi amunisi penuh.
Mereka segera mengambilnya dan bersiap dalam genggaman.
"William? Can you hear me?"
"Yes, Mam," jawab William cepat.
"Aku akan melepaskan tali pengait. Masukkan Maksim dan Yuri ke kapsul gelembung. Lemparkan mereka dari atas," perintah Amanda.
"Kapsul gelembung?" tanya William bingung.
"Oh, ini!" pekik Vijay mengambil sebuah tas hitam yang diterbangkan oleh CD susulan.
Yuri segera dimasukkan ke dalam kapsul transparant tersebut dan dipompa dengan pompa elektrik yang dibawakan oleh CD ketiga yang ikut menyusul.
William, Vijay dan Balraj melakukan semuanya dengan cepat termasuk Maksim yang segera masuk dalam kapsul yang saling terkait. Dua orang itu kini sudah seperti sosis.
"Kau siap, Maksim?" tanya Balraj siap mendorong kapsul itu dari ketinggian 10 meter.
Maksim menunjukkan jempolnya dengan mantap. Seketika, WUSS!!
Dua CD kembali melayang menjaga dua kapsul yang kini tercebur di sungai. William, Balraj dan Vijay bersiap untuk melompat saat mobil berada di daratan.
CD terakhir terbang keluar dari mobil, bersiap untuk melepaskan pengait. Tiba-tiba ....
BLUARR!! BOOM! BOOM!
NGEKKK!
"WARGGHH!" teriak Vijay dan Balraj bersamaan ketika mobil mereka tiba-tiba terbalik dan membuat tiga orang dalam kendaraan itu saling menindih di atas kaca bagian depan mobil.
"Arghh ... shit! Apa yang terjadi?" tanya Vijay yang tertimpa tubuh Balraj di atasnya.
"Hei! Palka terbuka!" pekik Balraj melihat palka tempat Maksim masuk terbuka lebar.
William segera bangun dan berusaha naik ke atas. Vijay dan Balraj segera bangun meski mereka merasa jika mobil tersebut tak stabil dan masih tergantung di ketinggian.
"What the ...?" ucap William dengan mata melotot saat melihat tali pengait pada mobilnya tersisa satu yang menempel pada bagian penutup palka di mana tiga sisany sudah meledak.
"Will! Mobil terbakar!" teriak Balraj menunjuk kap mobil meledak setelah pengait di sana terlepas karena CD meledak dan serpihannya hangus terbakar.
"Cepat kemari! Mobil ini akan jatuh!" teriak William lantang dan dua orang itu segera merayap ke atas.
William yang sudah naik ke atas memberikan tangannya agar dua mafia itu segera meraihnya dan keluar dari tempat itu.
Namun tiba-tiba, "Mereka di sana!" pekik salah seorang tentara yang melihat William berada di bagian belakang mobil dan Vijay yang mulai muncul dari dalam palka.
Mata William melebar seketika saat melihat moncong senapan di arahkan ke tubuhnya.
***
Maap telat up. Lele disekap sama ponakan dan baru dapet hpnya setelah disembunyikan itupun batre limit. Jdi kalo ada tipo2 maklumin aja, ngeditnya kilat. Hadeuh😵
Makasih tipsnya Kade😘
Update 4YM gak sesuai jadwal ya krn leptop masih diakuisisi ponakan yang main games di sana. Sabar sabar.
__ADS_1
Lele padamu💋💋💋