Secret Mission

Secret Mission
New Family*


__ADS_3


Sia tersenyum dan terlihat gugup karena disambut hangat oleh semua orang. Sia segera masuk ke mobil menuju ke kastil Antony di Krasnoyarsk, Rusia.


Sia tak menyangka jika selama ini Ibunya berada di Rusia padahal ia sering berkunjung ke negara itu.


Sia duduk bersebelahan dengan Red dimana Brian, Maksim dan Yuri berada di mobil lainnya. Sia terlihat sungkan pada Red dimana ia mencuri-curi pandang padanya.


"Hei, aku ini sudah tua. Jangan suka padaku," ledek Red yang memergoki Sia meliriknya.


Sia tertegun dan memalingkan wajahnya. Ia menahan rasa malunya yang teramat sangat dan Red malah merasa Sia sangat lucu baginya.


"Mm ... Red, benar 'kan itu namamu?" tanya Sia sungkan.


"Ya, ada apa?" tanya Red yang kini duduk memposisikan diri menghadap Sia sembari menyilangkan kaki.


Sia malah gugup dan membetulkan dudukkannya. Red tersenyum tipis.


"A-ayah tiriku seperti apa orangnya? Apakah dia galak? Atau suka marah-marah? Apakah dia sungguh menyayangiku?" tanya Sia gugup memainkan ujung jaketnya dengan jemari lentiknya.


"Kau akan tahu sendiri," jawab Red menyilangkan kedua tangan di depan dadanya.


Sia mengatur nafasnya dimana jantungnya berdebar kencang. Ia merasa jawaban Red tak membantunya sama sekali.


Akhirnya, perjalanan mereka berakhir. Mereka tiba dini hari pukul satu malam. Di luar gelap dan Sia makin merapatkan jaketnya karena ia merasa udara di luar begitu dingin.


Sia takjub saat melihat sebuah kastil yang super megah di atas bukit. Sia sampai melongo dan memepetkan wajahnya ke jendela mobil untuk melihat tempat itu lebih dekat.


Mobil masuk ke dalam gerbang besar dimana banyak penjaga. Sia langsung berspekulasi jika ayah tirinya seorang miliader dilihat dari apa yang dimilikinya.


Mobil yang ditumpangi Sia berhenti tepat di pintu depan masuk kastil. Pintu mobil Sia dibukakan oleh seorang bodyguard yang menunggunya di sana.


Sia sungkan saat turun dari mobil. Sia terlihat gugup dan kembali membetulkan pakaiannya. Red mengulurkan tangannya agar Sia meraihnya. Sia mendekati Red dengan pandangan tertunduk.


Red merangkul pundak Sia dengan senyum menawan. Bagi Red, Sia terlihat sangat manis. Lebih cantik aslinya ketimbang yang ia lihat dari kamera pengintai yang selama ini mengawasi gerak geriknya.


"Jauhkan tanganmu dari tubuh anakku," ucap seorang lelaki yang berdiri tegak memegang sebuah tongkat berkepala beruang dengan mulut yang menganga.


Sia dan Red tertegun seketika. Red langsung melepaskan rangkulannya dan Sia menggeser tubuhnya menjadi berjauhan dengan Red.

__ADS_1


Sia terlihat gugup sembari mencuri-curi pandang ke arah lelaki di depannya.


"Apa kabarmu, Sia? Mau es krim? Akan Daddy belikan," tanya lelaki berwajah garang yang tiba-tiba tersenyum dan menawarkan es krim padanya.


Sia terkejut dan malah bengong seketika. Red terkekeh.


"Tuan. Sia sekarang sudah 21 tahun. Dia bisa membeli es krim sendiri," timpal Red yang merasa bosnya bersikap aneh hari itu.


"Diam! Pergi sana!" pekik lelaki itu yang mengagetkan Sia karena suaranya menggelegar.


Saat lelaki itu menunjukkan wajah garangnya, tiba-tiba terdengar derap langkah orang berlari dari lorong yang berada di belakang Sia. Spontan Sia menoleh dan matanya melebar seketika.


"Oh! Sia ..." ucap seorang wanita yang langsung membungkam mulutnya dengan kedua tangan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"I-ibu? Ibu!" teriak Sia yang menangis seketika dan berlari ke arah wanita yang dikenalinya.


Manda memeluk Sia erat dan Sia balas memeluknya. Mereka menangis dan terlihat saling merindukan. Senyum semua orang yang melihatnya merekah seketika.


Yuri, Maksim dan Brian yang baru turun dari mobil merasa bahagia karena akhirnya Ibu dan Anak itu bertemu setelah bertahun-tahun lamanya terpisah.


Manda melepaskan pelukannya dan memegangi kedua lengan Sia erat. Sia tersenyum bahagia sembari menghapus air matanya.


"Aku ingin memelukmu selama mungkin, Bu," jawab Sia dengan mata berlinang.


"Oh, Sayang. Maafkan Ibu, jika harus meninggalkanmu dengan cara tragis. Ibu terpaksa melakukannya. Ibu ... hiks, ibu sudah tidak tahan hidup bersama Ayahmu. Hanya kau satu-satunya alasan bagi ibu untuk tinggal disisinya," ucap Manda kembali bersedih.


Sia kembali memeluk ibunya erat. Ia tahu jika Ibunya sempat mengalami depresi, tapi ia tak pernah tahu jika itu semua karena ayahnya.


Sia merasa iba dan bersalah pada ibunya karena membiarkannya menderita seorang diri dimana ia tak bisa membantunya apapun.


"Kita masuk ke dalam. Di luar dingin," ucap Antony mendekati Manda dan Sia yang masih berpelukan di teras kastil.


Manda mengangguk dan menghapus air matanya. Sia menatap lelaki bertato yang ia yakini adalah Ayah tirinya.


Sia melihat lelaki itu seperti sangat mencintai Ibunya. Antony ikut menghapus air mata Manda dan merangkul bahunya. Senyum Sia terpancar dengan sendirinya.


Manda menggandeng tangan Sia masuk ke dalam kastil dengan Antony berjalan di sampingnya.


"Kita tak akan berpisah lagi, Sayang. Kau mau 'kan tinggal di sini bersama kami?" tanya Manda menatap Sia seksama.

__ADS_1


Sia mengangguk mantab dan menoleh ke belakang dimana Maksim, Yuri, Red dan Daniel berjalan di belakangnya.


Sia merasa jika ia berada dalam keluarga besar meski ia merasakan jika orang-orang itu seperti hidup dalam dunia mafia.


Sia yang sudah terbiasa dengan dunia hitam, tak begitu cemas dengan apa yang terjadi padanya nanti saat sudah menjalani hidup bersama keluarga Ayah tirinya. Sia sudah siap akan kehidupan barunya.


"Lalu ... dimana adik kembarku? Aku ingin menemui mereka," ucap Sia yang sudah kembali tenang dan menunjukkan senyum menawannya.


"Mereka sedang berada di China. Besok mereka kembali," jawab Antony dengan senyum menawannya.


Sia mengangguk paham. Ia diantar oleh Manda dan Antony ke kamar yang akan ia tempati nanti.


Sia merasa jika kamarnya sangat mewah dan sesuai seleranya. Senyum Sia merekah dan ia malah berputar-putar mengagumi keindahan kamar barunya.


Manda dan Antony terkekeh melihat sikap Sia yang bagi mereka masih terlihat imut itu. Sia terkejut saat melihat di atas kasurnya ada boneka beruang merah muda.


Sia mendekati beruang itu dan memegangnya. Manda melirik Antony yang menatap Sia seksama. Sia mengambil boneka itu dan mencium keningnya.


Entah kenapa jantung Antony malah berdebar kencang. Sia memeluk boneka itu karena terasa familiar dengannya.


"Seperti dejavu," ucap Sia menatap boneka beruang itu seksama.


Antony memalingkan wajah dan langsung membalik tubuhnya meninggalkan kamar Sia. Kening Manda berkerut saat melihat Antony seperti menangis.


"Oh, Tony. Dia menjadi sentimentil sekarang," ucap Manda yang menahan tawanya melihat suaminya sekarang gampang terharu.


Manda mendekati Sia dan kembali berpelukan. Manda membiarkan anaknya untuk bereksplorasi dengan kamar barunya dan beristirahat.


Manda keluar dari kamar Sia dan menutup pintunya rapat. Sia melepaskan jaket dan topinya di atas sofa. Sia merebahkan tubuhnya yang lelah itu di atas kasur besarnya.


"Oke. I'm ready," ucap Sia dengan senyum merekah penuh keyakinan.


-------


ILUSTRASI SIA


SOURCE : PINTEREST


Ilustrasi Sia lele ganti ya dengan artis Emma Watson. Semoga kalian suka karena wajah dia mirip2 Manda gituh😁 dan terlihat lebih tajam bwt jadi mafia ADW generations.

__ADS_1


__ADS_2