
Daniel dan Boleslav terdesak. Mereka dikepung dan mustahil bagi keduanya untuk lolos dari sergapan pasukan yang diduga dari pihak militer tersebut.
"Tuan, Anda tidak apa-apa?" tanya Daniel dengan pistol dalam genggaman terlihat cemas karena amunisi cadangan telah habis.
"Yah. Daniel, bagaimana jika ini waktuku? Aku belum menunaikan tugasku. Bagaimana jika ketika di alam sana aku menderita karena janjiku belum terpenuhi?"
Mata Daniel melotot lebar. Boleslav tak pernah melihat Daniel seperti marah padanya.
"Aku bersumpah demi Tuhan, Tuan. Jika kau mengatakan hal menyebalkan itu, aku akan menghajar wajahmu," ucap Daniel geram.
Boleslav terkejut. Entah kenapa ia malah jadi takut akan gertakan dan ancaman bodyguard-nya barusan.
Rasa sakit akan nyeri pada jantungnya juga mendadak seperti hilang seketika. Boleslav ikut kaget sembari memegangi dadanya dan berulang kali menarik nafas dalam lalu menghembuskannya.
Tiba-tiba, DOR!
"Shit!" pekik Daniel terkejut karena kini lokasi mereka diketahui.
Namun, DOR! DOR!
Dan kini, Daniel makin terkejut karena tiba-tiba Boleslav menembakkan peluru-pelurunya dengan berjongkok, terlihat begitu fokus dengan bidikannya.
"Jika kau sampai mati, aku tak sudi membawa mayatmu. Cepat bergerak! Mix and Match memberikan kita peluang!" pekik Boleslav sembari mengendap dengan jalan berjongkok di balik kursi menuju ke tepian, ke pintu evakuasi.
"Sir! Sebelah sini!" teriak Match yang kini melemparkan bom asap ke kumpulan pasukan berseragam hitam untuk mengaburkan penglihatan.
Daniel dan Boleslav berlari kencang menuju pintu evakuasi. Amanda menggunakan earphone yang tersambung pada GIGA untuk mengoperasikan CamGun sengatan listrik ke kumpulan tentara yang mencoba melukai orang-orangnya.
"Kau sungguh sangat mengecewakan, Brother," ucapnya geram menatap jasad Konstantin di kejauhan yang sudah berlumuran darah.
Mix and Match membuat barikade sebagai benteng pertahanan selama Boleslav serta Daniel berusaha masuk ke terowongan.
Namun, CamGun berhasil dilumpuhkan setelah atap gedung dilempar granat oleh pasukan berseragam militer hingga atap kembali runtuh meski tak melubanginya.
Hingga tiba-tiba, DOR! KLANG!
"TONY!" teriak Amanda panik karena kaki Boleslav ditembak.
Namun, kecemasan Amanda sirna saat Boleslav tetap bisa berlari.
"Oh, kaki robot. Syukurlah," ucap Amanda bernafas lega sampai menyenderkan punggung sembari menegangi dadanya.
Saat Boleslav hampir tiba di pintu evakuasi karena jaraknya yang cukup jauh di ruangan yang luas tersebut, lagi-lagi ....
BLUARR!!
"ARGH!"
"DANIEL!" teriak Boleslav saat tubuh Daniel terkena imbas dari ledakan dari sebuah granat yang dilemparkan ke arahnya hingga membuat bangku-bangku yang disusun rapi tersebut hancur berkeping-keping.
Daniel jatuh meringkuk di dekat dinding. Boleslav yang sudah hampir sampai dibuat bingung.
__ADS_1
Mix and Match mulai mundur untuk memasuki pintu. Amanda juga sudah terlihat mencapai batas maksimal untuk melindunginya.
Namun, Boleslav tak bisa meninggalkan Daniel yang sudah ia anggap seperti saudaranya itu.
"Terlalu banyak kematian dalam waktu dekat ini. Aku tak boleh kehilanganmu juga, Keparat tengik!" ucap Boleslav kesal saat Daniel didatangi sebuah drone bersenjata yang mengamankannya sampai pasukan militer datang untuk menangkap.
Namun, amunisi dari pistol Boleslav telah habis peluru. Amanda meneriakkan namanya berulang kali berikut dengan Mix and Match yang mulai dihujani peluru. Boleslav kebingungan, sisi mana yang harus diambil.
"Angkat tangan! Menyerahlah! Tangkap mereka!" teriak salah satu tentara yang diduga ketua tim mereka.
Amanda menangis di pintu evakuasi dengan Mix and Match memaksanya masuk hingga pintu tersebut akhirnya tertutup rapat, kembali berkamuflase seperti dinding.
Boleslav mengangkat tangan. Daniel yang terluka, tapi masih sadar menatap Boleslav yang tersenyum tipis padanya.
"Why, Sir?" tanyanya terlihat sedih.
"Hargai pilihanku, Daniel," jawabnya yang duduk di lantai, menyender pada dinding di balik bangku dengan tangan terangkat ke atas.
Daniel ditengkurapkan dan diborgol kedua tangan di balik punggung. Boleslav juga dipaksa berdiri dan diborgol.
Dua orang itu dijaga ketat oleh pasukan militer untuk diamankan.
"Kami sudah mengidentifikasi sandera. Antony Boleslav dan Daniel Maximilan, Sir. Tangkapan hebat," ucap salah satu tentara dengan sambungan radio dalam genggaman diikuti oleh pasukannya.
Boleslav dan Daniel diam mendengarkan. Saat dua orang itu akan dinaikkan dalam helikopter, tiba-tiba ....
"PERGI DARI SANA!" teriak salah satu tentara sembari berlari diikuti pasukan lainnya menuju ke arah helikopter.
SHUWW ... DUWARRR!!
"Shit! Para mafia ini benar-benar memuakkan!" pekik salah satu tentara yang kembali bangun dan menyiapkan RPG untuk menghentikan laju tank yang melindas mobil-mobil milik militer yang terparkir di halaman markas.
Senyum Daniel dan Boleslav merekah meski mereka berdua tengkurap, dipegangi erat agar tak kabur.
Helikopter yang akan ditumpanginya diledakkan oleh tank dari lontaran meriam di moncongnya.
Boleslav dan Daniel kembali dipaksa berdiri. Mereka melihat seorang wanita memakai seragam tempur Black Armys seperti menandai kendaraan militer dengan berlari gesit bahkan tak membawa senjata hanya sebuah pedang yang disarungkan di pinggulnya.
Seketika, Boleslav mendongakkan kepala. Ia melihat kendaraan militer di sekitarnya di mana banyak mafia yang ternyata berhasil ditangkap termasuk Rajesh dan Jamal.
Dua orang itu diborgol dan dipaksa masuk dalam mobil tahanan.
"JAMAL! MERUNDUK!" teriak Boleslav lantang dari kejauhan.
Orang-orang yang mendengar terkejut. Jamal langsung menoleh begitu pula Rajesh. Daniel ikut mendongak ke atas yang diikuti dua mafia asal India tersebut.
Tiba-tiba, Daniel, Boleslav, Rajesh dan Jamal tiarap. Para tentara bingung. Seketika ....
"WHAT THE HELL IS THAT?!" pekik salah satu tentara.
JLEB! JLEB! JLEB!
__ADS_1
"ARGHHH!"
PIPIPIPIPI ....
DWUARRR!! BOOM! BOOM! BOOM!
Umbrella melaksanakan tugasnya dengan apik. Boleslav melihat dari balik silau matahari saat Lysa meluncur dari atap menara dengan panahnya ke seberang seperti orang bermain flaying fox sembari melemparkan rainbow gas dan granat tabung ke arah kumpulan tentara.
Empat mafia itu masih tiarap dan ternyata diikuti oleh para tentara. Boleslav kesal.
Kakinya yang masih bebas, ia gunakan untuk menendang para tentara di sekitarnya tepat di wajah mereka. Ia ikut melawan meski dengan tangan kosong.
"Tuan!" pekik Daniel kaget saat Boleslav menggunakan rantai borgol untuk menjerat leher salah satu tentara yang berada di sampingnya dalam posisi duduk di atas conblock.
Daniel dengan sigap berdiri dan langsung menginjak perut tentara itu terus-menerus hingga akhirnya pria itu tewas setelah Daniel menarik pistol di rompi anti pelurunya dan menembak wajahnya ketika Boleslav menyingkirkan kepalanya ke samping.
"Jangan biarkan mereka lolos!" pekik salah satu tentara yang kini kerepotan karena mendapat serangan dari atas, tapi tak terlihat lokasi penyerangnya.
BROOMM!!
Mata Boleslav dan Daniel teralih pada sebuah mobil hitam yang tiba-tiba mendekat meski dihujani peluru, tapi tetap melaju kencang seperti tanpa hambatan.
Bahkan tak segan menabrak para tentara yang menghalangi jalannya. Tiba-tiba, pintu mobil terbuka.
Boleslav dan Daniel saling berpandangan karena tak ada orang di dalamnya.
Saat Boleslav akan berdiri, Rajesh dan Jamal sudah berlari lebih dahulu dan masuk ke dalam. Bolelsav dan Daniel terkejut.
"Apa yang kalian tunggu? Cepat!" teriak Jamal dengan tangan terborgol di depan.
Boleslav segera bangun dibantu Daniel dan berlari ke arah mobil yang diduga modifikasi Jonathan tersebut.
Namun, saat Boleslav menoleh ke atas, ia melihat Jonathan masih bertarung bersama The Kamvret di atap untuk melindungi para mafia yang belum dievakuasi seluruhnya.
"Siapa yang mengendalikannya?" tanya Boleslav bingung yang akhirnya berhasil duduk bersama Daniel.
BROOMM!
"Pegangan, Dad."
"Sia?" tanya Boleslav saat mendengar suara dari dalam mobil yang ditumpanginya.
"Kau baik-baik saja? Kau membuatku hampir terkena serangan jantung! Kau berhutang ice cream padaku," ucap Sia kesal dari sistem suara mobil tersebut.
Boleslav tersenyum melihat alat komunikasi di depannya. Sedang Daniel, Jamal dan Rajesh dibuat panik karena mobil mereka di kejar.
"Oke, aku juga mau ice cream, tapi nanti. Kita dikejar," ucap Jamal dengan nafas tersengal saat melihat dua buah mobil militer bersenjata gatling mengikuti mereka dari belakang.
"Dasar perusak suasana. Dad, buka dashboard dan kau akan menemukan belati Silent Gold. Gunakan itu untuk melepaskan borgolmu. Soal pengejar, aku akan mengurusnya."
"Daddy serahkan padamu, My ice cream," ucapnya dengan senyum terkembang.
__ADS_1