Secret Mission

Secret Mission
Critical Attack!


__ADS_3

Semua orang terlihat tegang dan tak sabar menunggu pengakuan dari Konstantin di bawah pengaruh gas halusinasi.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


"A-aku ...."


Semua orang menatap Konstantin tajam yang tertunduk tak melanjutkan perkataannya. Kening Roza dan orang-orang yang berada di sekitar Konstantin berkerut.


Tiba-tiba, "HAHAHAHA! LOKASI KALIAN BERHASIL DITEMUKAN!" teriak Konstantin dengan mata melotot lebar.


Roza terkejut sampai ia jatuh terjungkal dari kursi yang didudukinya. Semua orang tertegun dan seketika ....


TET! TET! TET!


Para mafia itu langsung berdiri dan melihat sekitar. Alarm penyerangan terdengar santer di dalam ruangan dengan lampu merah berkedip menyala terang.


BLUARRR!!


Orang-orang tiarap seketika saat atap dari bangunan runtuh karena terkena luncuran misil. Para mafia tersebut segera menyiagakan senjata.


Mata Jordan melebar ketika melihat Konstantin berusaha melepaskan borgol yang membelenggunya saat orang-orang sibuk menyelamatkan diri dari gempuran entah siapa pelakunya.


"Serangan kedua!" teriak salah seorang petugas yang terdengar nyaring di dalam ruang persidangan yang masih ditutup rapat itu dari speaker.


Boleslav segera mengamankan Sia berikut para bodyguard mafia lainnya yang melindungi Tuannya. Mata Boleslav tertuju pada atap bangunan yang berlubang karena terkena luncuran misil.


Seketika, terlihat bayang-bayang dan suara mesin helikopter. Para mafia itu merunduk dan bersembunyi di balik benda untuk melindungi diri.


Terlihat, para pasukan militer berseragam hitam masuk melewati lubang ledakan menggunakan tali dan bersenjata lengkap. Vesper melirik Amanda dan seketika ....


CRETTT!!


Senjata CamGun modifikasi yang tak terkena imbas dari ledakan melepaskan sengatan listriknya ke arah tentara yang sedang menuruni tali tersebut.


Tentara itu mengerang kesakitan dan aliran listrik merembet hingga ke atas helikopter. Terdengar suara rintihan para lelaki tersebut. Orang-orang itu jatuh dari tali yang membawa mereka.


BRUKK! BRUKK! BRUKK!


Dengan sigap, DODODODODODOR!

__ADS_1


Para tentara itu diberondong oleh senapan otomatis oleh Mix and Match yang sudah bersiap di bawah lubang, tempat jatuhnya para pasukan khusus.


Amanda membuka sebuah pintu menuju bunker evakuasi dari alat pengendali. Lopez dengan segera mengarahkan para mafia untuk segera memasuki pintu rahasia tersebut.


Jordan mendekati Konstantin yang ternyata tak terkena dampak dari gas halusinasi setelah ia melihat sebuah botol serum penawar yang telah kosong di samping sepatu fantovelnya.


"Kau dapat dari mana serum itu?" tanya Jordan


sembari mengeluarkan pedang Silent Red dengan sorot mata tajam terkunci pada Konstantin seorang.


Namun, Konstantin tak menjawab. Ia berusaha melepaskan belenggu di tubuhnya. Roza dan anggota Red Skull lainnya membelalakkan mata.


"Jangan ikut campur. Ini urusan keluarga. Amankan Sandara dan lainnya," ucap Jordan sembari mengayunkan pedang kematiannya.


Roza dan lainnya mengangguk paham. Mereka segera berlari dan mendatangi Sandara, Yena dan lainnya untuk diselamatkan.


Helikopter yang membawa para tentara terbang menjauh, tapi tak lama, muncul drone dengan senjata api mirip seperti CD buatan Vesper Industries.


Mata Boleslav terbelalak seketika karena drone tersebut mengarahkan senjatanya ke tubuh Jordan.


"JORDAN!" teriak Boleslav lantang dari tempatnya bersembunyi bersama Sia dan Daniel.


Pria itu terkejut saat drone tersebut terbang ke arahnya. Tak diduga, DODODODODOR!


Jordan berjongkok dan berlindung di balik punggung Konstantin saat Pamannya itu malah ditembaki oleh mesin tersebut tanpa ampun.


Sia, Yena dan Amanda yang melihat hal tersebut kaget bukan kepalang. Jordan bisa mendengar teriakan kematian dari Konstantin saat dengan sadar ia menerima rencengan peluru tajam yang menembus tubuhnya hingga menewaskannya.


Tubuh Jordan bahkan terkena cipratan darah dari Pamannya itu. Jantung Jordan berdebar kencang tak karuan. Ia tiarap dan tubuhnya terasa kaku seketika karena shock.


Namun tiba-tiba, Jordan mendengar seseorang berteriak lantang. Jordan menguatkan hatinya lagi dan mencoba mengintip sambil merangkak.


Matanya melebar saat melihat Jonathan menggunakan pedang Silent Blue menebas drone yang tak menyadari kedatangannya dari belakang.


Jonathan menyalakan sinar lasernya hingga silau dari pedang itu membuat mata terpaksa terpejam. Drone tersebut rusak.


Jordan melihat dari balik tempatnya bersembunyi, banyak kilatan dari laser Silent Blue dan Gold memenuhi ruangan karena drone berterbangan.


"Dasar ngengat!" teriak Lysa geram yang meluncurkan sebuah panah ke salah satu drone .

__ADS_1


JLEBB! KRAKK!


Panah itu tepat mengenai drone tersebut yang sedang melayang mendekati persembunyian Sia.


Seketika, drone-drone itu jatuh seperti mati mesin. Senyum Lysa merekah.


"Aku akan ke atas untuk melepaskan panah pemadam listrik. Juna, Nathan, lindungi aku!" teriak Lysa lantang dan dua anak lelaki Vesper itu mengangguk paham.


Nafas Jordan masih tersengal, entah kenapa keberaniannya seakan hilang seketika. Hingga tiba-tiba, ia merasakan jika tangannya ditarik oleh seseorang.


Jordan melihat Sandara berusaha membawanya pergi dari tempat persembunyiannya. Jordan berusaha bangun meski ia seperti orang linglung.


Jordan melihat Sandara menggenggam tangannya erat. Mix and Match melindunginya dari serangan yang kembali datang dari celah lubang karena terus dimasuki berbagai jenis senjata terbang serta pasukan khusus.


"Ini pasti jebakan!" ucap Sia saat dia menunggu Jordan dan Sandara masuk ke tempat evakuasi.


Yena mengangguk setuju. Mereka segera berlari memasuki lorong yang menuju ke ruang evakuasi. Suara ledakan masih terdengar bersahut-sahutan di luar lorong.


"Mom!" teriak Sia saat melihat Amanda seperti menunggunya di persimpangan lorong bawah tanah.


"Oh syukurlah kalian baik-baik saja. Jordan, kau tak apa? Kenapa kau berlumuran darah?" tanya Amanda panik memegangi wajahnya yang tertutupi darah Konstantin.


"Dia baik-baik saja, Mom," jawab Sandara dengan nafas tersengal.


"Oke, cepatlah pergi ke selatan melewati lorong tengah ini. Sudah ada kapal selam yang menunggu kalian," ucap Amanda sembari membelai kepala Jordan dan Sandara bergantian.


Orang-orang itu mengangguk dan segera mengikuti instruksi Amanda. Sia, Jordan, Sandara dan Yena pergi dilindungi oleh para wanita Red Skull menuju ke kapal selam Ahmed untuk evakuasi.


"Oh, Daddy!" pekik Sia yang baru menyadari jika Boleslav tak mengikutinya di belakang," pekik Sia langsung membalik badannya.


"Ibu akan menunggunya. Kalian cepatlah pergi. Mix and Match sedang berusaha membawanya kemari," jawab Amanda menenangkan dan Sia mengangguk meski rasa cemas menyelimuti hatinya.


Sia bisa lolos karena Boleslav dan Daniel melindunginya dari para penyerang yang berusaha mendekati tempat persembunyian mereka.


Saat Lysa berhasil melumpuhkan para drone, Boleslav segera meminta Sia berlari menuju pintu evakuasi. Sia pun menuruti perintah ayahnya.


Namun ternyata, Boleslav tak mengikuti Sia karena penyakit jantungnya kambuh. Sia tak menyadarinya karena Boleslav menutupi kesakitannya.


Daniel tetap menemani Tuan Besarnya sampai mereka bisa pergi dari tempat tersebut.

__ADS_1


Mix and Match kini bersusah payah menjemput Boleslav dan Daniel yang mulai diincar oleh para pasukan khusus karena hanya tersisa mereka yang tertinggal di ruang persidangan.


__ADS_2