Secret Mission

Secret Mission
HOME


__ADS_3

Usai pesta semalaman, dua hari setelahnya, para anggota dewan berikut orang-orang dalam jajarannya kembali ke negaranya masing-masing untuk meneruskan pekerjaan mereka baik bisnis legal ataupun ilegal.


Perasaan lega dirasakan oleh semua orang dalam jajaran 13 Demon Heads semenjak lenyapnya The Circle.


Kini musuh mereka tersisa satu, tapi akan sangat mustahil ditumpas yakni militer pemerintah di seluruh dunia.


Namun, mata-mata yang disebar oleh Han memastikan jika militer tak mengusik keberadaan anggota dewan usai Eiji mengirimkan berkas salinan dari catatan Cecil mengenai The Circle selama masa pengabdiannya.


Vesper berharap, dari berkas itu, militer tak lagi mengusik mereka.


Dua bodyguard Madam masih di tahan dalam penjara bawah tanah mansion Los Angles kediaman Antony Boleslav dalam penjagaan ketat para wanita Red Skull.


Vesper masih berada di sana bersama Jonathan dan Han. Amanda ikut mengawasi dari balik kaca di pusat kendali saat Vesper melakukan interogasi pada dua orang yang telah diobati lukanya oleh tim medis dari Jeremy.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


"Buktikan padaku jika kalian mengabdi pada Jonathan. Jika kalian sungguh menghormati pengorbanan Lucifer Flame, kalian harus mengakui anakku, Jonathan Benedict sebagai pemimpin The Circle yang sah," ucap Vesper tegas menatap keduanya yang tak bisa bergerak karena dinding penjara dilapis magnet.


Keduanya menempel kuat pada dinding itu. Kalung pemenggal dan gelang di pergelangan kaki serta tangan mereka menjadikan dua orang itu seperti cicak.


"Ya. Kami mengakui Jonathan sebagai penerus sah. Hanya saja, kami terpecah. Kami tak bisa menyampaikan hal ini kepada anggota lainnya yang belum mengetahui hal ini," jawab lelaki gundul yang memiliki tato di lengannya.


"Kalau begitu, hubungi mereka semua. Aku akan menunggu kedatangan mereka semua di Grey Hous, China. Berani berkhianat, kalung pemenggal berikut gelang yang membelenggu kalian, akan memotong tubuh kalian hidup-hidup. Kami bisa mengendalikannya dari jarak jauh. Jangan berpikir untuk lolos dari pantauan kami," jawab Vesper tegas dan dua orang itu mengangguk pelan terlihat tegang.


"Siapa nama kalian?" tanya Han serius dengan kedua tangan menyilang di depan dada.


"Aku Click dan dia Clack. Jika Amanda Theresia memiliki Mix and Match sebagai algojonya, kamilah algojo Madam selama ini," jawab lelaki gundul yang terlihat lebih muda dari kawannya.


Vesper dan semua orang yang mendengar pengakuan mereka mengangguk paham. Vesper memberikan kode pada Manda dengan telunjuknya dan Amanda mematikan magnet dalam penjara.


BRUKK!!


"Arghh!" rintih keduanya saat tubuh mereka jatuh begitu saja dari dinding dan kini telengkup di lantai.


"Pergilah. Temui aku di Grey House minggu depan," ucap Vesper serius dan dua orang itu mengangguk pelan.


Vesper, Han dan Jonathan keluar dari ruangan dengan tenang. Mix and Match lalu masuk ke dalam sembari memberikan dua buah tas ransel pada keduanya.


"Semua yang kalian butuhkan ada dalam tas itu. Ingat, kami mengawasi kalian. Berani berkhianat, kami akan menjadi lawan kalian," ucap Match tajam dan dua orang itu kembali mengangguk pelan.


Amanda tersenyum saat empat lelaki itu terlihat seperti bersaing untuk menunjukkan siapa yang terhebat, hanya saja tak ada perkelahian kali ini.


Malam harinya, Vesper pamit untuk kembali ke rumahnya. Amanda sangat berterima kasih karena bantuan yang diberikan oleh Vesper dan jajarannya dalam usaha pelenyapan The Circle.


"Oia, katanya kau akan mengadakan pesta ulang tahun untuk King D saat ia kembali. Soal Tobias, bagaimana kau akan menanganinya, Vesper?" tanya Amanda berjalan di samping sahabatnya, mengantarkan ke mobil yang akan membawa Vesper ke Bandara.


"Entahlah. Aku juga bingung dengan diriku sendiri. Kenapa aku bisa memiliki anak angkat dengan watak psikopat seperti Tobias? Namun, aku yakin jika Tobias tak seburuk itu. Dia masih memiliki belas kasih, Manda dan ia sangat menyayangi King D," jawab Vesper berdiri di pintu mobil yang sudah di buka untuknya.


"Aku akan mengirimkan kado saat King D kembali nanti. Titip ciumku untuk cucumu yang menggemaskan itu ya. Jujur, aku juga ingin sekali memiliki cucu. Aku ingin menjadi nenek sepertimu. Oh, Oma Manda? Hihi, terdengar menggelikan," ucapnya membayangkan dirinya menjadi wanita tua.


Vesper tersenyum begitupula Han dan Jonathan yang mendengar penuturan Manda barusan.


Vesper melambaikan tangan kepada semua orang saat mobilnya melaju meninggalkan mansion Boleslav.

__ADS_1


Sepeninggalan Vesper.


Jeremy yang masih berada di mansion untuk proses penghapusan ingatan William terlihat sudah siap dengan tim medisnya.


Jantung semua orang berdebar saat Jeremy mengatakan jika William telah siap untuk proses itu.


"Jadi, kapan akan dilakukan pembersihan, Jeremy?" tanya Amanda berdiri di samping Profesor dari kalangan mafia tersebut.


"Bulan depan. Kaki William masih masa penyembuhan. Selain itu, apa kau sudah menyiapkan skenario setelah semua ini berakhir, Nyonya Manda?" tanya Jeremy menatapnya lekat.


Amanda mengangguk pelan meski terlihat kesedihan di wajahnya.


"Baiklah, aku mengerti. Semoga hasilnya sesuai dengan rencana kita," ucap Jeremy pelan dan Amanda tersenyum berterima kasih.


William telah dipindahkan ke kamar yang di tempati Sia selama di mansion itu. Sia duduk di samping suaminya di pinggir ranjang saling berpelukan meski terlihat kesedihan di wajah keduanya.


"Yakinkan aku saat diriku nanti menjadi orang lain, Sia. Yakinkan aku jika William adalah suamimu dan anak yang kau kandung adalah anakku. Hanya kau satu-satunya yang kumiliki, Sia. Jadi, berusahalah untukku," ucap William penuh harap mencium kepala isterinya lembut.


"Ya. Aku akan sangat berusaha, Will. Aku pasti akan melakukannya demi mimpi kita," jawab Sia mantab dan William terlihat begitu bahagia.


Seminggu kemudian. Grey House, China.


Amanda bersama Jordan, Mix and Match, Bykov dan orang-orang penting dalam jajaran Boleslav berkumpul di salah satu markas milik Vesper.


Terlihat, para lelaki berseragam hitam dengan setelan rapi berkumpul di halaman luas di atas Markas Sarang Semut milik Vesper membentuk barisan seperti sebuah upacara.


Terlihat suasana tegang di sana. Penobatan Jonathan Benedict akan dilangsungkan di pagi buta sebelum matahari terbit.


Siaga penuh diberlakukan di sekitar Grey House dari segala bentuk serangan.


Jonathan berdiri di hadapan semua orang terlihat serius ketika Vesper memakaikan mahkota, jubah dan tongkat peninggalan dari Lucifer Flame ke tubuhnya.


Orang-orang dari kubu The Circle saling melirik dalam diam. Click and Clack berjalan mendekati Jonathan dan berdiri di hadapannya.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"HOME!" teriak Click and Clack bersamaan membentuk sebuah tanda segitiga di atas kepala mereka seperti atap rumah.


Keduanya berlutut dengan wajah tertunduk sebagai bentuk penghormatan. Para lelaki bersetelan rapi itu mengikuti gerakan dua algojo Madam.


Jonathan terlihat gugup saat membalas gerakan itu. Ia tetap melakukan gerakan yang pernah dibuat sebelumnya.


Meletakkan punggung tangan di dahinya dan memperlihatkan telapak tangan yang memiliki simbol dari Lucifer Flame.


"HOME!" jawab Jonathan lantang dan semua orang-orang The Circle berdiri dengan tegap.


"Wait. Maaf nyela. Maksudnya Home? Kan namanya The Circle, kenapa gak bikin bentuk seperti lingkaran?" tanya Jonathan heran menatap dua algojo barunya.


"Home yang berarti rumah. Kami tak memiliki rumah atau bisa dibilang keluarga. Hanya The Circle satu-satunya rumah dan keluarga yang kami miliki. Di sana kami lahir dan mati. Kami akan selalu kembali pada The Circle," jawab Clack mantab dan Jonathan mengangguk paham.


"Well, bagus juga sih. Oke kalau begitu. Segitiga oke meski namanya The Circle," jawabnya dengan senyum merekah.


Vesper dan orang-orang dalam jajarannya tersenyum tipis.

__ADS_1


Amanda bahkan tak menyangka jika suasana tegang itu bisa berubah santai karena ucapan Jonathan.


Orang-orang yang tak bisa berbahasa Indonesia memakai earphone translator buatan Eiji di telinga mereka.


"Jonathan, speech," ucap Vesper mengingatkan dan Jonathan langsung gugup seketika saat membenarkan mic yang terselip di kemejanya.


"Ehem, oke. Jadi ... selamat ... dini hari," ucapnya sebagai awalan pidatonya pagi itu.


Semua orang terdiam terlihat serius, tapi malah membuat Jonathan makin gugup.


"Oke. Well, jadi ... Jonathan kini menjadi pemimpin sah The Circle. Tak ada lagi pertikaian antara The Circle dengan 13 Demon Heads, kini, nanti dan selamanya," ucapnya tegas dan semua orang masih diam mendengarkan.


"Walaupun No Face tak ikut bersama kita karena keberadaannya tak diketahui, tapi mereka tetap dalam kesatuan The Circle. Sekarang, pekerjaan berat kita adalah menemukan mereka karena Nathan yakin jika mereka belum tahu tentang hal ini. Mereka juga harus mengakui Jonathan Benedict sebagai pemimpin baru The Circle yang berarti No Face ada dalam kendaliku," ucap Jonathan tegas menatap kelompok barunya.


Orang-orang The Circle mengangguk paham.


"Semua pengkhianat yang tak mengakui kepemimpinanku, akan dieksekusi di tempat. Tak mengakuiku sama dengan kalian tak menghormati pengorbanan yang Lucifer Flame lakukan pada kita. Tewasnya Madam alias Sierra Becca termasuk dalam catatan Lucifer. Tewasnya Madam, melalui Mamaku, Vesper, telah dianggap sebagai bentuk menunaikan tugasnya sepertu yang diamanatkan oleh Lucifer dalam catatan Hashirama."


Orang-orang The Circle mengangguk pelan termasuk Click and Clack.


"Meskipun aku lahir dalam jajaran 13 Demon Heads, tapi tak dapat dipungkiri, campur tangan Lucifer Flame dalam pembentukan kelompok ini membuat kita semua bergabung dalam satu kesatuan," ucap Jonathan mantap dan semua orang makin serius mendengarkan.


"Jika Home adalah tempat kembalinya para orang-orang The Circle, maka Home juga tempat kembalinya orang-orang dalam jajaran 13 Demon Heads. Dengan ini, aku berharap, dengan persetujuan para anggota dewan, Home dijadikan simbol pemersatu kita. Bagaimana?" tanya Jonathan menatap para anggota dewan yang duduk di kursi kebesaran mereka.


Terlihat, para anggota dewan saling melirik dalam diam. Tampak orang-orang The Circle tegang menunggu keputusan para anggota dewan itu.


Tiba-tiba, Vesper menunjukkan tangannya yang membentuk simbol segitiga dengan senyum terkembang. Jonathan terlihat begitu senang. Hal itu disusul oleh para anggota dewan yang lain.


Click and Clack saling memandang berikut orang-orang The Circle. Mereka tak menyangka jika orang-orang dalam jajaran dewan 13 Demon Heads akan setuju dengan permintaan dari Jonathan.


"HOME!" teriak Jonathan lantang dengan gerakan segitiga di depan wajahnya.


"HOME!" jawab semua orang dari dua kubu itu serempak.


Rasa haru menyelimuti hati semua orang. Mereka akhirnya bersatu tak bertikai lagi.


Senyum mulai terbit di wajah orang-orang yang menghadiri perhelatan akbar itu di susul matahari yang mulai muncul dari laut Grey House.


Bahkan, orang-orang yang tak bisa mengikuti penobatan itu ikut terharu.


Wilson dan Robert tersenyum bahagia karena akhirnya, setelah berpuluh-puluh tahun lamanya, kedamaian tercipta antara 13 Demon Heads dengan The Circle melalui Jonathan.


Jonathan menyalami semua anggota barunya. Terlihat orang-orang itu sungkan.


Jonathan menunjukkan senyumnya saat sebuah hadiah gelang pemenggal ia pasangkan satu persatu untuk ratusan orang yang datang hari itu.


"Yup. Itu hadiah kecil dariku sebagai bentuk ucapan selamat datang dan ucapan terima kasih karena kalian mengakuiku. Jadi, jangan berkhianat jika masih ingin tangan kalian berada di tempatnya," ucap Jonathan dengan senyum merekah saat kembali ke mimbar.


Orang-orang dalam kelompok The Circle terlihat tegang seketika, tapi membawa senyum di wajah orang-orang dalam jajaran 13 Demon Heads.


***


Makasih tipsnya. Uhuy, akhirnya ada juga episode adem ayem ye kan. Jarang-jarang ini terjadi, kwkwkw. Jangan lupa like, vote poin koin dan vocernya ya. Lele padamu💋💋💋

__ADS_1



__ADS_2