Secret Mission

Secret Mission
Menyusup


__ADS_3

Yena dan Sia terlihat begitu bahagia. Sia tak menyangka jika dia akan hamil anak dari William.


Namun, Sia tertunduk seketika. Iya terlihat sedih seperti memikirkan sesuatu. Yena menyadarinya.


Mereka berbicara dalam bahasa Inggris.


"Jangan takut, Sia. Kita pasti akan menemukan William dan dia akan kembali padamu. Kalian akan bersama lagi dan hidup bahagia selamanya. Aku akan membantumu mewujudkannya," ucap Yena menggenggam erat kedua tangan Sia meyakinkannya.


Sia mengangguk dengan senyum tipis terukir di wajah cantiknya. Tiba-tiba, terdengar suara pintu kamar diketuk. Yena mendekati pintu dan membukanya. Ia terkejut.


"Hei. Apakah Sia masih menginginkan ice cream? Tuan Boleslav membelikan ini untuk Sia karena buatan petugas dapur belum membeku. Bagaimana?" tanya Zaid dengan sekotak es krim di tangannya.


Sia segera mendatangi Zaid dan menerimanya dengan senyum merekah. Sia bahkan langsung membuka kotak es krim itu dan memakannya di sofa dekat ranjang.


Zaid dan Yena terbengong-bengong melihat perilaku Sia. Yena melirik Zaid dan laki tampan itu balas menatapnya.


"Bagaimana bisa Tuan Boleslav tahu jika Sia menginginkan es krim?" tanya Yena heran.


Zaid menggeleng. Cukup lama keduanya saling berpandangan tanpa mengatakan apapun. Hingga akhirnya, Zaid menyadari perbuatannya. Ia pamit pergi dengan tersipu malu.


Yena menutup pintu dengan wajah merah merona. Yena membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan membiarkan Sia menikmati es krimnya.


Yena yang lelah langsung memejamkan mata dan tak lama ia tertidur pulas. Sia tersenyum geli melihat sepupunya sembari menikmati ice cream di pangkuannya.


Di sisi lain, Guatemala.


Martin dan seluruh tim yang bertugas di lapangan telah kembali ke rumah sewa. Mereka akan membicarakan rencana selanjutnya setelah misi untuk menyergap Tessa di markas dan mencegat konvoi gagal.


Mereka berbicara dalam bahasa Inggris.


"Aku akan kembali ke markas Tessa untuk menyelidiki tempat itu. Mungkin kita bisa mendapatkan petunjuk," ucap Red serius.


BinBin dan yang lainnya mengangguk mempersilahkan.


"Aku yakin jika ada jalan rahasia di balik bukit. Tak mungkin Tessa dengan konvoi kendaraan sebanyak itu bisa menghilang tanpa jejak. Aku akan mencoba mencari tahu saat fajar menyingsing," ucap Lysa melipat kedua tangan di depan dada.

__ADS_1


Tim Red Ribbon mengangguk setuju.


"Soal Menara, biar aku dan timku saja yang menyelidikinya. Sebaiknya Sandara dan Jordan di pulangkan. Aku khawatir jika orang-orang berkostum gagak itu akan muncul lagi dan malah mencelakai keduanya. Sebaiknya kau juga segera pergi dari sini, Paman BinBin," usul Martin.


"Ya, aku setuju. Jujur, aku sangat lelah dan ingin sekali beristirahat. Aku ingin menikmati hari tuaku dengan bersenang-senang," sahut BinBin terlihat letih.


Orang-orang jadi tak enak hati pada senior mereka. Lysa dan yang lainnya pun mempersilakan Paman BinBin untuk pulang besok pagi bersama dengan Sandara serta Jordan ke Rusia.


Jack, Ara dan Catherine akan diterbangkan bersama yang lainnya tak seperti rencana sebelumnya karena para ketua tim masih ingin menyelesaikan misi yang tertunda.


Mix and Match akan mendampingi layaknya tugas seorang bodyguard dan memastikan 3 orang CIA tak lepas dari pengawasan mereka.


Mix and Match bertugas menjaga rumah sewa di malam yang sudah larut. Orang-orang mempercayakan dua algojo itu. Semua orang beristirahat di kamar masing-masing.


Namun diam-diam, Sandara dan Jordan pergi menyelinap keluar rumah menuju halaman belakang.


Ternyata Mix and Match sudah menunggu keduanya di sebuah mobil yang terparkir sedikit jauh dari rumah sewa.


Keduanya mendekati mobil dan segera masuk. Mix and Match melihat sekitar untuk memastikan jika keadaan aman.


Mix menekan gas mobil dan melaju mobil dengan kecepatan sedang menuju ke lokasi yang telah direncanakan sebelumnya.


Tak lama, mereka tiba di lokasi yang dimaksud. Sandara mengaktifkan tablet dalam genggaman dan melihat sebuah titik yang ia tandai.


"Pakailah dan tetap di sampingku," ucap Jordan sembari memakaikan topeng burung gagak yang diamankan oleh tim sebelumnya.


Sandara mengangguk pelan. Mix, Match dan Jordan melakukan hal yang sama. Mereka juga terhubung dengan earphone dan radio berfrekuensi khusus.


Mix and Match memindai sekitar dengan teropong khusus pemindai keberadaan manusia dalam gelapnya hutan.


Setelah di rasa aman tak ada manusia di sana, keduanya turun dari mobil dan membukakan pintu untuk dua Tuannya.


Sandara berjalan di depan sebagai navigator dan Jordan di sebelahnya, siap dengan pedang Silent Red dalam genggaman.


Mix and Match bersiap dengan pistol dalam genggaman tangan masing-masing. Mereka berjalan dengan langkah pasti mengikuti Sandara yang menuju ke sebuah pintu bunker.

__ADS_1


"Hmm, menggunakan sidik jari. Aku tak mau repot. Kau tak keberatan, Dara?" tanya Jordan menoleh ke arah gadis cantik Asia di sebelahnya dengan kepala tertutup topeng gagak.


Sandara mengangguk. Ia melangkah mundur dan, SINGG! Laser Silent Red menyala terang di gelapnya hutan Guatemala.


Jordan memotong pintu bunker yang terbuat dari besi dan tertutupi tumbuhan merambat untuk menutupi keberadaannya.


Mix and Match berjaga di sekeliling untuk memastikan tak ada yang mengintai mereka dari balik kegelapan dengan teropong sensor panas lagi.


"Sejauh ini aman," ucap Match berdiri di samping Sandara dengan teropong di balik topeng gagak.


Mix dan Match dengan sigap memegangi pintu besi yang hampir roboh karena terbelah oleh sinar laser Silent Red.


Dua algojo itu khawatir jika suara jatuhnya pintu besi akan mengejutkan penghuni dalamnya.


Match and Mix meletakkan pintu besi perlahan. Jordan kembali mematikan pedang laser dan berdiri tegap di samping Sandara.


Match kini meneropong dengan jenis teropong lain yang bisa melihat bekas jejak sepatu di atas tanah atau pun permukaan lainnya dan diarahkan ke tangga batu.


"Ada banyak jejak sepatu boots militer di sepanjang anak tangga. Aku akan turun duluan," ucap Match dengan teropong di balik topeng gagak.


Semua orang mengangguk setuju. Match jalan lebih dahulu dengan pistol dalam genggaman menuruni anak tangga.


Tak lama, terdengar suara siulan dari tangga dan Jordan menuruni tangga, disusul Sandara lalu Mix sebagai pelindung timnya.


"Oh, itu ...," kejut Sandara dengan suara tertahan saat mereka tiba di tangga paling bawah dan kini bersembunyi di balik dinding pembatas dengan ruangan lain.


"Ya. Selena dan Yes. Mereka sepertinya akan pergi ke suatu tempat. Ikuti,?" tanya Mix mempertegas melirik ke arah Jordan.


Remaja itu mengangguk. Mereka perlahan mengendap, mengikuti Selena dan Yes yang jalan berdampingan menuju ke suatu tempat dengan pasukan gagak mengikuti di belakang.


Namun tiba-tiba, PIP PIP! PIP PIP!


Jordan dan lainnya menoleh seketika. Sandara panik karena ponselnya tiba-tiba berdering.


"Penyusup!" pekik Yes menunjuk kelompok Jordan.

__ADS_1


***


Maap telat up😆 baru bangun tidur. Record voice sambil merem2 tadi dan ngedit pun nyambi masak. Kalo ada tipo2 harap maklum ya~


__ADS_2