
Ballroom Kastil Borka, Kaliningrad, Rusia.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris.
PRANG!!
Semua orang tertegun. Vesper tiba-tiba menyenggol sebuah gelas wine miliknya yang diletakkan pada sebuah meja bundar hingga pecahan dan airnya mengotori lantai ruang jamuan.
"Sayang, kau tak apa?" tanya Han mendekati sang isteri yang terlihat pucat memegangi dadanya.
"Kak Han, perasaanku tak enak. Sepertinya hal buruk sedang terjadi di luar sana, tapi aku tak tahu apa," jawab Vesper gemetaran.
"Maksudmu ... seperti sebuah firasat? Terjadi hal buruk pada seseorang? Begitu maksudmu?" tanya Han memastikan dan Vesper mengangguk cepat.
Amanda dan Boleslav yang ikut dalam acara jamuan ikut dibuat penasaran. Vesper terlihat seperti orang ketakutan dan hal itu tak pernah dilihat oleh beberapa orang sebelumnya. Mereka waspada.
BRAK!!
"Nona Lily! Bad news! Jonathan!" pekik Eiji tiba-tiba yang mengejutkan semua orang di Ballroom karena kedatangannya.
Sontak, mata Vesper melebar. Ia berlari mengikuti Eiji yang membawanya ke pusat komando.
Orang-orang dalam jajaran Vesper ikut dibuat panik. Mereka bergegas meninggalkan pesta. Amanda dan Boleslav saling berpandangan.
"Aku akan hubungi Red," ucap Manda serius.
Dengan sigap, Manda mengeluarkan ponsel dari dalam tas clutch GUCCI miliknya, tapi ternyata, Red lebih dulu menghubunginya.
Firasat buruk ikut menghampiri Manda dan Boleslav. Suasana tegang seketika.
"Yes, Red?" tanya Manda gugup.
"Nyonya! Mereka ketahuan dan kini dalam kondisi kritis. Red Skull dan bantuan dari Axton sedang dalam perjalanan menuju ke lokasi kejadian. Sia dan Jordan tak sadarkan diri. Hanya BinBin yang selamat dari tragedi ini. Sinyal Arthur, Torin, William dan Jonathan tak terdeteksi. Kami tak tahu apa yang sedang terjadi, tapi menurut informasi dari BinBin, mereka terpisah. Ini ulah Tessa dan The Circle," lapor Red panjang lebar.
__ADS_1
Manda shock saat itu juga dan hampir roboh. Dengan cepat, Boleslav menangkap isterinya.
Daniel membantu memapah Manda ke kursi untuk didudukkan. Boleslav mengambil ponsel yang digenggam isterinya.
Kini Amanda mirip seperti Vesper, pucat dan tubuhnya gemetaran karena hal buruk menimpa buah hatinya.
Boleslav terlihat seperti melakukan panggilan-panggilan dengan ponsel milik isterinya. Daniel berusaha menenangkan Nyonya Besarnya.
"Daniel, siapkan penerbangan! Kita ke Wilmington hari ini juga," perintah Boleslav dan Daniel mengangguk cepat.
Ternyata hal serupa juga terjadi di jajaran Vesper. Namun, Han menugaskan Arjuna, Naomi, Zaid, Tora dan tiga isterinya untuk mengecek keadaan di tempat kejadian.
Han dan Kai melarang Vesper untuk ikut terbang karena takut jika ini jebakan. Vesper terlihat sedih karena ia mencemaskan keadaan anak ketiganya.
"Aku akan ikut. Akan kupastikan jika Jonathan baik-baik saja. Percaya padaku," ucap Ivan dengan gerakan bibir meski tak ada suara yang terdengar dari mulutnya.
Vesper mengangguk paham dan mempercayakan pencarian Jonathan kepada orang-orang yang diutusnya.
"Manda, aku titipkan Jonathan padamu jika kau menemukannya. Aku berharap banyak padamu," pinta Vesper menggenggam erat kedua tangan Manda dan isteri Boleslav mengangguk dengan senyuman.
"Bagaimana bisa Tessa dan The Circle tahu kedatangan orang-orang kita?" tanya Boleslav curiga.
"Aku menebak jika The Circle sudah mengetahui semua aset kepemilikan para anggota dewan, Sayang. Ingat, mereka juga memiliki GIGA meski cacat. Mereka hanya bisa membaca, tapi tak bisa mengotak-atik isinya. Mereka pasti melihat dari catatan pesawat yang mendarat di bandar udara Wilmington. Seperti kedatangan kita, aku yakin jika mereka tahu," jawab Manda terlihat serius.
"What? Ini bahaya, Nyonya. Lalu sekarang bagaimana?" tanya Daniel panik.
"Aku sedang meminta Monica dan Q mencari di mana The Circle mengoperasikan GIGA IGOR berikut satelitnya. Aku akan menghancurkannya," jawab Manda tegas.
Boleslav dan Daniel terlihat serius.
"Seharusnya, Mix and Match tiba lebih dulu. Mereka berdua akan menjemput kita di Bandara. Agh, Jordan. Aku sudah punya firasat buruk ketika dia bersikukuh pergi tanpa Mix and Match. Lihat, hal buruk terjadi padanya. Itulah akibat jika membangkang ucapan orang tua," sambung Manda terlihat jengkel.
Daniel dan Boleslav saling berpandangan. Mereka tak mau cari masalah dengan Amanda yang sedang mengamuk.
__ADS_1
Hari berikutnya. Mix and Match sudah menunggu di bandara untuk menjemput majikan mereka.
Perhitungan Manda sejauh ini tepat. Boleslav memilih diam karena ia penasaran apa yang akan dilakukan oleh isterinya.
"Ada kabar terbaru?" tanya Manda saat semua orang sudah duduk di bangku mobil
"Aku sudah menghubungi BinBin. Sia dan Jordan sudah diamankan di Rumah Sakit. Mereka kini dalam perawatan. Hanya saja, BinBin tak bisa menyusul ke rumah yang diyakini tempat ibu William bekerja dulu. Ia mengalami keseleo dan pembengkakkan di pergelangan kakinya," jawab Match melaporkan.
Amanda mengangguk paham. Setidaknya ia lega karena dua anaknya selamat dari insiden penyerangan itu.
Boleslav mengelus punggung isterinya lembut, Manda menunjukkan senyum tipisnya.
"Lalu William?" tanya Manda khawatir.
"Jika dia mati akan lebih baik. Aku akan datang ke pemakamannya dan memberikan sedikit pidato pujian jika aku bangga padanya karena mati dalam pertempuran. Heroik sekali," sahut Boleslav tiba-tiba berwajah datar.
PLAKK!
"Hei!" pekik Boleslav kaget karena isterinya memukul lengannya kuat dengan wajah bengis.
Orang-orang menahan senyum. Saat suasana sedikit tenang, tiba-tiba ponsel Daniel berdering. Daniel bingung karena tak ada nomor tertera di layar ponselnya.
Boleslav melirik tajam dan mengangguk pelan. Daniel menerima panggilan itu dengan gugup.
"Hallo."
KLEK! TUT ... TUT ... TUT ....
Daniel bingung karena panggilannya malah diputus. Namun tak lama, sebuah pesan elektronik masuk dan tak ada nama penerima. Daniel makin curiga.
"Cari sebuah yacht di Bradley Creek Marina. Kau akan temukan mereka, tapi tidak dengan William. Dia milik kami."
Praktis, mata semua orang melebar seketika. Boleslav yakin jika pesan itu dikirimkan oleh The Circle. Daniel mencoba membalas pesan dan menghubungi kembali, tapi tidak bisa.
__ADS_1
"Aku memilih percaya dengan pesan itu. Kita segera ke alamat yang dituju," perintah Boleslav dan Mix segera men-set GPS menuju ke tempat yang dimaksud.
Amanda terlihat gugup. Ia memikirkan keselamatan William yang malah dibawa oleh The Circle entah apa tujuannya.