Secret Mission

Secret Mission
Curiga


__ADS_3

Masih eps boyongan dan ada beberapa tambahan serta revisi dari autor. Baca aja biar gak gagal paham nanti ketika udah dilanjutkan. Tengkiyuw~ Jangan lupa Vote yang buanyak yaa😁


------ back to Story :


Arjuna melihat helikopter yang terbang ke arahnya. Arjuna yang masih bergelantungan di tebing curam itu hanya meliriknya sekilas dan kembali memanjat dengan tangan kosong.


William dan semua kandidat calon bodyguard Axton menatapnya seksama dari dalam helikopter.


Helikopter Axton mendarat di atas tebing itu. Ternyata sudah ada Alex, bodyguard kepercayaan Han. Dia selevel dengan Sergei.


Sergei segera keluar dari dalam helikopter dan mendatangi Alex lalu menyalaminya. Alex pun menyambut jabat tangannya.


"Hallo, Alex. Good morning," sapa Sergei ramah.


"Good morning too, Sergei. Kau terlihat makin garang. Apa Yuki belum mencampakkanmu?" ledek Alex.


Sergei langsung melepaskan jabat tangannya dengan wajah kesal, Alex tersenyum geli karena berhasil mengerjainya.


Banyak orang yang tak setuju hubungan Sergei dan Yuki, terlebih Eiji. Eiji bahkan sampai enggan bertemu dengan adiknya itu karena sosok Sergei yang dinilai tak pantas bersanding dengan adiknya.


Tak lama, Arjuna mulai terlihat. Ia berkeringat hebat dan langsung berdiri dengan ngos-ngosan di ujung tebing itu.


Alex mendatanginya dan memberikan handuk serta botol minum. Arjuna dengan sigap menerimanya dan menyiramkan air dalam botol itu ke kepalanya hingga basah kuyup.


Keringat dan air hampir tak bisa dibedakan lagi. Arjuna lalu mengelap kepala dan wajahnya dengan handuk dan melirik ke arah William dan yang lainnya.


Alex membisikkan sesuatu pada Arjuna dan Arjuna pun mengangguk paham.


"Hallo, uncle Sergei. Long time no see," sapa Arjuna sembari mengajaknya berjabat tangan.


Sergei membalas jabat tangan Arjuna. Arjuna kembali melirik ke arah William dan yang lainnya sambil mengelap tangannya dengan handuk pemberian Alex.


"Mereka hanya bertiga? Dari total 15? Hmm ... pastinya cukup tangguh," ucap Arjuna menatap William dan yang lainnya seksama.


"Kenapa tak kau uji sendiri?" tanya Sergei memasukkan kedua tangan ke dalam saku celananya.


"Haha, kau curang ya. Aku baru saja selesai, kau langsung mengajakku untuk bertanding," jawab Arjuna terkekeh.


Sergei merapatkan bibirnya menahan malu. Ia tak menyangka jika Arjuna tahu salah satu strateginya.


"Aku lapar, aku mau makan. Kalian sudah makan? Jika belum, bergabunglah bersamaku," ucap Arjuna ramah dan kini menerima kaos pemberian Alex.


Arjuna memakai kaos itu dan memberikan handuk basahnya kepada Alex. Tanpa ekspresi, Alex pun menerimanya.


Arjuna berjalan begitu saja masuk ke helikopter Axton dan diikuti oleh Alex, bodyguard-nya.


Sergei juga langsung mengikutinya dan menjadi co-pilot. William, Shamus dan Ace hanya saling melirik dan ikut masuk ke dalam helikopter.


Tak lama, baling-baling helikopter berputar dan mulai melayang di udara. Sekitar 30 menit terbang, helikopter itu mulai terbang rendah mendekati sebuah rumah di bawah bukit.


Di sana sudah ada 3 mobil dengan bodyguard yang berjaga lengkap bersenjata api. William mencoba mengingat lokasi itu dan berencana mengabarkannya pada Rika begitu ada kesempatan.


Helikopter mendarat di tanah lapang dekat rumah dua lantai itu. Tak ada rumah lain selain rumah bercet cream dengan kolam renang di sana. Seperti sebuah mansion peristirahatan pribadi.


Arjuna langsung keluar dari dalam helikopter dan diikuti oleh lainnya. Semua bodyguard mengangguk sebagai salam hormat kepada Tuan Mudanya. Arjuna hanya berjalan begitu saja melewatinya.

__ADS_1


Mereka pun masuk ke mansion mewah itu. Seorang pelayan perempuan mendekati Arjuna.


Terlihat Arjuna membisikkan sesuatu padanya dan pelayan itu mengangguk mengerti.


"Aku mandi dulu, kalian tunggu saja di ruang makan, aku akan menyusul," ucap Arjuna yang memunggungi mereka dan hanya menoleh sedikit.


Semua orang mengangguk paham. Arjuna meninggalkan semua tamunya dan berjalan cepat menuju ke kamarnya. William mengikuti Alex sebagai penunjuk jalan dan penerima tamu.


William menatap mansion itu seksama. Tak ada satupun CCTV di sana, ia heran. Untuk kediaman seorang anak mafia kelas dunia, rumah itu tak memiliki pengaman berlapis, seperti rumah biasa.


Alex mempersilakan semua orang untuk duduk di kursi makan dan merekapun menurutinya.


William duduk berseberangan dengan Sergei. Shamus dan Ace duduk di antara William. Alex di sebelah Sergei.


Tak lama, sajian pun datang. Para pelayan meletakkan berbagai jenis hidangan dan wine di meja itu.


Type makanan Asia khususnya Jepang. William berspekulasi jika Arjuna ini berasal dari Jepang. Alex pun mempersilakan mereka makan.


"Apa tak menunggu Tuan Muda?" tanya Sergei sopan.


"Tidak, dia suka makan sendirian. So please ..." ucap Alex kembali menawarkan para tamunya untuk makan terlebih dahulu.


Merekapun makan dengan tenang. William penasaran akan sesosok Arjuna ini.


"Maaf, Tuan Alex. Aku masih baru dalam hal ini. Ku dengar dari Sergei jika Arjuna ini, anak kedua dari Vesper. Lalu, anak dari Nyonya Vesper lainnya ada dimana?" tanya William memberanikan diri.


Sergei meliriknya tajam sambil mengunyah makanan. William mencoba untuk tenang.


"Well, anak pertama Nyonya Vesper bernama Lysa. Dia sekarang berada di camp militer di China. Dia sedang menyeleksi para kandidat calon lain. Jika kau lulus seleksi dengan Tuan Arjuna, kau akan bertemu dengan Jonathan. Lalu kau akan bertemu nona Lysa dan yang terakhir Sandara Liu," ucap Alex menjelaskan.


"What? Sandara yang terakhir?" tanya Sergei sampai menghentikan makannya.


Alex tersenyum.


"Dia mungkin terlihat paling lemah dibanding yang lain, tapi dia sangat jenius. Sama seperti ayahnya," ucap Alex kembali menusuk sosisnya.


Sergei terlihat pucat, ia melirik William. William yang tak tahu apapun hanya diam saja.


Ia masih belum mengerti skema akan seleksi ini, ia akan mengikuti alurnya saja dan tak mau membuatnya dalam masalah mengingat CIA lepas tangan akan keterlibatannya kali ini.


"Maksud Anda, kami akan bertanding dengan Arjuna, begitu?" tanya Ace penasaran.


"Ya. Dia suka olah raga extream. Dia yang menentukan, jika kalian bisa mengalahkannya, kalian akan lanjut ke babak selanjutnya. Jika kalah, entahlah apa yang Tuan Axton akan lakukan pada kalian," ucap Alex tersenyum miring.


William dan kedua kandidat hanya saling memandang satu sama lain. Mereka masih penasaran dengan test itu.


Saat mereka sedang makan, tak lama bodyguard Arjuna lainnya datang bersama seorang lelaki yang lebih muda dari William, Shamus dan Ace. Mereka semua menatap lelaki itu seksama.


"Tuan, dia kandidat dari tuan Antony Boeslav. Silakan," ucap bodyguard Arjuna memperkenalkan sepintas dan mempersilakan lelaki muda itu untuk bergabung dengan William dan yang lainnya.


Ia telihat periang dan ramah karena selalu tersenyum.


"Hai, aku Jordan. Anak dari Antony Boeslav," ucapnya sambil melambaikan tangan.


William tertegun seketika. Jantungnya mendadak berdebar cepat. Ia tahu nama Antony Boeslav dan ia juga tahu siapa Jordan.

__ADS_1


Jordan adalah adik Sia meski beda ayah. Sia anak Julius Adam dan Jordan anak Antony dengan Amanda Theresia. William spontan bertanya.


"Kau ... adik Sia?" tanya William tiba-tiba.


Semua orang tertegun dan langsung menoleh ke arahnya. Jordan mengerutkan keningnya begitu juga Sergei.


"Kau mengenal kakakku? Wow, kau siapanya?" tanya Jordan penasaran.


William keceplosan. Ia menelan ludah dan panik seketika. Sergei tak berkedip melihatnya.


"Oh, aku teman Sia dulu saat kuliah di Amerika. Dia ... mm ... pernah mengirimiku pesan satu kali sebelum kami akhirnya berpisah. Dia bilang pindah ke Rusia bersama ayah ibunya. Dia bilang, dia senang karena memiliki seorang adik laki-laki yang tampan. Aku tak menyangka bertemu denganmu," ucap William dengan jantung berdebar dan mencoba untuk tenang.


"Benarkah? Aku tak menyangka jika kak Sia memuji di belakangku. Siapa namamu? Aku akan menanyakannya pada kakakku nanti," tanya Jordan dengan senyum menawannya.


Jantung William berdebar tak karuan, ia malah berkeringat dingin. Semua orang menatapnya seksama.


"William. Katakan saja, William merindukannya dan mungkin bisa bertemu dengannya lagi," ucap William dengan senyum tipis.


"Oh, William. Baiklah, akan aku sampaikan pada kakakku. Dia pasti senang jika bertemu dengan teman lamanya lagi," ucap Jordan masih tersenyum ramah.


Alex mempersilakan Jordan untuk duduk bersama mereka. Jordan duduk di sebelah Sergei.


Sergei masih menatap William penuh curiga. 1 jam kemudian, acara makan pagi itupun selesai.


Alex mengantarkan para tamunya ke kamar mereka. Sebuah ruangan besar dengan 3 tempat tidur bertingkat di sana yang disiapkan khusus untuk para kandidat.


William, Shamus, Ace dan Jordan tinggal sekamar. Mereka pun diminta beristirahat karena pertandingan akan dilakukan sore hari nanti tepat pukul 3.


Sergei diberikan kamar khusus tak sekamar dengan para kandidat. Alex dan Sergei meninggalkan 4 kandidat itu.


Sergei masuk ke kamarnya untuk beristirahat. Ia diam-diam menelepon Yuki mengenai kecurigaannya pada William.


"Hallo," sapa Yuki.


"Sayang, apa kau yakin dengan berkas yang kau baca mengenai William?" tanya Sergei to the point.


"Yes. Ada apa? Dia bersih," jawab Yuki yang sedang asik berjemur di pinggir kolam renang mansion Axton dengan bikininya.


"William mengenal Sia, anak Tuan Antony Boeslav," ucap Sergei pelan.


Yuki tertegun dan langsung duduk di kursi santainya.


"Ah, kau menyebalkan! Siang nanti aku akan terbang ke China menemui Lysa, jika aku terlambat Lysa akan marah padaku!" bentak Yuki kesal.


Sergei menggaruk kepalanya sambil meringis.


"Tolonglah, Sayang, Lysa pasti akan mengerti. Kau katakan saja sejujurnya," ucap Sergei memelas.


"Hah! Baiklah, akan kucari tahu. Jika Nyonya Vesper sampai mengamuk, kau yang bertanggungjawab!" bentak Yuki kesal yang langsung mematikan panggilan telepon kekasihnya.


KLEK. TUT ... TUT ... TUT ....


"Hah, sial! Kenapa harus bawa-bawa Nyonya Vesper segala?" guman Sergei tak habis pikir.


Sergei mulai mencurigai William yang mengaku mengenal Sia. Keberadaan Sia yang diketahui baru masuk dalam keluarga Antony Boeslav membuat Sergei ingin mencari tahu lebih dalam lagi, siapa William sebenarnya.

__ADS_1


__ADS_2