Secret Mission

Secret Mission
Umpan


__ADS_3

Di mansion Jamal, New Delhi, India.


"Hmm. Baiklah, jika kau mempercayainya. Namun, Rajesh akan mengawasi aksi kalian dengan ketat," ucap Jamal serius di kursi kerjanya.


"Percayakan saja padaku, Kakak. Dan, apakah ... ayah tahu akan hal ini?" tanya Rahul penasaran.


"Ayah tak dilibatkan dalam hal ini. Biarkan ia fokus dengan masa pensiunnya. Jangan berani kau mengusiknya. Kau paham, Rahul?" ucap Jamal menatap Rahul tajam dengan telunjuk diarahkan ke tubuhnya.


"Yes, Brother. Baiklah. Aku pergi dulu, kau akan dengar kabar baik dariku," ucap Rahul memberikan salam dengan meletakkan jemari tangan kanan di dahinya.


Jamal mengangguk pelan. Rajesh bodyguard sekaligus asisten kepercayaan Jamal akan ikut ke Amerika untuk misi pembunuhan Axton.


Ace dan Shamus yang sudah melakukan pengintaian selama seminggu penuh untuk mempelajari gerak-gerik Axton mulai memahami ritme kinerja salah satu anggota dewan itu.


Di pesawat pribadi Rahul.


William terlihat sibuk duduk dengan laptop yang terhubung dengan laporan Shamus serta Ace di Amerika.


Sedang Rajesh terlihat sibuk menyiapkan segala persenjataan yang akan digunakan oleh team Rahul.


Rahul duduk diam menatap William seksama dari kursinya seperti memikirkan sesuatu. William duduk di kursi terpisah dengan meja yang dipenuhi dengan ponsel, tablet dan kertas serta berbagai peralatan tulis di sana.


"Bagaimana, Will? Laporkan," tanya Rahul penasaran dengan yang William kerjakan.


"Kita butuh umpan, Tuan. Kau mungkin punya kenalan?" tanya William menatap Rahul dengan senyum tipis.


"Umpan? Kenalan? Apa maksudmu?" tanya Rahul bingung begitupula Rajesh yang sedang berjongkok mengecek senapan dalam koper hitam besar.


"Axton menyukai wanita. Kita tak bisa mendekatinya karena Axton sudah mengenaliku, Ace bahkan Shamus, terlebih kau. Kita butuh umpan yang selalu ikut kemanapun Axton pergi. Kau beruntung, Tuan. Axton sudah bosan dengan wanita sebelumnya dan ia berencana untuk pergi ke Las Vegas mencari wanita baru," ucap William menjelaskan.


"Ahh ... kenapa harus cari yang lain? Wanitaku bisa melakukannya. Apa ... Axton menyukai wanita India? Mungkin bagimu Nandra tak cantik, tapi ia cukup hebat merayu. Akan kurelakan Nandraku untuk bersama Axton semalam. Jadi, jangan kacaukan dan pastikan Nandraku kembali tanpa goresan luka ditubuhnya," ucap Rahul menunjuk William penuh penegasan.


William tersenyum sambil mengangguk. Nandra yang ikut dengan Rahul hari itu menatap Tuannya dengan gemas sembari menggigit bibir bawahnya.


Nandra ikut mendengar jika ia disangkutpautkan dalam misi ini.


Nandra yang sedang berjalan mendekati Rahul membawa dua gelas crystal berisi Vodka, mulai duduk perlahan dipangkuan Tuannnya dan menyerahkan gelas itu.


"Siapa Axton? Kenapa kau mengumpankan aku? Kau tega sekali, Sayang," tanya Nandra yang memegang gelas di tangan kiri dan tangan kanan menarik kerah jas Rahul dengan bibir mengerucut.


"Kau sangat cantik dan menawan, Nandra. Kami membutuhkanmu untuk misi kali ini, tapi ingat. Jangan sampai kau jatuh dalam rayuannya. Dia itu dijuluki "Cassanova" dan ... akan segera mati. Jadi ... buat dia terbuai dan masuk dalam perangkap kita. Kau mengerti, Sayang?" tanya Rahul sembari memegang dagu wanitanya dengan senyum lebar dan ikut meletakkan gelas di atas meja.


"Kau bisa mengandalkanku, tapi jangan lupa. Kau harus berikan hadiah yang sangat berkilau untukku," ucap Nandra manja lalu meminum Vodka-nya.


"Tentu saja, tentu saja. Apapun untuk Nandraku yang cantik," ucap Rahul kembali menggoyangkan kepala sembari menatap wajah wanitanya yang terlihat begitu menggoda.


Rahul mengambil gelas milik Nandra lalu meminum Vodka itu hingga habis.


"Baiklah. Karena kau akan bersama si Tua itu, kau harus menemaniku seharian. Ayo, Sayang. Di sini banyak mata yang memandang. Jangan buat mereka iri dengan aksi kita," ucap Rahul menyindir para lelaki di sekitarnya.

__ADS_1


Rahul meletakkan gelas itu di atas meja lalu mengajak Nandra masuk ke kamar yang tersedia di pesawat.


William dan lainnya hanya menghela nafas. Ia kembali dengan laptopnya dan terlihat fokus dengan misinya nanti.


"Aku sangat benci jika Rahul banyak bicara," gerutu Rajesh kesal.


William tersenyum tipis dari tempatnya duduk. Ia melihat Rajesh mulai mengemasi semua koper di kabin pesawat dengan dua lelaki yang ikut terbang hari itu.


William merencanakan banyak strategi untuk misi pertamanya dengan mafia bernama Rahul.


Shamus dan Ace sepakat untuk menjadi sekutu William karena mereka dijanjikan menjadi bodyguard sepertinya.


Shamus dan Ace bahkan mengikuti Axton yang pergi ke Las Vegas.


Yuki yang tak ikut mengawal karena pergi ke Camp Militer Vesper di China, membuat Ace dan Shamus semakin yakin jika akan mudah melenyapkan Axton kali ini.


William juga menyempatkan untuk melakukan perekaman dengan pulpen khusus pemberian Jack yang akan ia rencanakan untuk diserahkan ke seorang penjaga toilet di salah satu gas station di Las Vegas.


Pesawat mendarat mulus di Bandar Udara Internasional McCarran, Las Vegas keesokan harinya pada malam hari.


Penerbangan 20 jam itu tentu saja membuat semua orang letih. William meminta singgah di sebuah gas station dengan alasan ingin kencing. Rahul dan lainnya pun menunggunya dengan sabar di mobil.


Shamus dan Ace sudah menunggu dengan siap di kamar Kasino tempat Axton menginap.


William dan seluruh team Rahul menyamar. William tak menyangka jika para mafia juga ahli dalam melakukan hal tersebut seperti didikan militer. William makin waspada.


William baru menyadari jika Nandra sangat cantik saat mengenakan dress terusan sepaha dan atasan terbuka yang membuat dadanya terlihat penuh dan menyumbul. William menelan ludah.


"Tergoda, hah? Kau pasti menyesal menolak Nandra saat itu, William," ucap Rahul yang ternyata memperhatikan gerak-gerik William.


William tertegun saat Rahul tiba-tiba berbisik di sampingnya dengan senyum meledek. William mengalihkan pandangannya dan segera mengeluarkan ponselnya mencoba untuk tidak tertarik dengan pesona Nandra.


"Kuatkan hatimu, William. Ingat Sia ... ingat Sia ...." ucap William dalam hati yang membayangkan jika Sia ada di depannya menunjukkan taring seperti saat ia bersama Selena dulu.


"Shamus, over," panggil William.


"Kau sudah mendarat, Will? Kami berada di kamar 107. Axton sedang berjudi di bawah. Sergei menemaninya. Dia dikawal banyak penjaga yang berkamuflase. Jangan melakukan gerakan mencurigakan, para penjaga itu sangat jeli, Will. Tadi ada satu yang tewas karena berusaha akrab dengan Axton," ucap Shamus mengabarkan.


Sontak William terkejut. Ia yakin jika penjaga yang dimaksud itu adalah Black Armys. William yang sudah sempat membaca berkas tentang Black Armys mulai waspada.


"Ciri-ciri penjaganya?" tanya William dimana mereka masih dalam perjalanan di mobil limousine menuju kasino.


"Penjaga kali ini orang-orang Asia. 10 orang, berpakaian sipil. Ada di sekitar area judi," ucap Shamus menjelaskan.


"Oke. Pantau terus, Shamy," ucap William memberikan perintah.


"Dimengerti."


William menutup sambungan teleponnya. Rahul dan lainnya menatap William seksama.

__ADS_1


William menjelaskan kondisi di lapangan. Semua orang di mobil menyimak dengan serius arahan strategi dari William.


Nandra kunci utama dalam misi kali ini mengangguk paham. Ia tak dipakaikan alat penyadap atau apapun ditubuhnya karena takut dilacak.


Nandra hanya membawa ponsel dalam tas Clutch berkilaunya yang senada dengan gaun mini-nya malam itu.


Rahul dan team eksekutor turun di persimpangan dengan memakai wig dan gaya berpakian seperti pelancong di kota itu.


Nandra tetap di limousine dimana ia akan turun tepat di lobi kasino tempat Axton berada.


Nandra yang sudah diberikan visual Axton itu mendengus kesal karena ternyata targetnya adalah lelaki Amerika tua yang menurutnya akan sangat merepotkan.


"Pastikan ia mati dengan cepat. Ugh, aku benar-benar jijik dengan pria tua. Kau sungguh menyebalkan, Rahul," gerutu Nandra dari sambungan telepon saat ia sudah turun dari limousine.


"Good luck, Babe. Muach," balas Rahul dari sambungan telepon.


Nandra mulai memasuki kasino dan langsung menuju ke tempat judi dengan jalan melenggang.


Nandra yang berparas cantik layaknya aktris itu tentu saja mengundang perhatian kaum Adam yang dilewatinya.


Nandra cuek saja saat melewati para lelaki itu karena ia fokus mencari keberadaan Axton.


Hingga akhirnya, Nandra melihat Axton sedang duduk di sebuah kursi sedang bermain poker bersama pemain yang lain.


Nandra mengatur nafasnya dan mengibaskan rambut panjang yang sengaja ia buat bergelombang ke bahunya.


Ia mendekati meja Axton perlahan dengan senyum mematikan dimana Rahul selalu mabuk kepayang akan aksi sensualnya itu.


"Hmm. Sepertinya kau sedang tidak beruntung, Tuan. Kau kalah banyak," sindir Nandra yang kini berdiri di belakang Axton mengintip jumlah pin miliknya yang tinggal sedikit.


Sergei yang berdiri di sampingnya melirik Nandra tajam dimana Nandra cuek saja dengan apa yang ia katakan barusan.


Axton yang ikut mendengar geram. Ia mengepalkan kedua tangannya dan bersiap mengamuk dimana ia memang sedang sial hari itu.


Axton membalik tubuhnya dengan mata melotot tajam, tapi emosinya mereda seketika saat matanya malah mendarat dan kini terfokus pada dua buah bongkahan yang membuat jantungnya berdebar kencang.


"Oh, maaf. Aku menghalangi pandanganmu, Tuan. Aku akan pergi," ucap Nandra memulai aksinya dimana Axton malah mengedipkan matanya berulang kali seakan ia siap membenamkan wajahnya diantara dua gundukan besar itu pengganti bantal tidurnya.


Saat Nanda membalik tubuhnya dan siap melangkah, Axton dengan sigap memegang pergelangan tangan Nandra lalu berdiri.


Nanda kembali membalik tubuhnya dan kini matanya beradu pandang dengan Axton.


Entah apa yang terjadi, sorot mata Axton malah membuat jantung Nandra berdegup kencang.


Seakan lensa mata lelaki di depannya itu memasuki dunia fantasinya dan membuatnya tenggelam dalam fatamorgana romansa. Nandra diam mematung seketika dan malah terbengong.


-----


mulai update lagi. walaupun ni badan masih pegel2 tapi demi para readerku tercinta yg gak sabaran. lele berikan yg kalian mau. jadi jangan lupa vote yg banyak ya berikut like dan komennya. kwkwkw😆

__ADS_1


__ADS_2