Secret Mission

Secret Mission
The Ocean


__ADS_3

Udah abis nih eps boyongannya. Hehe bersiaplah besok untuk eps terbaru dr Secret Missions😁 Selamat menebak-nebak😆 Jangan lupa likenya lhooo dan rate bintang 5 yaa. Tengkiuu lele padamu😘


------- back to Story :


Sore itu terlihat Arjuna sudah siap dengan celana boxer berenangnya di pinggir kolam renang.


William, Shamus, Ace dan Jordan datang sore itu ke tempat yang sudah ditentukan.


Arjuna sedang melakukan pemanasan dan perenggangan dengan bertelanjang dada. Alex berdiri di sampingnya dengan banyak bodyguard bersenjata di sekeliling mansion.


"Kalian, lepaskan pakaian dan pakai boxer saja. Lalu, Jordan maju duluan," ucap Sergei yang berdiri di samping Jordan.


"Aku? Duluan? Oh, oke," jawab Jordan terlihat gugup.


Jordan segera melepas celana dan kaosnya. Ia meletakkan di meja pinggir kolam renang yang sudah disediakan. Ia berjalan perlahan mendekati Arjuna yang sudah terlihat siap.


"Jadi, kali ini apa, Alex?" tanya Sergei penasaran.


"Bergulat di dalam air," jawab Alex dengan senyum tipisnya.


Jordan dan semua kandidat terlihat gugup. Sergei menghembuskan nafas panjang. Ia melirik ketiga kandidat yang masih berpakaian lengkap berjejer berderet dengannya.


"Kuberi tahu kalian satu rahasia. Diantara semua anak Vesper, Arjuna yang memiliki fisik paling kuat. Padahal dulu saat masih kecil dia sakit-sakitan. Entah apa yang ayahnya lakukan padanya, ia bisa menjadi lelaki tangguh seperti ini. Dia petarung yang hebat dan dijuluki "The Ocean" oleh para mafia," ucap Sergei berbisik.


"The Ocean?" tanya Ace penasaran.


"Yup, dia penyelam dan perenang handal. Dia bisa tahan dalam air bahkan 20 menit lebih. Mengagumkan," ucap Sergei seperti ikut takjub juga.


William menyipitkan matanya. Arjuna terlihat santai dan seperti lelaki biasa saja. Bahkan postur tubuhnya hampir sama dengannya.


William makin penasaran dengan kemampuan Arjuna di dalam air. Arjuna dan Jordan pun bersalaman.


Mereka masuk ke dalam kolam renang dimana sudah ada 3 orang yang memakai baju penyelam di sana.


1 orang membawa kamera, 1 orang sebagai penyelamat dan 1 orang sebagai wasit pertandingan.


Ternyata ada sebuah monitor yang terkoneksi dengan salah satu anggota dewan, yakni Han, ayah Arjuna. William menatap wajah Han seksama dari layar monitor.


"Sergei, itu ...."


"Yup. Dia salah satu anggota dewan dari Korea Selatan. Kim Han Bong," ucap Sergei lalu membungkuk hormat pada Han di depan kamera yang berdiri dengan tripod samping kolam renang dan dijaga seorang petugas di sana.


Han balas mengangguk. William, Shamus, dan Ace pun ikut membungkuk. Han ingin melihat siaran langsung dan tak ingin melewatkannya.


Arjuna sudah mengambang dan terlihat separuh tubuh bagian atasnya di permukaan air. Ia melihat wajah ayahnya di layar monitor.

__ADS_1


"Appa! Jangan lupa janjimu!" teriak Arjuna bersemangat dengan bahasa Indonesia.


"Menang dulu baru nagih," jawab Han cuek.


"Mana Mama?!" teriaknya lagi.


"Sibuk," jawab Han dengan wajah kesal.


Arjuna tertawa.


"Ya! Kalian bertengkar lagi ya?" teriak Arjuna meledek.


"Ya! Jangan cari gara-gara! Cepat dimulai. Kau membuang waktu," jawab Han kesal dan mendengus keras.


Alex hanya menggeleng kepala sedang semua orang bingung dengan apa yang mereka bicarakan karena Han dan Arjuna menggunakan bahasa Indonesia. William kembali bertanya.


"Sergei, mereka ini orang mana? Ku kira tuan Han orang Korea," tanya William bingung.


"Hah, rumah tangga mereka rumit. Namun, setahuku, semua bawahan Vesper harus bisa berbahasa Indonesia bahkan wajib tanpa terkecuali. Yuki bisa bahasa Indonesia karena Lysa mengajarkannya. Kau, apa bisa bahasa Indonesia?" tanya Sergei meliriknya.


William menggeleng. Sergei langsung memalingkan wajah terlihat kecewa.


William makin penasaran dengan semua mafia di bawah jajaran Vesper. Gaya kepemimpinan yang cukup aneh menurut William.


Alex sudah siap dengan peluitnya untuk memulai pertandingan. Dia memberitahukan peraturannya.


Semua peserta pertandingan mengangguk paham. William yang belum bertanding pun ikut deg-degan.


Semua orang terlihat tegang bahkan Jordan berulang kali terlihat mengatur nafasnya sedang Arjuna malah tersenyum melihat tingkah Jordan yang menurutnya menggemaskan.


"Kau lucu, aku menyukaimu," ucap Arjuna menunjuknya.


Jordan tertegun dan hanya mengangguk pelan. Akhirnya, PRITTT!


Arjuna dengan cepat menyelam ke dalam air. Jordan tertegun karena Arjuna tiba-tiba hilang dari penglihatannya.


"Hei! Jangan diam saja! Menyelamlah!" teriak Sergei emosi tiba-tiba.


Jordan langsung mengambil nafas dalam dan segera menyelam. Sergei bertolak pinggang dan terlihat kesal.


William dan dua kandidat lainnya saling melirik dan menghembuskan nafas.


Di dalam air, terlihat dari kamera yang merekam pertandingan. Arjuna bagaikan ikan pesut menyelam lurus dengan cepat mengambil gelang itu.


William cukup kagum dengan kemampuan berenang Arjuna dimana kedalaman kolam setinggi 4 meter. Ia dengan mudah mengambil gelang itu dan memakai di pergelangan tangan kanannya.

__ADS_1


Jordan masih berusaha menyelam dengan sekuat tenaga. Terlihat Arjuna seperti meledeknya dengan berdiri dan menyilangkan kedua tangan di depan dada, mengambang menunggu Jordan mengambil gelang itu dan memakainya.


Saat Jordan sudah berhasil mengambil gelang dan memakainya, tiba-tiba Arjuna langsung berenang meluncur bagaikan roket mendatangi Jordan yang tak siap itu.


Hanya sekejap saja, Arjuna langsung memegang tangan Jordan yang memakai gelang dan SRETT!


Gelang di tangannya langsung terlepas dan Arjuna dengan sigap memakainya di pergelangan tangan kirinya.


Jordan tertegun, saat Arjuna akan berenang ke permukaan. Jordan memegang kaki kanan Arjuna dan memeluknya erat.


Arjuna ganti terkejut, tapi ia dengan kuat, DUAKK!


"Ohok!" Arjuna menendang wajah Jordan dengan kaki kirinya hingga cengkraman Jordan terlepas.


Jordan terdorong hingga jatuh ke dasar kolam dan terlihat cairan merah keluar dari bibirnya. Jordan terluka.


Arjuna mengabaikannya dan berenang ke permukaan. Jordan mulai kehabisan nafas dan terbatuk-batuk karena menelan air cukup banyak.


Dengan sigap, penyelam penyelamat berenang mendekati Jordan dan menariknya naik ke permukaan.


Kamera di pinggir kolam renang mengambil gambar Arjuna yang berenang dengan santai ke pinggir kolam mendekati Alex.


Alex tersenyum tipis. Arjuna naik ke tangga kolam renang dengan gaya gantle-nya yang terlihat makin garang dengan tatonya.


Ia melepaskan kedua gelangnya dan memberikan pada Alex.


PRITTT!


Alex meniupkan peluit dan menunjuk Arjuna sebagai pemenang. Sergei dan semua kandidat termasuk William bertepuk tangan karena kagum, termasuk Han.


Hanya 10 menit dan pertandingan babak pertama selesai. Pertandingan dimenangkan dengan mudah oleh Arjuna yang bahkan tak terlihat ngos-ngosan itu.


Arjuna dengan santai minum air mineral yang disediakan di sana.


Tak lama, Jordan muncul karena ditolong oleh penyelam di sana. Ia dibawa naik ke pinggir kolam renang.


Terlihat bibirnya berdarah. Ia berjalan dengan tergopoh dan memegangi bibirnya yang terluka.


"Aku akan menyampaikan permohonan maaf pada ayahmu, Jordan," ucap Han tak enak hati.


Jordan tersenyum tipis dan mengangguk paham. William dan kedua calon menoleh ke arah Jordan yang kini memakai handuk piyama untuk mengeringkan tubuhnya yang basah kuyup.


William dan kedua calon kandidat yang tersisa makin deg-degan.


"William! Kau selanjutnya," ucap Sergei tegas.

__ADS_1


William mengangguk paham dan segera melepaskan pakaian dan celananya.


Ia berjalan mantab mendatangi Arjuna yang melihatnya seksama. Mereka berdua berjabat tangan dan saling menatap tajam.


__ADS_2