Secret Mission

Secret Mission
Simbiosis


__ADS_3

William kaget setengah mati melihat sosok Jonathan, salah satu anak dari Vesper di mana sebelumnya ia dibodohi karena Jonathan mengaku sebagai Jordan.


Jonathan mendatangi Sia dan memberikan kunci mobil itu padanya.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


"Mobilnya tidak jadi diantar ke Amerika. Kata Nyonya Manda, kau sedang di sini. Jadi ... bagaimana pelajaran bahasa Indonesiamu?" tanya Jonathan dan Sia menggeleng pelan. Jonathan terlihat malas seketika.


Jonathan mengganti pandangannya yang kini tertuju pada William. Terlihat semua orang gugup saat Jonathan berdiri di depan William dan menatapnya seksama dari atas sampai bawah.


"Hmm, handsome too. Your eyes are blue ...." Kening William berkerut.


"Yes, my eyes are blue. Why?" tanya William heran.


Namun, Jonathan berpaling dan malah kembali memakai kacamatanya. Ia bertolak pinggang seperti menutupi sesuatu dengan dirinya.


"William. Aku ingin bertemu dengan kawanmu orang CIA bernama Jack. Di mana dia?" tanya Jonathan to the point berdiri di hadapannya.


"Aku tak bisa menghubunginya sejak memutuskan keluar dari CIA, begitupula Catherine, Ara, Rika dan Cecil. Kenapa kau mencari Jack?" tanya William curiga.


Jonathan hanya menggangguk-anggukan kepala sembari mengerucutkan bibir, bertolak pinggang.


"Gayamu seperti Axton," celetuk William dan praktis, Jonathan melepas kacamatanya.


"Kau kenal paman Axton?" William mengangguk. Jonathan tersenyum tengil.


"Hmm, ngomong-ngomong, Kak Sia. Kudengar kau sedang cari orang untuk menjadi anggota pasukan ya? Hah, jangan buang waktu. Kau kalah cepat. Kak Juna dan Lysa sudah menyisir daerah Eropa serta Asia. Jikapun dapat, itu sudah hasil seleksi dari mereka yang tak lolos. Kau kurang agresif," ucap Jonathan dengan bahasa Indonesia.


Paman BinBin yang ikut bersama dengan Jonathan segera membisikkan pada Sia maksud ucapan anak ketiga Vesper itu.


Sia mengangguk paham. William menatap BinBin seksama dengan kening berkerut.


"Apa lihat-lihat? Gak pernah liat cowok keren ya?" pekik BinBin yang mengejutkan William, tapi ia juga tak paham dengan yang BinBin ucapkan. Jonathan terkekeh.


"Bro, Will, listen. I will help you two, but ... terms and conditions applied," ucap Jonathan menunjuk William dan Sia bergantian.


"Apa itu?" tanya William penasaran.


"Aku ingin bertemu Jack. Sebagai gantinya, aku akan memberikan bonus satu mobil tempur untukmu. Jadi, Kak Sia memiliki mobil sendiri dan kau juga. Bagaimana?" tanya Jonathan menawarkan.

__ADS_1


"Jack ada di Amerika. Aku tertarik, tapi maaf. Aku sedang ada pekerjaan di Rusia bersama dengan Sia," jawab William menjelaskan.


Jonathan memonyongkan bibir. Sia dan lainnya meringis bingung.


"Baiklah. Aku bantu merekrut pasukan. Sebagai gantinya, aku mau bertemu Jack," ucap Jonathan lagi yang membuat Sia dan William tertegun.


"Oh, benarkah?" tanya Sia memastikan dan Jonathan mengangguk.


"Kenapa kau begitu terobsesi pada Jack?" tanya William heran.


"Itu bukan urusanmu," jawab Jonathan ketus.


"Well, hanya saja, itu tak mudah, Jonathan. Aku rasa, hilangnya teman-temanku ada sangkut pautnya dengan Yes," jawab William melipat kedua tangan di depan dada terlihat serius.


"Oh ya? Wah, ini akan sedikit sulit. Hemm," ucap Jonathan memegangi dagunya terlihat berpikir, tapi tetap bergaya.


Sia menatap Jonathan dan William bergantian.


"Mm, begini saja. Kita lakukan perekrutan untuk mencari pasukan untukku dulu. Tak banyak, cukup 50 orang saja. Lalu setelah itu, kita pergi ke Amerika untuk mencari Jack. Bagaimana?" tanya Sia menawarkan.


William dan Jonathan saling memandang, lalu keduanya mengangguk bersamaan.


"Oke. Tapi, selama perekrutan, jangan mengusikku ketika sedang bekerja," ucap Jonathan serius dan Sia mengangguk setuju.


Sia hanya bisa pasrah dan meminta anak buahnya menuruti kemauan mereka.


Tak lama, Olya dan Bykov datang. Mereka terkejut melihat kedatangan Jonathan dan BinBin ke markas.


Dua tamu itu terlihat cuek saat Sia dan William bersiap untuk pergi melakukan perekrutan.


"Kalian di sini?" tanya Olya sungkan.


"Hem, Kastil ramai. Aku memilih pergi kemari bersama Paman BinBin selagi masih berada di Rusia. Kenapa? Kau ingin mengusir kami?" tanya Jonathan ketus dengan sekaleng soda dalam genggaman.


"Oh, tidak. Maksudku ... maaf, jika markas ini kurang nyaman untuk Anda berdua," ucap Olya tak enak hati.


"Ya, memang butuh tambahan. Benar-benar seperti gorong-gorong. Beruntung tidak bau. Harusnya diberikan sistem keamanan di tempat ini. Kalian seperti hidup di jaman batu saja," ucap Jonathan menyindir dengan bahasa Indonesia.


Olya dan Bykov yang paham bahasa Indonesia meski tak bisa menjawab hanya meringis. Sia mendekati Olya dan minta diterjemahkan.

__ADS_1


"Kau bisa mempersenjatai markas ini?" tanya Sia penasaran.


Jonathan mengangguk sembari meletakkan kaleng soda di atas meja.


"Boleh aja, tapi mobil untuk William hangus. Senjata-senjata Vesper Industries mahal," jawab Jonathan sembari menyenderkan punggung dengan kedua tangan direntangkan di atas sandaran sofa.


"Aku relakan bonus mobilku. Tolong persenjatai markas ini," pinta William dan semua orang terkejut.


"Kenapa, Will?" tanya Sia heran.


"Untuk mengamankan dari segala jenis serangan. Kita akan tinggal di sini sementara waktu selama masa perekrutan. Kita harus memastikan jika kita aman," jawab William menjelaskan.


"Haha! Si Om ganteng itu boleh juga, Paman BinBin!" ucap Jonathan tersenyum lebar dan BinBin mengangguk sembari menyedot susu tulang dalam kemasan.


"Aku belum memiliki banyak untuk ditawarkan padamu, Jonathan. Apa yang kau inginkan?" tanya Sia tak enak hati.


"Hmm, ada satu hal yang sampai sekarang tak ada yang bisa menemukannya," ucap Jonathan serius.


"Apa itu?" tanya Sia penasaran.


"Sierra."


Sia tersenyum dan mengangguk. William yang tak paham diam saja dan bermaksud menanyakan hal itu nanti saat berdua saja dengan sang isteri.


"Akan kutemukan dia untukmu, Jonathan. Aku berjanji," ucap Sia mantab dan Jonathan tersenyum manis.


"Oke! Akan kami kerjakan besok. Kalian percayakan markas ini kepada kami berdua. Sudah, pergi sana. Lakukan perekrutan, hus ... hus," ucap Jonathan mengusir dan Sia hanya tersenyum lebar saat Olya menerjemahkan.


Sia pamit bersama William. Terlihat, William begitu kagum akan mobil baru Sia yang sudah dipersenjatai oleh Jonathan.


Mantan agent yang belum bisa mengendarai mobil merasa kecewa karena ia ingin sekali menjajal mobil buatan Jonathan.


"ID-ku dan Paman BinBin tak bisa dihapus. Aku men-setting hanya bisa maksimal 5 orang saja yang diizinkan mengendarai mobil itu. Kau sudah memasukkan William, jadi tinggal sisa 1. Bijaklah dalam memilih, Kak Sia," ucap Jonathan saat mengantarkan Sia ke mobilnya.


Sia mengangguk paham. Akhirnya, mobil BMW tersebut pergi meninggalkan markas bersama Bykov, Olya dan beberapa anak buah dari Red Skull serta Beruang Hitam yang mendampingi mereka.


Jonathan dan BinBin tinggal untuk menyiapkan markas yang nantinya akan dipersenjatai.


Jonathan mulai melakukan panggilan-panggilan dengan ponselnya untuk mengirimkan berbagai perlengkapan ke markas peninggalan Rio tersebut.

__ADS_1


 


semoga bulan depan level novel SM naik. amin~ bantu doain ya biar jadi 9 atau 10 gitu. amin😍


__ADS_2