Secret Mission

Secret Mission
Final Battle


__ADS_3

2 eps sebelumnya jangan lupa dibaca ya. Eps. 23 dan 24. Trims~


----- back to Story :


William berkelahi hebat dengan Igor di bawah. Tubuh Igor yang besar dan berotot


layaknya pegulat professional itu


membuat William cukup kesulitan melawannya.


Stelannya bahkan sampai robek karena serangan-serangan brutal dari Igor. William pun melepaskan jas dan melemparkannya ke sembarang tempat.


“Enough! Kau benar-benar membuatku kesal setengah mati, Igor!” pikik William sembari


melipat lengan kemejanya.


William kini berdiri berhadapan dengan Igor yang terkena pukulannya tepat di pelipis samping matanya.


Namun, ia tetap berdiri tegak, sedang William sudah mulai ngos-ngosan.


“Menyingkir dari situ! Aku harus menyelamatkan, Sia! Kau benar-benar memilih pihak yang salah, Igor!" pekik William geram.


Tiba-tiba, terdengar suara dari lantai atas. William dan Igor sama-sama mendongak ke atas dan melihat Sia dijambak oleh Rio dibawa entah kemana. Terlihat Sia merintih


kesakitan dan menangis terisak.


“SIA!” teriak William lantang.


“WILLIAM!” balas Sia yang melihat William dari atas samping pagar dan memohon agar


diselamatkan, tapi Rio kembali menarik tangannya dan membawanya pergi secara


paksa.


“Let me go! William!” teriak Sia lagi yang masih mencoba melepaskan cengkraman kuat Rio.


PLAKK!


“Agh!”


Sia ditampar lagi untuk kesekian kalinya. Wajahnya kini sudah babak belur dan


berdarah. Sia mulai hilang kesadaran. William makin panik dan cemas.


PIP.


William akhirnya menekan alarm di jam


tangannya. Terlihat sinar merah menyala berkedip-kedip dari jam tangannya. William memanggil pasukan khusus CIA, seringainya muncul.


“Kini, tamatlah kau, Igor. Kami akan membantai kalian semua,” ucap William keji.


Igor tak tinggal diam. Ia berlari ke samping dan mendekati dinding. Ia melepas sebuah lukisan kecil yang ternyata menutup sebuah tombol merah, ia menekannya dengan kuat.


TIT.


TETT.. TETT.. TETT..


Alarm di mansion Rio berbunyi nyaring. Kini Igor yang gantian menyeringai.


Selena dan Konstantin sudah kabur dan pergi entah kemana. William kini hanya fokus untuk


mengalahkan Igor dengan tangan kosong layaknya lelaki sejati.


Mereka berdua melemparkan senjata yang ada pada tubuh mereka ke lantai begitu saja dan saling bertatapan tajam.


Sekarang mereka berdua sudah bersiap dan saling mengepalkan kedua tangan layaknya dua petinju dalam ring sebuah pertandingan.


“Aaghh!”


BUGH!


William dan Igor saling mendatangi. William melancarkan pukulan tangan kanannya


langsung ke hidung Igor. Igor terkejut dan langsung mundur ke belakang.


Namun, ia tak menyerah. Saat William melancarkan pukulannya lagi, tangan kanan William ditangkap oleh Igor dan,


BUAKK!


“Ugh!” wajah William terkena sikutan kiri dari tangan Igor dengan kuat.


William linglung seketika, ia mundur ke


belakang beberapa langkah dengan sempoyongan.


Igor kembali mendatangi William dan memukul perutnya berulang kali hingga William jatuh berlutut kesakitan memegangi perutnya yang nyeri.


Saat Igor mencengkram kuat leher kemeja William dan berusaha memberdirikannya, William melancarkan serangan telak kepalan


tangan kanannya ke dagu Igor,


BUAKK!


“Ugh!”

__ADS_1


Igor langsung sempoyongan dan mundur ke belakang. William segera bangun dan kini berganti menghajar Igor tanpa ampun.


William memukul wajahnya bertubi-tubi dengan seluruh kekuatannya, Igor linglung dan tak bisa melawan.


William kini makin kuat setelah belajar bela diri selama seminggu penuh saat di rumah Roberto, Tyumen, Rusia demi melindungi Sia.


Dari luar terdengar suara derap langkah kaki segerombolan orang dan tembakan


bersahutan.


William tahu jika pasukan khusus CIA sedang melawan para bodyguard Rio di mansion.


Igor membalas serangan William, ia langsung menahan kepalan tangan kanan William saat akan memukul wajahnya.


Mereka saling beradu kekuatan, William kembali meluncurkan kepalan tangan kirinya dan lagi-lagi Igor menahannya.


Terlihat mereka berdua saling bertatapan tajam dengan gertakan gigi masing-masing.


DUKK!


William mengantukkan dahinya kuat dan mengenai dahi Igor. Igor terkejut dan melepaskan cengkeraman ditangannya. William langsung mengambil kuda-kuda.


BUAKK!


PRANG!


William menendang dada Igor kuat hingga dia jatuh terkapar dan mengenai meja kaca di


belakangnya.


Igor jatuh dan tubuhnya mengenai pecahan kaca itu. Punggung Igor terluka dan


berdarah. Serpihan kaca itu menancap di punggungnya.


William tak mau memberikan Igor kesempatan, ia mendatanginya dengan langkah cepat.


KREKK!


“Agh! Uhuk!”


BUGH!


BUGH!


KRAKK!


Igor tewas setelah mendapat sebuah injakan kuat di dadanya dan dua pukulan bertubi-tubi


di wajahnya.


William melepaskan apitannya. Ia langsung berdiri dan menatap mayat Igor keji,


DOR!


William melepaskan tembakan tepat di dahinya.


“Hem, kali ini kupastikan kau tak bangun lagi, Igor,” ucap William sinis.


“William!”


Tiba-tiba? seseorang mendatanginya dengan tergesa. William pun menoleh padanya.


“Cecil?”


“William, cepat kau kejar Sia. Ia dibawa oleh Rio menuju ke bandara. Sepertinya mereka


akan meninggalkan Virginia. Kami sudah menangkap Selena dan Konstantin, cepatlah!” ucap Cecil memperingatkan.


William langsung berlari tergesa menuju ke luar mansion, tapi baku tembak masih terjadi.


Para pasukan khusus langsung melindungi William agar dia bisa lari menuju ke mobilnya.


Cecil ikut melindunginya.


William heran, bagaimana bisa Cecil yang sudah terlihat begitu tua masih sigap dengan senjata-senjatanya bahkan ia bisa mengomandoi para pasukan yang di bawanya.


William dan Cecil berjongkok, berlindung di balik dinding mencoba menyeberang sampai ke bangunan di depannya. William menatap Cecil seksama.


“Cecil, kau dulunya bekerja sebagai apa di CIA?” tanya William curiga.


“Hem ... hanya pemimpin pasukan dan aku seorang sniper,” jawabnya santai.


William sampai menganga dibuatnya. William terkekeh dan mengangguk dengan senyum


tipis.


“William, cepatlah, aku akan melindungimu,” ucap Cecil yang sudah menyiapkan senjata


laras panjangnya dan membidik musuh-musuhnya.


Pensiunan CIA yang masih ditugaskan hanya karena Cecil merasa bosan di rumah tak ada


kerjaan, begitu katanya saat para pasukannya sibuk adu tembak dengan para bodyguard Rio.


William segera berlari merunduk dengan pistol ia genggam erat di tangan kanannya. William berhasil masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


Ia segera menyalakan mesin mobil dan melihat Cecil dengan sigap dan tatapan tajam melepaskan peluru runcingnya


ke tubuh para bodyguard Rio tanpa


ampun.


Senyum William mengembang, ia masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


William segera menginjak pedal gas mobil dan mengejar Rio ke bandara. Ia menyalakan


GPS dimobilnya dan menelepon Jack.


Ia menanyakan dimana kemungkinan Rio akan lepas landas. Jack bergegas mencarinya.


Ternyata sebuah pesawat jet pribadi


atas nama Rio akan lepas landas dari sebuah hanggar kecil. Dengan cepat William


segera melaju kencang kendaraannya.


***


Sia dibawa turun paksa dari mobil oleh Rio dan akan dinaikkan ke dalam pesawatnya.


Terlihat para bodyguard Rio melindungi mereka berdua. Sia berusaha menggagalkan usaha Rio untuk membawanya naik ke pesawat.


“Aaghhh!”


Sia menggigit lengan Rio kuat hingga Rio berteriak merintih kesakitan. Rio langsung melepaskan cengkraman tangannya. Sia bergegas menuruni tangga pesawat dengan tergesa.


Para bodyguard Rio menghadang dan kembali menangkapnya. Sia kembali memberontak. Rio marah.


BUGH!


“Agh!” perut Sia dipukul kuat oleh Rio hingga


ia menunduk kesakitan. Rio kembali menjambak rambut Sia hingga ia mendongak ke atas.


CITT!


BROOM!


DODODODODORR!


Rio dan para bodyguard-nya langsung merunduk dan menyelamatkan diri. Sia langsung berjongkok di bawah tangga pesawat dan menutupi kepalanya.


William memberondong mobil Rio dan bodyguard-nya dengan senjata Gatling yang mucul dari samping kap mobil Mustang yang sudah dipersenjatai oleh Jack atas


permintaannya.


Beruntung Sia tak terluka. William langsung menghentikan kendaraannya dan segera keluar dari kursi kemudi menembakkan semua amunisinya ke para bodyguard Rio yang masih bertahan.


Mereka tak berkutik karena William menenteng senjata Gatling laras panjang dengan rencengan peluru yang menjuntai hampir terseret aspal pada landasan bandara


itu.


William sangat puas dengan senjata yang diberikan Jack padanya yang ia sembunyikan di jok kursi belakang. Sia mencoba melihat apa yang sedang terjadi.


Ia melihat William berjalan ke arahnya dengan gagah berani menembak semua orang-orang Rio. Sia tak mau melewatkan kesempatan ini.


Ia melihat Rio meringkuk berlindung di belakang mobil Range Rover-nya. Sia masuk ke dalam mobil dan masih merunduk.


Ia mengambil pistol di dalam dashboard mobil yang selalu Rio siapkan. William terlihat puas setelah berhasil menembak seluruh bodyguard Rio hingga ia merasa bahwa senjatanya menjadi ringan karena pelurunya sampai habis.


Namun, William tertegun melihat Sia keluar dari kursi depan mobil membawa sebuah


pistol.


Ia melihat Sia mengendap ke belakang mobil seperti mengincar seseorang. William panik, ia melempar senjata Gatling-nya begitu saja dan mengambil pistol dibalik pinggangnya dan berlari tergesa ke arah Sia.


Sia mengintip dari balik mobil, Rio terlihat panik dengan dua bodyguard melindungi diantaranya yang ikut menyiagakan senjata.


Sia begitu dendam pada Rio atas perlakuannya selama ini. Sia langsung muncul dari balik mobil, Rio dan dua bodyguard-nya terkejut.


“Peek a boo!”


DOR! DOR!


Sia langsung menembak dua bodyguard Rio


tepat di dada mereka yang tak berperisai.


Dua bodyguard Rio langsung tewas seketika. Rio reflek mengangkat kedua tangannya dan menatap Sia ketakutan. Entah kenapa Sia seperti tak bisa menembaknya.


“Sia ... kita ini bersaudara, aku tak bermaksud mencelakaimu ... aku membawamu pergi


dari kekacauan ini agar kita ... agar kita bisa hidup bahagia di Rusia!” ucap Rio dengan senyum palsunya.


Sia makin memegang erat pistol ditangan kanannya dan tangan kirinya ikut memegang


gagang pistol itu.


Rio tersenyum padanya, Sia menatapnya seksama, tangannya bergetar, jantungnya berdetak kencang, ia bingung dengan apa yang harus dilakukan.


-----

__ADS_1


jangan lupa like, komen dan votenya ya. trims😘


__ADS_2