
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
----- back to Story :
Mereka bicara dalam bahasa Inggris.
"Malkovich Denan? Anggota dewan yang menjabat selama generasi pertama dan kedua?" sahut Sandara tiba-tiba yang membuat wanita berambut putih berparas cantik tersebut menoleh seketika dan menatap gadis Asia itu lekat.
"Ya. Denan adalah ayahku. Wow, kau sepertinya mempelajari sejarah 13 Demon Heads dengan baik. Kau siapa, gadis cantik?" tanya wanita yang mengaku dari keluarga Denan.
"Sandara Liu, anak dari Vesper dan ...."
"Kau anak Vesper? Lalu di mana wanita itu?" sahutnya cepat memotong ucapan Sandara.
"Here. Nice to meet you, Mrs. Denan. Sungguh suatu kejutan Anda muncul di sini setelah puluhan tahun lamanya," sahut Vesper cepat memasuki ruangan ditemani oleh Buffalo.
"Vesper. Hmm, aku bisa merasakan aura kekejamanmu. Perkenalkan, aku Delwyn Denan," ucapnya sembari mengajak berjabat tangan.
Vesper dan wanita tua itu saling bertatapan tajam dengan senyuman. Para mafia di ruangan itu berdiri seketika karena merasa sosok baru di hadapan mereka patut untuk di hormati.
"Dan kau, pasti Amanda Theresia. Kalian berdua, hem ... kita mengobrol nanti. Tujuanku datang kemari karena permintaan keponakanku," ucapnya berwajah serius.
"Keponakan?" tanya Amanda bingung. Wanita tua itu mengangguk.
"Axton. Adrian Axton Giamoco adalah keponakanku. Tuan Giamoco memiliki dua anak lelaki. Salah satunya Cadwell Giamoco. Aku menikah dengannya, tapi aku berselingkuh dengan Leighton. Cadwell tak bisa memberikanku anak karena ia mandul. Aku dan Leighton mengaku berselingkuh di hadapan Cadwell. Lalu ya ... bla bla bla, lelaki itu menangis, merasa dikecewakan, aku tak suka mendengar rengekannya jadi ... ya, aku membunuhnya tepat di hadapan Leighton dengan pistolku," jelasnya santai.
Mulut semua orang menganga lebar karena mendengar kesaksian Delwyn.
"Namun ternyata, aku tetap tak bisa memiliki anak dari Leighton. Ternyata akulah yang mandul, bukan suamiku. Hahaha, ironi bukan," tawanya geli.
Semua orang saling melirik dalam diam hingga wanita tua itu kembali tenang dan bercerita.
"Aku dan Leighton sepakat untuk menyembunyikan hal ini dari Giamoco dan ibu Axton. Aku sempat tinggal bersama keluarga Giamoco selama setahun setelah kematian suamiku. Hanya saja, hubungan kami terbongkar oleh ibu Axton. Dia mengetahuinya dan ternyata Leighton memiliki wanita lagi selain aku dan ibunya Axton. Jadi ... inilah penebusan dosaku. Sebuah kutukan dan aku harus hidup untuk menyelesaikannya," keluhnya meski tak terlihat kesedihan di wajahnya.
Orang-orang yang mendengar terkejut dengan hal tersebut. Wanita itu secara terang-terangan mengakui aibnya sendiri.
"Aku kesal padanya, jadi aku meninggalkan Leighton begitu saja. Aku menghilang dari jajaran 13 Demon Heads setelah ayahku mati dan kursinya di gantikan oleh Giamoco karena mereka berkawan akrab. Ya, begitulah kurang lebih ceritanya," imbuh Delwyn terlihat santai dengan pengakuannya.
Semua orang diam menyimak tak berkomentar.
__ADS_1
"Aku tak menyangka jika Leighton sampai akhir hayatnya tak menikah lagi meskipun wanitanya cukup banyak. Hingga akhirnya, aku memutuskan untuk muncul lagi di hadapan Axton saat tahu jika ia sudah sebatang kara," sambungnya.
Vesper yang masih berdiri dengan Buffalo kembali di buat terkejut saat wanita tua itu naik ke mimbar dan menunjuk pulau yang akan dijual.
"Pulau itu tak boleh dijual. Itu peninggalan Giamoco untuk keturunan Giamoco. Aku datang karena wasiat Giamoco padaku kala itu. Ia percaya padaku dan menganggapku sebagai salah satu keluarganya meski akhirnya ia tahu akulah yang membunuh anaknya. Jadi, inilah surat wasiat yang kusimpan selama puluhan tahun lamanya tentang warisan Giamoco dan juga video terakhir Axton yang dikirimkan padaku sebelum ia tewas beberapa bulan sebelumnya," ucap wanita itu menatap wajah orang-orang sekilas.
"Axton menghubungimu? Dan dia mempercayakan wasiatnya padamu?" tanya Sia kaget.
"Yes, Sweet heart. Selama ini Axton menganggapku sebagai Bibinya. Kau pikir, Axton mendapatkan wanita-wanita itu dari siapa? Aku yang menyediakannya. Sebagai gantinya, ia menyembunyikan keberadaanku. Bahkan saat kalian kesulitan menguak kasus tentang kejadian masa lalu, sebenarnya Axton sudah mengetahui semua dari pengakuanku. Namun, ia memilih diam karena Axton tahu kalau kalian akan mengusikku dan hidupnya nanti. Jadi, terima kasih Vesper. Kau membantu menguak misteri 13 Demon Heads selama ini. Kami berhutang budi padamu," ucapnya santai dengan senyum terkembang.
Vesper terkejut dan hanya bisa berdiri mematung dengan anggukan pelan. Vesper bingung dengan hal ini meski ia merasa kesal karena dimanfaatkan. Vesper mencoba bersabar.
Wanita tua berambut putih itu mempersilakan Vesper dan semua orang untuk kembali duduk.
Delwyn lalu duduk di bangku panitia lelang setelah memberikan sebuah flashdisk kepada petugas dan koper hitam kepada Robert.
Mata semua orang kini terfokus pada tampilan gambar di monitor besar. Terlihat beberapa foto dan catatan yang di-scan. Petugas itu memperlihatkan isi file dari flashdisk ke semua orang.
Tampak sebuah sebuah surat dengan cap berlogo G dan sebuah tanda tangan di layar monitor.
Robert membuka amplop yang berisi surat seperti yang terlihat di layar. Orang-orang membaca tulisan pada surat yang sudah di-scan itu.
"Para mafia dalam jajaran 13 Demon Heads yang terhormat. Perkenalkan, aku Kendrick Giamoco. Anggota dewan generasi kedua dan tiga yang menggantikan Tuan Malkovich Denan. Aku menitipkan surat ini kepada Delwyn dan sengaja tak menyerahkan pada Dewan Sekretariat karena aku belum mempercayai kepengurusan kalian akan sebuah aset. Jangan tersinggung, aku berkata jujur. Terutama Wilson. Ia lebih pantas disebut sekretaris dari pada anggota dewan sekretariat," tulisnya yang praktis membuat para mafia melirik Wilson.
"Kekayaanku berupa sebuah pulau kuberikan kepada anakku, Monroe Leighton Giamoco dan selanjutnya, saat anak dari Leighton lahir, pulau itu akan diberikan padanya dan akan terus seperti itu sampai keturunan terakhir dari Giamoco," tulisnya tegas.
Para panitia lelang saling berbisik sembari mengecek tulisan asli dari surat wasiat itu.
"Jika sampai pulau itu dijual atau diserahkan kepada mafia lain bukan keturunan Giamoco, aku akan bangkit dari kubur dan membunuh kalian semua. Coba saja," tulisanya mengancam.
Semua mafia yang membaca tulisan itu terkejut seketika.
"Aku menitipkan berkas asetku kepada keturunanku dari tangan ke tangan. Berkas yang dipegang oleh Dewan Sekretariat adalah salinan, bukan yang asli. Jika kalian ingin mendapatkannya, seharusnya semua itu disimpan oleh keturunan terakhirku. Mintalah padanya. Itu saja dariku dan JANGAN JUAL PULAUKU! KALIAN PARA DEWAN KEPARAT!" tutupnya dengan makian di akhir kalimat.
Tiba-tiba, para mafia itu bertepuk tangan. Mereka tak menyangka jika Giamoco type lelaki kasar. Meskipun ia sudah meninggal, tapi isi suratnya menunjukkan jika ia lelaki yang tegas dan berkuasa.
"Jadi ... berkas asli ada pada Adrian Axton? Namun, kami tak memilikinya," ucap Wilson serius.
Delwyn mengangguk pelan. Ia memberikan flashdisk baru kepada petugas lelang. Lelaki itu segera menerimanya dan mengaktifkannya.
Semua orang kembali terkejut saat muncul wajah Axton di sana. Jantung Nandra berdebar kencang karena tak menyangka akan melihat Axton lagi.
"Mm, hai. Kau sudah merekamnya, Sergei?" tanya Axton dan terdengar suara bodyguard kepercayaannya itu di dekatnya.
__ADS_1
Yuki berusaha menahan kesedihannya. Sia langsung memegang bahu Yuki erat dan Adik Eiji itu mengangguk pelan.
"Oke. Ini mendadak. Jadi ... kalian sudah bertemu bibiku 'kan? Yah, begitulah dia. Aku sudah tahu kejahatan di masa lalunya pada keluargaku, tapi yah. Kita ini mafia. Saling bunuh dan penuh skandal itu biasa. Aku memaafkanmu, Bibi dan aku menyayangimu," ucap Axton mengedipkan sebelah mata sembari menunjuknya. Delwyn tersipu malu.
"Intinya setelah ini jangan mengganggunya. Ia hanya datang untuk menyampaikan ini. Terutama kau, Vesper. Jangan menginterogasinya. Jika kau berani melakukannya, akan kubuat kau menderita jika kita bertemu nanti meski di neraka sekalipun," ucapnya mengancam.
Vesper terkekeh. "Kakek dan cucu sama saja," ucapnya sambil geleng-geleng kepala.
"Oke. Jadi begini. Sama seperti kakekku. Aku masih belum percaya sepenuhnya pada Dewan Sekretariat meskipun sekarang sudah dipegang oleh Amanda Theresia. Namun, sungguh. Aku merasa lebih aman jika berkas aset-aset itu berada di tanganku. Kau setuju, Sergei?!" pekiknya tiba-tiba menunjuk ke sisi samping kamera.
"Yes, Sir," jawab Sergei yang suaranya ikut terdengar.
Kesedihan kembali menyelimuti hati Yuki dan Nandra. Semua orang terdiam.
"Mm ... aku akan memiliki anak dari Nandra Khan. Aku merasa ... jika ini sudah waktunya. Aku sebenarnya masih ingin hidup lebih lama. Hanya saja ... aku takut. Aku takut tak bisa memberikan contoh yang baik untuk anakku. Aku tak ingin Ryan sepertiku. Aku sadar aku lelaki seperti apa. Jadi ... Nandra. Tolong jadikan Ryan lelaki kuat dan hebat, tanpa harus memiliki banyak wanita di sampingnya. Sungguh, wanita itu sangat boros. Menghabiskan uang dan waktuku. Ajari Ryan menabung atau apalah yang penting jauhkan dia dari bahaya. Lalu katakan padanya jika ... aku sangat menyayanginya saat Ryan besar nanti. Katakan hal-hal baik tentangku. Soal aku main perempuan, suka berjudi, membunuh orang, yah ... hal-hal buruk itu jangan katakan padanya. Jangan!" ucap Axton tegas menunjuk layar.
Nandra mengangguk dengan air mata berlinang dan berusaha menahan kesedihannya. Semua orang tersenyum seakan Axton duduk di depan mereka.
"Lalu ... apalagi ya? Sergei! Aku harus bilang apa lagi?" tanya Axton yang pandangannya tak fokus ke kamera lagi.
Para mafia terkekeh melihat Axton yang dengan cueknya melakukan rekaman dalam video penting itu.
"Soal berkas asli dari aset-asetmu, Tuan," jawab Sergei meski sosoknya tak terlihat.
"Ah, ya benar. Berkas itu ada di Pulau. Aku hanya mengizinkan Sergei yang membukanya. Namun, opsi kedua, aku izinkan Yuki membukanya. Oia, aku merestui hubunganmu dengan Sergei, Yuki. Semoga kalian bahagia," ucapnya dengan senyum terkembang.
Tangis Yuki pecah. Ia menangis sedih tak bisa membendung air matanya. Yena dan Sia memeluknya erat.
Eiji tertunduk semakin merasa bersalah. Kawan-kawannya hanya bisa menepuk pundaknya agar bersabar tak menyalahkan diri sendiri.
"Meskipun aku merestuimu, tapi aku belum mempercayaimu 100 persen, Yuki. Kau orangnya Vesper," ucap Axton terlihat sebal.
Vesper dan Yuki tersenyum tipis.
"Jadi ... carilah di mana aku menyembunyikan berkas itu dan gunakan otakmu saat membukanya karena hanya aku, Sergei dan Yuki yang bisa. Itu saja dariku dan, fvck you all," ucapnya sembari memberikan jari tengah dan tayangan itupun padam.
"Hish! Orang itu bener-benar!" geram Han karena malah dihina oleh Axton.
Para mafia yang menyaksikan mengangguk paham. Robert dan Wilson kembali berbisik terlihat serius seperti membicarakan sesuatu.
Para mafia menunggu keputusan akhir dari acara lelang pada hari itu dengan jantung berdebar.
***
__ADS_1
udah hari senin! jangan lupa votenya ya. lele padamu💋💋💋