Secret Mission

Secret Mission
Tiga Kubu


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


"Akan kutunjukkan sesuatu," ucap Vesper menatap kumpulan orang-orang dalam kubu Madam dengan serius.


Arjuna dan Lysa dengan sigap berjalan mendatangi Ibu mereka sembari membawa dua buah buku besar.


William mengenali dua buku tersebut. Itu adalah buku peninggalan Hashirama dan Cecil. Kening Madam berkerut.


"Pasang telinga dan pertajam mata kalian. Aku hanya akan menunjukkannya satu kali. Ini adalah catatan asli," ucap Vesper tegas menunjuk buku yang diangkat Arjuna tinggi ke atas.


Kening orang-orang dalam kubu Madam menyipit. Arjuna berjalan mendekat tak terlihat takut sembari menunjukkan sebuah halaman dari tulisan tangan Hashirama.


Arjuna meletakkan buku yang sudah terbuka itu di depan dadanya agar orang-orang dari kubu Madam bisa melihatnya.


Beberapa dari mereka mendekat untuk melihat lebih jelas akan kebenaran tulisan tangan berhuruf Jepang itu.


Dengan sigap, Yusuke segera mengeluarkan empat buah benda berwarna hitam berbentuk kotak persegi panjang yang bisa berdiri setinggi 20 cm, seperti sebuah speaker portabel tanpa kabel dari dalam saku jasnya.


Ia meletakkannya di atas lantai ballroom, di sisi kanan dan kiri Arjuna masing-masing dua unit.


Arjuna segera menyalakan pulpen translator dan melakukan seperti yang Vesper lakukan pada William.


Orang-orang dalam kubu Madam terlihat serius mendengarkan ucapan dari mesin translator yang sudah disuarakan sekencang-kencangnya dengan speaker tersebut.


Kening mereka berkerut mendengarkan kesaksian dari catatan Hashirama.


Tak lama, Lysa ikut berdiri di samping adik lelakinya dan juga memperdengarkan tulisan dari Cecil seperti yang dilakukan oleh Arjuna.


Namun, belum usai tulisan itu disuarakan oleh pulpen translator, Madam berteriak lantang.


"Itu tidak benar! Hashirama dan Cecil pembohong!"


"Kau yang memberikan perintah untuk membunuh seluruh anggota dewan 13 Demon Heads setelah tahu jika Lucifer Flame memerintahkan mereka untuk melenyapkanmu! Kau memutar balikkan fakta, Sierra Becca," ucap Vesper berjalan mendekati Arjuna dan kini berdiri di sampingnya.


Mata Madam terkunci pada Vesper seorang.


"Kau mengumpulkan para wanita Flame dan mengaku jika kau isteri sahnya! Kau tidak pernah mencintai Lucifer apalagi memiliki anak dengannya. Kau memanfaatkannya. Kau gunakan kepolosanmu sebagai seorang gadis kecil lugu seakan tak berdaya untuk membodohi Lucifer. Apa tebakanku salah?" tanya Vesper dengan wajah tengilnya.


Para anak buah Madam menoleh ke arah pemimpin mereka yang diam saja menatap Vesper tajam, tapi terlihat ia begitu marah akan ucapannya.


"Satu kesalahan fatal dari catatan ayahku di sini, para anggota dewan mengira, kau seorang wanita dewasa. Lucifer tak mengatakan kau seorang gadis kecil. Lucifer membencimu setelah tahu kau mengkhianatinya. Kau buat orang baik menjadi jahat, Sierra Becca. Kau wanita penuh kepalsuan, licik dan keji, melebihi diriku. Kau pintar menghasut dan memanfaatkan orang lain demi tujuanmu. Kau, tak bisa, dimaafkan. Kau biang dari segala malapetaka yang terjadi pada semua orang di dunia," ucap Vesper bengis.


"Kau ... tidak tahu apapun tentangku," jawabnya dengan nafas menderu.

__ADS_1


"Aku tak mau dengar," jawab Vesper penuh penekanan.


"Aku menjadi pembunuh keji diusia dini karena para lelaki bejat memperkosa ibuku," ucapnya dengan suara bergetar hingga kedua tangan mengepal.


"Pembohong!" sahut Vesper lantang.


"Mereka menemukanku dan ikut memperkosaku!" ucapnya dengan mata berlinang.


"Kau penipu."


"Aku menusuk, menyayat dan memotong pe*is mereka dengan pisau dapur milik ibuku setelah kakakku yang seorang autis disetubuhi beramai-ramai!" sambungnya dengan air mata menetes membasahi wajahnya.


"Pendusta!"


"Aku membunuh semua lelaki yang kutemui sepanjang perjalanan setelah kutinggalkan mayat para pemerkosa itu di rumahku!" ucapnya dengan air mata.


Semua orang terdiam mendengar pengakuan Sierra Becca yang tak mereka sangka.


"Aku, tidak percaya, padamu," ucap Vesper menggelengkan kepala. Arjuna melirik Vesper dalam diam.


"Mereka menyebutku psikopat. Mereka menyebutku ... anak dari neraka, dan karena itu ... aku menginginkan keempat anakmu untuk menyelesaikan dendamku pada seluruh pemerintah dunia karena telah membuat Lucifer, yang sudah kuanggap sebagai ayah, mati mengenaskan karena membebaskan gadis kecil penuh dosa sepertiku," ucapnya tajam menahan kesedihan.


Semua orang tertegun mendengar pengakuan tak disangka dari wanita tua di hadapan mereka. Vesper diam menatap Madam tajam.


"Benar jika Lucifer mencintaiku, tapi bukan sebagai kekasih, melainkan seorang anak. Benar, jika dia membebaskanku karena merasa aku layak diberikan kesempatan. Dan sekarang ... katakan padaku, Vesper. Di mana letak kebohonganku?" tanyanya dengan nafas menderu.


Praktis, semua orang dalam aula tersebut kaget dan segera menyiagakan senjata. Yes tersenyum tipis di depan pintu masuk mengenakan setelan ekslusifnya di mana kini, satu-satunya pintu keluar dijaga oleh tentara militer.


"Kau ...," tunjuk Madam geram.


"Hallo, Sierra. Kau pasti menyesal karena membiarkanku lolos saat itu. Kau kini mengerahkan seluruh anak buah dan keturunan Lucifer untuk membunuhku. Sayangnya ... kau gagal. Bahkan sampai saat ini, usahamu melenyapkan 13 Demon Heads tak berbuah manis. Pengadilan militer menantimu dan kau ... akan menghabiskan sisa hidupmu di penjara, seperti Lucifer," ucapnya menyindir.


"Kau pengkhianat, Dega! Kau mempermalukan keturunan Flame karena memihak pemerintah terlebih CIA yang sudah menyiksa Lucifer!" pekik Madam menunjuknya.


"Dan kau menipu para wanita Lucifer Flame dengan menyebut dirimu Madam! Kau memanfaatkan kekayaan ibu-ibu kami, mengambil emas-emas mereka, mengakuisisinya bahkan membunuh mereka dengan membodohi CIA. Menggunakan catatan kejahatanmu dengan menamai 8 wanita itu Sierra Becca sehingga militer mengejar dan membunuh mereka karena militer berpikir salah satu dari mereka adalah kau!" tunjuk Yes geram.


Kening semua orang yang berada di Aula berkerut. Mereka makin bingung dengan hal ini.


William mencoba mentelaah dari buku peninggalan Hashirama dan Cecil lalu mencoba mengaitkannya dengan pengakuan Yes.


"Kau menyalahkan militer dengan alasan kamilah penyebab petaka itu. Kaulah yang ingin menjadi penguasa tunggal, Sierra. Mulutmu sungguh beracun," ucap Yes mendekati Madam perlahan diikuti oleh anak buahnya.


Orang-orang dalam kubu Madam langsung menyiagakan pistol mereka ke tubuh para tentara militer.

__ADS_1


Suasana dalam aula semakin tegang seakan aksi saling tuduh dan menyalahkan tak ada habisnya dari tiga kubu itu.


Tiba-tiba, Yes menghentikan langkah dan kembali terlihat santai.


"Dan ... tambahan informasi lagi untuk kalian semua. Para anak-anak dari No Face, tak ada yang tahu jika ibu kandung mereka dibunuh olehnya, sedangkan para gadis-gadis itu menurut seperti budak bahkan memuja wanita tua ini karena dianggap dewi penolong. Hah, sungguh ironi. Oleh karena itu, tak kulihat ada anggota No Face di sini. Kau ditinggalkan, Sierra Becca. Mereka kini ikut membencimu. Bahkan, mereka memintaku untuk membawamu ke Pengadilan Militer PBB. Haha, tragis sekali," kekeh Yes penuh kemenangan.


"Jangan-jangan, kau selama ini berkomplot dengan Tessa dan pemimpin No Face lainnya yang tersisa?" tanya Afro tiba-tiba dan Yes mengangguk pelan.


"Pantas saja. Tessa bisa mendapatkan Ara, Jack, Catherine dan Rika dengan mudah. Karena setahuku, mereka ditahan oleh CIA," guman Afro dan orang-orang yang berada di sekitarnya semakin serius menyimak.


"Kau ... apakah kau ... kelompok netral dari The Circle? Salah satu anggotamu adalah lelaki yang menjaga peninggalan Lucifer di gua tempat Jonathan menemukan barang-barang itu? Apakah peninggalan itu sungguh benar miliknya?" tanya Vesper menunjuk Yes di kejauhan.


Yes tersenyum.


"Ya. Itu benar. Semua atribut yang dipakai oleh anakmu itu permintaan dari Lucifer sebelum ia meninggal. Kuberi tahu kalian rahasia besar," ucap Yes memandangi wajah semua orang yang kini menatapnya seksama.


"Menara yang ditemukan orang-orang dalam jajaran 13 Demon Heads, itu adalah peristirahatan terakhir Lucifer Flame. Penjara abadi pemberian militer pemerintah atas pengkhianatannya kepada dunia," ucap Yes menceritakan.


Semua orang diam mendengarkan dengan jantung berdebar kencang.


"Lelaki yang mengantarkan Sierra kepada Cecil saat itu, adalah pemimpin kami yang pertama. Ia salah satu anggota The Circle bentukan pertama, orang kepercayaan Lucifer. Ia terpaksa menuruti permintaan Lucifer untuk berpura-pura berpihak pada CIA dengan menjadi, salah satu petugas penjaga di penjara," ucap Yes mulai terlihat serius.


"Ia bersumpah setia pada Lucifer. Pria itu melakukan semuanya sendirian. Tiap perintah yang dikatakan oleh Lucifer, ia tuliskan dalam sebuah buku dan berharap, catatan itu akan menjadi patokan untuk penerus The Circle, kelompok bentukannya," ucapnya mulai menundukkan wajah terlihat sedih.


"Namun, setelah gempuran hebat yang terjadi saat itu dan menewaskan seluruh penjaga menara termasuk Lucifer di dalamnya, puji Tuhan, sang pembawa pesan selamat. Ia berhasil kabur. Pria itu melarikan diri ke Turki dan di sanalah, ia bertemu Gatot Sukoco dan dari situlah, kebohongan dimulai," ucapnya menyeringai.


"Apa maksudmu?" tanya Madam menatap Yes tajam.


"Semua benda yang ditemukan oleh Jonathan, dibuat oleh pemimpin kami, Geraldo atas permintaan Lucifer dalam salah satu wasiatnya. Ia membohongi Gatot tentang latar belakangnya dan bodohnya, Gatot mempercayainya. Gatot menjadikannya asisten kepercayaannya selama ia menjabat sebagai anggota dewan. Jadi ... jika kau kira kami menyusup ke dalam jajaranmu baru setelah kepemimpinanmu, kau salah besar, Vesper. Kami sudah ada bahkan sejak terbentuknya 13 Demon Heads generasi pertama. Hahaha," tawanya bangga.


Baik kubu Madam ataupun Vesper terkejut mendengar itu. Para mafia itu merasa dipermainkan. Yes terlihat begitu senang.


"Benar-benar pertunjukkan mengasyikkan saat melihat kalian saling membunuh dan serang akan sebuah kesalahpahaman yang kami buat. Tapi, itulah seleksi alam. Sejauh ini kalian masih bisa bertahan. Baguslah. Tetaplah seperti itu sampai jumlah kalian habis. Setelahnya, biar kami yang menuntaskan," ucap Yes dengan senyum kegembiraan.


Dua kelompok mafia terlihat begitu marah mendengar penuturan dari Yes. William terlihat tertekan mendengar semua hal yang tak pernah ia duga sebelumnya.


"Benda yang ditemukan oleh Jonathan, diamanatkan secara turun-temurun oleh kelompok kami. Hingga yang terakhir, dilimpahkan pada kakak keduaku. Sayangnya, ia bunuh diri ketika jajaran Vesper ingin menginterogasinya," sambungnya dengan hembusan nafas panjang dengan salah satu tangan ia masukkan dalam saku celana.


"Oleh karena itu, aku sangat berterimakasih padamu, Vesper. Sebenarnya, itu keteledoran dari salah satu anggota kami. Bisa dibilang, kecolongan. Jonathan menemukannya sebelum kami memindahkan barang-barang itu setelah tahu kedatangan timmu ke Black Stone. Dan sebenarnya ... aku dan kelompokku berusaha membunuh kalian semua, hanya saja ... usaha kami selalu gagal. Bahkan menyusup dalam markasmu saja mendapatkan hasil tak memuaskan. Mungkin, karena jumlah kami yang sedikit. Sayangnya, semua ini akan segera berakhir. Berikan buku itu dan kujanjikan, kalian semua akan berkumpul untuk mengikuti pengadilan militer PBB," ucap Yes dengan senyum penuh kemenangan.


"Lupakan saja!" teriak Arjuna lantang dan seketika, DOR! DOR! DOR!


***

__ADS_1


Oke. Iklan tips koin dulu๐Ÿ˜† Siapkan napas tambahan buat next eps. Kwkw. Besok masih dobel eps lagi. Tengkiyuw votenya๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹



__ADS_2