Secret Mission

Secret Mission
Skandal


__ADS_3

Hehe lele sempetin up malam-malam cuma buat info bahwa novel SM akan lele pause dulu sampai eps ini. Baru akan lanjut lagi ketika ADW tamat jadi biar bisa dobel eps terus perharinya. Novel 4YM tetep lele up beberengan sm ADW. Itu aja info dari lele dan tengkiu sudah sabar menanti^^


------ back to Story :


William menatap Cecil seksama. Ia penasaran siapa sosok yang dimaksud oleh pensiunan agent CIA itu.


"Dia adalah ... Sutejo Perkasa," jawabnya lirih.


Kening William berkerut seketika.


"Su-tejo? Nama yang unik. Ia berasal dari mana?" tanyanya heran.


"Indonesia," sahut Rika.


Rika dan Cecil lalu saling berpandangan, menghela nafas panjang.


"Sutejo Perkasa adalah anak dari seorang mafia tersohor di Indonesia pada jamannya. Ia anak tunggal dan mendapatkan banyak sekali warisan dari mendiang ayahnya. Hanya saja siapa nama asli ayahnya, tak ada yang tahu," ucap Cecil mulai bercerita.


William mengangguk paham dan menyimak dengan serius.


"Saat itu, Sutejo menyelinap masuk ke Amerika karena penjualan organ ilegal. Aku ditugaskan untuk menangkapnya dan aku berhasil. Namun, saat aku akan membawanya ke CIA, kami diserang dan itu dari kelompok The Circle. Mereka menginginkan Sutejo. Aku terluka dan seluruh anggota dalam team-ku tewas. Sutejo minta dilepaskan dan berjanji akan melindungiku sampai ke tempat aman. Aku tak ada pilihan, jadi aku melepaskan tahanan elit itu," ucap Cecil mengenang masa lalu.


"Lalu?" tanya William makin penasaran.


"Lalu ... Sutejo melakukan aksi balas ke anggota The Circle yang menyerang kami. Kami berdua sama-sama terluka hingga akhirnya Rika datang untuk menolong saat kami berhasil bersembunyi di bawah jembatan Golden Gate di daerah San Fransisco semalaman. Rika menyembunyikan kami berdua ke rumah ini, di Montana," imbuh Cecil serius bercerita.

__ADS_1


William mengangguk paham sembari melirik Rika yang ternyata ikut terlibat.


"Aku mengobati mereka berdua. Sutejo lalu menanyakan pada Cecil tentang The Circle. Awalnya Cecil enggan bercerita, tapi aku ikut memaksanya karena aku juga tak pernah mendengar tentang kelompok itu. Saat Cecil memberitahukan kami kebenarannya, tentu saja kami berdua terkejut. Hingga akhirnya, Sutejo mengajak kesepakatan pada kami berdua," ucap Rika yang kini berbicara.


"Kesepakatan?" tanya William berkerut kening.


"Yes. Ia berjanji akan menemukan komplotan The Circle. Entah kenapa, aku mempercayainya. Aku berikan seluruh informasi pada Sutejo mengenai mereka yang ku ketahui dan ia berjanji akan memburunya. Kami selalu bertukar informasi diam-diam hingga akhirnya, aku mendengar kabar jika The Circle terlihat di Vietnam setahun kemudian. Sutejo memburu mereka bersama pasukan khusus miliknya yang disebut "BIAWAK". Kami menyusulnya sesuai dengan koordinat yang diberikan Sutejo padaku. Namun, lagi-lagi The Circle berhasil membunuh pasukanku," ucap Cecil terlihat geram.


"Lalu?" tanya William sembari mencondongkan tubuhnya agar bisa mendengar cerita Cecil dengan jelas.


"Herannya, Sutejo dan pasukannya yang hanya berjumlah 10 orang selamat. Sutejo kembali menyelamatkan nyawaku saat aku hampir tewas dibom oleh anggota The Circle ketika mobilku sudah tersangkut di pagar pembatas jurang. Sutejo lalu membawaku ke Indonesia. Aku dinyatakan hilang oleh CIA dan mereka mencari keberadaanku selama setengah tahun lamanya," ucap Cecil mulai terlihat gugup.


"Selama setengah tahun kau kemana?" tanya William heran.


William mengusap mulutnya dan kini menutupnya dengan salah satu tangannya. Ia enggan berkomentar.


"Aku berhasil selamat sampai di Amerika, tapi aku juga kecewa saat tahu ternyata ia memiliki banyak isteri. Aku yang sakit hati padanya nekat menggugurkan kandunganku saat itu. Ditambah CIA pasti akan membunuhku juga jika tahu aku menghianati agensi," ucap Cecil tertunduk dan meneteskan air mata tanpa isak tangis.


William menatap Cecil seksama dimana ia tak menyangka jika Cecil yang terlihat tangguh itu ternyata bisa merasakan pilu dalam dirinya.


"Saat aku memutuskan untuk menunjukkan diri dan kembali ke CIA, aku mendapat kabar jika markas Sutejo di Wonosari di serang. Ia tewas dalam pertempuran itu. Aku begitu sedih dan menyesal. Jika saja, aku memilih untuk tetap menghilang dan melahirkan bayiku, mungkin aku sekarang sudah menjadi seorang ibu. Mungkin anakku sekarang sudah sebesar kau, William," ucapnya mulai terisak.


Rika segera mendekatinya dan memeluk Cecil. William diam saja tak berkomentar. Ia hanya duduk di tempatnya menatap Cecil yang terlihat begitu kehilangan akan sosok kekasihnya dulu, seorang mafia.


Tiba-tiba, Cecil memegang tangannya. William tertegun dan menatap Cecil seksama.

__ADS_1


"Oleh karena itu, aku tahu bagaimana perasaan Sia saat ia memutuskan untuk memilih pergi. Ia masih mencintaimu, Will. Hanya saja, ia dalam posisi yang sulit. Ia masih memiliki keluarga dan mereka adalah mafia. Jika ia nekat menikah denganmu, keluarganya akan membunuhmu. Kau tak mungkin bisa diterima di kalangan mereka kecuali kau memilih untuk menjadi mafia seperti mereka. Apa kau mau menghianati negara dengan menjadi penjahat hanya demi sebuah cinta?" tanya Cecil menatapnya tajam.


William terkejut dengan ucapan Cecil barusan dan langsung melepaskan dekapan tangannya itu.


William beranjak dari dudukkannya dan menjauh untuk menjernihkan pikiran.


"Pilihan Sia sudah tepat untuk pergi darimu, Will. Sia tahu konsekuensinya. Ia tak ingin kau terbunuh karena mencintainya. Jadi, relakanlah. Carilah gadis lain yang sesuai dengan kondisi kita. Gadis normal dan bukan dari kalangan mafia," ucap Rika menasehati.


Pikiran dan hati William berkecamuk. Ia memegangi kepalanya dengan mata terpejam. Ia tak menyangka jika itulah alasan Sia menolak menikah dengannya.


Namun, ucapan Rika dan Cecil malah membuat William lega karena Sia ternyata masih mencintainya. Ia mengorbankan cintanya agar William tak terluka dan terbunuh.


Tiba-tiba, William kembali mendatangi Cecil dan Rika. William memeluk mereka erat dengan senyum merekah. Cecil dan Rika kebingungan.


"Aku sudah mengerti sekarang. Aku pergi dulu. Terima kasih jamuannya, Rika. Sampai jumpa!" ucap William lantang sambil berlari dan melambaikan tangan.


"Di-dia meninggalkanku?" tanya Cecil memastikan.


"Ya, begitulah. Menginaplah lagi, esok kau akan kuantar pulang. Oh, atau kau mau ku kenalkan dengan teman Roy? Ia juga memiliki kelainan karena menyukai wanita berumur seperti kita," ucap Rika sembari menaikkan kedua alisnya.


"Dasar gila. Tidak, aku masih normal," tolak Cecil langsung beranjak dari dudukkannya dan pergi meninggalkan Rika yang terkekeh mendengar jawaban seniornya itu.


William langsung tancap gas melaju dengan mobilnya. Ia segera kembali menuju ke mansion Axton di Boston. William akan meminta bantuannya lagi agar ia bisa menemui Sia kekasihnya.


Meskipun William belum mendapatkan petunjuk tentang The Circle, tapi kini hatinya sedang meledak-ledak agar bisa bertemu Sia kembali dan meminta maaf padanya.

__ADS_1


__ADS_2