
Para panitia lelang berkumpul untuk membicarakan hal ini lebih lanjut. Namun lagi-lagi, Nyonya Delwyn melakukan hal yang menarik perhatian.
Ia melambaikan tangan memanggil Zaid yang masih berdiri di dekat mimbar lelang. Zaid mendekati wanita tua itu dan mendengarkan instruksi yang dibisikkan olehnya.
Zaid menggunakan panggilan dengan frekuensi khusus kepada petugas di luar dari sambungan radio. Tak lama, pintu ruang lelang kembali di buka.
Muncul dua orang lelaki berpakaian rapi dengan stelan khusus membawa koper hitam dalam genggaman tangan masing-masing.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris.
"Aku sudah mencoba mencari berkas tersembunyi tersebut dan berhasil menemukannya. Hanya saja, tiga kali salah dalam penginputan password atau dibuka paksa, koper ini akan meledak. Jadi, mana wanita bernama Yuki?" tanya wanita tua itu mencari sosok mantan pacar Sergei.
Yuki tertegun. Dengan gugup ia berdiri. Dua koper itu diletakkan di atas meja lelang. Semua mafia dibuat penasaran.
Yuki mendatangi dua koper tersebut dan menatapnya seksama. Ada sebuah papan dengan nomor untuk membuka koper tersebut.
"A-aku tidak tahu berapa nomor sandinya," ucapnya gugup tak berani memegang koper yang bisa meledak itu.
"Kau tidak tahu? Namun, Axton mengatakan hanya kau yang bisa. Coba ingat-ingat lagi. Mungkin itu sebuah nomor khusus atau spesial. Ingat! Jangan sampai salah. Kesempatanmu hanya 3 kali," ucap Delwyn mengingatkan.
Yuki terlihat bingung. Ada banyak nomor dalam pikirannya dan kesempatannya pun hanya 3 kali. Para mafia peserta lelang mulai berdiri dari kursinya mendatangi Yuki.
"Kau harus membukanya, Yuki. Kami sudah mengeluarkan banyak uang untuk aset-aset itu. Kami tak mau berurusan dengan polisi hanya karena dokumen ilegal. Kami tak mau menambah daftar hitam," ucap Bojan menatapnya tajam.
Yuki semakin tertekan. Para mafia tersohor menyudutkannya. Vesper, Sia, Amanda, Kai, Sandara dan Jordan masih duduk di kursinya sedang yang lain mulai mengerubungi Yuki mencoba memberikan masukan.
"Bagaimana jika tanggal lahir Axton?" ujar Jonathan menyarankan.
"Tak mungkin segampang itu. Oh! Bagaimana jika tanggal hari lelang hari ini? Bukankah ia menjadikannya alarm?" sahut Lysa cepat.
"Axton bukan orang seperti itu. Bagaimana kalau ulang tahun ibunya? Axton sangat menyayangi ibunya," sahut Martin.
__ADS_1
"Tapi dia juga menaruh hormat pada kakeknya Giamoco," imbuh Han.
"Hei. Ini password yang pastinya berhubungan dengan Yuki. Tanggal-tanggal itu mana dia tahu," sahut Torin menimpali.
Kericuhan pun terjadi. Para mafia tak mau koper itu meledak karena dokumen aset asli yang mereka beli ada di dalam sana.
"Hei, hei!" teriak Amanda mencoba mencairkan suasana.
Namun, suara isteri Boleslav tersebut seperti terpental. Tak ada satu mafia pun yang mendengar panggilannya.
DOR!
Semua orang terkejut seketika. Vesper menembakkan peluru dengan pistol dalam genggaman di arahkan ke atas. Orang-orang itu diam.
Vesper berdiri memasang wajah malas. Semua orang menatapnya seksama. Sia, Yena dan Nandra sampai memegangi dada karena kaget.
"Bukannya menyelesaikan masalah, kalian malah menambah kerumitan, Saudara-saudara. Sikap kalian membuat Yuki tertekan. Biarkan dia berpikir, berikan dia waktu. Kita beri target untuk Yuki sampai bulan depan. Sebaiknya kita pikirkan jalan lain jika koper itu meledak dan semua berkas hangus terbakar," ucap Vesper masih duduk di bangku peserta lelang dengan anggun.
"Jangan-jangan kita kualat sama Mama gegara gak ngebolehin ikut lelang?" sahut Jonathan tiba-tiba.
"Sungkem lu, Jo. Tar jadi Malin Kundang baru tau rasa kamu," ucap Eko ikut ngedumel.
Jonathan panik seketika. Ia segera mendatangi Ibunya dan memeluknya. Ternyata Arjuna dan Lysa juga melakukan hal yang sama.
Sandara terlihat takut. Kai ikut menemani anak gadisnya mendekati sang isteri yang memasang wajah sebal.
Han ikut gelisah dan pada akhirnya mendatangi Vesper meski terlihat gugup menjaga gengsinya.
Sia menatap keluarga besar Vesper seksama. Ada sebuah perasaan hangat dan haru yang menyelimuti hatinya.
Sia tertunduk mengelus perutnya dengan wajah sendu. Amanda memegang punggung tangan anaknya dengan senyum terkembang.
__ADS_1
"Kita pasti akan menemukan William. Dia tak mungkin menghilang begitu saja. Mommy janjikan William akan kembali pada kita sebelum anak kalian lahir," ucap Amanda yakin.
Sia mengangguk penuh rasa haru di hatinya. Sia dan Amanda saling berpelukan. Sia sangat bersyukur karena sang Ibu selalu mendukungnya.
"Lalu bagaimana nasib uang-uang kami?" tanya Sherly mewakili suaminya, Ivan.
"Begini saja. Semua aset yang sudah kalian beli silakan dijalankan. Hanya saja, semua tetap atas nama Giamoco, sesuai nama asli dari salinan berkas. Kalian bisa mengambil keuntungan dari aset-aset yang dikelola. Jika nanti hal buruk terjadi seperti yang kita takutkan, berkas asli hilang. Kita terpaksa menganggap aset-aset tersebut ilegal," ucap Wilson yang mengejutkan semua orang.
"Yuki. Kau harus pecahkan kode itu. Bukan tentang aset yang menjadi ilegal, tapi pemerintah bisa menyegel dan mengakuisisinya. Sama saja, kerja keras Giamoco, Leighton dan Axton selama ini sia-sia," tegas Rohan.
Yuki mengangguk pelan meski terlihat ia tertekan karena memanggul beban berat.
Akhirnya, lelang itu pun dilanjutkan dengan pembayaran dan penyerahan aset meski dokumen dalam bentuk salinan.
Pulau tak jadi dijual sesuai dengan wasiat dari Giamoco, tapi aset lainnya tetap dilelang karena baik surat ataupun video tak menyebutkan aset-aset itu menjadi milik penerus Giamoco.
Koper itu akhirnya disimpan ke bunker rahasia Black Castle sampai Yuki nanti menemukan kode rahasia.
Yuki duduk dengan lesu di samping Vesper ditemani oleh Sia, Nandra, Torin dan Yena.
"Sekarang bagaimana, Nyonya Vesper? Aku sungguh tak tahu. Kenapa Tuan Axton bisa mengatakan hanya aku yang tahu password itu?" tanya Yuki memegangi kepalanya hingga rambut merah mudanya berantakan.
"Kita pikirkan solusinya nanti. Setelah ini kita berkumpul untuk membahas pengelolaan aset yang berhasil dimiliki. Kalian hebat bisa mendapatkan rumah dan peternakan di Swiss. Aku bangga padamu, Sia," ucap Vesper tersenyum lebar menepuk pundaknya.
Sia ikut berterima kasih kepada orang-orang yang mendukungnya untuk mempertahankan aset milik mendiang Axton.
Sia ditemani oleh Nandra melakukan pembayaran atas aset di Swiss dan mansion di Boston serta penyerahan dokumen salinan atas pulau Giamoco. Sia dan Nandra terlihat bahagia.
Hari itu. Para mafia dibuat sibuk dengan usaha-usaha mereka untuk mengembangkan aset-aset tersebut termasuk Vesper sebagai konsultan kepada Sia dan Nandra.
Delwyn terlihat asyik mengobrol bersama Robert dan Wilson di Ballroom menikmati jamuan sebelum makan malam nanti sebagai acara penutupan dari acara hari itu.
__ADS_1
***
Hari ini lele up 1 eps dl ya. Edisi lagi kecewa sm MT krn level novel msh 7. Baiklah lele balikin mood dulu. Oia sekalian mau info. Nanti novel 4YMS2 akan coba lele up bulan ini meski belom stabil jadwal upnya. SM diperkirakan akan end akhir bulan ini.