
Jack, Catherine dan Ara dibawa paksa oleh anak buah Yes. Terlihat suasana tegang dan kepanikan masih terjadi di kantor Jack.
Para karyawan segera di evakuasi dan Yes dipanggil oleh Direktur untuk menghadap di kantornya.
Usai diobati lukanya, Yes menghadap para Pejabat Eksekutif di CIA.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris.
"Yes. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Dan apakah benar tuduhanmu kepada Cecil? Bahkan rekaman CCTV keamanan saja tak menangkapnya ketika masuk ke bengkel Jack. Apa kau yakin jika ini bukan ulah penyusup dari para mafia itu? Bisa saja mobil itu memang dipasangi peledak jarak jauh," tanya salah satu Eksekutif Senior CIA menunjuknya tegas.
"Sir. Kantor Jack memiliki penghalang sinyal. Hanya sambungan berfrekuensi khusus dengan kabel yang bisa masuk dan berkomunikasi dengan ruangan itu seperti yang kita lakukan tadi. Jika bukan orang dalam, tak mungkin mobil itu bisa meledak," sahut Yes membela diri.
"Bisa jadi pada mobil Mustang itu memiliki semacam pemindai khusus. Menurut pengakuan Shamus dan Ace, itu dulunya mobil milik Sia, tapi dipakai oleh William. Mungkin saja, mobil itu hanya bisa dikendarai oleh Sia dan William. Jika tersentuh orang lain, ia akan meledak dengan sendirinya," sahut Penasehat Umum CIA.
Yes merasa dirinya terdesak.
"Saya akan mengusutnya dengan menggunakan William. Dia masih terobsesi pada Sia. Kita akan memanfaatkan hal itu untuk mencari kelemahan 13 Demon Heads dan menghancurkannya sedikit demi sedikit dari dalam," ucap Yes mantab.
"Apakah imbalan yang kita berikan padanya tak sesuai?" tanya Wakil Direktur CIA.
"William yang sekarang bukan seperti William seperti di berkas, Sir. Jika kita menekannya, ia pasti akan memberontak dan malah menjadi boomerang untuk kita nantinya. Saya sudah memiliki strategi agar William melakukan misi rahasia tanpa ia sadari jika secara tidak langsung, ia sudah menghancurkan keluarga mafia jajaran 13 Demon Heads," tegas Yes dengan seringainya.
"Bagaimana? Apa kau yakin dengan yang kau katakan? Apa kau bersedia bertanggungjawab jika ternyata strategimu tak sesuai dengan yang kau rencanakan? Ini kasus besar, Yes. Lawan kita kelompok mafia elite yang sudah ada setengah abad lamanya. Mereka bisa bertahan karena memiliki orang-orang yang berkuasa bahkan bisa mengendalikan perekonomian dan pemerintahan suatu daerah. Kami tak mau ambil resiko dengan strategi khayalanmu," ucap Direktur CIA tegas.
"Saya jaminannya. Obsesi saya menghancurkan 13 Demon Heads lebih besar dari semua orang yang pernah terlibat dengan mereka sebelumnya, Sir. Percayakan tugas penting ini padaku. Jika gagal, lakukan apa yang seharusnya hukum jatuhkan untukku," jawab Yes mantab.
Para petinggi itu saling berbisik dan berbicara serius. Terlihat, Yes tegang menunggu keputusan dari para pemimpinnya.
"Baiklah. Berikan detailnya pada kami segera. Ingat, ini misi rahasia dan kau jaminannya, Yes. Hukumanmu akan seperti neraka jika sampai gagal. Kau yang memintanya jadi pastikan berhasil," tegas Penasehat Umum dan Yes mengangguk dengan senyum terkembang.
Yes meninggalkan ruang rapat khusus menuju ke ruang interogasi untuk melihat perkembangan dari pengakuan Jack, Catherine dan Ara.
Yes berpikir jika tiga orang itu termasuk Cecil dan Rika, berkomplot dengan William selama ini.
Bahkan Liev kembali dalam kotak paket berisi kepala yang dikirimkan khusus padanya.
Tentu saja, kiriman mengejutkan itu membuat geger seantero CIA. Yes dibuat pusing dengan dalih dan alibi-alibi saat para wartawan mencoba menguak kasus tewasnya tiga agent di wilayah Chicago saat itu.
Identitas para korban sengaja dibiarkan ditemukan oleh sipil agar CIA kerepotan menjawab pertanyaan dari publik.
Jordan, Mix and Match sengaja berulah untuk memancing dan membuat dalang di balik misi Sia serta William keluar.
Hingga akhirnya, ditemukannya sosok Yes oleh kelompok mafia dari jajaran Boleslav. Kini, Yes menjadi sorotan GIGA yang sedang menyibak latar belakang lelaki itu di luar berkas legal yang dimiliki dinas kependudukan Amerika.
Di kediaman Cecil.
"Berhentilah melibatkanku! Aku dan Rika sampai dipanggil oleh CIA tentang ledakan mobil tersebut," geram Cecil saat Jordan berkunjung ke Apartment-nya bersama Mix and Match.
__ADS_1
Jordan hanya tersenyum dan pergi begitu saja setelah ia memastikan jika tugasnya beres untuk melenyapkan karya Jonathan.
Mereka bicara dalam bahasa Indonesia campuran.
"Ya, gimana, Jo?" tanya Jonathan saat Jordan menghubunginya.
"Panggil namaku dengan benar."
"Iya iya, bawel amat. Gimana, Jordan?" tanya Jonathan terdengar malas.
"Jangan lupa janjimu. Aku sudah membereskan sampahmu. Perbaiki sistem keamanan mobilmu itu. Gunakan fiture pengenal pada kendaraan sehingga hanya pemilik dan orang-orang tertentu yang bisa menggunakannya. Jika ada pencuri, biarkan mereka tewas di tempat saat akan mengambil kendaraanmu," tegas Jordan panjang lebar.
"Wow! Hahahaha! Kau banyak bicara sekarang. Apa kau sedang mencoba berubah menjadi lebih manusiawi, Jordy? Bosan menjadi robot? Hehehe," ledek Jonathan.
Jordan malas meladeni Jonathan yang selalu meledeknya dan tak pernah takut dengannya. Berbeda dengan Arjuna dan lainnya.
Ada sebuah perasaan muncul dalam hati Jordan di mana ia senang jika berbicara pada Jonathan meski sering membuatnya kesal.
Jonathan tak pernah sakit hati dengan yang ia ucapkan. Ia hanya kesal dan itu pun hanya berlaku selama 1 hari. Esoknya ia sudah melupakan kebencian itu.
Tanpa disadari, senyum tipis terukir di wajah Jordan saat menutup panggilan telepon. Mix and Match menyadarinya.
Sebulan kemudian, William sudah diperbolehkan kembali ke rumah. Ia tak ditemani siapapun dan pulang menggunakan taxi.
Ia terkejut karena Rika tak ada di rumahnya. Rika meninggalkan surat yang mengatakan jika ia tinggal di rumah Cecil sampai ia memutuskan akan tinggal di mana.
William merasa bersalah karena sikapnya saat itu pasti membuat Rika sedih. William mencoba menghubunginya, tapi tak diangkat.
Ia begitu merindukan Sia. Bahkan mengingat isterinya saja membuat hatinya begitu sakit hingga membuatnya menangis.
Ia merasa sungguh rapuh. Ia merasa sudah mengecewakan kekasih hatinya karena dianggap sudah berbohong akan misinya yang melibatkan Boleslav.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris.
"Kau tetap isteriku, Sia. Meskipun kau sudah membuang cincin pernikahanmu, aku tak akan pernah menceraikanmu. Kali ini, akan kutebus kesalahanku," ucap William mantab, menggenggam cincin Sia di pinggir ranjang.
Seminggu kemudian.
William mendatangi kantor CIA meski masih masa penyembuhan di kakinya. William tak menyangka jika Yes sungguh menepati janjinya kali ini untuk memberikan cuti.
Namun, kebaikan hati Yes malah membuatnya curiga. William datang dengan taxi dan tongkat penyangga meski ia jadi kesulitan berjalan.
TOK! TOK! TOK!
"Masuk."
"Sir," panggil William yang sontak mengejutkan Yes.
__ADS_1
Lelaki itu langsung berdiri dan mendatangi William yang kesulitan membuka pintu ruang kerja tempat Rika dulu berada.
"Maaf, merepotkan," ucap William sopan.
"Santai saja. Duduklah. Bagaimana? Lebih baik?" tanya Yes duduk di hadapan William.
"Akan cukup lama sampai sembuh total. Mungkin bisa setengah tahun. Oleh karena itu, terimalah surat pengunduran diriku," ucap William terlihat ragu saat menyodorkan amplopnya di atas meja.
Yes terkejut dan hanya memandangi amplop itu.
"Wow, Will. Cidera itu biasa. Atlet sepak bola saja sering mengalami cedera sepertimu. Mereka bisa kembali bertanding, kau juga demikian. Ya anggaplah selama 6 bulan kau mendapatkan cuti ekslusif. Kau masih bisa bekerja di balik meja sebelum nantinya kembali ke lapangan," jawab Yes menasehati.
"No. Aku sudah lelah. Aku ingin memperbaiki hidupku. Aku tak mau terlibat apapun lagi dengan CIA, polisi, militer dan lainnya. Aku ingin menjadi warga sipil," jawabnya serius.
Yes menatap William seksama. "Kau ingin mencari Sia. Benar 'kan?"
"Tak bisakah kau terima saja keputusanku? Masih banyak agent lainnya yang bisa kau tugaskan! Misiku sudah selesai. Denzel tewas begitupula Rahul. Bahkan sebelumnya selama bertahun-tahun aku sudah melenyapkan para mafia termasuk Julius Adam dan keluarga Sia. Apakah itu tidak cukup, huh?!" teriak William lantang dengan nafas menderu.
Yes terlihat marah karena ucapan William, tapi ia berusaha untuk tetap tenang.
"Tentu saja tak cukup, Will. Selama kedamaian belum terwujud dan para penjahat masih berada di luar sana, tugas kita belum selesai," jawab Yes serius.
"Kalau begitu, selesaikanlah tanpa diriku. Terima kasih dan sampai jumpa," tegas William yang berdiri begitu saja dan meninggalkan ruang kerja Yes.
William berjalan tergopoh dengan tongkat penyangga, menyusuri lorong membawa amarah yang menyelimuti jiwanya.
Saat William masuk ke lift, ia teringat akan kawan-kawannya dulu. Ia berniat untuk berpamitan pada mereka.
Namun, saat William mencari Ara, Catherine dan Jack, mereka tak ada di tempat. Para karyawan yang bekerja satu ruangan dengan mereka mengatakan, jika orang-orang itu mengambil cuti liburan.
Kening William berkerut. Ia merasakan kejanggalan yang semakin terasa semenjak kejadian di Portsmouth.
"Sir, William mencari mereka," lapor salah seorang karyawan setelah William pergi meninggalkan ruangan.
"Oke," jawab Yes cepat dan mengintip dari balik jendela melihat William berjalan meninggalkan kantor CIA.
William kembali ke rumahnya. Ia mengemasi seluruh barangnya dan memasukkannya dalam koper besar seperti akan pindah ke suatu tempat.
Bulan berikutnya, William sudah memegang surat pengantar palsu dari dokter tentang kalung besi di lehernya.
Dokter CIA menuliskan keterangan jika kalung tersebut berfungsi sebagai detektor jantung.
Tertulis jika William mengalami gangguan pada jantung. Ditambah, ada pen yang terpasang di kakinya.
Lelaki tampan itu tak kesulitan saat melewati pemeriksaan di Bandara dan malah membuat para petugas iba.
Terlebih, ia masih menggunakan tongkat penyangga. William dibantu oleh petugas Bandara dengan mendorong kursi roda untuknya berikut kopernya. William sangat berterima kasih.
__ADS_1
Ada perasaan lega dalam hatinya karena merasa seperti warga sipil. Tak perlu membawa pistol dan berbohong pada orang-orang yang ditemui untuk menutupi jati dirinya.
Hari itu, William terbang ke Rusia dengan tujuan ke Krasnoyarsk untuk menemui Antony Boleslav, ayah tiri Sia.