Secret Mission

Secret Mission
Bertemu Kembali


__ADS_3

Kabar Sia berhasil melakukan perekrutan terdengar sampai ke telinga Boleslav dan Amanda.


Keduanya terlihat bangga dan menyukai gagasan Sia dengan pembentukan nama baru untuk kelompoknya.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


"Sia, Daddy sudah memikirkan tentang rencanamu untuk menguak No Face melalui Tessa. Namun, ingat. Daddy hanya memberikanmu waktu 1 tahun untuk mencari tahu tentang kelompok itu. Selanjutnya akan diputuskan dalam rapat dewan tentang tindakan kita terhadap No Face. Apakah mereka ancaman atau tidak? Jadi, selidikilah sampai keakar-akarnya. Manfaatkan William," ucap Boleslav tegas menunjuk Sia.


Amanda dan lainnya terkejut akan keputusan Boleslav. Namun, terlihat rona bahagia di wajah Sia yang tak bisa ia tutupi. Gadis cantik itu mengangguk pelan.


Red dibantu oleh Galina Red Skull diminta oleh Boleslav untuk menyiapkan markas Athena yang nantinya berada di Virginia, mansion yang dulu Sia tempati bersama Rio.


Sia sebenarnya tak mau terlibat dengan rumah lamanya itu lagi karena mengingatkannya akan kenangan bersama Julius Adam, Rio dan Igor.


Meskipun berakhir dengan tragis, tapi tempat itu menyimpan kenangan manis masa kecilnya bersama tiga orang yang disayanginya tanpa sosok Amanda dalam ingatannya.


Hari itu, Sia mengemasi barangnya. Setelah natal, ia dan lainnya akan terbang ke Rusia meninggalkan Los Angeles.


Saat Sia akan menutup jendela kamarnya, ia merasa familiar dengan taman yang berada di halaman belakang mansion.


Sia berjalan ke taman sore itu dengan mantel tebal dan topi rajutan menutup kepalanya.


Sebuah bayangan samar muncul di pikirannya di mana ia yakin jika pernah berada di sana dengan beberapa orang.


"Nona Sia. Apa yang Anda lakukan di luar sini?" tanya salah seorang Black Suit mendatanginya.


"Oh, hai. Emm, aku hanya merasa seperti pernah bermain di taman ini. Namun, aku tak yakin. Seperti sudah lama sekali. Apakah ... ada hewan peliharaan di taman ini sebelumnya?" tanya Sia ragu.


"Ya. Dulu ada taman kelinci di sini, tapi sudah lama sekali dibongkar oleh Tuan Boleslav. Hal itu membuatnya sedih karena mengingatkanmu padanya. Kau bahkan dulu pernah berkemah di sini bersama Tuan Boleslav dan Rio. Kau juga cukup dekat dengan Maksim dan Yuri," jawab penjaga itu dengan senyum terkembang.


Mulut Sia menganga lebar, matanya terbelalak. Ia sungguh tak menyangka jika itu bukan halusinasi, melainkan kenangan lama yang terpendam dalam ingatannya.


"Kenapa aku tak bisa mengingatnya? Bahkan ada Rio juga? Apakah ... selama ini, ayah dan Rio sengaja menutupi keberadaan Daddy berikut Mommy? Kenapa mereka menyembunyikannya dariku?" tanya Sia dalam hati dengan pikiran berkecamuk.


"Nona Sia, Anda tak apa? Sepertinya Anda mulai kedinginan. Masuklah ke dalam dan hangatkan dirimu sebelum sakit," ucap petugas itu khawatir. Sia mengangguk.


Sia kembali masuk ke dalam mansion dan segera kembali ke kamar. Jantungnya berdebar kencang.


Perlahan Sia percaya jika dulu ia memang dekat dengan Boleslav, tapi ia tak bisa mengingat kenangan-kenangan itu.


"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa aku tak bisa mengingatnya? Agh, ini ... hal ini membuatku menjadi semakin penasaran," ucapnya kesal memegangi kepalanya mencoba mengingat, tapi tak bisa.


Sia merayakan natal di Los Angeles bersama keluarganya bahkan Jason ikut datang.


Sia yang merasa memiliki banyak hutang budi pada Boleslav, berencana memberikan hadiah kejutan untuk ayah tirinya.

__ADS_1


Sia sengaja mempelajari cara membuat ice cream. Ia teringat akan ucapan Boleslav yang mengatakan jika dulu ia sangat menyukai makanan dingin itu.


"Aku tahu ini musim dingin, tapi tak mungkin Daddy menolaknya meski aku beri racun ice cream ini, hehehe," ucap Sia keji meringis lebar.


Dan malam natal pun dilangsungkan dengan meriah di ruang keluarga.


Terlihat semua orang saling memberikan kado, tapi ketika giliran Sia, ia malah pergi ke dapur.


Semua orang terlihat bingung ketika Sia kembali dengan sebuah mangkok ice cream vanilla dengan banyak topping di atasnya.


Boleslav terlihat bingung ketika Sia menyodorkan mangkok tersebut padanya.


"Aku mungkin tak mengingatnya, tapi aku percaya pada ceritamu, Daddy. Kau bilang, aku dulu menyukai ice cream bahkan kau pernah membuatkannya untukku. Jadi, izinkan aku membalasnya dengan semangkok ice cream buatanku ini. Semoga kau suka," ucap Sia malu.


Boleslav terdiam menatap wajah Sia dengan mangkok ice cream dalam genggamannya. Suasana yang tadinya begitu riuh menjadi hening seketika.


"Thank you," ucap Boleslav menatap isi dalam mangkok.


Sia meringis dan terlihat bingung termasuk semua orang. Boleslav hanya memandangi ice cream itu tanpa melakukan apapun.


"Kau ... ingin memakannya nanti, Sayang? Ingin kusimpan di lemari es?" tanya Amanda yang merasa suaminya seperti membeku padahal belum memakan ice cream tersebut satu sendok pun.


Boleslav mengangguk. Amanda mengambil mangkok itu dan memasukkannya kembali ke lemari es.


Namun, saat Manda kembali duduk, Boleslav berucap lantang yang mengejutkan semua orang.


Orang-orang yang berada di ruangan itu mengangguk pelan. Sia bingung dalam bersikap. Namun, Boleslav sungguh serius dengan ucapannya.


Sia melihat Daddy-nya berulang kali duduk di kursi meja makan menikmati ice cream-nya meski hanya beberapa sendok dan memasukkannya lagi ke lemari es.


Hal itu dilakukan oleh Boleslav selama beberapa hari sampai akhirnya ice cream itu habis.


"Jadi, kita bisa pergi ke Krasnoyarsk besok, Sayang?" tanya Manda berkesan menyindir. Boleslav mengangguk.


Kepergian mereka ke Rusia tertunda karena ice cream buatan Sia untuk Boleslav belum habis dimakan.


Sia bahkan tak habis pikir dengan sikap Ayah tirinya yang lebih mementingkan ice cream buatannya ketimbang bisnis yang sudah menunggunya di Rusia.


Namun, Sia terharu karena sikap Boleslav yang baginya sungguh manis. Ada perasaan menyesal mengingat ia sudah memutuskan untuk memilih William.


"Sorry, Daddy. Aku sungguh menyayangimu, tapi ... Williamlah masa depanku. Aku minta maaf," ucap Sia lirih melihat Boleslav tertidur di sofa karena menunggu semua orang bersiap untuk kepergian mereka malam itu.


"Hei!" panggil Jason menyenggol lengan Kakaknya.


Sontak, hal itu mengejutkan Sia karena terpaku dengan sosok Ayah tirinya sampai tak menyadari kehadiran Jason.

__ADS_1


"Aku siap melanjutkan pelajaran Bahasa Indonesiaku saat di Rusia nanti," ucap Sia dan Jason mengangguk dengan senyuman.


Jason selama ini tinggal di Krasnodar, menjauh dari kehidupan mafia keluarga Boleslav.


Jason menempati kediaman Konstantin setelah dibeli seluruh asetnya menggunakan nama Arthur atas perintah Amanda agar peninggalan dari kakaknya tak jatuh ke tangan musuh, terutama The Circle.


Jason bahkan memiliki identitas palsu menjadi anak dari Arthur. Jason sengaja tak dilibatkan dalam dunia mafia oleh kedua orang tuanya karena ia nantinya dipersiapkan untuk menjalankan bisnis legal peninggalan Lawrence, Theresia dan seluruh aset milik kedua orang tuanya.


Jason hidup seperti warga sipil, tapi tetap dalam pengawasan jajaran Boleslav dan Manda.


Bykov menjadi bodyguard kepercayaan Jason bersama dengan Olya, anggota Red Skull yang berpusat di Rusia.


Sia berpikir jika Jason bisa hidup layaknya warga sipil, ia dan William juga bisa melakukannya suatu saat nanti.


Hanya saja, ada beberapa hal penting yang harus ia selesaikan sebelum mimpinya terwujud.


Sia berencana melakukan perekrutan anggota Athena di Rusia yang akan dibantu oleh Bykov, ketua dari kelompok Beruang Hitam.


Sia terbang hari itu bersama Monica, Manda, Jordan, Jason, Mix and Match, Boleslav dan Daniel.


Hingga akhirnya, pesawat mendarat di Bandar Udara Alykel, Krasnoyarsk, Rusia. Mereka dijemput oleh P-807 dan The Shadow.


Sia sebenarnya bingung dengan rencana ayah tirinya, Boleslav. Ia memikirkan banyak hal selama perjalanan ke Kastil.


"William 'kan ada di Amerika, tapi Daddy membawaku ke Rusia. Daddy sengaja melakukannya. Ia tak ingin mempertemukanku dengan William. Ia ingin menjauhkanku dengannya. Padahal aku bisa saja kabur dan pergi bersama Red ke Virginia. Namun, hmpf ... Daddy bukan tipe lelaki yang bisa dibohongi seperti ayahku. Dia penuh kewaspadaan dan memiliki mata di mana-mana. Menyebalkan," gerutu Sia menatap Boleslav tajam yang terlihat sibuk selama di mobil Limousine menandatangani berkas yang disodorkan Daniel.


Tak terasa, mereka telah tiba di Kastil. Maksim dan Yuri menyambut kedatangan tamu istimewa mereka, tapi keduanya terkejut saat Sia ikut kembali.


Dua bodyguard itu menatap bosnya seksama, tapi Boleslav diam saja termasuk Amanda, Daniel dan lainnya. Yuri dan Maksim bingung dalam bersikap.


Mereka bicara dalam bahasa Rusia.


"Hei, Anda ... terlihat makin cantik dan dewasa, Nona Sia," sapa Yuri kaku.


Sia hanya tersenyum dan berterima kasih. Sia segera masuk dan berjalan menuju ke kamarnya untuk menghangatkan diri.


Para penjaga Kastil membawakan barang-barang Sia dan meletakkan di dalam kamar. Sia berterima kasih. Sia teringat jika Roza berada di Kastil Daddy-nya.


Ia berencana untuk menemuinya sebelum makan siang untuk menanyakan perekrutan anggota geng di Rusia karena merasa akan berbeda seperti saat di Amerika.


Sia menyusuri lorong menuju ke Pusat Komando yang berada di basement di mana Roza ditugaskan sementara waktu sebagai penanggungjawab tempat itu.


Namun, saat Sia akan berbelok di persimpangan lorong, ia melihat sosok menggunakan kursi roda memunggunginya terlihat kesulitan membuka pintu. Sia mendekatinya dengan tergesa.


"Let me help ... Wiliam!" pekik Sia dengan mata melotot saat ia menyadari jika orang yang duduk di kursi roda tersebut adalah suaminya.

__ADS_1


Mata William ikut melebar ketika ia baru menyadari sosok wanita yang sedang meraih gagang pintu adalah isteri yang sangat dirindukannya.


"Si-Sia?" ucapnya tergagap dengan senyuman mulai muncul di wajahnya.


__ADS_2