
Amanda mendekati Vesper yang sedang berbicara dengan Eiji terlihat serius.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris.
"Vesper. Aku penasaran. Apakah Pemancar Fatamorgana sudah diaktifkan? Kenapa mobil Sia masih bisa digerakkan? Padahal ... Jonathan menggunakan pengendali untuk mengendalikannya dan pastinya ada sinyal yang keluar. Kenapa masih bisa terhubung? Apa yang kulewatkan?" tanya Amanda bingung.
Vesper dan Eiji tersenyum.
"Selain kabel, kami juga memiliki sinyal khusus berikut frekuensi radio yang masih bisa terhubung di dalam sinyal. Aku akan memberitahukannya, tapi kau harus membelinya," jawab Vesper mulai memeras.
Amanda menggertakkan gigi. Ia tak menyangka jika Vesper sungguh mata duitan, tapi Manda tak mau rugi.
"Oke, aku bayar. Namun, ganti helikopter suamiku. Anakmu yang meledakkannya," jawab Amanda menaikkan salah satu alis dengan melipat kedua tangan di depan dada.
Eiji meringis. Ia melihat bos besarnya mendesis dan melotot tajam pada Amanda karena kini ikut diperas. Eiji garuk-garuk kepala.
"Sudahlah, Nona Lily. Berikan saja "BEKEL" padanya. Nyonya Manda 'kan kawan akrabmu," ucap Eiji sungkan.
"Be-what? Apa itu?" tanya Amanda berkerut kening karena namanya aneh.
"BEKEL. Itu jenis permainan bola, bikkelen atau bikkelspel," jawab Vesper menjelaskan, tapi Manda menggeleng bingung.
"Knucklebones, Jacks!" pekik Vesper menjabarkan, tapi Amanda malah melongo. Eiji dan Vesper mendesah malas.
"Aku tahu jenis mainan itu. Aku pernah memainkannya saat sekolah dulu," sahut Sia tiba-tiba.
"Oh ya?" tanya Amanda heran.
"Hm, hanya saja aku tak yakin. Di mana ya memainkannya? Terasa samar. Kawan-kawanku juga seperti menggunakan bahasa Asing yang tak kumengerti," ucap Sia terlihat memikirkan hal itu dengan serius.
Amanda menatap anaknya tajam seperti memikirkan sesuatu. Sia masih terlihat mencoba mengingatnya. Eiji dan Vesper saling melirik.
"Apa fungsi alat itu?" tanya Boleslav tiba-tiba ikut bergabung.
"Oh. Jadi, selama Pemancar Fatamorgana dipancarkan, kita tetap bisa terhubung di dalam mangkok. Fatamorgana memblokade sinyal dari luar yang mencoba masuk ke dalam. Bahkan sinyal yang berada di dalam mangkok akan hilang. Namun, Eiji membuat sebuah pemancar yang di pasang pada permukaan tanah di dalam pelindung radius Pemancar Fatamorgana," ucap Vesper menjelaskan.
Antony, Sia dan Amanda mendengarkan dengan serius.
"Kalian lihat parabola kecil di taman itu. Nah, itulah "BEKEL". Namun, hanya sinyal tertentu yang bisa saling terhubung di sini. Semua jenis persenjataan dan komunikasi di bawah naunganku tetap bisa terhubung," ucap Vesper menjelaskan.
"Maksud Anda, si BEKEL itu membuat mangkok tersendiri di dalam Pemancar Fatamorgana? Seperti bawang yang memiliki lapisan dalam lapisan, begitu?" tanya Sia menebak.
Vesper tersenyum lebar dan mengangguk.
"Dia pintar sepertimu, Manda. Aku tadi sempat bingung bagaimana menjelaskannya dengan ilmu fisika," ucap Vesper serius.
Boleslav terlihat bangga pada anak tirinya itu. Vesper lalu mengajak semua tamunya yang masih berada di luar untuk segera masuk ke dalam.
"Semoga ledakan itu tak menarik perhatian," ucap Amanda berbisik pada Vesper dan Sang Ratu mengangguk membenarkan.
__ADS_1
Usai kejadian menegangkan karena beda pemikiran antara Boleslav dan Jonathan, acara pelantikan anggota dewan 13 Demon Heads generasi ke-10 akhirnya dilangsungkan malam itu.
Ballroom sudah terisi penuh oleh seluruh mafia elite dalam jajaran 13 Demon Heads. Terlihat Vesper sudah siap untuk melantik para penerus anggota dewan meski tak seluruh kursi terisi.
Hanya kursi milik mendiang William Charles yang nantinya diduduki Jonathan saja yang belum terisi.
Peraturan calon anggota dewan kini diperbaharui yakni minimal berusia 20 tahun setelah penetapan ketika rapat besar beberapa tahun lalu.
Malam itu, kursi milik mendiang Tatsuya Tendo digantikan oleh Yusuke Tendo. Kursi milik mendiang Rose Marlena diberikan kepada Lysa Herlambang.
Meskipun Lysa menjadi isteri Javier, salah satu anggota dewan, tapi peraturan baru memperbolehkan sepasang suami isteri untuk menduduki kursi, terlebih kursi yang diduduki Lysa adalah sebuah wasiat.
Selanjutnya, kursi Kang Dae Gi yang seharusnya diduduki oleh One, tapi ditolak olehnya dan malah diberikan kepada Kim Arjuna, anak Han.
Tentu saja hal itu cukup menghebohkan, tapi membuat bangga para senior.
Namun, Vesper tak berpikir demikian. Ia merasa jika Arjuna belum matang untuk duduk dan menjabat sebagai anggota dewan seperti Sia, keturunan Amanda, tapi Vesper memilih diam.
Ia ingin melihat bagaimana kinerja para anggota dewan baru jika diisi oleh para anggota muda.
Kini anggota dewan generasi sepuluh berisi Kim Han Bong, Adrian Axton, Martin, Bojan, Ivan Benedict, Raja Khrisna, Jamal Khrisna, Lysa Herlambang, Kim Arjuna, Thersia, Javier dan Vesper sebagai Ketua Dewan 13 Demon Heads.
Para tamu undangan bertepuk tangan usai para anggota dewan tersebut memberikan cap darah dan sumpah atas dilantiknya mereka malam itu.
Lirikan mata Raja Khrisna dan Jamal tertuju pada Sia yang berdiri dengan gugup tak menyadari akan maksud tatapan tajam tersebut.
Namun, orang-orang dalam jajaran Boleslav dan Amanda menyadari hal itu. Saat Raja Khrisna kembali menghadap ke para tamu, ia terkejut ketika Boleslav balas melihatnya tajam tanpa berkedip.
Ketua Dewan Sekretariat 13 Demon Heads itu menyadari jika nyawa anaknya terancam mengingat keluarga Khrisna menaruh dendam pada William dan Sia terkena imbasnya.
Usai pelantikan, para anggota dewan melakukan rapat tertutup yang didampingi oleh satu orang asisten kepercayaan.
Boleslav dan isterinya, Amanda terlihat membicarakan hal serius di ruang jamuan.
"Sayang, kita harus menjauhkan William dari Sia. Jangan sampai Sia tahu jika ia berada di Krasnoyarsk. Lakukan apapun dan larang Sia untuk datang ke Kastil sampai aku memutuskan akan kuapakan agent sialan itu," ucap Boleslav kesal.
Amanda menghembuskan nafas panjang.
"Mantan, Sayang. Mantan agent CIA. Arthur sedang menyelidikinya. Kau jangan terlalu kejam pada William. Bagaimanapun, orang tuanya pernah menyelamatkanku," ucap Amanda yang pada akhirnya menceritakan kisahnya pada sang suami.
"Kau berhutang budi pada Miskha bukan pada William. Memang apa yang anak itu lakukan padamu? Tidak ada 'kan? Jangan membelanya," sahut Boleslav tegas.
"William melindungi Sia selama hidup bersama Adam," tekan Manda.
"Ia melindunginya karena misinya dari CIA. Ia hanya memanfaatkan Sia saja. Sia saja yang bodoh malah jatuh cinta padanya," bantah Boleslav.
"Tapi, Sayang ...."
"Jangan, membantahku. Sampai kapan pun, aku tak menyetujui hubungan Sia dengan agent sialan itu. Aku tak mengakui pernikahan mereka. Aku lelah, aku mau istirahat," ucap Antony terlihat marah dan pergi meninggalkan jamuan ditemani Daniel.
__ADS_1
Amanda memejamkan mata sejenak. Ia tak menyangka jika suaminya sungguh tak merestui hubungan Sia dan William. Entah kenapa, Amanda sedih mendengarnya.
Amanda mencoba menenangkan hatinya dengan mencoba menikmati pesta, tapi pandangannya tertuju pada Sandara Liu yang berdiri tertunduk memegang gelas minum dengan Jordan berdiri di depannya seperti bicara serius.
Amanda penasaran dan mendekati keduanya diam-diam. Namun, baik Jordan ataupun Sandara menyadarinya. Amanda malu sendiri karena kepergok mengintip.
"Kenapa kau seperti pencuri begitu, Mom?" tanya Jordan melirik Ibunya tajam.
"Mm, aku hanya penasaran. Apakah ... ada tanda-tanda dari Afro? Ini sudah lewat 2 tahun dari waktu yang ditentukan di mana ia mendapatkan warisannya ketika berumur 20 tahun," ucap Amanda gugup karena takut menyinggung dua remaja di depannya.
"Mungkin ... Kak Afro sudah nyaman dengan hidupnya sekarang. Ia tak membutuhkan warisan dari Tuan Elios," jawab Sandara terlihat sedih.
"Tentu saja. Ia memiliki isteri kaya dan cantik. Ia tak membutuhkan apapun dari masa lalunya."
"Oh!" pekik Amanda kaget saat Sandara menyiramkan air dari gelasnya ke wajah Jordan.
Orang-orang yang melihatnya terkejut karena Sandara terlihat marah. Jordan mengeluarkan sapu tangan dari saku jas dan mengelapnya perlahan tanpa ekspresi.
"Bicaramu keterlaluan, Jordan," ucap Sandara menatapnya tajam.
"Terimalah kenyataan Sandara. Kau bodoh jika terus menunggu lelaki yang bahkan tak mencintaimu sama sekali. Ratapilah penyesalanmu sampai mati jika kau tetap berpegang teguh pada cinta monyetmu itu. Percaya padaku, prediksiku selalu tepat," jawab Jordan dengan wajah datar.
"Prediksimu salah. Afro tak muncul dalam 2 tahun terakhir. Kau tak sehebat itu dalam meramalkan kejadian, Jordan. Kau cacat."
GRAB!!
PRANGG!!
"Oh My God!" pekik Amanda kaget karena Jordan mencekik leher Sandara hingga gadis itu terkejut dan menjatuhkan gelasnya.
Jordan menatap Sandara keji. Gadis cantik itu berusaha melepaskan cengkeraman Jordan di lehernya dengan kedua tangannya kuat.
Amanda dan semua orang di sana yang menyaksikan kejadian mengejutkan itu dibuat kebingungan dalam bersikap.
"Jangan kau kira, aku tak tega padamu, Sandara. Aku sudah mulai bisa melupakanmu. Kau ... tak sehebat yang kupikir. Kau lemah dan egois. Kau pikir kau jenius? Tidak, kau itu, aneh," ucapnya tajam.
Praktis, air mata Sandara langsung menetes begitu saja. Sandara terlihat menahan air matanya. Jordan melepaskan cengkeramannya dan Sandara terhuyung menjauh darinya.
"DARA!" panggil Jonathan langsung bergegas mendekati Sandara.
Namun, Sandara meminta agar Jonathan jangan mendekatinya.
Jonathan terlihat panik ketika melihat Adiknya dilukai oleh Jordan. Sedang Jordan kini tertunduk diam saat Sandara pergi darinya dengan air mata sakit hati.
Amanda kebingungan, tak tahu harus menolong Sandara atau menenangkan anaknya. Sandara menangis sembari memegangi lehernya, keluar dari ruang jamuan.
ILUSTRASI
__ADS_1
SOURCE : PINTEREST