
Mata William melebar saat melihat sebuah RPG diarahkan padanya oleh seorang tentara.
William melihat Vijay membawa sebuah senapan HIT dalam genggaman. William mengambilnya dan dengan cepat ....
SHOOT! SHOOT!
PIP! DWUARRR!!
"Arghhh!!"
Vijay tertegun saat William menembakkan bola-bola peledak yang mengindentifikasi bahan logam di sekelilingnya di mana banyak para tentara bersenjata di bawah sana.
Serpihan daging manusia berhamburan di tanah tandus itu. Beberapa dari mereka kehilangan bagian tubuh dengan kondisi sadar.
William menghabiskan seluruh bola HIT sebelum para tentara itu membunuhnya.
Ambisinya untuk bisa pulang dengan selamat dan menggendong bayinya, membuat William nekat membunuh orang-orang militer di mana ia dulu bekerja untuk mereka.
Vijay yang sudah berhasil memanjat dengan Balraj ikut berada di atas mobil terlihat kebingungan.
Pilot helikopter menyadari jika muatannya berisi mafia yang memiliki persenjataan.
"Whoaaa!" teriak William, Balraj dan Vijay saat mobil yang menjadi pijakan mereka bergerak tak beraturan seperti dentang pada bandulan jam kuno.
Tiga lelaki itu berpegangan kuat pada badan mobil yang bisa mereka gapai. Senjata HIT terjatuh dari ketinggian karena William terkejut akan gerakan tiba-tiba itu.
"Pilot helikopter sengaja melakukannya, Will!" teriak Balraj lantang dan William mengangguk setuju.
William melihat jika mereka malah menjauh dari daratan dan kembali ke jurang sungai.
William dan dua bodyguard Rohan terlihat panik saat mobil sengaja di hantamkan ke dinding tebing hingga membuat mereka mengerang, terombang-ambing karena berusaha bertahan agar tak jatuh.
"Mereka ingin membunuh kita!" teriak Vijay.
William melihat pilot helikopter seperti sengaja ingin menjatuhkan mereka dari mobil. William melihat pegerakan dari hantaman yang dilakukan ke pinggir jurang oleh pilot helikopter.
"Hei! Hei! Dengar! Kita lompat saat mobil diarahkan ke tebing!" teriak William menatap Vijay dan Balraj bergantian dengan sorot mata tajam.
"What? Tapi ...," jawab Vijay ragu.
Ia menganggap hal itu sedikit tidak mungkin karena resiko kematian cukup besar.
"Kau ingin mati di mobil ini? Kalau begitu, matilah sendiri. Aku tak mau mati tanpa mencoba. Aku sudah berjanji akan pulang," jawab William tegas dan bersiap dengan berpegangan pada tali tambang yang terkait pada helikopter.
Vijay dan Balraj saling berpandangan. Mereka yang menggunakan sepatu magnet bersiap dan berjongkok di badan mobil yang sudah terbalik pada bagian belakang.
Mobil berayun menjauh dari tebing dan siap menghantam sisi jurang. Tiga orang itu sudah bersiap dan seketika ....
"Harrghhh!!" teriak ketiganya lantang saat melompat bersamaan ketika mobil menghantam dinding.
BRUKK!!
"Aggg," rintih Vijay, Balraj dan William saat mereka jatuh tersungkur di atas daratan dengan keras.
__ADS_1
"Will!" teriak Balraj saat melihat helikopter yang membawa mobil mendatangi mereka dan siap menghantam dengan mobil lapis baja yang terbalik.
"Oh, shit!" pekik William dengan mata terbelalak. "Run! Run! Run!" teriaknya lantang dan tiga lelaki itu berlari kencang mencoba meloloskan diri dari mobil yang siap memukul mereka dari belakang.
William melihat orang-orang dari Red Skull masih berusaha untuk melumpuhkan para tentara militer di tempat itu.
Tiga buah motor Red Skull mendekati tiga lelaki yang sedang berlari sekencang-kencangnya sekuat tenaga, tapi ternyata ....
NGEKKK!! BRANGG!!
BUKK!!
Langkah William terhenti dan ia tiarap seketika saat melihat Balraj dan Vijay terkena moncong mobil lapis baja dan membuat mereka terlempar jauh, tengkurap, tak bergerak.
Nafas William tersengal. Ia kembali mendongak saat melihat helikopter itu kembali berputar dan kini membidiknya.
"Shit!" pekik William lantang.
Saat William bangun dan berbalik, ia kaget ketika menginjak senapan peleleh logam terinjak salah satu kakinya.
Dengan sigap, William mengambil senapan itu dan mengecek pelurunya. Matanya menajam dan menoleh ke arah mobil lapis baja yang tergantung pada tali tembaga badan helikopter.
"Ingin beradu denganku, hah?! Come on!" teriak William lantang yang kini malah berlari ke arah mobil terbalik dengan senapan dalam genggaman.
"What is he doing? He's crazy!" pekik salah satu pengendara motor Red Skull saat ia dan dua pengendara motor berhenti di samping tubuh Vijay dan Balraj yang tergeletak.
Dua pengendara motor itu segera menaikkan tubuh dua orang yang tak sadarkan diri ke atas motor dan segera pergi meninggalkan area pertempuran.
"Kau melihat itu?" tanya salah seorang tentara militer kagum karena William tak jatuh padahal benda itu berdiri tegak dan William seperti cicak yang menempel kuat.
William memegangi tali tambang dalam genggamannya dan CESS!!
BRANGG! BRANGG!!
"Menghindar!" teriak salah satu tentara saat mobil lapis baja jatuh di tengah kumpulan tentara militer yang berada di bawah.
William berayun dengan kuat dan CLEB!!
Kedua kakinya menempel pada badan helikopter. William berjalan dengan posisi vertikal mendekati pintu helikopter dengan senapan peleleh logam dalam genggaman terlihat tak takut jika terjatuh.
SHOOT! SHOOT!
CESS!!
Pangkal baling-baling meleleh berikut semua elektrikal pengendali pada kokpit karena terkena peluru peleleh logam. Suara alarm kerusakan mesin terdengar di helikopter.
William membiarkan pilot dan co-pilot helikopter tetap hidup meski mereka kini panik karena helikopter terbang tak beraturan.
"William!" teriak pengendara motor yang mengikuti laju helikopter yang mulai berasap mendekati jurang.
William melihat kemana arah jatuh helikopter itu. Ia segera melompat saat helikopter mulai jatuh ke dalam jurang tempat mobilnya tadi di angkat.
BRUKK! KRAKK!!
__ADS_1
"AGHHH!"
"WILL! BERTAHANLAH!" teriak pengendara wanita itu melaju kencang kendaraannya.
William berusaha tak jatuh dari pinggir tebing yang kini menjadi penahan dua tangannya yang tergantung di ketinggian.
Kedua tangannya mencengkeram kuat pinggiran dan berusaha mengangkat tubuhnya ke atas.
"Will!" teriak pengendara wanita itu melepaskan helm yang dipakainya dan melemparkannya jauh.
Ia mendekati pinggir jurang dan meraih tangan William erat. Ia berusaha menariknya sekuat tenaga. William yang memaki kaki robot membuat tubuhnya semakin berat.
"Arrghh!! Will! Berusahalah! Tarik tubuhmu ke atas!" teriak wanita Red Skull yang tubuhnya malah ikut tertarik ke pinggiran jurang karena tak kuat menarik kedua tangan William sendirian.
NGENGG!!
"Julia!" teriak pengendara lain yang langsung membantu menarik tangan William sekuat tenaga.
"Merry!" panggil Julia mengerang sekuat tenaga menarik tangan William ke atas.
"Arrghhh!!"
BRUKK!
"Hah! Hah!"
Julia, Merry dan William akhirnya berhasil naik ke atas meski dengan susah payah serta nafas tersengal.
"Cepat pergi dari sana! Militer akan tiba 5 menit lagi!" pekik Amanda yang kembali mengejutkan William.
Lelaki bermata biru itu segera bangkit meski ia merasakan jika rusuknya sakit karena menghantam pinggiran jurang yang terjal.
Ia membonceng pada Julia dan Merry melindunginya di belakang.
William berpegangan erat pada perut Julia di mana ia sudah tak memiliki senjata lagi dan mulai merasakan sakit di sekujur tubuhnya.
William melihat kenalpot para pengendara motor dari Red Skull mengeluarkan asap berwarna-warni.
Namun ternyata, asap itu memberikan dampak mengerikan. Kening William berkerut saat para tentara yang menghirupnya kesakitan dan menggelepar di tanah.
Merry tertawa senang saat ia dan anak buahnya berhasil melumpuhkan para tentara militer di sekitar daratan dengan gas beracun.
William ikut tersenyum tipis dan bernafas lega karena bisa lolos dari kejaran militer.
William merebahkan kepalanya di punggung Julia yang melaju motornya sangat kencang seperti pembalap hingga perlahan, mata William terpejam dan semuanya terlihat gelap olehnya.
***
Makasih tipsnya Alra dan Cindy.
Lele padamu💋💋💋 Besok masih dobel eps ya. 4YMS2 akan diup jam 5 dan 8 malam. Terima kasih😘
__ADS_1